METODE PENELITIAN
2. Uji Koefisien Determinasi
4.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian
4.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian
4.1.1 Profil Balai Pemulihan dan Pengembangan Sosial Provinsi Banten
Balai Pemulihan dan Pengembangan Sosial (BP2S) Provinsi Banten yang
saat ini berkedudukan di Kabupaten Lebak. BP2S Provinsi Banten adalah Unit
Pelaksana Teknis (UPT) dibawah Dinas Sosial Provinsi Banten yang diatur dalam
Peraturan Daerah No 3 tahun 2012 tentang Pembentukan Organisasi Perangkat
Daerah Balai Pemulihan dan Pengembangan Sosial. BP2S Provinsi Banten
dibangun sejak tahun 1983 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Sosial Republik
Indonesia Nomor 95/DIR/2/KAK/IV/83 tanggal 1 Juni 1983 yang saat itu Banten
menjadi bagian dari Provinsi Jawa Barat.
BP2S Provinsi Banten merupakan komponen yang bertanggungjawab dalam
upaya mewujudkan kesejahteraan sosial, baik pada tingkatan pusat hingga
tingkatan daerah dengan memberikan pelayanan sosial yang meliputi rehabilitasi
sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, dan perlindungan sosial berdasarkan
amanat Perda Provinsi Banten Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Penyelenggaran
Kesejahteraan Sosial. Pembangunan kesejahteraan sosial terdiri atas serangkaian
aktivitas yang direncanakan untuk memajukan kondisi kehidupan manusia melalui
koordinasi dan keterpaduan antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan
masyarakat dalam upaya penyelenggaraan kesejahteraan sosial dalam mengatasi
yang utuh, menyeluruh, berkelanjutan dan bersinergi sehingga dapat
meningkatkan kesejahteraan sosial bagi masyarakat, khususnya masyarakat yang
tinggal di Provinsi Banten saat ini.
4.1.2 Visi dan Misi BP2S Provinsi Banten
Balai Pemulihan dan Pengembangan Sosial (BP2S) Provinsi Banten dalam
melaksanakan tugas dan tanggungjawab sesuai dengan program kerja periode
2012 – 2017 yang memiliki visi, yaitu Menciptakan sumberdaya manusia Provinsi
Banten yang terampil dan mandiri serta dapat berkompetisi dalam dunia kerja
agar tercipta peningkatan taraf kesejahteraan sosial.
Adapun misi yang ditetapkan oleh BP2S Provinsi Banten antara lain :
1. Pelatihan dan pembinaan peserta binaan program rehabilitasi sosial untuk memiliki keterampilan dan daya saing.
2. Peningkatan jumlah kegiatan pelaksanaan program rehabilitasi sosial secara lebih terpadu.
3. Peningkatan kemampuan administratif pegawai untuk
mengoptimalkan pelayanan publik secara elektronik (e-government). 4. Peningkatan dan perluasan jaringan kemitraan perusahaan untuk
penyaluran kerja bagi lulusan peserta binaan.
5. Peningkatan keterampilan kerja pegawai secara berkala.
6. Peningkatan koordinasi dan kerjasama dengan instansi terkait dalam mengatur dan melaksanakan penyaluran calon peserta binaan program rehabilitasi sosial.
7. Penyediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam melaksanakan program rehabilitasi sosial.
4.1.3 Program Rehabilitasi Sosial BP2S Provinsi Banten
Program rehabilitasi sosial yang dilakukan oleh Balai Pemulihan dan
Pengembangan Sosial (BP2S) Provinsi Banten merupakan amanat Perda Provinsi
Pada pasal 1 ayat 8 menyatakan penyelenggaraan kesejahteraan sosial upaya yang
terarah, terpadu dan berkelanjutan yang dilakukan pemerintah, pemerintah daerah
dan masyarakat dalam bentuk pelayanan sosial guna memenuhi kebutuhan dasar
setiap warga negara yang meliputi rehabilitasi sosial, jaminan sosial,
pemberdayaan sosial dan perlindungan sosial. Berdasarkan Perda tersebut,
diketahui bahwa salah satu upaya penyelenggaraan kesejahteraan sosial
diantaranya dengan melaksanakan rehabilitasi sosial.
