• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHSAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian

Daar El-Qolam Bermula dari sebuah dapur tua dan 1 hektar tanah daratan pemberian Hj. Pengki kepada H. Qasad Mansyur, K.H. Ahmad Rifa’i Arief memulai kiprahnya dalam lembaga pendidikan pondok pesantren yang bernama Madrasatul Mualimin Al-Islamiyah (MMI) Daar el-Qolam. Dengan 22 anak didik yang tidak lain adalah adik-adiknya, saudara-saudaranya dan masyarakat sekitar Desa Pasir Gintung. Daar el-Qolam berdiri pada tanggal 27 Rhamadan 1388 H, sementara awal dimulainya pendidikan pada tanggal 20 Januari 1968 M.

Kini Daar el-Qolam berdiri di atas krang lebih 50 hektar tanah dengan sarana dan fasilitas yang ada di dalamnya. Perkembangan yang pesat ini tidak lain atas perjuangan almarhum yang meninggalkan sistem disertai dengan kebersamaan, dan komitmen berlandaskan amanat yang diembankan kepada komponen yang ada di dalamnya. Daar el-Qolam tidak boleh terkenal karena kyainya, Daar el-Qolam harus terkenal karena sistem yang ada di dalamnya. Begitulah pesan almarhum yang sering ia ungkapkan semasa hidupnya.

Pondok pesantren Daar el-Qolam adalah lembaga pendidikan yang berdiri pada tahun 1968. Pesantren ini mengintegrasikan dua kultur, yakni kultur pesantren dan kultur sekolah/madrasah. Dengan demikian pola didik dan pola ajar

di pesantren ini merupakan perpaduan antara nilai-nilai pesantren dan nilai-nilai sekolah/madrasah.

Lebih kurang 45 tahun Daar el-Qolam mengemban misi untuk turut mencerdaskan kehidupan bangsa, saat ini Daar el-Qolam menjadi tempat berlabuh 4.700 santri untuk menuntut ilmu yang datang dari berbagai profinsi di Indonesia. Dalam perjalanannya selama 45 tahun Daar el-Qolam terbagi menjadi 3 yang disebut dengan Daar el-Qolam 1,2 dan 3.

Metode belajar bahasa di pondok pesantren Daar el-Qolam Dalam prakteknya kemampuan berbahasa santri menurut Humaedi1, dapat diukur melalui indikator-indikator sebagai berikut :

1) Memiliki kemampuan berkomunikasi. Seseorang dapat dikatakan mampu berbahasa asing (Arab-Inggris) secara sederhana bisa dipandang dari cara berkomunikasi sehari-hari dengan menggunakan bahasa asing (Arab-Inggris).

2) Memiliki kemampuan menulis/mengarang dengan menggunakan bahasa asing (Arab-Inggris).

3) Memiliki hafalan kosa kata yang banyak baik bahasa arab maupun bahasa inggris.

Di pondok pesantren Daar el-Qolam, seperti yang dijelaskan lebih lanjut oleh Humaedi, ada beberapa cara untuk meningkatkan kemampuan berbahasa santri, agar tercapai indikator-indikator diatas, diantaranya:

1) Ilqaul mufrodat (penyampaian kosa kata), ini biasanya disampaikan oleh

pengurus bagian bahasa kelas akhir (kelas XII) pada pagi hari. Program ini diharapkan santri dapat menghafal kosa kata bahasa asing baik arab maupun Inggris dengan baik.

2) Conversation (percakapan). Conversation dilakukan oleh santri dengan

menggunakan bahasa Arab dan Inggris sebagai penerapan kosa kata yang

1

Wawancara dengan Humaedi MZ pada hari kamis, 18 Desember 2013, pukul 12.30. Huamedi merupakan salah satu guru di Daar el-Qolam 2 dan sebagai guru penggerak/pengembangan bidang bahasa santri (Arab dan Inggris).

telah dihafal oleh santri. Program ini biasanya dilakukan setelah shalat shubuh.

