BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Perusahaan
PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) Medan merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam bidang perkebunan dan berkedudukan di Sumatera Utara. PT Perkebunan Nusantara IV (Persero), disingkat PTPN IV, dibentuk berdasarkan PP No. 9 Tahun 1996, tanggal 14 Pebruari 1996. Perusahaan yang berstatus sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini merupakan penggabungan kebun-kebun di Wilayah Sumatera Utara dari eks PTP VI, PTP VII dan PTP VIII.
4.1.2 Visi dan Misi Perusahaan
PT. Perkebunan Nusantara IV memiliki Visi yaitu “Membangun PTP
Nusantara IV (Persero) menjadi perusahaan agri bisnis perkebunan yang tangguh dan mampu bersaing, baik di sektor hulu dan hilir di tingkat nasional dan regional”.
Sedangkan Misi dari PT.Perkebunan Nusantara IV adalah sebagai berikut : 1. Menjalankan usaha agri bisnis perkebunan di bidang perkebunan kelapa sawit, kakao, dan teh, serta menghasilkan produk minyak sawit, inti sawit, biji kakao kering, teh jadi, serta produk turunannya yang berkualitas untuk memberikan kepuasan bagi pelanggan.
2. Meningkatkan daya saing produk secara terus menerus yang didukung oleh sistem, cara kerja, dan lingkungan kerja yang mendorong munculnya kreatifitas dan inovasi untuk meningkatkan produktifitas dan efisiensi.
3. Menghasilkan laba yang berkesinambungan untuk menjamin pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan perusahaan serta memberikan manfaat dan nilai tambah yang optimal bagi pemegang saham, karyawan dan stakeholder lainnya.
4. Mengelola usaha untuk meningkatkan nilai perusahaan secara profesional dengan berpegang teguh pada nilai-nilai etika bisnis dan senantiasa berpedoman pada tata kelola perusahaan secara sehat.
5. Memberikan perhatian dan peran yang sungguh-sungguh dalam membangun kemitraan dan mengembangkan masyarakat lingkugnan (community
development), koperasi, usaha kecil dan menengah, serta kelestarian
lingkungan hidup. 4.1.3 Strategi Perusahaan
Adapun strategi yang dilakukan oleh perusahaan dalam mencapai tujuannya adalah sebagai berikut :
1. Peningkatan produktivitas dan efisiensi melalui penerapan praktek-praktek bisnis terbaik mencakup baku teknis, manajemen, dan sistem kerja.
2. Mengadakan peremajaan/replanting tanaman secara teratur setiap tahun. 3. Optimalisasi kapasitas pabrik dengan melakukan pembelian TBS pihak III
4. Penerapan Standard Operations Procedure (SOP), pemeliharaan panen, pengolahan dan perawatan pabrik secara konsisten.
5. Menerapkan Preventive Maintenance dan Replacement atau penggantian mesin.
6. Membangun membina pengamanan terpadu yang melibatkan seluruh SDM unit dan aparat keamanan.
4.1.4 Kegiatan dan Usaha Perusahaan
PT.Perkebunan Nusantara IV yang bergerak dalam usaha perkebunan mengelola 2 (tiga) komoditi utama, yakni kelapa sawit, kakao dan teh yang dilengkapi dengan sarana pengolahannya berupa Pabrik Kelapa Sawit, Pabrik Pengeringan Biji Kakao, dan Pabrik Pengolahan Pucuk Teh. Perusahaan disamping mengelola perkebunan, juga mengusahakan industri hilir berupa Pabrik Fraksionasi dan Refinasi (Pabrik Minyak Nabati) produksi yang dihasilkan RBD Olein, Crude Stearin dan Fatty Acid. Kemudian ada pula Pabrik Esktrasi Inti Sawit dengan produksi yang dihasilkan Palm Karnel Meal.
Kegiatan usaha perusahaan tersebut terletak di atas luas areal lahan seluas 151.958 Ha areal konsesi, yang tersebar di 8 (delapan) Kabupaten Daerah Tingkat II yaitu : Kab. Simalungun, Kab. Serdang Bedagai, Kab. Asahan, Kab. Labuhan Batu, Kab. Langkat, Kab. Toba Samosir, Kab. Tapanuli Selatan, Kab. Tapanuli Utara dan Kodya Medan.
4.1.5 Struktur Organisasi
Struktur organisasi merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh pimpinan perusahaan. Struktur organisasi juga dapat memberikan gambaran secara skematis tentang hubungan kerjasama antara orang-orang yang terdapat dalam organisasi dengan jelas.
