• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN DATA

B. Cara muslim dan non muslim tetap menjaga harmonisasi sosial

2. Saling menghargai dalam hal sosial

Masyarakat selalu menanamkan sikap saling menghormati dan saling menghargai antar umat beragama yang berbeda baik dalam hal sosial maupun budaya masing-masing. Terlepas dari saling menghormati ada salah satu masyarakat muslim di jeringo yang rumahnya berdekatan dengan non muslim mengaku terganggu dengan kebisingan yang dibuat oleh non muslim51.sehubungan dengan hal ini peneliti mewawancarai salah satu warga yang berdekatan rumahnya dengan non muslim tersebut :

Sebenarnya saya dan keluarga agak terganggu dengan keributan yang dibuat oleh orang Hindu, mereka mendirikan warung yang berisikan orang yang minum-minuman keras dan memutar musik dengan keras pada malam hari. Tapi setelah kita berbicara baik-baik dan memberitahukan kepada pihak desa akhirnya mereka bisa menerima keluhan kami sebagai tanda saling menghargai antar umat agama.52

Hal ini dikemukakan juga oleh Kepala Desa jeringo (Sahril) bahwa :

Pemerintah desa sudah menghimbau kepada masyarakat baik muslim maupun non muslim untuk tidak membuat kebisingan maupun lainnya dan pemerintah desa tidak mengizinkan tempat karaoke atau memutar musik kencang-kencang maupun jual miras dan hiburan lainnya

50 Dewa (Anggota BPD desa Jeringo), Wawancara, Jeringo Sabtu 11 Juni 2022.

51Observasi, Jeringo, 01 Mei 2022.

52 Baiq Ristiani (Warga Jeringo Limbungan), Wawancara, Jeringo, 2 April 2022.

sehingga ketika itu dilakukan lagi maka pihak desa akan menindak tegas hal-hal yang memicu persoalan sosial ditengah masyarakat53.

Berbeda dengan salah satu warga yang tinggal bersebelahan dengan non muslim di dusun Jeringo timur mengatakan bahwa tidak terganggu dengan adanya non muslim karena mereka sudah saling mengenal dari sejak kecil bahkan mereka bermain bersama. Sehubungan dengan hal ini peneliti mewawancarai Budi yang tinggal bersebelahan dengan non muslim :

Pandangan saya tentang adanya teman-teman non muslim di desa Jeringo sih biasa-biasa saja, karena bisa dibilang kita sudah saling mengenal sejak kecil, maklum kalau saya kan almarhum kakek saya seorang Mualaf sedangkan saudara-saudaranya yang lain masih beragama Hindu. Jadi setiap ada acara keluarga mereka kami undang sebagai bentuk saling menghargai dan bentuk budaya dari keluarga kami54.

Bisa disimpulkan bahwa ada beberapa pandangan muslim terhadap non muslim yang tinggal bersebelahan dengan mereka, namun dibalik itu semua mereka tetap saling menghargai perbedaan masing-masing. Dengan bertoleransi mereka akan hidup rukun dan damai.

C. Bentuk dan upaya-upaya yang dilakukan agar harmoni sosial-budaya antar muslim dan non muslim terjalin dengan baik

Komunikasi yang terjadi diantara orang-orang yang memiliki kebudayaan dan agama yang berbeda sangatlah diperlukan untuk menjalin harmonisasi yang baik. Desa Jeringo sendiri memiliki komunikasi atau interaksi yang bagus dalam menjalin silaturrahmi karena dengan ini mereka bisa saling mengerti keadaan masing-masing. Adapun bentuk harmonisasi sosial budaya yang mereka tekuni sampai saat ini ialah :

53Sahril (Kepala Desa), Wawancara WA/Online, 9 Mei 2022.

54Lalu Budi Hartono(Warga Jeringo Timur), Wawancara, Jeringo, 7 April 2022

1. Kearifan Lokal

Dengan melibatkan nilai-nilai kearifan lokal sangat diperlukan sebagai sarana pendukung dalam usaha menciptakan solidaritas sosial serta harmonisasi yang bisa mengawetkan dan mengalih generasi budaya sehingga dapat meminimalisasi konflik sosial yang ada. Dengan demikian, lingkungan sosial jugalah yang menentukan bagaimana agama itu menjadi instrument yang menggerakan masyarakat. Kearifan lokal tercermin dalam kebiasaan-kebiasaan hidup masyarakat yang telah berlangsung sangat lama dan dalam perkembangannya berubah wujud menjadi tradisi-tradisi, meskipun prosesnya membutuhkan waktu yang sangat lama. Sebagaimana yang dikatakan oleh kepala desa Jeringo (Sahril) bahwa :

Bentuk dari keharmonisasian yang ada di desa Jeringo ialah saling menghargai budaya masing-masing dan saling mendukung kearifan lokal baik dalam bentuk budaya maupun kegiatan keagamaan.55

Sehubungan dengan hal ini tradisi demi tradisi sudah mereka jalani dari sejak dahulu, sikap saling menghormati sudah ditanamkan dalam kehidupan mereka sehingga tradisi Nyongkolan dan kegiatan gotong royong pun bisa menjadi tradisi yang sudah melekat atau tradisi yang bisa menyatukan mereka dan menguatkan solidaritas diantara mereka sendiri sehingga sikap yang telah mereka tanam dalam diri sendiri bisa mereka berikan kepada penerus atau generasi yang akan datang.

