• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

3. Gambaran umum pemerintahan Desa Lappa Bosse

Pemerintahan desa memiliki peranan penting dalam penyelenggaraan pemerintahan melalui pemberian pelayanan dari berbagai kepentingan umum, diantaranya keamanan, ketertiban, kesehatan, kependudukan maupun penyelenggaraan perekonomian serta pembinaan masyarakat desa. Desa Lappa Bosse merupakan satu diantara 18 desa di Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone yang mempunyai kesatuan masyarakat hukum dalam memberikan pelayanan

maksimal dan memiliki batas daerah tertentu dalam mengurus kepentingan masyarakat setempat atas prakarsa sendiri menurut aspirasi dalam ikatan wilayah Kabupaten Bone dalam kerangka asas desentralisasi.

Desa Lappa Bosse secara struktural berada di bawah Kabupaten Bone, yang mempunyai peran melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan, perekonomian dan pembangunan serta pembinaan masyarakat pada tingkat Desa. Secara umum keadaan alam Desa Lappa Bosse cukup berpotensi karena merupakan daerah pertanian dan perkebunan serta sangat mendukung untuk pengembangan ekonomi masyarakat Sebagai perangkat daerah, kepala desa dalam menjalankan tugasnya mendapat pelimpahan kewenangan dari dan bertanggung jawab kepada bupati, dan dibantu oleh perangkat desa.

Adapun susunan organisasi pemerintahan Desa Lappa Bosse Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone sebagai berikut :

Gambar 4.2 Struktur Organisasi Pemerintah Kabupaten Bone

Sumber: Papan Informasi Kantor Desa Lappa Bosse Tahun 2020 KEPALA DESA

Kepala Desa Lappa bosse dalam menyelenggarakan pemerintahan desa dibantu oleh perangkat desa berdasarkan tugas dan fungsi yang dimiliki.

Sebagaimana diatur pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 84 Tahun 2015 tentang Susunan Organisasi dan Tatakerja Pemerintah Desa yang ditegaskan dengan jelas bahwa Pemerintah Desa adalah Kepala Desa dibantu oleh Perangkat Desa.

Adapun tugas dan fungsi dari perangkat desa Lappa Bosse dalam menyelanggarakan pemerintah desa sebagai berikut:

a. Tugas dan fungsi Kepala Desa

Tugas Kepala Desa adalah menyelenggarkan rumah tangganya sendiri, urusan pemerintah, dan pembinaan masyarakat serta menumbuh kembangkan semangat gotong royong sebagai sendi utama pemyelenggaraan pemerintahan dalam pelaksanaan pembangunan desa. Fungsi kepala desa adalah Melaksanakan kegiatan urusan rumah tangga, koordinasi, menggerakan peran masyarakat dalam pembangunan, melaksanakan tugas dari pemerintahan daerah dan pusat dan menyelenggarakan kegiatan dalam rangka pelaksanaan urusan pemerintahan lainnya.

b. Tugas dan fungsi sekretaris desa

Tugas sekretaris desa adalah menyelenggarakan pembinaan dan administrasi pemerintah, pembangunan, kemasyarakatan, serta pelayanan ketata usahaan desa. Fungsi sekretaris desa adalah Melaksanakan urusan surat-menyurat, kearsipan, melaksanakan urusan keuangan dan urusan administrasi

umum serta melaksanakan tugas kepala desa dalam hal bila kepala desa berhalangan.

c. Tugas dan fungsi kepala urusan

Tugas Kepala Urusan (Kaur) adalah melaksanakan kegiatan ketata usahaan dalam bidang tugasnya masing-masing. Fungsi melaksanakan pencatatan, pengumpulan, pengelolaan data dan imformasi yang menyangkut bidang tugasnya masing-masing.

d. Tugas dan fungsi kepala dusun

Tugas kepala dusun adalah melaksanakan pemerintahan desa dibawah kepemimpinan desa wilayah kerjanya. Fungsi kepala dusun adalah Sebagai pelaksana kegiatan pemerintahan, ketentraman dan ketertiban, pembangunan, serta kemasyarakatan di wilayah kerjanya dan sebagai pelaksana peraturan desa di wilayah kerjanya serta sebagai pelaksana kebijakan desa.

