• Tidak ada hasil yang ditemukan

GAMBARAN UMUM PELAYANAN PD DAN RUMUSAN MASALAH

Dalam dokumen DINAS KESEHATAN KOTA MOJOKERTO (Halaman 122-189)

No Data Capaian Kinerja (Tahun 2017)

Standar/Target Nasional

Standar/Target

Daerah Rumusan Masalah Lokasi

2,8 Rasio Rumah Sakit per satuan

penduduk 0,05

-

-8 Cukup ideal tren Rasio Rumah Sakit per satuan penduduk (Capaian Rasio Rumah Sakit 0,05/1.000 pddk, berarti 1 RS

dapat melayani 20.000 per satuan penduduk) Kota Mojokerto 2,9 Rasio dokter per satuan penduduk

0,47

-

0.56

(RPJMD)

9 Rasio dokter cukup ideal per satuan penduduk, meskipun terlihat ketersediaan tenaga dokter mencukupi, namun kondisi Riil di lapangan tidak seluruh dokter yang tercatat berada di sarana kesehatan karena Ijin Studi Spesialis (Capaian 0,47/1.000 pddk, Standar 0,56 per satuan penduduk)

Kota Mojokerto

2. 10 Rasio tenaga medis per satuan

penduduk 1,50

-

1.40

(RPJMD)

10 Menjaga Tren Rasio Ideal pada tenaga medis per satuan penduduk ( Capaian 1,50 /1.000 pddk, standar 1,40 per satuan penduduk)

Kota Mojokerto 2. 11 Cakupan komplikasi kebidanan

yang ditangani 100% 80% (SPM)

100%

(SPM dlm Renstra OPD)

11 Menjaga konsistensi capaian penanganan komplikasi kebidanan yang ditangani telah sesuai standar 100%.

( Capaian 100,89%, standar SPM dlm Renstra 100%) Kota Mojokerto 2. 12 Cakupan pertolongan persalinan

oleh tenaga kesehatan yang

memiliki kompetensi kebidanan 98% 95%

(SPM dlm RPJMN)

99%

(SPM dlm Renstra OPD)

12 Menjaga konsistensi capaian pertolongan persalinan oleh Nakes telah memenuhi standar. ( Capaian 98%, standar

SPM dlm Renstra 99%) Kota Mojokerto

2. 13 Cakupan Desa/kelurahan Universal Child Immunization (UCI)

94,44% 100%

(SPM)

100%

(SPM dlm Renstra OPD)

13 Belum optimal capaian gambaran kelurahan UCI dimana ≥ 80% jumlah bayi (0 - 11 bulan) mendapat Imunisasi Dasar Lengkap ( Capaian 94,44%8%, standar SPM dlm Renstra 100%)

Kota Mojokerto

2. 14 Cakupan Balita Gizi Buruk

mendapat perawatan 100%

100%

(SPM)

100%

(SPM dlm Renstra OPD)

14 Menjaga konsistensi capaian balita Gizi Buruk mendapat perawatan memenuhi standar.

(Capaian100%, standar SPM 100 %)

Kota Mojokerto 2. 15 Proporsi penduduk dengan asupan

kalori di bawah tingkat konsumsi minimum (standar yang digunakan Indonesia 2.100 Kkal/kapita/hari)

na 8,5%

(RPJMN)

-

-2. 16 Persentase anak usia 1 tahun yang

diimunisasi campak 80,88% 63%

(RPJMN)

-

15 Menjaga konsistensi capaian presentase anak usia 1 tahun yang diimunisasi campak memenuhi standar. (

Capaian 80,88 %, standar 63%) Kota Mojokerto

No Data Capaian Kinerja (Tahun 2017)

Standar/Target Nasional

Standar/Target

Daerah Rumusan Masalah Lokasi

2. 17 Non Polio AFP rate per 100.000

penduduk 6,77 ≥ 2 (SPM) ≥ 2 (SPM

dlm Renstra OPD)

16 Menjaga konsistensi capaian Non Polio AFP rate per 100.000 penduduk memenuhi standar. ( Capaian 6,77, standar SPM ≥ 2)

Kota Mojokerto 2. 18 Cakupan balita pneumonia yang

ditangani 169,09%

100%

(SPM)

100%

(SPM dlm Renstra OPD)

17 Menjaga konsistensi capaian pneumonia balita yang

ditangani memenuhi standar.

