BAB III METODE PENELITIAN
G. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Desa Rumbio merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Kmapar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Di desa Rumbio itu sendiri terdapat pasar tradisional yang bernama pasar Rumbio. Di Kecamatan Kampar sendiri terdapat dua pasar yaitu pasar Rumbio dan pasar Airtiris. Transaksi jual beli maasyarakat di pasar tersebuut yaitu pada hari Kamis, yang dimulai pukul 07.00 sampai pukul 14.00 WIB.
Dari data Desa Rumbio, pasar Rumbio telah ada sejak tahun 1943, luas pasar Rumbio saat ini 1,5 Ha. Dari data tahun 2021, terdapat 783 pedagang yang
54 Sugiyono. Metode Penlitian Kuantitaf Kualitatif dan R&D, ( Bandung : Alfabeta 2010).hal.147.
berjualan dipasar Rumbio dan terdapat 6 los55. Dikarenakan posisi pasar Rumbio yang sangat strategis, banyak pedagang dari luar daerah yang berjualan di pasar ini, seperti dari Kota Pekanbaru dan juga pedagang dari Provinsi Sumatera Barat.
Selain itu pasar ini juga berada ditepi jalan raya, yang menghubungkan Provinsi Riau dengan Provinsi Sumatera Barat. Pasar tradisional Rumbio ini juga berada ditepi sungai Kampar sehingga penduduk desa seberang seperti Desa Rumbio Jaya menggunakan perahu untuk menyeberang ke pasar tersebut.
2. Sejarah Desa Rumbio
Istilah Desa Rumbio itu sendiri diambil dari nama tumbuhan Rumbio, dimana pada zaman penjajahan dulu masyarakat Rumbio sangat gigih melawan penjajah sehingga anak Negeri Rumbio disebut dengan istilah tahan pancung.
Sebelum Indonesia merdeka, Rumbio pada mulanya merupakan suatu kampung yang disebut Negeri Rumbio, dipimpin oleh seorang wali Negeri terdiri dari lima wilayah, setiap wilayah dipimpin oleh wali kampung, yaitu kampung Rumbio, Kampung Padang Mutung, Kampung Alam Panjang, Kampung Pulau Payung dan Kampung Teratak. Sekitar tahun 1977 status pemerintahan Kenegerian Rumbio dihapuskan, lima wilayah wali kampung diangkat menjadi Wali Muda dengan SK No. 95/Kpst//1/2/1977 tertanggal 31 Agustus 1977.
Kemudian sesuai dengan keputusan Bupati Kampar No. 77/Kpts/XI/1981 Wali- Muda berubah menjadi Kepala Desa. Dengan demikian pemerintahan Kenegerian Rumbio dipecah menjadi lima Desa yaitu : Desa Rumbio, Desa Padang Mutung, Desa Alam Panjang, Desa Pulau Payung dan Desa Teratak. Berdasarkan
55 Wawancara dengan Rudi, Pengelola BUMDes Rumbio, Pada Tanggal 19 Januari 2022.
47
keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Riau No. 187/Kpts/VI/1981 tanggal 16 November 1981 status Desa ditetapkan menjadi Desa devinatif. Walau Negeri Rumbio dipecah menjadi lima Desa secara Pemerintahan namun secara Adat Negeri Rumbio tetap dalam satu kesatuan Adat Kenegerian Rumbio yang dipimpin oleh ninik mamak yang 10 orang, secara eksternal dipimpin oleh Datuok Godang dari Suku Domo, sedangkan internal dipimpin oleh Datuok Ulaksimano dari Suku Pitopang.56
Sekarang Desa Rumbio memiliki delapan Dusun yaitu: Dusun Pulau, Dusun Penyasawan Rumbio, Dusun Pasar Rumbio, Dusun Pulau Sialang, Dusun Siboghia, Dusun Padang Danau, Dusun Pancuran Tujuh dan Dusun Kampung Tengah, dengan memiliki 15 RW dan 30 RT. Dengan jumlah penduduk masyarakat Desa Rumbio sebanyak 2941 jiwa.
3. Demografis Desa Rumbio
Jumlah penduduk suatu wilayah sangat menentukan dalam perkembangan-pembangunan daerah. Kondisi penduduk sangat dibutuhkan dalam menentukan arah kebijakan pembagunan dan juga berpengaruh terhadap perencanaan pembangunan. Oleh karena itu, pengetahuan tentang perkembangan tingkat penduduk sangat di butuhkan guna menentukan kebijakan pembangunan, Sehingga memberikan kemudahan pemerintahan menata pemerataan pembangunan. Hal tersebut dapat diperhatikan dari tingkat umur setiap penduduk di Desa Rumbio, untuk melihat secara jelas tentang tingkat umur penduduk di Desa Rumbio dapat dilihat tabel berikut :