3) Courses (Kursus-kursus). Untuk meningkatkan bahasa santri baik Arab

dan Inggris, pondok pesantren Daar el-Qolam II membuat kursus-kursus dalam bidang bahasa (Arab-Inggris) di antaranya, kursus bahasa arab Ainus Syam dan Al-Azhar, dan kursus bahasa inggris.

4) Muhadhoroh (Latihan berpidato). Diharapkan santri mampu berpidato

dengan baik dengan menggunakan bhasa arab maupun bahasa inggris sebagai pengembangan kemampuan berbahasa.

5) Insya (mengarang). aktifitas ini biasanya dilakukan didalam kelas sebagai

tambahan tugas pada mata pelajaran bahasa Arab dan basaha Inggris. Santri dituntut untuk mengarang cerita yang sesuai dengan kaidah penulusan bahasa Arab (Nahwu dan Shorof) dan kaidah bahasa inggris (Grammar).

6) Mahkamah Bahasa. Mahkamah ini diadakan untuk memberi peringatan kepada santri yang tidak menggunakan bahasa asing (Arab-Inggris) pada saat berkomunikasi baik di dalam kelas maupun di luar kelas.

Memurut penjelasan diatas dapat disimpulakan bahwa indikator dari kemampuan berbahasa asing (Arab-Inggris) yaitu: kemampuan berkomunikasi, menulis/mengarang dan menghafal kosa kata. Ini sejalan dengan program-program pengembangan kemampuan berbahasa santri seperti yang telah dijelaskan diatas.

Berdasarkan pada metode yang penulis gunakan dalam pengambilan data yaitu dengan menggunakan metode observasi, angket dan nilai hasil ujian. Maka hal ini dapat penulis paparkan dalam bab IV ini.

1. Observasi

Sebelum dilakukannya penelitian, peneliti melakukan observasi terlebih dahulu baik pada lingkungan sekolah maupun terhadap siswa khususnya dalam proses belajar di dalam kelas dan di asrama.

2. Angket

Untuk memperoleh data tentang kemampuan berbahasa siswa kelas X di SMA Daar el-Qolam II maka harus melalui pendekatan kuantitatif, untuk dapat mengetahui tingkat kemampuan berbahasa siswa kelas X di SMA Daar el-Qolam II penulis menggunakan tes berupa angket yang telah disebarkan kepada siswa sebagai responden yang berjumlah 35 siswa untuk menjawab pertanyaan yang ada di angket.

3. Nilai

Untuk memperoleh data prestasi belajar diperoleh dari hasil asli ujian tulis siswa di bagian pengajaran SMA Daar El Qolam II.

Setelah diperoleh data berdasarkan hasil angket yang diberikan kepada siswa- siswi diolah dengan menggunakan rumus :

P =

Maksud dari pengolahan tersebut agar data yang diperoleh dapat memberikan arti dan penjelasan, selanjutnya data diolah dalam bentuk table deskriptif persentase. Berikut ini penulis sajikan data tersebut:

Tabel 4.1

Menggunakan bahasa asing (Arab-Inggris) setiap hari Pernyataan Frekuensi Prosentase

Selalu 33 94%

Kadang-kadang 0 0

Tidak pernah 0 0

Jumlah 35 100%

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa sebagian besar (94%) responden menyatakan menggunakan bahasa asing (Arab-Inggris). Sebagian lain (6%) menyatakan sering, dan tidak ada (0%) menyatakan kadang-kadang dan tidak pernah. Hal ini menunjukan bahwa setiap hari santri menggunakan bahasa asing (Arab-Inggris) di asrama maupun di kelas, ini terlihat dari jawaban santri yang sebagian besar menyatakan selalu menggunakan bahasa asing setiap hari.

Tabel 4.2

Mampu mengarang cerita dengan bahasa asing Pernyataan Frekuensi Prosentase

Selalu 24 68,5%

Sering 10 28,5%

Kadang-kadang 1 3%

Tidak pernah 0 0

Jumlah 35 100%

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa sebagian besar (68,5%) responden menyatakan selalu, kadang-kadang (3%) sebagian lain (28,5%) menyatakan sering, dan tidak ada (0%) menyatakan tidak pernah. Hal ini menunjukan bahwa santri mampu mengarang cerita menggunakan bahasa asing (Arab-Inggris), ini terlihat dari jawaban santri yang sebagian besar menyatakan selalu mampu mengarang cerita menggunakan bahasa asing setiap hari.