( Capaian 169 %, standar 100 %)

Kota Mojokerto 2. 19 Cakupan penemuan dan

penanganan penderita penyakit TBC BTA

86,7% 100%

(SPM)

94%

(SPM dlm Renstra OPD)

18 Kurang optimalnya capaian penemuan dan penanganan penderita penyakit TBC BTA All Cases (Capaian 86,7%

Standar 94%)

Kota Mojokerto 2. 20 Tingkat prevalensi Tuberkulosis

(per 100.000 penduduk)

171

245 per 100.000 pddk (RPJMN dan

Renstra

Kemenkes)

-19 Belum optimalnya capaian tingkat prevalensi Tuberkulosis sebagai gambaran angka kesakitan kasus TB pasien baru yang ditemukan dan deteksi dini Kasus TB (All Cases).

(Capaian 171 per 100.000 pddk, Standar 245 per 100.000 pddk)

Kota Mojokerto

2. 21 Tingkat kematian karena Tuberkulosis (per 100.000 penduduk)

9,4

- -

20 Masih terdapat kejadian tingkat kematian karena penyakit

tuberkulosis Kota Mojokerto

2. 22 Proporsi jumlah kasus Tuberkulosis yang terdeteksi dalam program DOTS

113

- -

-2. 23 Proporsi kasus Tuberkulosis yang diobati dan sembuh dalam program DOTS

89

-

> 90%

(SPM dlm Renstra OPD)

21 Masih kurangnya proporsi Kasus TB yang diobati dan

sembuh dalam Program DOTS Kota Mojokerto

2. 24 Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit DBD

100% 100%

(SPM)

100%

(SPM dlm Renstra OPD)

22 Menjaga konsistensi capaian penemuan dan penanganan

penderita DBD memenuhi standar.

( Capaian 100 %, standar 100 %) 2. 25 Penderita diare yang ditangani

150% 100%

(SPM)

100%

(SPM dlm Renstra OPD)

23 Menjaga konsistensi capaian penanganan penderita diare ditangani sesuai standar. ( Capaian 100 %, standar 100 %)

2. 26 Angka kejadian Malaria

0

1 per 1000 pddk (Renstra

Kemenkes)

0

24 Bukan merupakan daerah endemis dengan kejadian Malaria

2. 27 Tingkat kematian akibat malaria 0 0 0

-2. 28 Proporsi anak balita yang tidur

dengan kelambu berinsektisida 0 0 0

-No Data Capaian Kinerja (Tahun 2017)

Standar/Target Nasional

Standar/Target

Daerah Rumusan Masalah Lokasi

2. 29 Proporsi anak balita dengan demam yang diobati dengan obat anti malaria yang tepat

0 0 0

-2. 30 Prevalensi HIV/AIDS (persen) dari total populasi

25 Menjaga konsistensi capaian prevalensi HIV AIDS dari total populasi sesuai standar. ( Capaian 0,14 % (Data Sampling), Standar kurang dari 0,5%)

2. 31 Penggunaan kondom pada hubungan seks berisiko tinggi terakhir

na 65%

(RPJMN) na

-2. 32 Proporsi jumlah penduduk usia 15-24 tahun yang memiliki pengetahuan komprehensif

-2. 33 Cakupan pelayanan kesehatan

rujukan pasien masyarakat miskin 100% 100%

(SPM)

100%

(SPM dlm Renstra OPD)

26 Menjaga konsistensi capaian pelayanan kesehatan rujukan pasien maskin memenuhi standar.

( Capaian 100 %, standar 100 %) 2. 34 Cakupan kunjungan bayi

97,8%

90%

(SPM)

97%

(SPM dlm Renstra OPD)

27 Menjaga konsistensi capaian kunjungan bayi telah sesuai standar 97 %. ( Capaian 97,8%, standar SPM dlm Renstra 97%)

2. 35 Cakupan puskesmas 250% na na

-2. 36 Cakupan pembantu puskesmas 61% na na

-2. 37 Cakupan kunjungan Ibu hamil K4

98,2%

95%

(SPM)