B. Karakteristik Responden

Penulis menyajikan data-data yang diperoleh selama penelitian yang dilakukan di Desa Lappa Bosse melalui kuesioner yang dibagikan ke 93 masyarakat Desa Lappa Bosse, dan juga pedoman wawancara yang diberikan kepada Kepala Desa Lappa Bosse, Aparata Desa, Para Pemuda serta Masyarakat.

1. Jenis Kelamin Responden

Diagram 4.1

Jenis Kelamin Responden

Sumber : Data Primer, Kuesioner Penelitian, 2021

Pada Diagram di atas dapat kita lihat bahwa 100% atau 93 orang responden terbanyak ialah perempuan yakni 50 orang atau 54%. Sedangkan laki-laki sebanyak 43 orang yang terdiri dari masyarakat, dan aparat Desa Lappa Bosse.

2. Usia Responden

Berikut adalah usia dari responden dalam penelitian penulis : Diagram 4.2

Usia Responden

Sumber : Data Primer, Kuesioner Penelitian, 2021

Pada diagram diatas dapat dilihat ada 27 % atau 25 orang responden 46% 54%

JUMLAH RESPONDEN

Perempuan (P) Laki-Laki (L)

27%

40%

23%

10%

USIA RESPONDEN

20-30 Tahun 31-40 Tahun 41-50 Tahun 51-60 tahun

yang berusia 20-30 tahun, 40% atau 37 orang responden yang beruisa 31-40 tahun, 24 % atau 22 orang responden dan 10% atau 9 orang yang berusia 51-60 tahun. Sehingga hasil penelitian menunjukkan bahwan responden yang paling banyak mengisi kuesioner adalah masyarakat yang berusia 31-40 tahun.

3. Pekerjaan Responden

Adapun pekerjaan pada responden adalah : Diagram 4.5 Status Peserta

Sumber : Data Primer, Kuesioner Penelitian, 2021

Pada diagram diatas ada 93 responden dan setiap responden memiliki jenis pekerjaan yang berbeda-beda seperti yang dilihat pada diagram diatas bahwa 24 % atau 22 orang responden dari kalangan Mahasiswa, 51% atau 47 orang responden dari masyarakat yang merupakan petani, dan 20% atau 19 orang responden yang merupakan seorang Guru sedangkan selebihnya merupakan Aparat Desa Lappa Bosse

24%

51%

20%

5%

PEKERJAAN RESPONDEN

Mahasiswa Petani

Pegawai Negeri Sipil Aparat Desa

C. Uji Validitas

Uji validitas pada penelitian ini menggunakan bantuan software SPSS version 22 dengan responden sebanyak 93 orang, pengujian validitas cukup dengan membandingkan nilai r hitung > r tabel pada taraf signifikan 5% atau 0,05 maka ditolak dan disimpulkan bahwa skor butir berkolerasi positif dengan skor faktor sehingga dikatakan valid. r tabel untuk 0,05 pada responden 93 adalah 0,1689. Berikut adalah uji validitas variabel X (relasi kuasa) dan variabel Y (modalitas).

1. Uji validitas Variabel Relasi Kuasa (X)

Instrumen angket relasi kuasa dengan jumlah 15 item pertanyaan telah diuji validitas, kemudian dihitung dengan menggunakan SPSS verssion 22. Hasil dari perhitungan tersebut dapat dilihat sebagai berikut :

Tabel 4.2

Uji Validitas Variabel X No Variabel relasi kuasa

(X)

12 X12 0.407 0.169 0.000 Vaild

13 X13 0.587 0.169 0.000 Vaild

14 X14 0.562 0.169 0.000 Vaild

15 X15 0.548 0.169 0.000 Vaild

Sumber : Data Primer, Kuesioner Penelitian, 2021

Berdasarkan hasil uji validitas variabel X (ralasi kuasa) diketahui bahwa hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS verssion 22 diperoleh dari 15 item instrumen angket relasi kuasa memiliki rhitung 0.231-0.629 sedangkan untuk rtabel adalah 0.169. Berdasarkan data tersebut maka terdapat 15 atau semua item pertanyaan dinyatakan valid karna rhitung > r tabel.