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 156/KMK.016/1994, Direktur dibantu oleh 4 orang yaitu : Direktur Keuangan, Direktur Produksi, Direktur SDM dan Umum, dan Direktur Pemasaran. Dimana, Dewan Direksi bertanggungjawab kepada Komisaris yang merupakan wakil dari Departemen Keuangan sebagai pemegang saham. Anggota Direksi dan Dewan Komisaris diangkat oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk jangka waktu 5 tahun. Tugas dan wewenang Direksi dan Komisaris diatur dalam pasal 11 dan 16 dari Anggaran Dasar Perseroan. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 04.13/Kpts/43/VIII/2003 tanggal 27 Agustus 2003 susunan organisasi perusahaan adalah sebagai berikut :
Struktur organisasi PT. Perkebunan Nusantara IV adalah struktur organisasi lini (garis), dimana setiap bagian dalam organisasi bertanggungjawab pada satu bagian saja. Sebagaimana telah disusun bahwa dalam struktur organisasi PT. Perkebunan Nusantara IV pimpinan tertinggi ditangani oleh Direksi dibawah pengawasan Komisaris. Namun sehubungan dibentuknya Direktorat Perencanaan dan Pengembangan Usaha, serta dengan ditiadakannya Direktorat Pemasaran, dan sementara sebelum adanya penetapan struktur yang defenitif, maka hubungan internal perusahaan diatur sesuai struktur organisasi sebagai berikut :
4.1.6 Bidang-bidang Kerja / Job Description
PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) Medan sesuai dengan SK Direksi No. 04.13/Kpts/43/VIII/2003 tentang organisasi dan tata kerja mempunyai beberapa bidang yaitu terdiri dari :
1. Kepala Bagian Sekretaris
Tugas Pokok :
Membantu dan memberikan saran/pemikiran kepada Direksi (Direktur Utama) dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajemen di bidang sekretariat, aspek legal dan kepatuhan, aspek manajemen hubungan investor, aspek komunikasi perusahaan, hubungan masyarakat, dan protokoler.
2. Kepala Bagian Satuan Pengawasan Intern
Tugas Pokok :
Membantu dan memberikan saran/pemikiran kepada Direktur Utama dalam melaksanakan fungsi-fungsi pengawasan perusahaan di bidang penggunaan sumber daya operasional serta sistem dan prosedur untuk menciptakan efektivitas dan efisiensi perusahaan.
3. Kepala Bagian Tanaman
Tugas Pokok :
Membantu dan memberikan saran/pemikiran kepada Direksi dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajemen di bidang produksi tanaman.
4. Kepala Bagian Teknik
Tugas Pokok :
Membantu dan memberikan saran/pemikiran kepada Direksi dalam melaksanakan fungsi-fungsi Manajemen di bidang teknik.
5. Kepala Bagian Pengolahan
Tugas Pokok :
Membantu dan memberikan saran/pemikiran kepada Direksi dalam melaksanakan fungsi-fungsi Manajemen di bidang pengolahan.
6. Kepala Bagian Perencanaan, Pengkajian, dan Pengembangan
Tugas Pokok :
Membantu dan memberikan saran/pemikiran kepada Direksi dalam melaksanakan fungsi-fungsi Manajemen di bidang perencanaan, pengkajian, pengembangan perusahaan, dan risk management.
7. Kepala Bagian Keuangan
Tugas Pokok :
Membantu dan memberikan saran/pemikiran kepada Direksi dalam melaksanakan fungsi-fungsi Manajemen di bidang keuangan.
8. Kepala Bagian Akuntansi
Tugas Pokok :
Membantu dan memberikan saran/pemikiran kepada Direksi dalam melaksanakan fungsi-fungsi Manajemen di bidang akuntansi.
9. Kepala Bagian Pemasaran
Tugas Pokok :
Membantu dan memberikan saran/pemikiran kepada Direksi dalam melaksanakan fungsi-fungsi Manajemen di bidang pemasaran.
10. Kepala Bagian Pengadaan
Tugas Pokok :
Membantu dan memberikan saran/pemikiran kepada Direksi dalam melaksanakan fungsi-fungsi Manajemen di bidang pengadaan.
11. Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (SDM)
Tugas Pokok :
Membantu dan memberikan saran/pemikiran kepada Direksi dalam melaksanakan fungsi-fungsi Manajemen di bidang Sumber Daya Manusia. 12. Kepala Bagian Umum
Tugas Pokok :
Membantu dan memberikan saran/pemikiran kepada Direksi dalam melaksanakan fungsi-fungsi Manajemen di bidang rumah tangga perusahaan, hukum, pertahanan, dan keamanan.
