Bab 4. PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
4.1. Gambaran Umum Obyek Penelitian
Pelabuhan Lembar di Kabupaten Lombok Barat merupakan salah satu pintu masuk ke Lombok melalui jalur laut selain Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur. Pelabuhan ini tepatnya terletak di desa Labuan Tereng, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, -+ 20 km dari kota Mataram. Pelabuhan Lembar melayani penyebrangan kapal penumpang (Kapal Ferry) dan kapal barang dari wilayah barat dan utara Lombok, seperti Bali dan Makassar dll. Pada pelabuhan penyeberangan/penumpang ini memiliki tiga dermaga dermaga kapal penumpang. Pelabuhan ini dilengkapi loket tiket 24 jam, fasilitas Musholla, ruang tunggu dan meeting point penumpang. Juga terdapat area tunggu yang luas untuk kendaraan yang akan menyeberang.
Pada pelabuhan penumpang menghubungkan 2 lintas jalur penumpang yaitu Lintas padang bai Lembar meerupakan penyeberangan antar pulau Lombok – pulau Bali Bali, dengan jarak tempuh 38 mil. Dan membutuhkan waktu rata-rata 4 jam jika perjalanan dalam keadaan normal untuk menghubungkan pelabuhan padangbai di Provinsi Bali dan Lembar di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan lintas Surabaya-Lombok yang menghubungkan kota Surabaya di Provinsi Jawa Jimur dengan pulau Lombok Provinsi
(Sumber : goole map)
28
(Sumber : Otoritas pelabuhan penyeberangan lembar)
Gambar 4. 2 Peta dan Fasilitas pelabuhan Lembar
Pada lintas penyebrangan Lombok-padangbai terdapat 31 (tiga puluh satu) unit armada yang melayani lintan tersebut dari 12 (dua belas) Perusahaan Pelayaran, dengan kapasitas angkut kapal Ro-Ro untuk penumpang rata-rata sebanyak 260 orang/kapal, dan kendaraan campuran rata-rata sebanyak 27 unit/kapal dengan kecepatan rata-rata sebesar 11 knot.
Pada pelayaran lintasan padang bai Lembar dalam kondisi normal mayani 24 trip penyeberangan perhari jumlah kapal yang beroperasi sebanyak 10 kapal dengan waktu tempuh 4 (empat) jam.
(Sumber : Otoritas pelabuhan penyeberangan lembar)
29
(Sumber : hasil survey)
Gambar 4. 4 Antirian pembelian tiket
Pada saat ini antrian tiket masih panjang dikarnakan harus pembelian tiket secara langsung di loket pelabuhan, sehingga menyebabkan keterlambatan untuk penumpang.
Pada saat ini penyeberangan yang terdapt setiap jam selama 24 jam tanpa ada pemberhentian terkecuali dalam keadaan cuaca yang tidak mendukung sehingga harus menghentikan pelayaran berikut grafik data produksi pelabuhan lembar pada tahun 2016: Rata-rata produksi setiap bulannya 94.589 penumpang pejalan kaki dan 16.434 unit kendaraan.
Grafik 4. 1 Data Produksi
(sumber: Otoritas pelabuhan penyeberangan lembar)
Sedangkan untuk tarif penyeberangan Lembar-Padang bai saat ini masih bisa terjangkau dengan tarif sebagai berikut:
0 20000 40000 60000 80000 100000 120000 140000 160000 180000 200000 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Mu at an
Data produksi tahun 2016
30
Tabel 4. 1 Tarif tiket penyeberangan Lembar-Padangbai
(sumber: Otoritas pelabuhan pnyeberrangan Lembar)
Pelaku Bisnis Pelabuhan Lembar
Proses bisnis adalah suatu kumpulan aktivitas atau pekerjaan terstruktur yang saling terkait untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu atau yang menghasilkan produk atau layanan (demi meraih tujuan tertentu), dalam hal ini menjalankan usaha penyedia jasa transportasi penyeberangan antar pulaut. Berikut adalah para pelaku bisnis pelabuhan Lembar beserta fungsinya.
1. Operator pelabuhan (Asdp)
Penyedia jasa pelayaran adalah yang memberikan pelayanan terhadap para penumpang atau pengguna jasa pelayaran transportasi laut dari Lombok-keBali dengan menggunakan kapal, atau bisa dikatan sebagai penghubung antara pemilik armada kapal dengan pengguna jasa transportasi tersebut, dan sebagai pengelola harga tiket serta pemilik pelabuhan tempat melakukan proses bongkar/muat penumpang.
2. Agen atau Perusahaan Pelayaran
Perusahaan pelayaran yang menyediakan armada transportasi laut (kapal) yang bertujuan untuk memberikan tumapangan kepada para penumpang yang sudah membeli tiket di ASDPl.
