IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Gambaran Umum Kebun Raya Bogor
Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya Bogor-LIPI merupakan institusi konservasi ex-situ tertua di Indonesia, berdiri sejak 18 Mei 1817, Kebun Raya Bogor memiliki nilai sejarah tinggi sebagai tonggak dalam perkembangan institusi dan penelitian pertanian di Indonesia dan merupakan pilar utama bagi usaha penyelamatan jenis-jenis tumbuhan dari kepunahan. Kebun Raya Bogor pada mulanya merupakan bagian dari samida (hutan buatan atau taman buatan) pada pemerintahan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, 1474-1513) dari Kerajaan Sunda, sebagaimana tertulis dalam prasasti Batutulis. Hutan buatan itu ditujukan untuk keperluan menjaga kelestarian lingkungan sebagai tempat memelihara benih-benih kayu yang langka. Ide pendirian kebun raya bermula dari seorang ahli biologi yaitu Abner yang menulis surat kepada Komisaris Jenderal G.S.G.P. Van Der Capellen.
Pada masa itu diperkirakan sekitar 900 tanaman hidup ditanam di kebun tersebut. Tahun 1822 Reinwardt kembali ke Belanda dan digantikan oleh Dr. Carl Ludwig Blume yang melakukan inventarisasi tanaman koleksi yang tumbuh di kebun. Ia juga menyusun katalog kebun yang pertama berhasil dicatat sebanyak 912 jenis (species) tanaman. Pelaksanaan pembangunan kebun ini pernah terhenti karena kekurangan dana tetapi kemudian dirintis lagi oleh Johanes Elias Teysmann (1831), seorang ahli kebun istana Gubernur Jenderal Van den Bosch. Dengan dibantu oleh Hasskarl, ia melakukan pengaturan penanaman tanaman koleksi dengan mengelompokkan menurut suku (familia). Teysmann kemudian digantikan oleh Dr. Scheffer pada tahun 1867 menjadi direktur, dan dilanjutkan kemudian oleh Prof. Dr. Melchior Treub. Pendirian KRB bisa dikatakan mengawali perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Dari sini lahir beberapa institusi ilmu pengetahuan lain, seperti Bibliotheca Bogoriensis
(1842), Herbarium Bogoriense (1844), Kebun Raya Cibodas (1860), Laboratorium Treub (1884), Museum dan Laboratorium Zoologi (1894).
Kebun Raya Bogor merupakan museum tanaman hidup dengan koleksi tanaman tropis terlengkap di dunia, dibangun dengan konsep pertamanan yang cukup indah. Untuk memudahkan pengenalan tanaman, oleh J.E Teysmann direktur kebun raya ketiga, sistem penanaman diatur berdasarkan family tanaman. Jumlah koleksi terakhir bulan Januari 2006 terdiri dari 222 family, 1.257 genera, 3.423 jenis dan lebih dari 13.684 spesimen tanaman hidup.
Kebun Raya Bogor mengkoleksi tanaman dataran rendah beriklim basah tropis, untuk pengembangan koleksi tanaman sesuai dengan iklim yang ada di Indonesia. Beberapa cabang kebun raya, diantaranya:
1. Kebun Raya Cibodas di Jawa Barat, luasnya mencapai 120 ha dengan ketinggian 1400 m dpl., didirikan oleh Teysmann pada tahun 1852. Koleksi tanaman dataran tinggi beriklim basah daerah tropis dan tanaman negara sub tropis pada tahun 1981 dilengkapi dengan sebuah laboratorium untuk penelitian flora dan fauna.
2. Kebun Raya Purwodadi di Jawa Timur, didirikan tahun 1941, luasnya 87 ha dengan ketinggian 250 m dpl., didirikan untuk koleksi tanaman dataran rendah iklim kering daerah tropis. Pimpinan yang pertama adalah J. VIETS, yang diangkat pada tanggal 30 Januari 1941.
3. Kebun Raya “Eka Karya” Bali, didirikan tahun 1959, dengan luas mencapai 159,4 ha dan ketinggian 1400 m dpl., ditujukan untuk koleksi tanaman dataran tinggi beriklim kering daerah tropis.
Kebun Raya Bogor adalah sebuah kebun penelitian besar yang terletak di Kota Bogor, Indonesia. Luasnya mencapai 87 ha dan memiliki 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan. Terletak antara 10603’30”-106052’00” LU dan 6030’30”- 6041’00” LS. Kebun Raya Bogor terletak pada ketinggian 235-260 m di atas permukaan laut (mdpl), serta mempunyai ketinggian rata-rata minimal 190 m, maksimal 350 m. Jarak dari Jakarta kurang lebih 60 km.
