• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN

C. Gambaran Umum Objek Wisata Danau Laut Tawar

Danau Laut Tawar adalah sebuah danau dan kawasan wisata yang terletak di Dataran Tinggi Gayo, Kabupaten Aceh Tengah, Naggroe Aceh Darussalam. Disisi barat danau ini terdapat kota Takengon, yang juga merupakan Ibu Kota Kabupaten Aceh Tengah. Suku Gayo yang mendiami daerah tersebut, menyebut danau ini dengan sebutan Danau Lut Tawar.

Secara astronomis Danau Laut Tawar ini terletak di 040 50’ LU dan 960 50’

BT memiliki luas kira-kira 5.472 Ha dengan panjang 17 km dan lebar 3.219 km, volume air kira-kira 2.537.483.884 m3 atau 2,5 triliun liter. Pasokan air Danau Laut Tawar didapat dari 14 sungai dan anak sungai yaitu Wih Nareh, Wih Gembrik, Wih Empan, Wih Rawe, Wih Nosar, Wih Menganya, Wih Bewang, Wih Uning, Wih Kala

Rengki, Wih Kebayakan, Wih Ulung (ular) Gajah, Wih Bintang, dan Wih Linung Bulen.

Danau Luat Tawar ini dikelilingi oleh barisan gunung dan bukit antara lain bur ni Kelieten, bur ni Birang Panyang, bur ni Telege, bur ni Lelabu, maka tidak heran Danau Laut Tawar ini juga dijadikan sebagai komoditi pariwisata. Selain itu Danau Laut Tawar juga dimanfaatkan warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan warga.

Maka warga sekitar Danau Laut Tawar tidak sedikit yang berprofesi sebagai nelayan air tawar, dan air danau tersebut juga dimanfaatkan sebagai irigasi untuk petani sawah yang ada di sekitar danau Laut Tawar. Di sekeliling Danau Laut Tawar terdiri dari beberapa wilayah Kecamatan, yaitu; Kecamatan Lut Tawar, Kecamatan Kebayakan, Kecamatan Bebesen dan Kecamatan Bintang.

Danau Laut Tawar memiliki kedalaman yang bervariasi berdasarkan relief danau, berikut ukuran kedalaman Danau Laut Tawar:

- 35 meter dari pinggir danau memiliki kedalaman 8,9 meter - 100 meter dari pinggir danau memiliki kedalaman 19,27 meter - 620 meter dari pinggir danau memiliki kedalaman 51,13 meter

Begitu pula dengan suhu di Danau Laut Tawar, suhu air di danau ini juga bervariasi berdasarkan tingkat kedalamannya. Berikut ukuran suhu air Danau Laut Tawar berdasarkan kedalamannya:

- Kedalaman 1 meter dengan suhu 21,55° C - Kedalaman 5 meter dengan suhu 21,37° C - Kedalaman 10 meter dengan suhu 21,15° C - Kedalaman 20 meter dengan suhu 20,70° C - Kedalaman 50 meter dengan suhu 19,35° C

Secara geologi Danau Lut Tawar dikelilingi oleh batugamping dan batuan metasedimen, umumnya struktur geologi di sekitar danau berupa karts yang ditandai dengan gua-gua di sekitar danau, struktur perlipatan, dan Sesar yang ditandai dengan adanya air terjun. Dalam kepariwisataan baik danau lut tawar, gua-gua, dan air terjun yang ada disekitar danau merupakan ujung tombak pariwisata di Kabupaten Aceh Tengah, dan dari masa ke masa sudah menjadi daya tarik wisatawan dalam negeri dan manca negara.

Kondisi Danau Lut Tawar sudah mengalami degradasi, yang dicirikan oleh semakin berkurangnya debit air danau Lut Tawar dan tingginya sedimentasi yang terjadi di Danau Lut Tawar. Hal ini disebabkan oleh semakin berkurangnya penutupan lahan di sekitar Danau Lut Tawar akibat alih fungsi lahan dari hutan menjadi areal perkebunan yang tidak terkendali. Oleh karena itu, tanggungjawab untuk melestarikan danau laut tawar bukan hanya menjadi tanggungjawab Kabupaten Aceh Tengah, tetapi juga menjadi tanggungjawab kabupaten lain yang memanfaatkan sumberdaya air dari danau Lut Tawar.