Tabel 4.3

Selalu menghapal kosa kata tiap hari Pernyataan Frekuensi Prosentase

Selalu 21 60%

Sering 12 34%

Kadang-kadang 2 6%

Tidak pernah 0 0

Jumlah 35 100%

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa (60%) responden menyatakan selalu, menyatakan sering sebanyak (34%), kadang-kadang sebanyak (6%) dan tidak ada (0%) menyatakan tidak pernah. Hal ini menunjukan bahwa santri selalu menghapal kosa kata bahasa asing , ini terlihat dari jawaban santri yang sebagian besar menyatakan selalu menghapal kosa kata tiap hari.

Tabel 4.4

Senang belajar menggunakan bahasa asing Pernyataan Frekuensi Prosentase

Selalu 25 71%

Sering 9 26%

Kadang-kadang 1 3%

Tidak pernah 0 0

Jumlah 35 100%

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa (72%) responden menyatakan selalu, menyatakan sering sebanyak (26%), kadang-kadang sebanyak (3%) dan tidak ada (0%) menyatakan tidak pernah. Hal ini menunjukan bahwa santri senang belajar bahasa asing, ini terlihat dari jawaban santri yang sebagian besar menyatakan sering senang belajar menggunakan bahasa asing.

Tabel 4.5

Bertanya kepada guru ketika mendapat kesulitan belajar berbahasa

Pernyataan Frekuensi Prosentase

Selalu 24 68,5%

Sering 10 28,5%

Kadang-kadang 1 3%

Tidak pernah 0 0

Jumlah 35 100%

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa (68,5%) responden menyatakan selalu, menyatakan sering sebanyak (28,5%), kadang-kadang sebanyak (3%) dan tidak ada (0%) menyatakan tidak pernah. Hal ini menunjukan bahwa santri mampu mengatasi kesulitan dalam belajar bahasa asing, ini terlihat dari jawaban santri yang sebagian besar menyatakan sering mengatasi kesulitan dalam belajar.

Tabel 4.6

Suasana di asrama mendukung untuk belajar Pernyataan Frekuensi Prosentase

Selalu 21 60%

Sering 14 40%

Kadang-kadang 0 0

Tidak pernah 0 0

Jumlah 35 100%

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa (60%) responden menyatakan selalu, menyatakan sering sebanyak (40%), kadang-kadang sebanyak (0%) dan tidak ada (0%) menyatakan tidak pernah. Hal ini menunjukan bahwa suasana di asrama mendukung untuk belajar ini terlihat dari jawaban santri yang sebagian besar menyatakan suasana diasrama mendukung untuk belajar.

Tabel 4.7

Guru selalu memberikan tugas setelah belajar Pernyataan Frekuensi Prosentase

Selalu 27 77%

Sering 8 23%

Kadang-kadang 0 0

Tidak pernah 0 0

Jumlah 35 100%

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa (77%) responden menyatakan selalu, menyatakan sering sebanyak (23%), kadang-kadang sebanyak (0%) dan tidak ada (0%) menyatakan tidak pernah. Hal ini menunjukan bahwa guru selalu memberikan tugas kepada santri setelah selesai belajar, ini terlihat dari jawaban santri yang sebagian besar menyatakan sealu mendapatkan tugas dai guru setelah belajar.

Tabel 4.8

Guru selalu memberikan hasil tugas Pernyataan Frekuensi Prosentase

Selalu 28 80%

Sering 7 20%

Kadang-kadang 0 0

Tidak pernah 0 0

Jumlah 35 100%

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa (80%) responden menyatakan selalu, menyatakan sering sebanyak (20%), kadang-kadang sebanyak (0%) dan tidak ada (0%) menyatakan tidak pernah. Hal ini menunjukan bahwa guru selalu memberikan hasil tugas untuk dievaluasi, ini terlihat dari jawaban santri yang sebagian besar menyatakan selalu mendapatkan hasil tugas dari guru untuk dievaluasi.