98%

(SPM dlm Renstra OPD)

28 Menjaga konsistensi capaian kunjungan Ibu hamil K4 telah sesuai standar 98 %. ( Capaian 98,2%, standar SPM dlm Renstra 98%)

2. 38 Cakupan pelayanan nifas

97,03%

95%

(SPM) 99%

(SPM dlm Renstra OPD)

29

Kurang optimalnya capaian pelayanan nifas memenuhi standar. ( Capaian 97 %, standar 99 %)

2. 39 Cakupan neonatus dengan

komplikasi yang ditangani 81,5%

80%

(SPM)

100%

(SPM dlm Renstra OPD)

30

Kurang optimalnya capaian penanganan neonatus dengan komplikasi ditangani memenuhi standar. ( Capaian 81,5 %, standar 100 %)

No Data Capaian Kinerja (Tahun 2017)

Standar/Target Nasional

Standar/Target

Daerah Rumusan Masalah Lokasi

2. 40 Cakupan pelayanan anak balita

87,7%

90%

(SPM)

90%

(SPM dlm Renstra OPD)

31

Kurang optimalnya capaian pelayanan anak balita

memenuhi standar.

( Capaian 87,7 %, standar 90 %) 2. 41 Cakupan pemberian makanan

pendamping ASI pada anak usia 6 -

24 bulan keluarga miskin 100% 100%

(SPM)

100%

(SPM dlm Renstra OPD)

32

Menjaga konsistensi capaian pemberan makanan

pendamping ASI pada anak usia 6 - 24 bulan maskin sesuai standar. ( Capaian 100 %, standar 100 %)

2. 42 Cakupan penjaringan kesehatan

siswa SD dan setingkat 100% 100%

(SPM)

100%

(SPM dlm Renstra OPD)

33

Menjaga konsistensi capaian penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat sesuai standar.

( Capaian 100 %, standar 100 %) 2. 43 Cakupan pelayanan kesehatan

dasar masyarakat miskin 150% 100%

(SPM)

100%

(SPM dlm Renstra OPD)

34

Menjaga konsistensi capaian pelayanan kesehatan dasar maskin sesuai standar. ( Capaian 100 %, standar 100 %)

2. 44 Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana

kesehatan (RS) 100% 100%

(SPM)

100%

(SPM dlm Renstra OPD)

35

Menjaga konsistensi capaian pelayanan gawat darurat level 1 disarkes sesuai standar. ( Capaian 100 %, standar 100 %)

2. 45 Cakupan Desa/ Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan

penyelidikan epidemiologi < 24 jam 100% 100%

(SPM)

100%

(SPM dlm Renstra OPD)

36

Menjaga konsistensi capaian kelurahan dengan KLB dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 jam sesuai standar. ( Capaian 100 %, standar 100 %)

2. 46 Prevalensi balita Stunting

10,3%

Menjaga konsistensi capaian prevalensi balita Stunting sesuai standar. ( Capaian 10,3 % dengan Data Sampling, Standar kurang dari 18%)

2. 47 Persentase penderita hipertensi mendapatkan yankes sesuai standar

27,29% 100%

(SPM)

60%

(SPM dlm Renstra OPD)

38

Belum optimalnya capaian penyandang Diabetes Militus mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar. ( Capaian 45,87 %, standar 60 %)

2. 48 Persentase penyandang DM yang mendapatkan pelayanan kesehatan

sesuai standar 45,87% 100%

(SPM)

60%

(SPM dlm Renstra OPD)

39

Belum Optimalnya capaian penderita hipertensi

mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar.