2. Uji Validitas Variabel Modalitas (Y)

Instrumen angket modalitas dengan jumlah 15 item pertanyaan telah diuji validitas, kemudian dihitung dengan menggunakan SPSS verssion 22. Hasil dari perhitungan tersebut dapat dilihat sebagai berikut :

Tabel 4.3

Uji Validitas Variabel Y

No Variabel modalitas (Y) Nilai r Nilai

sig Keterangan Hitung Tabel

1 Y1 0.294 0.169 0.004 Vaild

2 Y2 0.442 0.169 0.000 Vaild

3 Y3 0.486 0.169 0.000 Vaild

4 Y4 0.261 0.169 0.011 Vaild

5 Y5 0.273 0.169 0.008 Vaild

6 Y6 0.528 0.169 0.000 Vaild

7 Y7 0.312 0.169 0.002 Vaild

8 Y8 0.395 0.169 0.000 Vaild

9 Y9 0.549 0.169 0.000 Vaild

10 Y10 0.319 0.169 0.002 Vaild

11 Y11 0.450 0.169 0.000 Vaild

12 Y12 0.271 0.169 0.009 Vaild

13 Y13 0.464 0.169 0.000 Vaild

14 Y14 0.508 0.169 0.000 Vaild

15 Y15 0.447 0.169 0.000 Vaild

Sumber : Data Primer, Kuesioner Penelitian, 2021

Berdasarkan hasil uji validitas variabel Y (Modalitas) diketahui bahwa hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS verssion 22 diperoleh dari 15 item instrumen angket modalitas memiliki rhitung 0.261-0.549 sedangkan untuk rtabel adalah 0.169. Berdasarkan data tersebut maka terdapat 15 atau semua item pertanyaan dinyatakan valid karna rhitung > rtabel.

D. Uji Reabilitas

Uji reabilitas relasi kuasa terhadap 30 item pertanyaan yang telah dinyatakan valid. pengujian reabilitas cukup dengan membandingkan jika nilai cronbach alpha (a) lebih dari 0,6 maka instrument tersebut riable, semakin besar nilainya maka berarti intrument tersebut semakin riable.

1. Uji Reabilitas Variabel Relasi Kuasa (X)

Instrumen angket relasi kuasa dengan jumlah 15 item pertanyaan telah diuji validitas, kemudian dihitung dengan menggunakan SPSS verssion 22.

Hasil dari perhitungan tersebut dapat dilihat sebagai berikut :

Tabel 4.4

Sumber : Data Primer, Kuesioner Penelitian, 2021

Berdasarkan tabel diatas diketahui cronbach alpha (a) variabel X (Relasi kuasa) 0.760 dengan 15 item pertanyaan, hal tersebut menunjukkan bahwa uji raebilitas variabel X (Realasi kuasa) dinyatakan valid karna nilai cronbach alpha (a) lebih dari 0,6.

2. Uji Reabilitas Variabel Modalitas (Y)

Instrumen Modalitas dengan jumlah 15 item pertanyaan telah diuji validitas, kemudian dihitung dengan menggunakan SPSS verssion 22. Hasil dari perhitungan tersebut dapat dilihat sebagai berikut :

Tabel 4.5

Berdasarkan tabel diatas diketahui cronbach alpha (a) variabel Y (Modalitas) 0.757 dengan 15 item pertanyaan, hal tersebut menunjukkan bahwa

uji raebilitas variabel Y (Modalitas) dinyatakan valid karna nilai cronbach alpha (a) lebih dari 0,6.

E. Hasil Penelitian

Penelitian ini tentang Pengaruh Relasi Kuasa Elit Lokal Terhadap Modalitas Kemenangan Andi Muhammad Ridwan Pada Pemilihan Kepala Desa Lappa Bosse Di Kab. Bone. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan mulai dari 19 April 2021 s/d 12 Juni 2021. Adapun yang menjadi responden pada penelitian ini yaitu para Mahasiswa, masyarakat dan aparat desa sehingga total keseluruhan responden adalah 93 orang. Variabel penelitian ini dikelompokkan menjadi dua, yaitu relasi kuasa dan modalitas.