56 Keputusan Mentri dalam Negeri, Profil Desa/Kelurahan, di susun Berdasarkan Nomor 12 Tahun 2007.
Tabel 3.1
Usia Penduduk Desa Rumbio
No Tingkat Umur Jumlah Oramg Persentase (%)
1 0–12 tahun 329 11.18%
2 13-25 tahun 695 23.63%
3 26-40 tahun 752 25.56%
4 41-60 tahun 610 20.74%
5 61-70 tahun 462 15.70%
6 >71 tahun 93 3.16%
Total 2941 100%
Sumber: Data Desa, 2020
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa penduduk yang berdomisili di desa Desa Rumbio memiliki pertumbuhan penduduk yang mayoritasnya ada pada usia 26-40 tahun sebanyak 25,56%. Dimana diusia tersebut usia produktif untuk bekerja. Di angka 23.63% berada pada usia 13-25 tahun. 15.70% pada usia 61-70 tahun, 0-12 tahun dengan jumlah 11.18%. pada usia 71 tahun keatas terdapat 3.16%. Perbedaan jumlah penduduk berdasarkan tingkat usia juga tidak jauh berbeda, dengan perkembangan seperti ini memperlihatkan bahwa perbedaan tingkat umur di masyarakat Desa Rumbio dengan orang yang telah memasuki dunia kerja yang cukup seimbang.
4. Geografis Desa Rumbio
Desa Rumbio Kecamatan Kampar memiliki luas wilayah 1887 Km2. Desa Rumbio berada di Kecamatan Kampar, yang merupakan areal pemukiman penduduk seluas 28 Ha/M2, Areal persawahan 320 Ha/M2, Dan 536 Ha/M2 adalah areal perkebunan. Luas areal kuburan 2,1 Ha/M2, Keputusan Menteri dalam Negeri, Profil Desa/Kelurahan, disusun berdasarkan Nomor 12 Tahun 2007. 14025 Ha/M2, luas pekarangan adalah 0,025 Ha/M2, sedangkan
49
perkantoran seluas 0,125 Ha/M2. Dengan ketinggian tempat dari permukaan tanah adalah 38 M. Adapun Desa Rumbio Berbatas dengan:
a) Sebelah Utara dengan Desa Pulau Payung Kecamatan Rumbio Jaya;
b) Sebelah Selatan dengan Desa Kebun Durian Kecamatan Gunung Sahilan;
c) Sebelah Timur dengan Desa Padang Mutung Kecamatan Kampar;
d) Sebelah Barat dengan Desa Penyasawan dan Pulau Sarak Kecamatan Kampar.
Rentang kendali pemerintahan Desa Rumbio memiliki jarak dengan ibu kota Kecamatan sekitar 1,3 Km, dengan perjalanan selama lima sampai tujuh menit, dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Jarak dengan Ibu kota Kabupaten adalah 14,5 Km. Lama jarak tempuh ke ibu kota Kabupaten adalah setengah jam. Sedangkan jarak ke ibu kota provinsi Riau adalah 44,5 Km. Namun demikian Desa Rumbio tetap asri jauh dari polusi. Di sepanjang Desa banyak terdapat pepohonan yang rindang bahkan ada yang berumur ratusan tahun. Desa rumbio memiliki hutan seluas 42 Ha/M2, dan hutan adat seluas 483 Ha/M2. Sehingga curah hujan yang dihasilkan adalah 3000 Mm, Kelembaban udara 5-10%, suhu rata-rata harian adalah 28°. Dengan demikian Desa Rumbio berpotensi sebagai penghasil budidaya perikananan, dengan penghasilan 12.000 ton/tahun. Hasil dari potensi tersebut dijual langsung ke konsumen dan pengecer.
Dengan adanya hutan tersebut memungkinkan Desa ini memiliki sungai, bendungan, serta mata air.57
57 Keputusan Menteri dalam Negeri, Profil Desa/Kelurahan, disusun Berdasarkan Nomor 12 Tahun 2007, h. 3 dan 9.
5. Mata Pencaharian Masyarakat Desa Rumbio
Masyarakat Desa Rumbio memiliki mata pencaharian yang bermacam-macam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Berdasarkan data yang diperoleh melalui Kantor Kepala Desa Rumbio Kecamatan Kampar yaitu:
Tabel 3.2 Pekerjaan Penduduk Desa Rumbio
No Jenis pekerjaan Jumlah Persentase
1 Kebun karet dan sawit 355 23.20%
2 Persawahan padi 97 6.33%
3 Perikanan 298 19.47%
4 Buruh 275 17.97%
5 PNS/honorer 215 14.05%
6 Pedagang 175 11.43%
7 Tidak menetap 115 7.51%
Jumlah 1530 100%
Sumber: Kantor Kepala Desa Rumbio, 2018
Dari tabel diatas dapat dilihat kalau masyarakat Desa Rumbio mayoritasnya bekerja sebagai petani kebun karet dan sawit, dengan persentase sebanyak 23.30% (355 orang), perikanan sebanyak 19.47% (298 orang), buruh dan PNS/honorer masing-masing 17.97% dan 14.05%.