( Capaian 27,29 %, standar 60 %) 2. 47 Persentase ODGJ berat yang

mendapatkan pelayanan kesehatan

jiwa sesuai standar 100% 100%

(SPM)

60%

(SPM dlm Renstra OPD)

40

Menjaga konsistensi capaian orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat mendapatkan pelayanan kesehatan jiwa sesuai standar. ( Capaian 100 %, standar 100 %)

No Data Capaian Kinerja (Tahun 2017)

Standar/Target Nasional

Standar/Target

Daerah Rumusan Masalah Lokasi

2. 49 Presentase penduduk yang mendapatkan Jaminan Kesehatan

saat dibutuhkan 97,57% na

100%

(SPM dlm Renstra OPD)

41

Menjaga konsistensi capaian penduduk yang mendapatkan Jaminan Kesehatan saat dibutuhkan sesuai standar. ( Capaian 97 % thn 2018, standar 100 %)

Cara Pengsian Form sebagai berikut:'

No Rumusan Masalah Akar Masalah Bukti Asumsi OPD Lokasi Aksi

1 2 3 4 5 6 7

Dalam 5 tahun terakhir, Masih terjadi Kematian Bayi walaupun sudah mengalami penurunan dibawah target Renstra Kemenkes dan SDGs. Penyebab kematian di tahun 2018 terdapat 5 kasus pada kelompok Neonatus (0 sd 28 hari) disebabkan oleh Kelainnan Bawaan 1 kasus dan BBLR 2 kasus, ini berarti faktor kondisi ibu sebelum dan selama kehamilan amat menentukan kondisi bayinya dan untuk usia diatas neonatal (29 hari sd 1 tahun), penyebab utama kematian 1 kasus kelainan bawaan dan 1 kasus ada infeksi khususnya Pneumonia. Hal ini berkaitan erat dengan perilaku hidup sehat Ibu dan Kondisi lingkungan setempat

Data 5 tahun terakhir AKB cenderung menurun sebesar 3,8 / 1,000 KH (5 kasus kematian)

- Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

Meskipun jumlah persalinan yang ditolong oleh Nakes mengalami peningkatan, namun belum sesuai standar 100%

Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan 98%

di Thn 2017

- Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

Penyebab utama kematian ibu disebabkan kondisi ibu hamil dengan faktor determinan lainnya berupa :

Suspec Autoimmune Disease - Penyebab utama kematian

ibu karena adanya kehamilan

yang tidak diinginkan Dinas Kesehatan Kota Mojokerto Data Angka Kematian Bayi 3,8/1.000 KH (8 bayi) masih

ada terjadi, walaupun telah menunjukkan penurunan dibawah target SDGs

AKB thn 2017 3,8/1.000 KH (8 kasus kematian bayi)

- Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

Penyebab kematian bayi di tahun 2017 terdapat 8 kasus disebabkan oleh Kelainnan Bawaan 7 kasus dan sepsis/infeksi 1 kasus

Ada 8 kasus kematian bayi di tahun 2017

3 Masih terjadi Kematian Balita 5,22 /1.000 KH (3 Anak Balita), walaupun telah menunjukkan penurunan dibawah target SDGs (Capaian 5,22/1.000 KH, Standar kurang dari 25/1.000 KH)

Penyebab kematian anak balita di tahun 2017 terdapat 3 kasus disebabkan oleh Kelainnan Bawaan 1 kasus, meningitis 1 kasus dan pneomonia 1 kasus.

Ada 3 kasus kematian Anak balita di tahun 2017

- Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

DINAS KESEHATAN KOTA MOJOKERTO

2

RUMUSAN MASALAH DAN AKAR MASALAH

Masih terjadi Kematian Bayi 3,8/1.000 KH (8 bayi), walaupun telah menunjukkan penurunan dibawah target SDGs (Capaian 3,8/1.000 KH Standar kurang dari 7/1.000 KH)

1

Masih terjadi Kematian Bayi, dari Angka Kelangsungan Hidup Bayi Thn 2017 dari 1.000 bayi yang dilahirkan dari seluruh wanita yang ada di Kota Mojokerto hanya 997 bayi yang dapat terus hidup.

No Rumusan Masalah Akar Masalah Bukti Asumsi OPD Lokasi Aksi 4 Masih terjadi Kematian Neonatal 2,85/1.000 KH ( 6 bayi

Naonatal) walaupun sudah mengalami penurunan dibawah target Renstra Kemenkes dan SDGs. (Capaian 2,85/1.000 KH, Standar kurang dari 12/1.000 KH)

Dalam 5 tahun terakhir, Masih terjadi Kematian Neonatal walaupun sudah mengalami penurunan dibawah target Renstra Kemenkes dan SDGs.