Tabel 4.9

Mengikuti kursus bahasa yang di sediakan pondok Pernyataan Frekuensi Prosentase

Selalu 21 60%

Sering 13 37%

Kadang-kadang 1 3%

Tidak pernah 0 0

Jumlah 35 100%

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa (60%) responden menyatakan selalu, menyatakan sering sebanyak (37%), kadang-kadang sebanyak (3%) dan tidak ada (0%) menyatakan tidak pernah. Hal ini menunjukan bahwa santri sering ke perpustakaan untuk belajar bahasa asing, ini terlihat dari jawaban santri yang sebagian besar menyatakan sering menggunkan koleksi buku di perpustakaan.

Tabel 4.10

Suasana kelas kondusif saat belajar-mengajar Pernyataan Frekuensi Prosentase

Selalu 28 80%

Sering 7 20%

Kadang-kadang 0 0

Tidak pernah 0 0

Jumlah 35 100%

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa sebagian besar (80%) responden menyatakan selalu, sebagian lain (20%) menyatakan sering, dan tidak ada (0%) menyatakan kadang-kadang dan tidak pernah. Hal ini menunjukan bahwa setiap belajar di kelas santri merasa nyaman, ini terlihat dari jawaban santri yang sebagian besar menyatakan nyaman saat proses belajar – mengajar dalam kelas.

Tabel 4.11

Selalu menggunakan bahasa indonesia tiap hari Pernyataan Frekuensi Prosentase

Selalu 0 0

Sering 0 0

Kadang-kadang 4 11,5%

Tidak pernah 31 88,5%

Jumlah 35 100%

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa sebagian besar (88,5%) responden menyatakan tidak pernah, kadang-kadang (11,5%), sering (0%) dan tidak ada (0%) menyatakan selau. Hal ini menunjukan bahwa setiap hari santri menggunakan bahasa asing (Arab-Inggris) di asrama maupun di kelas, ini terlihat dari jawaban santri yang sebagian besar menyatakan tidak pernah menggunakan bahasa indonesia setiap hari.

Tabel 4.12

Mampu mengarang dengan bahasa indonesia dari pada bahasa asing Pernyataan Frekuensi Prosentase

Selalu 0 0

Sering 3 9%

Kadang-kadang 13 37%

Tidak pernah 19 54%

Jumlah 35 100%

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa sebagian besar (54%) responden menyatakan tidak pernah, kadang-kadang (37%), sering (9%) dan tidak ada (0%) menyatakan selau. Hal ini menunjukan bahwa santri mampu mengarang dengan menggunakan bahasa asing, ini terlihat dari jawaban santri yang sebagian besar menyatakan mampu mengarang dengan berbahasa asing.

Tabel 4.13

Melupakan kosa kata yang sudah hapal Pernyataan Frekuensi Prosentase

Selalu 0 0

Sering 1 3%

Kadang-kadang 9 26%

Tidak pernah 25 71%

Jumlah 35 100%

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa sebagian besar (71%) responden menyatakan tidak pernah, kadang-kadang (26%), sering (3%) dan tidak ada (0%) menyatakan selau. Hal ini menunjukan bahwa santri tidak melupakan kosa kata bahasa asing, ini terlihat dari jawaban santri yang sebagian besar menyatakan tidak pernah meupakan kosa kata.

Tabel 4.14

Tidak semangat saat belajar menggunakan bahasa Pernyataan Frekuensi Prosentase

Selalu 0 0

Sering 0 0

Kadang-kadang 13 37%

Tidak pernah 22 63%

Jumlah 35 100%

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa sebagian besar (63%) responden menyatakan tidak pernah, kadang-kadang (37%), sering (0%) dan tidak ada (0%) menyatakan selau. Hal ini menunjukan bahwa santri semangat belajar dengan menggunakan bahasa asing, ini terlihat dari jawaban santri yang sebagian besar menyatakan tidak pernah tidak semangat belajar menggunakan bahasa asing.

