4 METODE PENELITIAN
5 GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
5.1 Letak Geografis, Penduduk dan Mata Pencaharian
Kecamatan Dolok Panribuan merupakan salah satu Kecamatan yang terdapat di Kabupaten Simalungun Propinsi Sumatera Utara. Kecamatan ini berada pada ketinggian 800-1250 m diatas permukaan laut dan memiliki iklim dengan suhu rata 20-25,5 derajat Celsius. Secara geografis batas-batas wilayah Kecamatan Dolok Panribuan adalah sebagai berikut :
1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Jorlang Hataran.
2. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Girsang Sipangan Bolon. 3. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Jorlang Hataran.
4. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Tanah Jawa.
Jarak dari Kecamatan Dolok Panribuan yang memiliki luas sekitar 154,30 Km2 ke ibukota Kabupaten Simalungun sekitar 45 Km, dan kota Pematang Siantar sekitar 14 Km. Penggunaan lahan di Kecamatan Dolok Panribuan beragam diantaranya penggunaan lahan sawah seluas 3.152 Ha, lahan ladang seluas 3.063 Ha, lahan perkebunan seluas 570.24 Ha dan luas hutan produksi sekitar 9.000 Ha.
Jumlah penduduk Kecamatan Dolok Panribuan pada tahun 2010 sebanyak 17.947 jiwa dengan kepadatan penduduk sebesar 116 jiwa/km2. Jumlah penduduk Kecamatan terdiri dari 12.057 orang pria dan 12.841 orang perempuan dengan jumlah kepala keluarga sebesar 4.608 KK (Tabel 11).
Tabel 11 Banyaknya penduduk di Kecamatan panribuan menurut kelompok usia tahun 2010
No Batas Usia(Tahun) Jumlah (Jiwa)
1 0 – 5 3 690
2 6 – 11 5 628
3 12 – 14 3 058
4 15 – 17 1 396
5 18 Tahun ke atas 11 126
Dari Tabel 11, diketahui total jumlah penduduk Kecamatan Dolok Panribuan adalah sebesar 24,898 Jiwa dan tingkat usia 18 tahun keatas lebih banyak yaitu 11,126 Jiwa. Sebagian besar penduduk Kecamatan Dolok Panribuan memiliki tingkat pendidikan yang beragam seperti yang tertera pada tabel dibawah ini.
Tabel 12 Jumlah penduduk Kecamatan dolok panribuan menurut tingkat tahun 2010
No Jenjang Pendidikan Jumlah (Jiwa)
1 SD 4 257
2 SMP 3 731
3 SMA 2 904
4 Perguruan Tinggi 332
Sumber : Data Monografi Kecamatan Dolok Panribuan, 2010
Tabel 12, menunjukkan bahwa tingkat pendidikan di Kecamatan Dolok Panribuan masih tergolong rendah dilihat pada tabel tingkat pendidikan yang paling tinggi adalah Sekolah Dasar berjumlah 4,257 Jiwa, sedangkan pada tingkatan Sekolah Menengah Atas hanya mencapai 2,904 Jiwa orang. Sesuai dengan kondisi penduduk setempat dapat dirinci menurut mata pencaharian yaitu bertani sebesar 62.31 persen, pemerintahan sebesar 5.17 persen, tenaga pengajar sebesar 15.79 persen, pedagang sebesar 1.80 persen, transportasi sebesar 1.42 persen, industri 0.23 persen, konstruksi 0.11 persen dan lainnya sebesar 13.17 persen.
5.2 Mata Pencaharian Masyarakat Kecamatan Dolok Panribuan
Pendapatan masyarakat Kecamatan Dolok Panribuan rata-rata diperoleh dari sektor pertanian, karena bertani merupakan mata pencaharian utama. Namun demikian, masayarakat yang memiliki lapanagan pekerjaan yang berbeda juga mengelolah lahan pertanian sebagai usaha sampingannya. Penggunaan lahan yang dikelola masayarakat beragam sesuai dengan jenis komoditi yang dikelola oleh masayarakat setempat. Penggunaan lahan sawah oleh masyarakat seluas 3.152 Ha dipergunanakan untuk komoditi musiman seperti padi, sedangkan penggunaan lahan ladang seluas 3.063 Ha dipergunakan masyarakat untuk komoditi holtikultura seperti jagung, ataupu tanaman musiman lainnya.
Luas lahan perkebunan yang dimiliki oleh Kecamatan Dolok Panribuan mencapai 570.24 hektar, dikelola oleh masyarakat sekisar 500.44 hektar dan sekisar 69.8 dikelola oleh pemerintah dan swasta. Hasil perkebunan rakyat didaerah penelitian memiliki ragam komoditi (Tabel 13), namun komoditi perkebunan yang mendominasi di Kecamatan Dolok Panribuan adalah tanaman kopi yang mencapai 300 hektar. Untuk lahan kopi arabika hanya mencapai 89 hektar dari luas lahan perkebunan kopi. Selanjutnya diikuti oleh komoditi coklat dan kulit manis yang mencapai 85.62 dan 39 hektar.