Penyebab kematian di tahun 2017 terdapat 5 kasus pada kelompok Neonatus (0 sd 28 hari) disebabkan oleh Kelainnan Bawaan 1 kasus dan BBLR 2 kasus, ini berarti faktor kondisi ibu sebelum dan selama kehamilan amat menentukan kondisi bayinya dan untuk usia diatas neonatal (29 hari sd 1 tahun), penyebab utama kematian 1 kasus kelainan bawaan dan 2 kasus ada infeksi khususnya Pneumonia. Hal ini berkaitan erat dengan perilaku hidup sehat Ibu dan Kondisi lingkungan setempat

Ada 6 kasus kematian Neonatal di tahun 2017

- Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

Masih terjadi Kematian Ibu, pada tahun 2017 yang sudah Zero Death, namun di tahun 2018 telah terjadi 1 kasus kematian Ibu.

AKI thn 2017 sudah Zero Death (0 / 100.000 KH) namun Thn 2018 AKI 50,47 / 100.000 KH ( 1 kasus Kematian Ibu)

- Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

Meskipun jumlah persalinan yang ditolong oleh Nakes mengalami peningkatan, namun belum sesuai standar 100%

Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan 98%

di Thn 2017

- Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

Penyebab utama kematian ibu disebabkan kondisi ibu hamil dengan faktor determinan lainnya berupa :

Suspec Autoimmune Disease

-Penyebab utama kematian ibu karena adanya kehamilan

yang tidak diinginkan Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

Data Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K4 belum sesuai standar SPM 100%

Cakupan kunjungan ibu hamil K-4 thn 2017 sebesar 98,18% (Belum sesuai

standart SPM 100%) - Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

Jumlah Posyandu semua Aktif sebanyak 167 Posyandu dari keseluruhan Posyandu yang ada di Thn 2017 sebanyak 167 Posyandu

Posyandu aktif = 167

posyandu - Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

Strata Posyandu yaitu : Pratama 2 buah, Madya 15 buah, Pusnama 103 dan Mandiri 47 posyandu

Posyandu PURI sebesar 89,82

% - Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

6 Cukup ideal tren Rasio Posyandu per satuan balita, walaupun tidak ada penambahan jumlah posyandu (Capaian Rasio Posyandu 16,32 Standar 58 per satuan 100 balita)

Masih terjadi Kematian Ibu walaupun mengalami penurunan dibawah target SDGs, tahun 2017 sudah Zero Death, namun di tahun 2018 kembali terjadi 1 kematian Ibu (Capaian 0 KH Standar kurang dari 70/100.000 KH) 5

No Rumusan Masalah Akar Masalah Bukti Asumsi OPD Lokasi Aksi Salah satu faktor yang berperan penting dalam

menentukan derajat kesehatan adalah PERILAKU.

Salah satu hal yang mendukung peningkatan Status Kesehatan melalui Pemberdayaan masyarakat, yaitu Kurangnya rumah tangga yang mempraktikkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Akhir Tahun 2017 sebesar 60,14% dari target Renstra Propinsi Jatim 70%

Berdasarkan hasil survey PHBS tahun 2015 dan telah mewakili setiap masyarakat pada suatu kab/kota (Cluster Sample), pada thn 2017 masih tercapai sebesar 60,14

%

- Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

Masih diperlukan penambahan Puskesmas sebagai Sarana Pelayanan Kesehatan pada wilayah Pemekaran Kecamatan Baru (Kecamatan Kranggan)

Pemanfaatan Sarana Pelayanan Puskesmas

Kranggan di Tahun 2017 - Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

Kualitas pelayanan kesehatan primer, khususnya Instansi pemerintah di tahun 2017 telah terakreditasi semuanya 100%, Namun berdasarkan Status Akreditasi Belum maksimal pencapaian status akreditasi sarana pelayanan dasar di wilayah kerja Kota Mojokerto.