Tabel 4.15

Merasa kesulitan dalam belajar bahasa asing Pernyataan Frekuensi Prosentase

Selalu 0 0

Sering 0 0

Kadang-kadang 10 29%

Tidak pernah 25 71%

Jumlah 35 100%

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa sebagian besar (71%) responden menyatakan tidak pernah, kadang-kadang (29%), sering (0%) dan tidak ada (0%) menyatakan selalu. Hal ini menunjukan bahwa santri tidak merasa kesulitan belajar dengan menggunakan bahasa asing, ini terlihat dari jawaban santri yang sebagian besar menyatakan tidak pernah merasa kesulitan dalam belajar bahasa asing.

Tabel 4.16

Suasana diasrama tidak mendukung untuk belajar Pernyataan Frekuensi Prosentase

Selalu 0 0

Sering 1 3%

Kadang-kadang 9 26%

Tidak pernah 25 71%

Jumlah 35 100%

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa sebagian besar (71%) responden menyatakan tidak pernah, kadang-kadang (26%), sering (3%) dan tidak ada (0%) menyatakan selalu. Hal ini menunjukan bahwa suasana diasrama mendukung untuk belajar, ini terlihat dari jawaban santri yang sebagian besar menyatakan tidak pernah suasana diasrama tidak mendukung untuk belajar.

Tabel 4.17

Guru tidak memberikan tugas setelah selesai belajar Pernyataan Frekuensi Prosentase

Selalu 0 0

Sering 0 0

Kadang-kadang 9 26%

Tidak pernah 26 74%

Jumlah 35 100%

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa sebagian besar (74%) responden menyatakan tidak pernah, kadang-kadang (26%), sering (0%) dan tidak ada (0%) menyatakan selalu. Hal ini menunjukan bahwa guru selalu memberikan tugas setelah belajar, ini terlihat dari jawaban santri yang sebagian besar menyatakan tidak pernah Guru tidak memberikan tugas setelah belajar.

Tabel 4.18

Evaluasi pembelajaran tidak pernah dilakukan oleh guru Pernyataan Frekuensi Prosentase

Selalu 0 0

Sering 0 0

Kadang-kadang 4 11%

Tidak pernah 31 89%

Jumlah 35 100%

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa sebagian besar (89%) responden menyatakan tidak pernah, kadang-kadang (11%), sering (0%) dan tidak ada (0%) menyatakan selalu. Hal ini menunjukan bahwa guru selalu memberikan evaluasi setelah selasai belajar, ini terlihat dari jawaban santri yang sebagian besar menyatakan tidak pernah evaluasi belajar tidak dilakukan oleh guru.

Tabel 4.19

Tidak pernah mengikuti kursus bahasa Pernyataan Frekuensi Prosentase

Selalu 0 0

Sering 0 0

Kadang-kadang 12 34%

Tidak pernah 23 66%

Jumlah 35 100%

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa sebagian besar (66%) responden menyatakan tidak pernah, kadang-kadang (34%), sering (0%) dan tidak ada (0%) menyatakan selau. Hal ini menunjukan bahwa koleksi buku yang ada di perpustakan lengkap untuk belajar bahasa asing, ini terlihat dari jawaban santri yang sebagian besar menyatakan tidak pernah tidak lengkap koleksi buku diperpustakaan.

Tabel 4.20

Suasana kelas tidak kondusif

Pernyataan Frekuensi Prosentase

Selalu 0 0

Sering 0 0

Kadang-kadang 11 31%

Tidak pernah 24 69%

Jumlah 35 100%

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa sebagian besar (69%) responden menyatakan tidak pernah, kadang-kadang (31%), dan tidak ada (0%) menyatakan sering dan selalu. Hal ini menunjukan bahwa suasana di dikelas kondusif saat proses belajar mengajar, ini terlihat dari jawaban santri yang sebagian besar menyatakan tidak pernah suasana dikelas tidak kondusif.

B. Pengujian Persyaratan Analisis dan Pengujian Hipotesis

Dokumen terkait