1. Relasi Kuasa pada Pemilihan Kepala Desa Lappa Bosse

Relasi kuasa pada hakikatnya merupakan ketergantungan status sosial, budaya, ekonomi dan politik yang menimbulkan kekuasaan terhadap satu pihak yang lainnya dalam konteks relasi atau hubungan. Contoh umum yang kita dapatkan sekarang ini yaitu terjadinya hubungan kekuasaan terhadap pihak lokal dan dijadikan strategi untuk mencapai tujuan tertentu. Seperti halnya di Desa Lappa Bosse Salah satu penyebab terjadinya kuasa pada kalangan elit lokal karena dalam ranah politik di Desa Lappa Bosse masih dikenal dengan dinasti politik yang dapat dipahami sebagai strategi politik untuk tetap menjaga kekuasaan dengan cara mewariskan kekuasaan yang telah digenggam kepada orang lain yang masih merupakan kalangan sanak keluarga, yang dimaksud

dengan elit lokal adalah mereka yang merupakan golongan Andi, Petta, dan Puang.

a. Relasi sebagai “permainan strategis”

Relasi sebagai permainan strategis merupakan hubungan kekuasaan yang melibatkan orang-orang yang merdeka di suatu daerah yang murni dilakukan sebagai srategis dalam tujuan yang diinginkan.

Relasi sebagai permainan strategis merupakan salah satu indikator dari variabel relasi kuasa. Maka untuk mengetahuinya dapat kita lihat dari hasil pengelolaan data dari 93 orang responden dan hasil wawancaranya.

Diagram 4.4

Hubungan Kekuasaan Dari Pihak Yang Memegang Peranan Penting

Sumber : Data Primer, Kuesioner Penelitian, 2021

Berdasarkan diagram di atas dapat dilihat bahwa tanggapan responden tentang hubungan kekuasaan dari pihak yang memegang peranan penting terdapat relasi karena ada 21 orang atau 23% yang memilih kategori sangat setuju dan 67 orang atau 72% yang memilih

23%

72%

5% 0% 0%

PERSENTASE (%)

Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju sangat tidak setuju

kategori setuju. Untuk kategori kurang setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada yang memilih. Hal ini membutikan bahwa terdapat hubungan kekuasaan dari pihak-pihak yang memegang peranan penting terhadap kemenangan Andi Muhammad Ridwan pada Pemilihan Kepala Desa Lappa Bosse. Seperti yang disampaikan oleh informan W selaku aparat Desa Lappa Bosse yanga mengatakan bahwa :

“Hubungan kekuasaan terhadap orang penting ini memang sudah ada sejak dulu jadi tidak bisa dipungkiri kekuasan dari orang-orang tersebut dijadikan strategi bagi mereka dari golongan tersebut untuk mendapatka kekuasaan di daerah….“(hasil wawancara tanggal 03 Mei 2021).

Kemudian diperjelas oleh informan lain yaitu L bahwa :

“…hubungan seperti itu benar adanya karna itu saling menguntungkan baik pihak Andi Muhammad Ridwan maupun orang-orang ini yang bekerja sama dengan beliau…“(hasil wawancara tanggal 05 Mei 2021).

Adanya relasi kuasa dari golongan pihal-pihak yang memegang peranan penting menjadi strategi utama dalam mendapatkan kursi kepemimpinan. Hal ini dapat dilihat pada tanggapan responden mengenai relasi kuasa yang terdiri dari golongan orang penting menjadi poin utama dalam mencapai tujuan kemudian diperkuat dengan hasil wawancara dengan beberapa informan dari masyarakat dan pemuda Lappa Bosse.

Hubungan kekuasaan dari golongan penting untuk mencapai kepentingan bersama.

Diagram 4.5

Kekuasaan Dari Andi/Petta/Puang

Sumber : Data Primer, Kuesioner Penelitian, 2021

Berdasarkan diagram di atas dapat dilihat tanggapan responden mengenai kuasa Andi/Petta/Puang, tanggapan responden tertinggi adalah kategori setuju yaitu sebanyak 55 orang atau 59%, kemudian kategori sangat setuju sebanyak 25 orang atau 27%, kategori kurang setuju sebanyal 13 atau 14 % dan kategori tidak setuju serta kategori sangat tidak setuju tidak ada. Ini berarti bahwa kekuasaan Andi/Petta/Puang bukan sepenuhnya menjadi strategi dalam Pemilihan Kepala Desa karna masih ada orang yang memilih kategori kurang setuju .Seperti yang dikatakan oleh H Tokoh Pemuda bahwa :

“…Kalangan dari Andi/Petta/Puang dikenal sebagai kalangan bangsawan dan orang-orang yang dari kalangan tersebut bisa dianggap mereka orang terpandang sehingga ini dugunakan oleh mereka untuk menarik perhatian masyarakat tapi bukan hanya itu banyak strategi lain juga selain membawa nama bangsawan seperti halnya karna mereka memang cerdas…“ (hasil wawancara tanggal 20 Mei 2021).