Selain untuk parawisata, danau ini berperan penting dalam pengendalian keseimbangan air khususnya kota Takengon dan menjadi sumber air untuk kabupaten Bener Meriah, Bireuen, Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Air danau terutama dimanfaatkan untuk air minum dan budidaya perikanan air tawar sebagai mata pencaharian bagi para nelayan yang tinggal di sekitar danau. Selanjutnya, air danau juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi air minum kemasan.

Kemudian di kawasan Danau Laut Tawar ini terdapat beberapa lokasi wisata lain, diantaranya adalah Ujung Paking, Loyang Koro, Desa Wisata Mengaya dan Air Terjun Mengaya, Dermaga Wisata Lukup Penalam, Desa Wisata Kelitu, Pante Menye, Gua Putri Pukes, Pante Ketibung, Pante Ulung-Ulung.

BAB IV

PENYAJIAN DATA

Pada bab ini akan disajikan data dan informasi yang diperoleh selama penelitian lapangan untuk kemudian dianalisis berdasarkan teori yang ada. Data tersebut terdiri data primer dan data skunder. Adapun yang dimaksud dengan data primer adalah data yang didapat dari hasil wawancara dengan informan dan dari observasi, sedangkan data skunder adalah data yang diperoleh dari sumber-sumber yang tertulis dan mendukung data primer.

Permasalahan utama yang tampilkan pada bab ini yaitu strategi pengembangan sektor pariwisata pada Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Tengah.

A. Lingkungan Internal Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Tengah

Lingkungan internal adalah lingkungan yang berada di dalam organisasi baik itu dari segi sumber daya manusia (SDM), sumber daya alam (SDA), dan fasilitas yang dimiliki sebagai penunjang terhadap SDM dan SDA yang dimiliki Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Tengah.

1. Sumber Daya Manusia

Dalam suatu organisasi, sumber daya manusia bukan hanya sebagai alat dalam produksi tetapi memiliki peran penting dalam kegiatan produksi suatu organisasi. Kedudukan SDM saat ini bukan hanya sebagai alat produksi tetapi juga sebagai penggerak dan penentu berlangsungnya proses produksi dan segala aktivitas organisasi. SDM memiliki andil besar dalam menentukan maju atau berkembangnya sutau organisasi. Oleh karena itu, kemajuan suatu organisasi ditentukan pula bagaimana kualitas dan kapabilitas SDM di dalamnya.

Organisasi yang dimaksud tidak terkecuali organisasi pemerintahan. Baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sama-sama memerlukan SDM yang berkualitas dan memiliki kapabilitas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan memajukan daerahnya dengan meningkatkan daya saing daerah.

Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menigkatkan daya saing daerah, diperlukan SDM yang mampu memahami bagaimana menciptakan metode pelayanan yang maksimal sehingga dicapai pelayanan yang prima bagi masyarakat dan mampu melihat potensi yang dimiliki daerah kemudian menciptakan inovasi dalam memanfaatkan potensi daerah.

Ketersediaan sumber daya manusia dalam mengembangkan daerah tujuan wisata di Kabupaten Aceh Tengah merupakan hal terpenting karena perannya sebagai tim pelaksana, dan juga sebagai orang yang berpotensi untuk pengambilan sebuah keputusan terhadap hal-hal yang bersifat urgen atau mendadak. Meskipun demikian perlu diketahui juga bahwa banyaknya jumlah pegawai di suatu organisasi tidak menjamin memberikan suatu pengaruh positif terhadap implementasi dari sebuah strategi. Namun dilain sisi kurangnya jumlah pegawai di suatu organisasi juga dapat menyebabkan terhambatnya sebuah rencana strategi yang telah disusun untuk diimplementasikan di lapangan. Jadi dalam melaksanakan sebuah strategi diperlukan sumber daya manusia yang cukup baik dalam hal kuantitas dan kualitas manusianya, yang biasa di sebut juga dengan tenaga professional.

Tenaga professional diartikan bahwa tenaga-tenaga aparatur pemerintah pengelola pariwisata yang mampu membawa dan menggerakkan organisasi pariwisata dan masyarakat dalam membangun sektor kepariwisataan dengan mengacu kepada visi pembangunan yang telah ditetapkan. Sejauh ini SDM

Aparatur Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga secara keseluruhan terdiri dari 43 pegawai.

Untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai SDM Aparatur Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Tengah, maka peneliti akan menguraikan lebih detail lagi informasi mengenai pegawai yang diuraikan melalui tabel dengan spesifikasi menurut jenis kelamin dan golongan kerja pegawai.

Melalui uraian data yang lebih spesifik tersebut diharapkan akan memperoleh informasi bagaimana gambaran SDM yang dimiliki oleh kantor Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Tengah.

Tabel 4.1

Klasifikasi SDM Menurut Persentase Jenis Kelamin No. Jenis Kelamin Jumlah (Orang) Persentase

1. Laki-Laki 23 53,5 %

2. Perempuan 20 46, 5 %

Jumlah 43 100 %

Sumber: Umum, Perencanaa dan Keuangan (data diolah) 2017

Tabel yang disajikan diatas menunjukkan bahwa SDM yang dimiliki oleh kantor Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Tengah hampir seimbang antara pegawai yang berjenis kelamin laki-laki atau sekitar 23 orang yang ditunjukkan dengan persentase 53,5 persen dengan pegawai yang berjenis kelamin perempuan atau sekitar 20 orang yang ditunjukkan dengan persentase 46,5 persen. Hal ini disebabkan karena setiap pegawai mampu mengelola dan mengembangkan daerah tujuan wisata di Kabupaten Aceh Tengah sesuai dengan bidang mereka masing-masing.

Tabel 4.2

Klasifikasi SDM Menurut Persentase Tingkat Pendidikan No. Tingkat Pendidikan Jumlah (orang) Persentase

1. S2 5 11,7 %

2. S1 17 39,5 %

3. D3 3 7 %

4. SMA 18 41,8 %

Jumlah 42 100 %

Sumber: Umum, Perencanaa dan Keuangan (data diolah) 2017

Dari tampilan tabel di atas dapat dilihat bahwa SDM pegawai yang dimiliki oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Tengah berdasarkan tingkat pendidikan S2 berjumlah 5 orang atau sekitar 11,7 persen, S1 berjumlah 17 orang atau sekitar 39,5 persen, tingkat pendidikan D3 berjumlah 3 orang atau sekitar 7 persen, dan pegawai dengan tingkat pendidikan SMA berjumlah 18 orang atau sekitar 41, 8 persen. Dari gambaran SDM menurut tingkat pendidikan dapat disimpulkan bahwa SDM pegawai yang dimiliki oleh kantor Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Tengah didominasi dengan jumlah pegawai yang berpendidikan SMA sekitar 41,8 persen dan berpendidikan S1 sekitar 39,5 persen.

Dengan demikian SDM pegawai yang dimiliki oleh kantor Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Tengah cukup memadai dalam mengelola dan mengembangkan objek wisata Danau Laut Tawar di Kabupaten Aceh Tengah, walaupun didominasi oleh pegawai yang berpendidikan SMA, tetapi pegawai yang berpendidikan S1 juga hampir sama mendominasi sehingga dapat memberi arahan serta dapat melakukan kerja sama yang baik dengan sesama

pegawai lainnya yang tergabung dalam Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Tengah.

2. Sarana dan Prasarana di Danau Laut Tawar

Untuk mendukung kegiatan operasional sehari-hari dan meningkatkan kinerja pegawai kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo secara efektif dan efisien, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo menyediakan sarana dan prasarana sebagai fasilitas pendukung bagi para pengunjung dan bagi obyek wisata itu sendiri.

a. Sarana

Sarana merupakan segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat mencapai maksud dan tujuan. Sarana yang dimiliki oleh Objek Wisata Danau Laut Tawar yaitu:

1) Gapura dan Tiketing

Gapura dan tiketing adalah tempat yang berfungsi sebagai tempat loket pengambilan tiket masuk Danau Laut Tawar. Ada dua Akses jalan masuk menuju Danau Laut Tawar ini yaitu, melalui Jl. Lintang Kecamatan Lut Tawar dan melalui Jl. Syiah Utama, Dedalu. Karena ada dua akses jalan masuk, maka gapura yang dimilki pun ada dua, kondisi gapura melalui jalan Lintang masih terlihat bagus dan terawatt, tetapi gapura dan ticketing melalui jalan Syiah Utama, Dedalu dalam keadaan tidak terawat dan hampir seluruh bagian gapura ini ditutupi oleh dedaunan sehingga jarang ada pengunjung yang mengetahui bahwa ada gapura dan ticketing yang ada disana. Hal ini disebabkan karena gapura dan ticketing ini hanya digunakan pada saat-saat tertentu

saja, seperti saat libur lebaran, event tahunan pacuan kuda dan hari libur/besar lainnya.