Rehabilitasi sosial didalam Perda Nomor 8 Tahun 2010 Tentang
Penyelenggaran Kesejahteraan Sosial pada Pasal 1 ayat 18 mendefinisikan
sebagai suatu proses refungsionalisasi dan pengembangan untuk memungkinkan
seseorang mampu melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar dalam kehidupan
masyarakat. Obyek dari rehabilitasi sosial adalah penyandang masalah
kesejahteraan sosial (PMKS). Pada pasal 1 ayat 15 menyatakan PMKS adalah
perorangan, keluarga atau sekelompok masyarakat yang karena sebab-sebab
tertentu tidak dapat melaksanakan fungsi dan peran sosialnya sehingga tidak dapat
memenuhi kebutuhan minimum baik jasmani, rohani maupun sosialnya.
Masalah kesejahteraan sosial yang terjadi dewasa ini dilatarbelakangi oleh
arus perubahan lingkungan yang sedemikian cepatnya namun tidak dapat
diimbangi oleh kemampuan individu masyarakat maupun keterbatasan
kemampuan pemerintah daerah dalam melaksanakan program pembangunan yang
berimplikasi terhadap kesejahteraan rakyat. Ketidakmampuan individu
masyarakat ditunjukkan dari tingkat pendidikan, daya saing kerja dan faktor
masyarakat tersebut berpotensi menjadi penyandang masalah kesejahteraan sosial
(PMKS) yang diantaranya gelandangan dan pengemis (gepeng), anak terlantar,
keluarga dengan rumah tidak layak huni, komunitas anak jalanan (komunitas
punk), pekerja seks komersial (PSK) dan pedagang kaki lima yang berpotensi
menimbulkan keresahan di lingkungan masyarakat dan melanggar hukum seperti
penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan serta praktek prostitusi.
Pelaksanaan program rehabilitasi sosial yang dilakukan Balai Pemulihan
dan Pengembangan Sosial (BP2S) Provinsi Banten bekerjasama dengan Dinas
Sosial pada masing-masing Kabupaten yang ada di Provinsi Banten. Dinas Sosial
pada setiap Kabupaten berfungsi untuk melakukan pendataan dan penyaluran
calon klien atau peserta program rehabilitasi sosial. Calon klien umumnya
merupakan orang-orang yang terjaring razia penyakit masyarakat (pekat) maupun
operasi lainnya yang dilakukan oleh aparat penegak hukum yaitu kepolisian
beserta perangkatnya seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) maupun dari
Dinas Sosial Kabupaten terkait diantaranya seperti menjaring gelandangan dan
pengemis (gepeng), komunitas anak jalanan (komunitas punk), pedagang kaki
lima dan pekerja seks komersial atau wanita tuna susila. Setelah proses pendataan
dan penyaluran peserta program rehabilitasi sosial telah selesai dilaksanakan
Dinas Sosial pada masing-masing Kabupaten, kemudian diserahterimakan kepada
Balai Pemulihan dan Pengembangan Sosial (BP2S) Provinsi Banten untuk
Tujuan pelaksanaan program rehabilitasi sosial pada dasarnya ditujukan
untuk dapat menciptakan sumberdaya manusia Provinsi Banten yang terampil dan
mandiri serta dapat berkompetisi dalam dunia kerja agar tercipta peningkatan taraf
kesejahteraan sosial di lingkungan masyarakatnya. Apabila program rehabilitasi
sosial ini dapat dilakukan dengan optimal, tentunya dapat menekan angka
Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), mengeliminir fenomena
sosial kemasyarakatan yang meresahkan dan berpotensi melanggar hukum yang
berlaku serta dapat menyiapkan individu eks peserta untuk memiliki keterampilan
dan mandiri serta dapat berkompetisi dalam dunia kerja agar tercipta peningkatan
taraf kesejahteraan sosial di lingkungan masyarakatnya