27%

59%

14%

0% 0%

PERSENTASE (%)

Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju sangat tidak setuju

Kemudian menurut L selaku masyarakat mengatakan bahwa :

“….Walaupun sekarang sudah modern tapi orang-orang yang bergelar Andi/Petta/puang ini dipandang sebagai orang yang dapat dipercaya oleh karnanya ini merupakan suatu peluang bagi mereka terutama pada saat Pemilihan Kepala Desa…”(hasil wawancara tanggal 05 Mei 2021).

Berdasarkan hasil tanggapan responden dan dari hasil wawancara kepada informan mengenai kekuasaan dari Andi/Petta/puang menjadi strategi dalam pemilihan kepala desa Lappa Bosse memang benar adanya akan tetapi selain daripada kuasa Andi/Petta/Puang masih ada strategi lainnya dalam memenangkan suatu pemilihan Kepala Desa.

Diagram 4.6

Hubungan Kalangan Andi Dengan Masyarakat

Sumber : Data Primer, Kuesioner Penelitian, 2021

Berdasarkan diagram di atas dapat dilihat kategori sangat setuju sebanyak 18 orang atau 19%, kemudian kategori setuju sebanyak 56 orang atau 56%, sedangkan kategori kurang setuju 20 orang atau 22%,dan kategori tidak setuju 3 orang atau 3%. Dan kategori bagian Ini berarti

19%

56%

22%

3% 0%

PERSENTASE (%)

Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat tidak setuju

hubungan Andi dengan Masyarakat dalam pemelihan kepala Desa masih kurang karna masih ada memilih kategori kurang setuju dan tidak setuju.

Hal ini diperjelas oleh H yang merupakan masyarakat desa lappa bosse mengatakan bahwa :

“. ..kalau tentang maslah kerja samanya Masyarakat yang dukungki Puang Andi Ridwan bekerjasamai juga sama kalangan Andi tidakji karna bukanji dari sana suaranya etta Desa …” (wawancara pada 07 mei 2021)

Kemudian ditambhakan oleh L sebagai masyarakat yang mengatakan bahwa :

“… begitu memang ndi hampir semua itu masyarakat bukan hanya di lappa bosse pasti nalakukan kerja sama kepada golongan Andi/Petta/Puang karna ada juga peluang disitu walaupun ya nda banyakkji suara dari situ…”(wawancara pada tanggal 05 Mei 2021).

Berdasarkan hasil tanggapan responden dan dari hasil wawancara kepada beberapa informan mengenai adanya hubungan masyarakat dengan kalangan Andi dalam pemilihan kepala desa Lappa Bosse adalah bukanlah menjadi strategi utama dalam pemilihan Kepala Desa Lappa Bosse.

Kemudian dengan adanya hubungan kerja sama antara masyarakat dengan kalangan Andi dapat menghasilkan suara yang banyak sehingga memudahkan menang dalam Pemilihan Kepala Desa Lappa Bosse.

Diagram 4.7

Para Andi/Petta/Puang Melakukan Hubungan dengan Tokoh Agama

Sumber : Data Primer, Kuesioner Penelitian, 2021

Berdasarkan diagram di atas dapat dilihat kategori sangat setuju sebanyak 23 orang atau 25%, kemudian kategori setuju sebanyak 54 orang atau 58%, sedangkan kategori kurang setuju 15 orang atau 16%,dan kategori tidak setuju 1 orang atau 1%. Dan kategori pada bagian ini bahwa relasi antara tokoh agama dengan kalangan Andi masih kurang karna masih ada memilih kategori kurang setuju dan tidak setuju. Sama halnya dengan wawancara yang dilakukan kepada informan H selaku Tokoh Pemuda ia mengatakan bahwa :

“…karna tokoh agama juga berperan penting jadi jika melakukan hubungan kerja sama dengan para tokoh agama itu juga mendapatkan dampak positif kepada keduanya namun disini tokoh agama tidak banyak yang melakukan relasi pada kalangan Andi dalam pemilihan Kepala Desa…” (hasil wawancara pada tanggal 20 mei 2021).

Berdasarkan hasil responden dan dari hasil wawancara pada informan diatas menunjukkan bahwa dengan adanya hubungan kekuasaan dari

25%

kalangan Andi/Petta/Puang kepada tokoh agama akan mendapatkan simpatik dari masyarakat sehingga ini menjadi keuntungan bagi orang-orang yang melakukan relasi untuk memperoleh kekuasaan.