Status Akreditasi RSUD Wahidun SH telah tercapai paripurna, 2 (Dua) Puskesmas berstatus Dasar dan 3 (Tiga) Puskesmas berstatus Madya. Serta Laboratorium Kesehatan terakreditasi KLAK dan KAN

- Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

Kesiapan pelayanan umum di puskesmas telah mencapai diatas 100%

Data Profil Kesehatan Thn.

2017 bahwa Jumlah Kunjungan Rawat Jalan di Sarana Kesehatan Puskesmas sebesar 235%.

- Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

Cukup memadai aksesibilitas ketersediaan obat dan vaksin di puskesmas

Cakupan ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan di

Thn. 2017 sebesar 97% - Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

8 Cukup ideal tren Rasio Rumah Sakit per satuan penduduk (Capaian Rasio Rumah Sakit 0,05/1.000 pddk, berarti 1 RS dapat melayani 20.000 per satuan penduduk)

Wilayah Kota Mojokerto telah memiliki 6 Rumah Sakit terbagi RSUD Instansi Pemerintah dengan Type B dan 5 (Lima) RS Milik Swasta dengan Type C

-Menurut WHO, Rasio Ideal daya tampung RS adalah 1.000 penduduk : 1 tempat tidur. Dengan Jumlah penduduk kota Mojokerto kisaran 142.000 saja maka hanya memerlukan 142 tempat tidur. Sedangkan daya tampung tempat tidur semua Rumah Sakit (6 RS) di wilayah Kota Mojokerto Tahun 2018 sudah berjumlah 657 tempat tidur

Dinas Kesehatan Kota Mojokerto 7 Masih ideal tren Rasio Puskesmas, Poliklinik, Pustu per

satuan penduduk (Capaian Rasio Puskesmas, Poliklinik, Pustu 0,23 dan Standar 0,27 per satuan penduduk)

No Rumusan Masalah Akar Masalah Bukti Asumsi OPD Lokasi Aksi 9 Rasio dokter cukup ideal per satuan penduduk, meskipun

terlihat ketersediaan tenaga dokter mencukupi, namun kondisi Riil di lapangan tidak seluruh dokter yang tercatat berada di sarana kesehatan karena Ijin Studi Spesialis (Capaian 0,47/1.000 pddk, Standar 0,56 per satuan penduduk)

Masih terlihat s.d Thn 2017 Kondisi Riil di Lapangan ketersediaan Dokter tidak ada di Sarana Pelayanan dikarenakan melanjutkan Studi Spesialis

Di Instansi Pemerintah Thn 2017 ada 4 Dokter melanjutkan Studi Spesialis

- Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

10 Menjaga Tren Rasio Ideal pada tenaga medis per satuan penduduk ( Capaian 1,50 /1.000 pddk, standar 1,40 per satuan penduduk)

Kurangnya Ketersediaan kecukupan tenaga kesehatan pada fasilitas kesehatan kesehatan

-Jumlah tenaga kesehatan sudah cukup banyak tetapi persebarannya tidak merata.

Selain besar tenaga kesehatan yang bekerja di sarana kesehatan terutama puskesmas masih sangat tidak seimbang, termasuk penambahan Puskesmas baru ketersediaan tenaga kesehatan sangat dibutuhkan.

Demikian juga di sarana Laboratorium kesehatan dan Gudang farmasi mengalami kekurangan tenaga sesuai kompetensinya

Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

11 Menjaga konsistensi capaian penanganan komplikasi kebidanan yang ditangani telah sesuai standar 100%. ( Capaian 100,89%, standar SPM dlm Renstra 100%)

Masih diperlukan peningkatan akses pelayanan kegawatdaruratan maternal menjadi salah satu cara untuk penanganan komplikasi tersebut, agar tidak terjadi kasus kematian Ibu

Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi terus meningkat thn 2017 sebesar 97,98%

- Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

12 Menjaga konsistensi capaian pertolongan persalinan oleh Nakes telah memenuhi standar. ( Capaian 98%, standar SPM dlm Renstra 99%)

Masih ada penyebab pertolongan persalinan mengalami kegagalan kehamilan / keguguran / abortus

Data kegagalan kehamilan / Keguguran sebesar 3,6 % (83

kasus) - Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

13 Belum optimal capaian gambaran kelurahan UCI dimana ≥ 80% jumlah bayi (0 - 11 bulan) mendapat Imunisasi Dasar Lengkap ( Capaian 94,44%, standar SPM dlm Renstra 100%)

Masih terdapat 1 kelurahan (Kel. Gedongan) dalam pencapaian cakupan program Imunisasi dasar lengkap sangat sulit diwujudkan, dikarenakan termasuk kelurahan di wilayah perkotaan dengan mobilisasi PUS yang tinggi atau bukan termasuk wilayah

pertumbuhan.