3. Pemilik Kapal
No Jenis tiket total tarif
I Penumpang 1 Ekonommi dewasa Rp 44.000 2 Ekonomi anak Rp 29.000 II Kendaraan 1 Golongan 1 Rp 64.000 2 Golongan II Rp 123.000 3 Golongan III Rp 246.000 4 Golongan IV Pnp Rp 879.000 5 Golongan IV Brg Rp 824.000 6 Golongan V Pnp Rp 1.777.000 7 Golongan V brg Rp 1.457.000 8 Golongan VI pnp Rp 3.004.000 9 Golongan VI brg Rp 2.394.000 10 Golongan VII Rp 3.057.000 11 Golongan VIII Rp 4.538.000 12 Golongan IX Rp 6.824.000
31 Pihak-pihak yang memiliki armada kapal atau alat yang digunakan mengirim muatan melalui laut. Pada kegiatan bisnis pelayanan barang pelabuhan pelayaran rakyat, kapal memiliki peran besar dalam perpindahan barang dan penumpang. 4. Syahbandar
Syahbandar merupakan perwakilan dari pemerintah yang berfungsi sebagai kontrol. Dalam proses bisnis pelayanan barang pelayaran rakyat, Syahbandar memiliki peran sebagai pihak yang menerbitkan surat persetujuan berlayar (SPB).
Hubungan Kewajiban para pelaku Bisnis
Syahbandar Otoritas pelabuhan Agen pelayaran ASDP Operator pelabuhan Agen pelayaran Penumpang/ pengguna jasa
Gambar 4. 5 Proses Bisnis
Agar proses bisnis di Pelabuhan Lembar berjalan lancar, setiap pihak yang memiliki kepentingan harus menjalankan kewajiban sesuai dengan perannya masing – masing. Dalam pelayaran rakyat sendiri terdapat 8 pihak yang berperan penting, diantaranya :
1. Penumpang/Pengguna jasa
Pengguna jasa transportasi yang disediakan ASDP
Membayar biaya transportasi ke ASDP
Membayar Premi Asuransi (Opsional)
2. Agen pelayaran
Menyediakan alat transportasi/kapal
Melayani penumpang serta keselamatan untuk penumpang 3. ASDP
32
Perusahaan pemerintah yang menghubungkan antara pemilik kapal dengan penuumpang atau pengguna jasa
Penyedia fasilitas pelabuhan untuk keperluan penumpang dan pemilik kapal
Pemilik pelabuhan Lembar 4. Otoritas pelabuhan
Mengatur tentang keselamatan dan kemanan pelayaran seeprti:lashing 5. Syahbandar
Yang memberikan kewenangan kapal tersebut layak berlayar atau tidak
Yang menerbitkan surat pernyataan berlayar(SPB) kepada agen pelayar/perusahaan pelayaran
Mengatur manifest penumpang pada kapal 6. Pihak Asuransi
Survey Kapal ke Dermaga
Menyediakan perlindungan terhadap muatan dan penumpang A. Arsitektur Fungsional sebelum adanya sistem
Arsitektur fungsional saat ini untuk mendapatkan tiket dan mengetahui informasi yang ada penumpang harus pergi kepelabuhan, dan melakukkan pembelian tiket
33
Penumpang Petugas Pelabuhan
YA Tidak Memasukkan Data Penumpang Mengecek Kelengkapan Data Isi Lengkap? Penerbitan Tiket Simpan Data Selesai Mulai Mengisi Formulir Pembelian Tiket Tiket 3-6 menit 2 menit Pergi kelokasi
dari pusat kota 25-35 menit
Waktu yang dihabiskan -+= 30-43 menit
Gambar 4. 6 Alur penjualan tiket saat ini
Dari gambar diagram flow tersebut proses pembelian tiket masih secara manual dan harus kelokasi tempat tersebut, pemumpang yang akan menggunakan jasa penyeberangan harus pergi kepelabuhan untuk memesan tiket keberangkatan, dan mengisi identitas di form yang sudah disediakan, begitu juga dengan informasi yang tersedia jika kita ingin mengetahui jadwal dan harga tiket kita harus menuju lokasi pelabuhan jadi untuk penumpang hanya datang hari dimana akan menyeberang/berangkat mengakibatkan akan menunggu lama diruang tunggu dikarenakan tidak tahu jadwal, untuk mendapatkan sebuah informasi jadwal keberangkatan kapal perlu pergi kelokasi pelabuhan akan menghabiskan waktu serta biaya.
B. Arsitektur komunikasi
Pada penerapan arsitektur komunikasi pada sistem ini akan menjadikan lebih mudah dalam mendapatkan informasi yang dinginkan tanpa perlu pergi kelokasi pelabuhan. Adapun informasi yang didapaatkan sebagai berikut: mengenai jadwal kapal berangkat, harga tiket serta pembelian tiket secara online.
34
Mulai
Petugas pelayaran
Penumpang Syahbandar
Tiket Daftar Penumpang
Surat Pernyataan Berlayar (SPB)
Nahkoda kapal Petugas pelayaran
Kapal Berangkat
Gambar 4. 7 Proses keberangkatan saat ini
Pada saat ini arsitektur komunikasi masih menggunkan surat dan bertemu secara langsung dengan pihak syahbandar untuk mendapatkan surat perijinan berlayar (SPB), untuk mendapatkan SPB tersebut harus memberikan manifest (hasil rekap penumpang dan kendaraan yang masuk kekapal), dalam hal ini nahkoda perlu menunggu agen pelayaran untuk mendapatkan surat SPB dari syahbandar agar bisa berlayar.
35