Hal ini diungkapkan juga oleh Ketua Remaja desa Jeringo bahwasanya :

Kearifan lokal ini sebenarnya berasal dari budaya nenek moyang kita terdahulu atau biasa kita sebut dengan leluhur yang sudah diyakini oleh masyarakat setempat sebagai nilai-nilai yang bijaksana, sehingga ini semua patut untuk kita lestarikan agar generasi masa depan seperti kita ini bisa ikut merasakannya. Oleh karena itu, sebagai generasi muda yang akan mewarisi kearifan lokal yang ada di desa Jeringo ini harus bisa menjadi

55Sahril (Kepala Desa Jeringo), Wawancara, Jeringo, 11 Mei 2022

agen dalam menjaga kearifan lokal sebagai kebudayaan yang sudah ada56.

Adapun bentuk dari harmonisasi sosial lainnya ialah saling membantu atau bekerjasama. Kerjasama merupakan suatu bentuk proses sosial, dimana didalamnya terdapat aktivitas-aktivitas tertentu yang ditujukan untuk mencapai tujuan bersama dengan saling membantu dan saling memahami kegiatan masing-masing.

Kerjasama yang dimaksud ialah gotong royong dalam membangun jalan yang rusak di desa Jeringo.

2. Komunikasi Lintas Agama

Untuk menciptakan harmonisasi antara umat beragama, faktor komunikasi sangatlah penting peranannya. Dalam hal ini sikap individu maupun kelompok antar umat beragama menunjukkan bahwa adanya sikap saling menghormati dan berinteraksi secara baik. Hal tersebut nampak dalam kebersamaan yang masyarakat Jeringo dalam kegiatan-kegiatan sosial yang mereka buat. Sehubungan dengan hal ini peneliti mewawancarai Kepala Desa Jeringo :

Memang sudah kita terapkan bahwa selalu menjaga komunikasi atau tetap saling interaksi antar umat beragama agar tetap terjalin keharmonisasian di desa Jeringo ini. Tidak saling menghina dalam hal perbedaan itu yang kita jalani selama ini dan kita juga menerapkan sikap kebersamaan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, dan kebebasan dalam menjalankan syariat agamanya masing-masing57.

Dengan adanya komunikasi lintas agama ini membuat peranan yang sangat penting dalam upaya menciptakan tali silaturrahmi terhadap sesama umat manusia yang dimana mempunyai perbedaan keyakinan dalam beragama. Sebagaimana yang dipaparkan oleh Kepala Desa Jeringo :

Dengan adanya peningkatan komunikasi lintas agama ini dapat menumbuhkan sikap saling percaya, saling

56 Ketua Remaja desa Jeringo, Wawancara, Jeringo, 12 Juni 2022

57 Sahril(Kepala Desa), Wawancara, Jeringo 20 Mei 2022.

berinteraksi dengan baik, dan bisa membangun modal sosial untuk hidup bersama secara lebih baik dalam masyarakat Jeringo yang bercorak perbedaan keyakinan58.

Menjaga komunikasi termasuk bentuk harmonisasi sosial budaya di desa Jeringo dengan tetap berinteraksi satu dengan yang lain akan tercipta desa yang harmonis dan saling bertoleransi.

Banyak sekali manfaat jika komunikasi antar agama selalu diterapkan dalam segala lapisan karena dengan melakukan komunikasi akan memberi dampak yang membuat rasa saling percaya, saling mengerti, dan juga saling menghargai antar agama agar terbangun kehidupan yang tentram dan damai.

Yang dimana hal ini peneliti sudah melakukan observasi terkait dengan komunikasi yang berlangsung antar umat beragama bahwa bangunan komunikasi yang dijalankan oleh masyarakat Jeringo ini akan bisa memberikan hal positif yang dimiliki oleh masing-masing individu dengan munculnya trust (saling percaya) antar umat beragama, antar tokoh agama akan muncul understanding (saling percaya), dan juga memunculkan respect (saling menghargai). Dengan demikian masyarakat Jeringo akan selalu mencipatakan kehidupan yang terbilang harmonis.

58 Kepala desa Jeringo (Sahril), Wawancara, Jeringo 11 Juni 2022

Dokumen terkait