• Tidak ada hasil yang ditemukan

2 INFLASI REGIONAL

3 PERKEMBANGAN PERBANKAN DAERAH

3.1.1. Gambaran Umum

Perkembangan perbankan di Provinsi Bengkulu pada tahun 2007 menunjukkan kinerja yang relatif membaik terlihat dari berbagai pertumbuhan yang berhasil dicapai baik di sisi penghimpunan dana maupun penyaluran kredit. Lebih pesatnya perkembangan penyaluran kredit dibanding simpanan masyarakat perbankan membuat Loan to Deposits Ratio (LDR) terlihat meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Grafik 3.1. Perkembangan Loan to Deposit Ratio (LDR) dan Non-Performing Loan (NPL) Perbankan Provinsi Bengkulu

15.74%

2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007

LDR NPL

Sumber : Laporan Bulanan Bank Umum – Bank Indonesia Bengkulu

Dibanding tahun sebelumnya, penghimpunan dana tumbuh cukup pesat mencapai 27%, sementara penyaluran kredit tumbuh dengan persentase yang lebih tinggi, yakni sebesar 42%. Kondisi ini mendorong meningkatnya LDR dari 75,80% menjadi 85,14%. Pertumbuhan kredit tersebut juga diikuti dengan membaiknya kualitas kredit. Rasio Non

Perbankan Daerah Performing Loan (NPL) tahun 2007 sebesar 2,47% mengalami perbaikan 0,59% dibanding tahun 2006 yang sebesar 3,06% dan masih dibawah rasio yang dipersyaratkan oleh Bank Indonesia.

Pada grafik 3.2 dibawah terlihat bahwa DPK dan kredit perbankan di Provinsi Bengkulu memiliki trend peningkatan sejak tahun 2000.

Grafik 3.2. Perkembangan Dana Pihak Ketiga dan Kredit Perbankan Provinsi Bengkulu

dalam jutaan rupiah

-500,000 1,000,000 1,500,000 2,000,000 2,500,000 3,000,000 3,500,000 4,000,000

2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007

DPK Kredit

Sumber : Laporan Bulanan Bank Umum – Bank Indonesia Bengkulu

Sementara itu kondisi profitabilitas perbankan yang ditandai dengan rasio Return on Assets (ROA) perbankan mengalami peningkatan di tahun 2007. ROA meningkat dari 4% menjadi 4,44% pada tahun 2007.

3.1.2. Perkembangan Bank Umum a. Kelembagaan

Secara kelembagaan, pada tahun 2007 terdapat penambahan perbankan yang baru beroperasi di Provinsi Bengkulu. Perbankan yang melakukan pembukaan kantor cabang adalah PT. Bank Sinarmas. Dengan penambahan ini secara keseluruhan jaringan kantor pelayanan bank di Provinsi Bengkulu menjadi sebanyak 178 kantor yang terdiri dari 1 Kantor Pusat, 19 Kantor Cabang, 35 Kantor

Perbankan Daerah Cabang Pembantu, 18 Kantor Kas, 44 Kantor Unit dan 5 Payment Point serta didukung oleh 56 ATM.

b. Perkembangan Aset

Aset bank umum di Provinsi Bengkulu pada tahun 2007 mengalami peningkatan cukup signifikan mencapai 27,16% atau sebesar Rp973.476 juta dibanding tahun 2006. Bank pemerintah menyumbang kenaikan lebih besar dibanding bank swasta. Porsi aset bank pemerintah di tahun ini mencapai 79,63% sedangkan bank swasta hanya 20,37%. Salah satu pendorong kenaikan aset perbankan dari sisi pasiva adalah meningkatnya dana pihak ketiga yang dimiliki perorangan.

Grafik 3.3. Komposisi Aktiva Produktif Bank Umum di Provinsi Bengkulu

dalam jutaan rupiah

Kredit Non-kredit

-500,000 1,000,000 1,500,000 2,000,000 2,500,000 3,000,000 3,500,000 4,000,000

2004 2005 2006 2007

Sumber : Laporan Bulanan Bank Umum – Bank Indonesia Bengkulu

Dari grafik di atas terlihat secara proporsi aktiva produktif perbankan didominasi oleh kredit yang mencapai 80%. Laju pertumbuhan aktiva produktif perbankan yang ditempatkan pada kelompok kredit mencapai 42,11% sedangkan non-kredit menurun sebesar 3,48% dibandingkan tahun 2006. Perkembangan aktiva produktif perbankan mengalami pertumbuhan sebesar 33,08%

dibandingkan tahun 2006, dimana pertumbuhan terbesar berasal dari kredit yang diberikan dan tagihan lainnya sebesar 42% dan 25%.