Secara administrasi Kebun Raya Bogor termasuk dalam wilayah Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Batas-batas Kebun Raya Bogor meliputi:
41
1. Sebelah utara dibatasi oleh Jalan Jalak Harupat
2. Sebelah selatan dibatasi oleh Jalan Otto Iskandardinata 3. Sebelah timur dibatasi oleh Jalan Pajajaran
4. Sebelah barat dibatasi oleh Jalan Ir. H Djuanda
Visi dari Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor adalah menjadi salah satu Kebun Raya terbaik di dunia dalam bidang konservasi dan penelitian tumbuhan tropika, pendidikan lingkungan dan pariwisata. Misi dari Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor adalah:
1. Melestarikan tumbuhan tropika
2. Mengembangkan penelitian bidang konservasi dan pendayagunaan tumbuhan tropika
3. Mengembangkan pendidikan lingkungan untuk meningkatkan
pengetahuan dan apresiasi masyarakat terhadap tumbuhan dan lingkungan
4. Meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat.
Tujuan dari Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor adalah:
1. Mengkonservasi tumbuhan Indonesia khususnya dan tumbuhan tropika umumnya
2. Melakukan reintroduksi atau pemulihan tumbuhan langka
3. Memfasilitasi pembangunan kawasan konservasi ex-situ tumbuhan 4. Meningkatkan jumlah dan mutu terhadap konservasi dan pendayagunaan
tumbuhan
5. Menyiapkan bahan untuk perumusan kebijakan bidang konservasi ex-situ
tumbuhan
6. Meningkatkan pendidikan lingkungan dan,
7. Meningkatkan pelayanan jasa dan informasi perkebunrayaan. Sasaran dari Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor adalah: 1. Terkoleksinya jenis-jenis tumbuhan tropika
2. Terlaksananya reintroduksi atau pemulihan (recovery) tumbuhan langka 3. Terbangunnya kawasan-kawasan konservasi ex-situ tumbuhan yang baru 4. Tersedianya bahan kebijakan bidang konservasi ex-situ tumbuhan 5. Terpublikasinya karya tulis ilmiah di bidang konservasi tumbuhan
6. Terekrutnya sumberdaya manusia terdiri dari peneliti dan non peneliti 7. Terlayaninya pengunjung wisata, pelajar dan kunjungan lainnya
(termasuk pelajar dan mahasiswa praktek).
4.1.2 Struktur Organisasi
PKT Kebun Raya Bogor-LIPI dipimpin oleh seorang kepala pusat yang membawahi bidang manajemen konservasi Ex-Situ, kelompok peneliti dan Bagian Tata Usaha. Bidang manajemen konservasi Ex-Situ dipimpin oleh seorang kepala bidang yang membawahi empat kepala Subbidang, yaitu:
1. Sub Bidang Pemeliharaan Koleksi 2. Sub Bidang Registrasi Koleksi 3. Sub Bidang Seleksi dan Pembibitan
4. Sub Bidang Reintroduksi Tumbuhan Langka
Kelompok peneliti (non struktural) dipimpin oleh seorang kordinator peneliti. Ruang lingkup kegiatan penelitian didasarkan pada tiga pendekatan yaitu konservasi, kajian potensi, pengembangan dan pendayagunaan. Bagian Tata Usaha dipimpin oleh seorang kepala bagian yang membawahi empat kepala Subbagian, yaitu:
1. Sub Bagian Kepegawaian 2. Sub Bagian Umum 3. Sub Bagian Keuangan
4. Sub Bagian Jasa dan Informasi
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas, Purwodadi dan “Eka Karya” Bali masing-masing dipimpin oleh seorang kepala UPT yang membawahi sub bagian tata usaha, seksi konservasi Ex-Situ dan kelompok jabatan fungsional. Struktur organisasi PKT Kebun Raya Bogor-LIPI dapat dilihat pada Gambar 3.