Namun relasi antara tokoh agama dengan kalangan Andi pada pemilihan Kepala Desa itu masih kurang, karna masih ada tokoh agama yang tidak melakukan kerja sama dengan Andi dalam pemilihan Kepala Desa Lappa Bosse

Diagram 4.8

Sistem Kepercayaan Masyarakat Terhadap Puang Andi Ridwan

Sumber : Data Primer, Kuesioner Penelitian, 2021

Berdasarkan diagram di atas dapat dilihat tanggapan responden mengenai sistem kepercayaan masyarakat terhadap Andi Muhammad Ridwan, tanggapan responden tertinggi adalah kategori setuju yaitu sebanyak 57 orang atau 61%, kemudian kategori kurang setuju sebanyak 23 orang atau 25%, kategori sangat setuju sebanyak 10 atau 11 % dan

11%

61%

25%

3% 0%

PERSENTASE (%)

Kategori Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju

kategori tidak setuju serta kategori sangat tidak setuju tidak ada. Ini berarti bahwa masih kurang kepercayaan masyarakat kepada Andi Muhammad Ridwan karna masih ada yang memilih kurang setuju dan tidak setuju .Seperti yang dikatakan oleh H sebagai tokoh pemuda bahwa :

“…percaya kepada beliau, tapi belum sepenuhnya karna yang mencalonkan Kepala Desa dulu salah orang yang kami kenal ada beliau jadi kami pilih beliau, dan Etta Desa dianggap sudah berhasil menjadi pemimpin di Desa ini tapi masih ada yang hal yang membuat saya tidak percaya sepenuhnya kepada beliau…”(hasil wawancara pada tanggal 20 mei 2021).

Kemudian ditambahkan oleh AMR selaku Kepala Desa bahwa :

“…Masyarakat sudah percaya sama saya sehingga banyak yang pilih saya, karna menjadi seorang pemimpin itu harus perhatian kepada masyarakatnya jangan sampai sombong. Kalau ada masyarakat yang butuh bantuan kita yang kita bantu jangan hanya berdiam diri…” (hasil wawancara 17 Mei 2021).

Berdasarkan hasil responden dan dari hasil wawancara pada informan diatas menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kepercayaan kepada Puang Andi Muhammad Ridwan akan tetapi masih kurang karna walaupun kepemimpinan beliau dianggap berhasil dan memiliki sikap yang tegas sehingga tapi masyarakat belum bisa percaya sepenuhnya kepada Andi Muhammad Ridwan.

Dari beberapa uraian di atas berdasarkan tanggapan responden dan dari hasil wawancara dari beberapa informan, dapat dilihat pada pada tabel berikut :

Tabel 4.6 :Tanggapan Respenden Relasi Sebagai Permainan Strategis

Pertanyaan Jawaban Responden Skor

SS S KS TS STS

∑ % ∑ % ∑ % ∑ % ∑ % Relasi Kuasa Sebagai Permainan Strategis

Terdapat hubungan

Sumber : Data Primer, Kuesioner Penelitian, 2021

Pada tabel di atas, tanggapan responden tentang Relasi kuasa sebagai permainan strategis dengan skor total 1969 atau dengan skor rata-rata 393,8 dari 5 items pernyataan yang di dapatkan pada ke satu indikator. Adapun skor tertinggi dari setiap item pernyataan diberikan skor 5 dan skor terendah setiap item pernyataan diberikan skor 1. Untuk mengetahui skor maximum indikator relasi kuasa sebagai permainan srtegis adalah sebagai berikut :

Skor Maximum = Skor Tertinggi Item Pernyataan x N x Item Pernyataan

= 5x 93 x 5

= 2.325

Berdasarkan dari hasil penelitian indikator relasi kuasa sebagai permainan strategis diperoleh dari jumlah skor hasil perolehan dalam pengumpulan data kuesioner dengan sebanyak 1969 Maka tanggapan dari 93 orang responden terhadap indikator relasi kuasa sebagai permainan strategis yaitu :

Skor Perolehan × 100% = 1969 × 100 % = 84,69 % Skor Maximum 2325

Dari hasil penilaian relasi kuasa sebagai permai strategis 84,69%

yang ditetapkan, hal ini secara kontinum dapat dibuat kategori sebagai berikut :