Tabel 13 Jenis Komoditi Perkebunan Rakyat di Kecamatan Dolok Panribuan tahun 2010
Jenis Komoditi perkebunan Luas lahan (Ha)
Sawit 16.20 Kopi 300.00 Coklat 85.62 Cengkeh 8.00 Kulit manis 39.00 Kemiri 30.03 Aren 11.20 Pinang 10.39 5.3 Karakteristik Responden
Beberapa jenis karakteristik petani yang menjadi responden dalam penelitian ini terdiri dari umur jenis kelamin, luas lahan dan kepemilikan, tingkat pendidikan. Adapun jumlah responden dari masing-masing kelompok dapat dilihat pada Tabel 14. Berdasarkan karakteristik yang ada, sebagian besar responden petani kopi arabika adalah berumur 50 tahun keatas dengan persentase 40 persen. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa petani responden rata-rata masih berada dalam usia yang produktif. Sedangkan yang memiliki umur relatif masih muda dan sangat produktif sebesar 60 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa budidaya tanaman kopi arabika masih diminati untuk diusahakan khususnya di Kecamatan Dolok Panribuan.
Tingginya tingkat pendidikan yang dileawati petani, sangat membantu petani dalam menerapkan teknologi pertanian yang akan digunakan dalam melaksanakan usahataninya. Dari tingkat pendidikan, responden sebagian besar menyelesaikan pendidikannya hanya sampai tingkat menengah pertama (SMP) yaitu sebesar 45 persen dari total responden. Sedangkan tingkat pendidikan tertinggi hanya sampai sekolah menengah atas (SMA) mencapai 30 persen dari jumlah responden yang ada.
Rata-rata responden memiliki luas lahan dibawah 5000 m2 yang mencapai 60 persen, hal ini menggambarkan bahwa petani responden merupakan petani kopi arabika yang memiliki luads lahan yang kecil. Sedangkan dari status kepemilikan lahan, kebanyakan petani responden memiliki lahan sendiri baik dari warisan ataupun dibeli mencapai 60 persen dari jumlah responden. Sedangkan petani reponden yang menyewa lahan hanya mencapai 40 persen yaitu sebanyak delapan orang.
Tabel 14 Karakteristik petani kopi arabika di Kecamatan Dolok Panribuan
No Jenis
Karakteristik
Kategori Jumlah Total Persentase Total
1 Jenis Kelamin Laki-laki 16 20 80 100
Perempuan 4 20 2 Umur 30-39 tahun 6 20 30 100 40-50 tahun 6 30 > 50 tahun 8 40 3 Luas Lahan 0,1-0,4 Ha 12 20 60 100 0,5-1 Ha 7 35 > 1 Ha 1 5 4 Kepemilikan Lahan Pribadi 3 20 15 100 Warisan 9 45 Sewa 8 40 5 Tingkat Pendidikan SD 5 20 25 100 SMP 9 45 SMA 6 30 Perguruan Tinggi - - 6 Jumlah Anggota Keluarga 1-3 orang 4 20 20 100 4-6 orang 12 60 > 6 orang 4 20 7 Usaha Sampingan Wiraswasta 3 5 60 100 PNS 1 20 Buruh 1 20
Luas lahan yang dimiliki petani kopi arabika di Kecamatan Dolok Panribuan sangat beragam. Dari jumlah responden petani kopi arabika di Kecamatan Dolok Panribuan, rata-rata luas lahan masih tergolong kecil untuk dijadikan lahan perkebunan yaitu seluas 0.50 ha. Dengan demikian dapat dilihat bahwa masyarakat Kecamatan Dolok Panribuan belum cukup produktif dalam memanfaatkan lahan sebagai lahan perkebunan.
Dalam melakukan usahatani kopi arabika, beberapa petani menggunakan lahan sendiri yang merupakan hasil warisan keluarga, namun ada juga yang menggunakan lahan sendiri dengan membeli lahan sendiri. Harga lahan di Kecamatan Dolok Panribuan per hektarnya adalah 80 juta rupiah berdasarkan harga tanah yang berlaku di lokasi penelitian. Sedangkan sebagian petani kopi lainnya dalam melakukan usahatani kopi arabika menggunakan lahan sewaan dengan harga sewa lahan per tahunnya adalah dua juta rupiah.
Jumlah responden yang memiliki usaha sampingan selain bertani sebanyak 25 persen dari total responden. Jenis usaha sampingan yang ditekuni oleh responden adalah sebagai pegawai negeri sipil yaitu bekerja sebagai pengajar dan dibidang pemerintahan, buruh tani,wiraswasta seperti berdagang.