Perbankan Daerah Grafik 3.4. Perkembangan NPL Bank Umum di Provinsi

Bengkulu

Bank Pemerintah

Bank Swasta 0.00%

0.50%

1.00%

1.50%

2.00%

2.50%

3.00%

3.50%

4.00%

2004 2005 2006 2007

Sumber : Laporan Bulanan Bank Umum – Bank Indonesia Bengkulu

Sementara itu, kualitas aktiva produktif terutama kredit mengalami perkembangan yang baik ditandai dengan penurunan rasio kredit bermasalah (Non-performing Loan). NPL menurun dari 3,06% pada tahun 2006 menjadi 2,47% di tahun 2007.

Kecenderungan penurunan kredit bermasalah ini umumnya berasal dari bank pemerintah sedangkan bank swasta terlihat mengalami kenaikan NPL meski tidak signifikan. Sedangkan sektor yang mengalami kredit bermasalah terbesar adalah sektor industri, perdagangan dan konstruksi masing-masing dengan NPL sebesar 7,90%, 6,37% dan 5,88%.

c. Perkembangan Dana Pihak Ketiga (DPK)

Dibanding tahun sebelumnya, dana pihak ketiga di bank umum mengalami kenaikan mencapai 26,51% dari Rp2.759.744 juta menjadi Rp3.491.443 juta. Selama tahun 2007, pertumbuhan deposito dan tabungan mengalami kenaikan tertinggi dibanding komponen lainnya. Dibanding tahun sebelumnya, tabungan tumbuh 45,14% sedangkan giro meningkat 11,71%.

Pertumbuhan tabungan yang cukup tinggi disebabkan bertambahnya dana perorangan yang tersimpan di bank umum di Provinsi Bengkulu. Tabungan juga mengalami peningkatan cukup tinggi di tahun laporan. Preferensi masyarakat terlihat cukup tinggi

Perbankan Daerah dalam menempatkan dananya di tabungan ditengah gejala menurunnya tingkat imbalan yang diberikan perbankan.

Grafik 3.5. Perkembangan Penghimpunan Dana Bank Umum Provinsi Bengkulu Tahun 2007

dalam jutaan rupiah kecuali disebutkan lain

B unga Giro B unga Tabungan B unga Depo sito

Sumber : Laporan Bulanan Bank Umum – Bank Indonesia Bengkulu

Sementara dilihat dari porsi kepemilikan dana pihak ketiga di bank umum, simpanan milik masyarakat mengalami pertumbuhan cukup tinggi mencapai 41,04% dan diikuti pertumbuhan dana milik BUMN/perseroan sebesar 28,04%.

Grafik 3.6. Perkembangan Kepemilikan DPK di Bank Umum

dalam jutaan rupiah

Sumber : Laporan Bulanan Bank Umum – Bank Indonesia Bengkulu

Perbankan Daerah d. Penyaluran Kredit Bank Umum di Provinsi Bengkulu

Perkembangan kredit pada tahun 2007 sangat menggembirakan ditandai dengan kenaikan kredit yang mendekati 42.11% dibanding tahun sebelumnya. Walaupun sebagian besar masih disalurkan untuk kredit konsumsi namun terlihat adanya gejala peningkatan kredit modal kerja. Kredit yang disalurkan untuk kegiatan modal kerja tumbuh sebesar 43,67% sementara kredit konsumsi tumbuh 40,78%. Total kredit yang disalurkan perbankan yang berada di Provinsi Bengkulu pada tahun laporan mencapai Rp2.972.779 juta dimana 53,62% disalurkan dalam bentuk kredit konsumsi dan sisanya berbentuk kredit modal kerja dan investasi.

Sektor primer dan sekunder yang merupakan leading sector perekonomian daerah ini menerima kredit yang lebih dominan dibanding sektor lain. Kredit yang diterima sektor perdagangan, pertanian, industri dan konstruksi mencapai Rp1.071.627 juta atau 36,05% dari seluruh kredit yang disalurkan bank umum.