Gambar 4.1 Gapura dan Tiketing

b. Prasarana

Prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses (usaha, pembangunan, proyek). Untuk menunjang tercapainya suatu tujuan dan melengkapi sarana obyek wisata yang ada di Danau Laut Tawar Kabupaten Aceh Tengah, maka Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga menyediakan prasarana sebagai berikut :

1) Mushola

Mushola merupakan tempat ibadah bagi umat muslim. Di danau Laut Tawar terdapat beberapa mushola yang disediakan oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga dan beberapa mushola yang memang telah ada dan merupakan milik desa-desa yang ada disekitar Danau Laut Tawar.

Gambar 4.2 Salah Satu Mushola

2) Kamar Mandi Umum

Kamar mandi umum juga disediakan disepanjang Danau Laut Tawar, dan dibeberapa objek wisata lainnya disekitar Danau Laut Tawar ini.

Namun kebanyakan dari kamar mandi ini dalam keadaan tidak terawatt dan jorok. Hanya beberapa yang bersih dan layak digunakan karena juru kunci tinggal langsung di objek wisata sehingga mereka sangat memperhatikan kebersihan kamar mandinya. Sedangkan untuk objek wisata yang juru kuncinya tidak tinggal langsung disana, rata-rata hampir seluruh kamar mandinya dalam kondisi tidak terwat.

Gambar 4.3 Kamar Mandi Umum

3) Lahan Parkir

Walaupun tidak khusus dibuatkan untuk tempat parkir, namun di beberapa objek wisata yang tersebar di sekitar Danau Laut Tawar menyediakan lahan kosong sebagai tempat parkir wisatawan yang berkunjung. Berikut salah satu lahan yang digunakan untuk tempat parker dikawasan Danau Laut Tawar.

Gambar 4.4 Lahan Parkir

4) Hotel

Ada satu hotel yang berada tepat di bibir Danau Laut Tawar, adapun nama hotel ini adalah Hotel Renggali.

Gambar 4.5 Hotel

5) Rumah Makan

Di Danau Laut Tawar juga terdapat beberapa tempat makan yang menjual makanan khas Gayo. Namun, bukan hanya makanan khas Gayo tetapi juga terdapat beberapa makanan ringan, ikan bakar yang

langsung diambil dari Danau Laut Tawar ataupun dari kerambak milik pribadi warga. Berikut salah satu tempat makan ikan bakar yang terkenal di Danau Laut Tawar.

Gambar 4.6 Rumah Makan

6) Tempat berjualan

Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga menyiapkan sebuah bangunan khusus untuk masyarakat yang ingin berjualan disekitar Danau Laut Tawar. Ada beberapa bangunan permanen yang dibuat oleh pemerintah daerah di sekitar Danau Laut Tawar tepatnya di samping objek wisata Puteri Pukes, namun fasilitas ini tidak digunakan oleh masyarakat setempat, mereka lebih memilih berjualan di pinggir-pinggir jalan dari pada di tempat yang telah disediakan. Padahal hal ini sering membuat kemacetan saat musim liburan tiba.

Gambar 4.7 Tempat berjualan

7) Dermaga

Dermaga adalah tempat kapal ditambatkan di pelabuhan. Di danau laut Tawar terdapat 1 dermaga. Namun belum ada kegiatan apa-apa di dermaga ini.

Gambar 4.8 Dermaga

B. Lingkungan Eksternal Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Tengah

Lingkungan eksternal adalah lingkungan luar organisasi yang berada diluar dan tidak dapat dikendalikan oleh organisasi, namun dapat mempengaruhi organisasi baik yang bersifat positif maupun negatif. Lingkungan eksternal bersifat kompleks dan selalu berubah dari waktu ke waktu. Oleh sebab itu, diperlukan adaptasi dari organisasi terhadap lingkungannya agar mampu bertahan dan bersaing.