43
Gambar 3. Struktur Organisasi PKT Kebun Raya Bogor-LIPI (PKT Kebun Raya Bogor-LIPI, 2012)
Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor
Bidang Konservasi Ex-situ
Kelompok Jabatan Fungsional
Bagian Tata Usaha
Subbid Pemeliharaan Koleksi
Subbid Regristrasi Koleksi
Subbid Seleksi dan Pembibitan
Subbid Reintroduksi Tumbuhan Langka
Subbag Kepegawaian
Subbag Keuangan
Subbag Umum
Subbag Jasa dan Informasi
UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya CIbodas
UPT Balai Konservasi Tumbuhan
Kebun Raya “Eka Karya” Bali
UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi
Seksi Konservasi Ex-situ Kelompok Jabatan Fungsional Subbag Tata Usaha Seksi Konservasi Ex-situ Kelompok Jabatan Fungsional Subbag Tata Usaha Seksi Konservasi Ex-situ Kelompok Jabatan Fungsional Subbag Tata Usaha
4.1.3 Sumber Daya Manusia dan Sumber Dana Kebun Raya Bogor
Sumber daya manusia merupakan faktor penting untuk perkembangan PKT Kebun Raya Bogor-LIPI, karena setiap pekerjaan harus disesuaikan dengan kebutuhan pegawai agar pekerjaan tersebut tercapai sesuai target. Jumlah pegawai PKT Kebun Raya Bogor-LIPI dapat dilihat pada Tabel 6.
Tabel 6. Jumlah Pegawai Tahun 2012
Status Pegawai Jumlah Pegawai
PNS (Pegawai Negeri Sipil) 286
PTT (Pegawai Tidak Tetap) 96
THL (Tenaga Harian Lepas) 12
Total 394
Sumber: PKT Kebun Raya Bogor-LIPI (2012)
Kebun Raya Bogor merupakan salah satu instansi pemerintah, sumber dana pengelolaan KRB diperoleh dari pemerintah melalui APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). APBN merupakan kegiatan pemerintah yang dinyatakan dalam satuan uang serta meliputi rencana pengeluaran dan pemenuhan pengeluaran tersebut. Sumber dana lain yaitu dari hasil penjualan tiket masuk Kebun Raya Bogor dan dana-dana yang dihasilkan dari kerja sama dengan pihak luar. Anggaran tersebut digunakan untuk membiayai pengeluaran rutin, biaya pemeliharaan, pembangunan prasarana fisik, penelitian, publikasi, dokumentasi, pelayanan umum, perjalanan dinas dan lain sebagainya.
4.1.4 Mekanisme Pelaksanaan Rotasi Jabatan Pada PKT Kebun Raya Bogor-LIPI
Rotasi jabatan adalah memutar atau menggilir penempatan pejabat struktural maupun fungsional dari satu jabatan tertentu ke jabatan lainnya yang ditetapkan dalam sebuah kebijakan. Rotasi dalam arti perpindahan lebih memiliki pengertian teknis yaitu tentang bagaimana mengatur mekanisme pemindahan pejabat yang melaksanakan rotasi jabatan. Mekanisme Pelaksanaan Rotasi Jabatan pada PKT Kebun Raya Bogor-LIPI dapat dilihat pada Gambar 4.
45
Mekanisme Pelaksanaan Rotasi Jabatan Pegawai Atasan Pegawai Subbagian
Kepegawaian
Pejabat Berdasarkan Kewenangan
Gambar 4. Mekanisme Pelaksanaan Rotasi Jabatan pada PKT Kebun Raya Bogor-LIPI (PKT Kebun Raya Bogor-LIPI, 2012)
Gambar 5 menunjukkan mekanisme pelaksanaan rotasi jabatan pada pegawai yang akan dirotasi. Atasan memberikan rekomendasi dan pengajuan berdasarkan pertimbangan kepada Subbagian Kepegawaian untuk mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Pengalihan Tugas yang akan ditandatangani oleh Pejabat yang mempunyai kewenangan. Pejabat yang berwenang menandatangani dapat membatalkan SK Pengalihan Tugas apabila tidak sesuai dengan prosedur atau Undang-Undang. Setelah disetujui dan ditandatangani maka SK Pengalihan Tugas diberikan kembali kepada Subbagian Kepegawaian untuk dilakukan dokumentasi dan tembusan SK Pengalihan Tugas lalu diserahkan kepada Atasan pegawai yang akan dirotasi. Setelah diterima oleh atasan maka pegawai tersebut dapat melaksanakan rotasi jabatan.
Setuju? Surat Keputusan Pengalihan Tugas Selesai Ya Tanda tangan Surat Keputusan Pengalihan Tugas Batal Tidak Rekomendasi Pegawai yang akan dirotasi Atasan Pegawai yang akan dirotasi Berdasarkan Petimbangan Tembusan SK Pengalihan Tugas