0 20 40 60 80 84,69 100

STS TS KS S SS

0 465 930 1395 1860 2325

Keterangan :

Sangat Tidak Setuju = 1 =1 x 93 x 5 = 465 Tidak Setuju (TS) = 2 = 2 x 93 x 5 = 930

Kurang Setuju (KS) = 3 = 3 x 93 x 5 = 1395 Setuju (S) = 4 = 4 x 93 x 5 = 1860 Sangat Setuju (SS) = 5 = 5 x 93 x 5 = 2325

Berdasarkan hasil penelitian di Desa Lappa Bosse sebesar 84,69%

yang menunjukkan bahwa indikator relasi kuasa sebagai permainan strategis berada pada kategori sangat setuju. Hal tersebut menunjukkan bahwa indikator relasi kuasa sebagai permainan strategis memang benar adanya.

b. Relasi kuasa sebagai dominasi

Relasi kuasa sebgai dominasi merupakan bentuk praktik kekuasaan yang terdiri dari orang-orang yang tersubprdinasi memiliki sedikit ruang untuk bermanuver karna ruang kebebasan mereka untuk bertindak sangat terbatas karna efek dari kuasa.

Relasi kuasa sebagai dominasi merupakan salah satu indikator dari variabel relasi kuasa. Maka untuk mengetahuinya dapat kita lihat dari hasil pengelolaan data dari 93 responden dan hasil wawancaranya. Karena adanya hubungan antara pihak yang memegang peranan penting di daerah tersebut dengan pihak Andi Muhammad Ridwa pada Pilkades LappaBosse.

Diagram 4.9

Kepala Desa didukung oleh orang-orang yang memiliki kekuasaan

Sumber : Data Primer, Kuesioner Penelitian, 2021

Berdasarkan diagram di atas dapat dilihat bahwa dari 93 orang responden ternyata ada 23 orang atau 25% yang memilih kategori sangat setuju, ada 60 orang atau 64%% yang memilih kategori setuju, kemudian kategori kurang setuju ada 9 orang atau 10%, dan yang memilih tidak setuju ada 1 orang atau 1% sedangkan untuk kategori sangat tidak setuju tidak ada yang memilih. Dengan melihat tanggapan responden maka dapat disimpulkan bahwa terdapat dukungan dari kalangan peran penting kepada Kepala Desa Lappa Bosse.

Seperti halnya dari hasil wawancara oleh H yang mengatakan bahwa :

“…banyak sekali memang disini yang dukungki itu Etta desa bukan cuman masyarakat biasa tapi masyarakat yang punya peranan penting disini pilih beliau juga karna banya sekali sukaki itu etta desa…”(hasil wawancara pada tanggal 20 mei 2021).

Berdasarkan hasil tanggapan responden dan hasil dari wawancara kepada informan disimpulkan bahwa Andi Muhammad Ridwan

25%

64%

10%

1% 0%

PERSENTASE (%)

Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju

merupakan seorang pemimpin yang dikenal banyak orang sehingga yang mendukung beliau juga banyak dan hal ini didominasi oleh orang-orang yang memiliki peranan penting di Desa Lappa Bosse.

Diagram 4.10

Kampanye yang dilakukan golongan Andi/Petta/Puang

Sumber : Data Primer, Kuesioner Penelitian, 2021

Berdasarkan diagram di atas dapat dilihat bahwa dari 93 orang responden ada 22 orang atau 24% yang memilih kategori sangat setuju, kemudian kategori setuju yang memilih 53 orang atau 57%, sedangkan yang memilih kategori kurang setuju 18 orang atau 19% dan untuk kategori tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada yang memilih. Dengan melihat tabel di atas maka dapat disimpulkan bahwa adanya kampanye yang dilakukan oleh kalangan Andi/Petta/Puang dalam pemilihan Kepala

Berdasarkan diagram di atas dapat dilihat bahwa dari 93 orang responden ada 22 orang atau 24% yang memilih kategori sangat setuju, kemudian kategori setuju yang memilih 53 orang atau 57%, sedangkan yang memilih kategori kurang setuju 18 orang atau 19% dan untuk kategori tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada yang memilih. Dengan melihat tabel di atas maka dapat disimpulkan bahwa adanya kampanye yang dilakukan oleh kalangan Andi/Petta/Puang dalam pemilihan Kepala