1. Faktor Ekonomi

Dalam Undang-undang nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan daerah dijelaskan bahwa sumber pendapatan daerah terdiri atas: (a) pendapatan asli daerah, yaitu (i) hasil pajak daerah, (ii) hasil retribusi daerah, (iii) hasil perusahaan milik daerah, dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan (iv) lain-lain pendapatan asli daerah yang sah, (b) dana perimbangan, (c) pinjaman daerah, (d) lain-lain pendapatan daerah yang asli. Kemampuan daerah dalam melaksanakan otonominya sangat ditentukan atau tergantung dari sumber-sumber pendapatan asli daerah (PAD). Pemerintah daerah dituntut untuk dapat menghidupi dirinya sendiri dengan mengadakan pengelolaan terhadap potensi yang dimiliki, untuk itu usaha untuk mendapatkan sumber dana yang tepat merupakan suatu keharusan. Terobosan-terobosan baru dalam memperoleh dana untuk membiayai pengeluaran pemerintah daerah harus dilakukan, salah satunya adalah sektor pariwisata.

Dengan berkembangnya sektor pariwisata maka perekonomian masyarakat sekitar objek wisata juga akan meningkat, khususnya pedagang yang memanfaatkan sector pariwisata sebagai lahan untuk mencari penghasilan.

Kontribusi pariwisata terhadap pendapatan pemerintah dapat diuraikan menjadi dua, yakni: kontribusi langsung dan tidak langsung. Kontribusi langsung berasal dari pajak pendapatan yang dipungut dari para pekerja pariwisata dan

pelaku bisnis pariwisata pada kawasan wisata yang diterima langsung oleh dinas pendapatan suatu destinasi. Sedangkan kontribusi tidak langsung pariwisata terhadap pendapatan pemerintah berasal dari pajak atau bea cukai barang-barang yang di import dan pajak yang dikenakan kepada wisatawan yang berkunjung.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata menyebutkan bahwa dalam kontribusi pariwisata secara langsung, masih sering terjadi penyelewenangan dari para pekerja pariwisata. Ia menyebutkan bahwa juru kunci objek wisata tidak melakukan tugasnya dengan benar, hasil dari penjualan tiket tidak sepenuhnya diberikan kepada Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga tetapi mereka mengantongi sendiri hasil dari penjualan tiket.

2. Factor Politik

Faktor politik yang dimaksud dalam hal ini adalah analisis terhadap kebijakan atau perubahan politik yang terjadi dan memberikan pengaruh terhadap organisasi dalam menjalankan aktivitasnya, termasuk dalam hal perumusan strategi pengembangan daerah obyek wisata di Kabupaten Aceh Tengah. Faktor politik yang berpengaruh terhadap objek wisata di Kabupaten Aceh Tengah yaitu Undang-Undang 32 Tahun 2004 sebagai awal adanya otonomi daerah tentang pelimpahan wewenang. Pada penyusunan urusan ini, Kabupaten Aceh Tengah mengembangkan tingkat kepariwisataan sebagai salah satu Urusan Pilihan yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Walaupun sampai saat ini belum ada kebijakan khusus yang mengatur tentang kepariwisataan di Aceh Tengah, tetapi kebijakan politik bisa menjadi sebuah peluang untuk mengembangkan potensi pariwisata di daerah Kabupaten Aceh Tengah.

3. Factor Sosial Budaya

Faktor sosial budaya yang dimaksudkan disini diartikan sebagai analisis terhadap keadaan sosial berupa fenomena-fenomena sosial yang terjadi di dalam masyarakat yang dapat mempengaruhi terlaksananya aktivitas sebuah organisasi.

Faktor sosial budaya merupakan salah satu faktor yang dapat berubah dan terimitasi dengan pengaruh budaya-budaya yang di bawa oleh para wisatawan.

Dengan adanya faktor sosial dari budaya lain sikap dan perilaku masyarakat setempatlah yang berubah dan meniru begitu saja perilaku wisatawan yang biasa dilihat dalam kehidupan kesehariannya yang sering sekali berbeda dengan adat istiadat dan nilai-nilai budaya setempat.

Sampai saat ini belum ada perubahan budaya yang terjadi di sekitar objek wisata Danau Laut Tawar, karena masyarakat sekitar memegang erat budaya Gayo dan kadang wisatawanlah yang mengikuti budaya Gayo selama berada di daerah Kabupaten Aceh Tengah.