Data 1 Kelurahan bukan wilayah Pertumbuhan atau Mobilisasi PUS Tinggi

- Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

14 Menjaga konsistensi capaian balita Gizi Buruk mendapat perawatan memenuhi standar. ( Capaian100%, standar SPM 100 %)

Faktor Determinan penyebab Gizi Buruk pada balita, yaitu : Penyakit, Asupan Makanan Kurang, Pola Asuh yang salah, Pengetahuan Ibu Kurang dan Sanitasi Lingkungan.

Data masih terdapat 1 balita gizi buruk yang mendapat

perawatan di thn 2017 - Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

No Rumusan Masalah Akar Masalah Bukti Asumsi OPD Lokasi Aksi Beban Ganda Permasalahan Gisi semakin kompleks

saat ini, selain masih menghadapi masalah kekurangan gizi, masalah kelebihan gizi muncul menjadi persoalan yang harus ditangani dengan serius. Perbaikan Gizi Masyarakat merupakan Salah satu Prioritasnya.

Data Prevalensi Balita Gizi Buruk di Thn. 2017 sebesar 0,29% (23 kasus) dan Data Balita gizi leboh (Overweight) thn 2017 6,3% Standar jika <

5 % bukan permasalahan gizi

- Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

15 Menjaga konsistensi capaian presentase anak usia 1 tahun yang diimunisasi campak memenuhi standar. (Capaian 80,88 %, standar 63%)

Pelayanan Imunisasi lengkap minimal 80% untuk tiga jenis antigen yaitu DPT 3, Polio dan campak sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pemutusan mata rantai penularan pada penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) .

Namun di tahun 2017 belum mencapai Kelurahan UCI 100%, pada 1 Kelurahan

16 Menjaga konsistensi capaian Non Polio AFP rate per 100.000 penduduk memenuhi standar. ( Capaian 6,77, standar SPM > 2)

Koordinasi Pengelola Program dan Petugas Surveillans Tingkat Kota melakukan telah optimal dengan Petugas Surveillans Puskesmas dan Pihak Rumah Sakit

Penemuan kasus AFP 2 Anak pada usia dibawah 15 tahun dengan diagnosis demam rheumatix dan gangguan tumbuh kembang beserta laporan EP 1

- Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

17 Menjaga konsistensi capaian pneumonia balita yang ditangani memenuhi standar.

( Capaian 169 %, standar 100 %)

Optimal sudah pelaksanaan pelacakan dan penemuan kasus pneumonia oleh Petugas Kesehatan

-Tren 5 tahun terakhir perkembangan pneumonia balita menunjukkan peningkatan yang cukup baik

Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

Masih tingginya proporsi Penderita TB pada anak diatas 15% yang menunjukkan bahwa di Lingkungan tersebut masih tinggi sumber penularannya

Thn 2018 Jumlah Kasus TB Anak sejumlah 107 dari 498

kasus (21,49%) - Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

Active case finding belum optimal Penemuan kasus TB dalam kota sebesar 62,9 % dari

target 70 % - Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

Belum terbentuk jejaring TB dengan layanan swasta

-Belum ada jejaring layanan dengan Pihak swasta (Rumah sakit Swasta, klinik dan

Dokter Praktek swasta) Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

Petugas kesehatan kurang aktif melakukan pelacakan kasus dalam menemukan kasus baru TB dan deteksi

dini kasus TB (All Cases)

-Belum optimal melakukan pelacakan kasus baik oleh petugas kesehatan atau kader kesehatan

Dinas Kesehatan Kota Mojokerto Data 1 Kelurahan Gedongan,

bukan termasuk wilayah Pertumbuhan atau Mobilisasi Pasang Usia Subur (PUS)

Tinggi - Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

19 Belum optimalnya capaian tingkat prevalensi Tuberkulosis sebagai gambaran angka kesakitan kasus TB pasien baru yang ditemukan dan deteksi dini Kasus TB (All Cases).

