HASIL PENELITIAN
4.1 Gambaran Umum Objek Penelitian .1 Profil Singkat Kota Medan
Sejarah Medan berawal dari sebuah kampung kecil bernama Medan Putri yang didirikan oleh Guru Patimpus Sembiring Pelawi yang lahir di Aji Jahe dan hidup sekitar akhir abad ke-16 dan awal abad ke-17. Guru Patimpus berasal dari dataran tinggi karo dan masih keturunan Sisingamangaraja, yang memerintah Negeri Bakerah di Dataran Tinggi Karo di pertemuan Sungai Deli dan Sungai Babura. Kampung kecil bernama Medan Putri itu didirikan oleh Guru Patimpus pada tahun 1590. Lokasi Medan Putri yang strategis sebagai lalu lintas perdagangan di bagian Barat Hindia mendorong kampung Medan Putri berkembang pesat menjadi sebuah Kota (Pemko Medan, 2021).
Kota Medan adalah ibu Kota provinsi Sumatra Utara, Indonesia. Kota Medan merupakan Kota terbesar ketiga di Indonesia setelah DKI Jakarta dan Surabaya, serta Kota terbesar di luar pulau Jawa. Kota Medan merupakan pintu gerbang wilayah Indonesia bagian barat dengan keberadaan Pelabuhan Belawan dan Bandar Udara Internasional Kuala Namu yang merupakan bandara terbesar kedua di Indonesia. Akses dari pusat Kota menuju pelabuhan dan bandara dilengkapi oleh jalan tol dan kereta api. Medan adalah Kota pertama di Indonesia yang mengintegrasikan bandara dengan kereta api. Berbatasan dengan Selat Malaka, Medan menjadi Kota perdagangan, industri, dan bisnis yang sangat penting di Indonesia. Pada tahun 2020, Kota Medan memiliki penduduk sebanyak
2.524.321 jiwa, dan kepadatan penduduk 9.522,22 jiwa/km. Medan juga Kota multietnis yang terdiri dari latar belakang budaya dan agama yang berbeda-beda, seperti Melayu, Karo, Batak Toba, Jawa, Etnis Tionghoa, Mandailing, Minangkabau, dan India (Pemko Medan, 2021).
Secara administratif Kota Medan memiliki 21 kecamatan yaitu:
Kecamatan Medan Tuntungan, Kecamatan Medan Johor, Kecamatan Medan Amplas, Kecamatan Medan Denai, Kecamatan Medan Area, Kecamatan Medan Kota, Kecamatan Medan Maimun, Kecamatan Medan Polonia, Kecamatan Medan Baru, Kecamatan Medan Selayang, Kecamatan Medan Sunggal, Kecamatan Medan Helvetia, Kecamatan Medan Petisah, Kecamatan Medan Barat, Kecamatan Medan Timur, Kecamatan Medan Perjuangan, Kecamatan Medan Tembung, Kecamatan Medan Deli, Kecamatan Medan Labuhan, Kecamatan Medan Marelan, dan Kecamatan Medan Belawan (Pemko Medan, 2021).
4.1.2 Motto dan Logo Kota Medan
Motto Kota Medan adalah “Bekerja Sama dan Sama-Sama Bekerja Untuk Kemajuan dan Kemakmuran Medan Kota Metropolitan”.
Gambar 4.1 Logo Kota Medan
Sumber: Pemko Medan (2021)
Pengertian Lambang Kota Medan adalah 17 biji padi berarti tanggal 17 dari hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. 8 bunga kapas berarti bulan 8 dari tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. 4 tiang dan 5 bahagian dari perisai berarti tahun 45 dari Proklamasi Indonesia. Satu bambu runcing yang terletak dibelakang perisai adalah lambang perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia, dan lima bahan-bahan pokok yang terpenting dihadapan bambu runcing berarti Kemakmuran serta Keadilan Sosial yang merata ada dihadapan kita. Bintang yang bersinar lima adalah Bintang Nasional yang berarti bahwa hidup penduduk Kota Medan khususnya dan Indonesia umumnya akan bersinar-sinar bahagia dan lepas dari kemiskinan dan kemelaratan. Lima sinar bintang berarti lima bahan pokok terpenting yang diekspor dari Kota Medan dan lima bahagian perisasi berarti Pancasila yang menjadi Dasar Negara Republik Indonesia (Pemko Medan, 2021).
4.1.3 Visi dan Misi Kota Medan
1. Visi. Terwujudnya masyarakat Kota Medan yang berkah, maju dan kondusif.
2. Misi. Berikut adalah misi Kota Medan:
a. Medan Maju. Memajukan masyarakat Kota Medan melalui revitalisasi pelayanan pendidikan dan kesehatan yang modern, terjangkau oleh semua.
b. Medan Bersih. Menciptakan keadilan sosial melalui reformasi birokrasi yang bersih, profesional, akuntabel dan transparan berlandaskan semangat melayani masyarakat serta terciptanya pelayanan publik yang prima, adil dan merata.
c. Medan Membangun. Membangun sarana dan prasarana yang mendukung peningkatan perekonomian dan potensi lokal masyarakat yang berkeadilan
agar terciptanya lapangan kerja, iklim kewirausahaan yang sehat dan peningkatan kualitas SDM.
d. Medan Kondusif. Mewujudkan kenyamanan dan iklim kondusif bagi segenap masyarakat Kota Medan melalui peningkatan supremasi hukum berbasis partisipasi masyarakat.
e. Medan Inovatif. Mewujudkan Kota Medan sebagai Kota ekonomi kreatif dan inovatif yang berbasis pada penguatan human capital, teknologi digital sosial budaya.
f. Medan Beridentitas. Mewujudkan Kota Medan yang beradab, santun, harmonis, toleran dalam kemajemukan demokratis dan cinta tanah air (Pemko Medan, 2021).
4.1.4 Gambaran Umum Generasi Milenial
Generasi milenial adalah penduduk yang dilahirkan antara tahun 1980 sampai dengan 2000. Sebelum generasi milenial lahir, jumlah generasi milenial di Indonesia mencapai sekitar sepertiga penduduk Indonesia. Komposisi generasi milenial menurut jenis kelamin terlihat berimbang. Lebih dari setengah generasi milenial berstatus kawin dengan rata-rata umur kawin pertama generasi milenial di perkotaan lebih tinggi dibandingkan di perdesaan.
Generasi milenial cenderung memiliki tingkat pendidikan yang lebih baik dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Tidak terdapat perbedaan yang nyata dalam capaian pendidikan antara generasi milenial laki-laki dan perempuan.
Namun jika dilihat dari capaian masing-masing provinsi, tampak adanya ketimpangan dalam capaian pendidikan antar provinsi di Indonesia. Rata-rata
generasi milenial mengenyam bangku sekolah selama 10 tahun atau setara kelas 1 SMA/sederajat, lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya.
Dilihat dari kondisi kesehatan, generasi milenial cenderung lebih sehat dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Hal ini terlihat pada angka kesakitan dan rata-rata lama sakit generasi milenial yang lebih rendah dibandingkan generasi sebelumnya dan generasi milenial merupakan generasi dengan adaptasi dan kemampuan teknologi yang lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya.
Hal ini terlihat pada tingginya persentase penggunaan teknologi informasi seperti telepon seluler, komputer, dan internet pada generasi milenial. Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, tidak tampak adanya perbedaan yang nyata pada penggunaan teknologi informasi antara generasi milenial laki-laki dan perempuan.