C. Data Kunjungan Wisatawan ke Kawasan Objek Wisata Danau Laut Tawar

Sumber: Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan ke Aceh Tengah semakin meningkat setiap bulannya. Walaupun peningkatan ini hanya pada wisatawan nusantara, bukan pada wisatawan mancanegara. Hal ini juga diimbangi dengan pembenahan semua sumber daya baik pengelolaan dan promosi yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga.

D. Hasil Wawancara

1. Pelaksanaan Wawancara

Penelitian ini dilakukan di Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Tengah, dalam proses pengumpulan data untuk memperoleh jawaban terhadap permasalahan penelitian, penulis melakukan beberapa tahapan. Yaitu:

pertama, mencari informasi dan data-data tentang sector pariwisata di Kabupaten Aceh Tengah, informasi tersebut dicari dari media hingga melihat langsung kelapangan. Kedua, penulis melakukan wawancara terhadap informan yang sudah ditetapkan untuk mendapatkan informasi dan data yang dibutuhkan terkait dengan masalah penelitian.

Wawancara ini dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai strategi pengembangan sektor pariwisata di Aceh Tengah, adapun informan yang sudah ditetapkan sebelum nya adalah orang-orang yang dianggap berkompeten, berhubungan serta mampu memberikan jawaban dari permasalahan yang peneliti lakukan. Informan yang telah ditetapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: informan kunci adalah Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kabupaten Aceh Tengah, informan tambahan adalah Pegawai Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Tengah, dan informan tambahan adalah masyarakat yang terlibat langsung.

Sebelum melakukan penelitian penulis telah terlebih dahulu menyusun pertanyaan yang ditujukan kepada para informan yang berkaitan dengan masalah yang akan di teliti, dalam hal ini penulis juga menyesuaikan pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan sesuai dengan tugas, fungsi dan kapasitas dari masing-masing informan. Hal ini dilakukan agar para informan dapat memberikan keterangan secara lengkap dan sesuai dengan kapasitas yang dimilikinya, pertanyaan-pertanyaan yang telah di susun berkaitan dengan strategi pengembangan sektor pariwisata Danau Laut Tawar Kabupaten Aceh Tengah, namun pada dasarnya penulis tidak memberikan batasan terhadap pertanyaan lain yang bisa saja muncul dan akan memberikan tambahan data dan informasi sebanyak-banyaknya dari para informan tersebut.

2. Deskripsi Hasil Wawancara

Metode wawancara yang digunakan oleh penulis adalah tipe wawancara berstruktur, dimana sebelum memulai wawancara terlebih dahulu penulis menyususn daftar pertanyaan yang diajukan. Namun, didalam prosesmya sendiri tidak menutup kemungkinan bahwa akan muncul pertanyaan-pertanyaan baru yang dapat menggali informasi lebih dalam dari para informan penelitian.

Kabupaten Aceh Tengah memiliki banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan untuk menjadi wisata andalan. Salah satu wisata yang paling terkenal dari Aceh Tengah ini adalah Danau Laut Tawar. Di kawasan Danau Laut Tawar pun masih terdapat banyak tempat wisata lainnya, yang tak kalah menarik dengan Danau Laut Tawar. Dengan banyaknya potensi wisata ini maka seluruh jajaran pegawai Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga harus bekerja keras untuk dapat mengembangkan potensi yang ada.

Setelah melakukan pengumpulan data dan penelitian di lapangan terkait dengan Strategi pengembangan sektor pariwisata Kabupaten Aceh Tengah di Kantor Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Tengah oleh berbagai narasumber melalui wawancara dan observasi maka diketahui bahwa Kabupaten Aceh Tengah memiliki potensi wisata terbesar yaitu Danau Laut Tawar. Namun dikawasan Danau Laut Tawar ini sendiri ternyata masih banyak

Setelah melakukan pengumpulan data dan penelitian di lapangan terkait dengan Strategi pengembangan sektor pariwisata Kabupaten Aceh Tengah di Kantor Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Tengah oleh berbagai narasumber melalui wawancara dan observasi maka diketahui bahwa Kabupaten Aceh Tengah memiliki potensi wisata terbesar yaitu Danau Laut Tawar. Namun dikawasan Danau Laut Tawar ini sendiri ternyata masih banyak

Dokumen terkait