(Capaian 171 per 100.000 pddk Standar 245 per 100.000 pddk)

18 Kurang optimalnya capaian penemuan dan penanganan penderita penyakit TBC BTA All Cases (Capaian 86,7%

Standar 94%)

No Rumusan Masalah Akar Masalah Bukti Asumsi OPD Lokasi Aksi Kewaspadaan tinggi terhadap munculnya resistensi

terhadap obat anti TBC atau multiple drug resistent (MDR), di tahun 2017 terdapat 1 kasus MDR Indonesia sebesar 2% dari keseluruhan kasus TBC yang ada.

Di tahun 2017 ditemukan

1 kasus MDR TB - Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

20 Masih terdapat kejadian tingkat kematian karena penyakit tuberkulosis

Faktor Determinan penyebab kematian pada penderita Tuberkulosis, yaitu : Faktor sosial ekonomi yang rendah, Sanitasi higiene kurang, terlambat pengobatan dan putus pengobatan.

-Faktor tersebut indikasi memunculkan penderita TB kebal Obat (MDR) di wilayah Kota Mojokerto

Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

21 Masih kurangnya proporsi Kasus TB yang diobati dan sembuh dalam Program DOTS

Adanya pengobatan DOTS yang terlambat dan efek

samping dari pengobatan - Keengganan pengobatan

karena kontra indikasi obat Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

22 Menjaga konsistensi capaian penemuan dan penanganan penderita DBD memenuhi standar.

( Capaian 100 %, standar 100 %)

Semua penderita yang ditemukan 100% ditangani, jumlah kasus DBD yang terjadi masih ada berjumlah 11 kasus dan seluruhnya telah mendapatkan penanganan sehingga tidak sampai menyebabkan terjadinya KLB maupun kematian.

CFR penderita DBD thn 2017 0% (Tidak ada kematian)

- Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

Berbatasan dengan daerah kabupaten yang lainnya

dan merupakan daerah endemis DBD - Dikelilingi daerah dengan

Kasus DBD yang cukup tinggi Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

Belum optimal pelaksanaan tugas Kader Motivator Kesehatan

-Adanya kesenjangan laporan kader dengan hasil pelacakan dan pemantauan oleh petugas Puskesmas/pengelola

program Dinkes Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

23 Menjaga konsistensi capaian penanganan penderita diare ditangani sesuai standar. ( Capaian 100 %, standar 100 %)

Semua penderita diare yang ditemukan 100%

ditangani

-Upaya promotif pelayanan kesehatan di puskesmas sebagai unit pelayanan terdepan terhadap peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjaga hygiene dan sanitasi secara personal untuk mencegah terjadinya penyakit diare.

Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

Belum optimalnya kualitas kesehatan lingkungan serta perilaku hidup bersih dan sehat, semakin tinggi angka kejadian diare, maka semakin buruk kualitas sanitasi dan perilaku masyarakat.

Kawasan tatanan kehidupan masyarakat sehat mandiri (Tatanan ke - 8) pada thn.

2017 masih tercapai sebesar 77,78%, terdapat di 14 kelurahan

- Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

pddk)

No Rumusan Masalah Akar Masalah Bukti Asumsi OPD Lokasi Aksi Belum optimalnya penyelenggaraan KOTA SEHAT,

diwujudkan pada semua program yang salah satunya penanganan diare yang masih menjadi permasalahan di daerah kelurahan yang dipengaruhi oleh perilaku dan sosial ekonomi serta budaya di kawaran tertentu

Kawasan tatanan kehidupan masyarakat sehat mandiri (Tatanan ke - 8) pada thn.

2017 masih tercapai sebesar 77,78%, terdapat di 14 kelurahan

- Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

- Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

Dalam dokumen DINAS KESEHATAN KOTA MOJOKERTO (Halaman 122-189)