Grafik 3.7. Perkembangan Penyaluran Kredit Bank Umum di Provinsi Bengkulu

Sumber : Laporan Bulanan Bank Umum – Bank Indonesia Bengkulu

Konsistensi bank umum di daerah ini terlihat sangat baik dimana dana yang dikumpulkan oleh perbankan sebagian besar disalurkan kembali dalam bentuk kredit di dalam Provinsi Bengkulu.

Perbankan Daerah Jumlah kredit yang disalurkan ke dalam daerah mencapai 98,43%

dan hanya 1,57% atau sebesar Rp32.870 juta yang disalurkan ke daerah lain di luar Bengkulu.

Kota Bengkulu masih menjadi daerah favorit dalam penyaluran kredit oleh perbankan. Kota Bengkulu menerima hampir 60,49% dari seluruh kredit bank umum dengan pertumbuhan kredit tertinggi dibanding tahun sebelumnya yaitu sebesar 88,22% dan diikuti Kabupaten Bengkulu Selatan, Seluma dan Kaur mencapai 22,41%.

Grafik 3.8. Penyaluran Kredit Bank Umum di Provinsi Bengkulu Menurut Lokasi Penyaluran

dalam jutaan rupiah

-500,000 1,000,000 1,500,000 2,000,000 2,500,000 3,000,000 3,500,000

2004 2005 2006 2007

Luar Provinsi Kota Bengkulu

Rejang Lebong, Lebong, Kepahiang Bkl. Utara, Muko-Muko

Bkl. Selatan, Seluma, Kaur

Sumber : Laporan Bulanan Bank Umum – Bank Indonesia Bengkulu

e. Kredit yang Disalurkan ke Provinsi Bengkulu

Jumlah penyaluran kredit yang masuk ke Provinsi Bengkulu baik dari bank umum yang berlokasi di Provinsi Bengkulu maupun dari bank lain yang berada di luar Provinsi Bengkulu juga mengalami kenaikan. Kenaikan kredit yang mengalir ke Provinsi Bengkulu mencapai 39,48% dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan penyaluran kredit tertinggi dilakukan oleh bank umum yang berdomisili di provinsi yaitu mencapai 44,38%.

Perbankan Daerah Tabel 3.1. Perkembangan Kredit yang Disalurkan ke Provinsi

Bengkulu Bank Umum di Bengkulu

Bank Umum di luar Bengkulu

1.646.361

Jumlah 1.884.470 2.431.878 3.392.012 39,48%

Sumber : Laporan Bulanan Bank Umum – Bank Indonesia Bengkulu

f. Persetujuan dan Realisasi Kredit Baru

Jumlah kredit yang disetujui oleh bank umum selama tahun 2007 terlihat berfluktuasi. Persetujuan kredit baru mencapai puncaknya pada bulan Desember yaitu sebesar Rp351.901 juta.

Sedangkan realisasi kredit yang dilakukan nasabah mencapai puncaknya pada bulan November yaitu sebesar Rp311.259 juta.

Grafik 3.9. Realisasi Kredit Baru dan Kredit yang Disetujui oleh Bank Umum Tahun 2007

dalam jutaan rupiah

Jan Feb Mar April Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec

Realisasi Kredit Kredit disetujui

Sumber : Laporan Bulanan Bank Umum – Bank Indonesia Bengkulu

Jumlah kredit yang tidak direalisasikan oleh nasabah (undisbursed loan) tertinggi terjadi pada bulan November dengan jumlah sebesar Rp155.229 juta. Sedangkan, kredit yang belum direalisasikan oleh nasabah pada triwulan IV tahun 2007 mengalami kenaikan bila dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut mencapai 2,30% atau sebesar Rp2.514 juta. Selama tahun 2007,

Perbankan Daerah jumlah kredit yang belum direalisasikan mencapai jumlah tertinggi pada triwulan III-2007.

Tabel 3.2. Perkembangan Kredit yang Belum Direalisasikan (Undisbursed Loan)

dalam jutaan rupiah

Tahun 2006 Tahun 2007

Trw. IV Trw. I Trw. II Trw. III Trw. IV

109.421 91.802 94.208 119.621 111.935 Sumber : Laporan Bulanan Bank Umum – Bank Indonesia Bengkulu

Dokumen terkait