13. Kepala Bagian PUKK/KBL
Tugas Pokok :
Membantu dan memberikan saran/pemikiran kepada Direksi dalam melaksanakan fungsi-fungsi Manajemen di bidang Pembinaan Usaha Kecil & Koperasi/Kemitraan Bina Lingkungan (PUKK/KBL).
Untuk melakukan fungsi pembinaan dan pengendalian, Unit Usaha dibagi dalam 6 (enam) Grup Unit Usaha yang dibawahi oleh manajer Grup yang bertanggungjawab pada Direksi, yang terdiri dari :
1. GUU – I : Bah Jambi, Balimbingan, Tonduhan, Pasir Mandoge, Sei Kopas, Dolok Sinumbah dan Marihat.
2. GUU – II : Gunung Bayu, Mayang, Bukit Lima, Dolok Hilir, Laras dan Tanah Itam Ulu.
3. GUU – III : Pabatu, Adolina, Air Batu, Tinjowan Sawit-I, Tinjowan Sawit-II, Tinjowan Kakao, dan Sawit Langkat.
4. GUU – IV : Pulu Raja, Berangir, Ajamu-I, Ajamu-II, Sosa, dan PKS Sosa. 5. GUU – V : Marjandi, Bah Butong, Sidamanik, Tobasari, Sibosur, dan Bah
Birong Ulu.
6. GUU – VI : RS. Laras, RS. Pabatu, dan RS. Balimbingan.
Adapun yang menjadi tugas pokok Manajer Grup Unit Usaha adalah sebagai berikut :
1. Memimpin Grup Unit Usaha untuk mencapai kinerja (hasil usaha) secara efektif dan efisien sesuai dengan sasaran dan kebijakan yang digariskan oleh Direksi.
2. Mengkoordinir, membina serta mengendalikan pengelolaan unit usaha yang ada di dalam grupnya untuk mencapai kinerja masing-masing unit usaha dalam kesatuan tujuan Grup Unit Usaha secara efektif dan efisien.
4.2 Hasil Penelitian
4.2.1 Uji Validitas dan Realibilitas
Uji validitas dilakukan untuk mengukur apakah data yang didapat setelah penelitian merupakan data yang valid dengan alat ukur yang digunakan (kuesioner). Pengujian validitas dan reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan bantuan software SPSS (Statistic Package and Social Science ) 16.0 for windows. 1. Uji Validitas
Uji validitas dilakukan dengan menggunakan program SPSS 16.0 dengan kriteria sebagai berikut :
a. Jika r hitung > r tabel maka pertanyaan dinyatakan valid. b. Jika r hitung < r tabel maka pertanyaan dinyatakan tidak valid.
c. Nilai r hitung dapat dilihat pada kolom corrected item total correlation. Penyebaran kuesioner khusus dalam uji validitas dan reliabilitas diberikan kepada 30 responden diluar dari responden penelitian, tetapi memiliki karakteristik yang sama dengan responden penelitian. Nilai r tabel dengan ketentuan df = jumlah kasus = 30 dan tingkat signifikansi sebesar 5% , maka angka yang diperoleh = 0.361.
Tabel 4.1 Uji Validitas I
Pernyataan r hitung r tabel Validitas
Butir 1 0.652 0.361 Valid
Butir 2 0.634 0.361 Valid
Butir 3 0.545 0.361 Valid
Butir 4 0.673 0.361 Valid
Butir 5 0.766 0.361 Valid
Butir 6 0.307 0.361 Tidak Valid
Butir 7 0.304 0.361 Tidak Valid
Butir 8 0.714 0.361 Valid
Butir 9 0.407 0.361 Valid
Butir 10 0.588 0.361 Valid
Butir 11 0.355 0.361 Tidak Valid
Butir 12 0.752 0.361 Valid Butir 13 0.659 0.361 Valid Butir 14 0.664 0.361 Valid Butir 15 0.806 0.361 Valid Butir 16 0.739 0.361 Valid Butir 17 0.466 0.361 Valid Butir 18 0.475 0.361 Valid Butir 19 0.537 0.361 Valid Butir 20 0.724 0.361 Valid
Butir 21 0.208 0.361 Tidak Valid
Butir 22 0.466 0.361 Valid
Butir 23 0.327 0.361 Tidak Valid
Butir 24 0.720 0.361 Valid
Sumber: Hasil Pengolahan SPSS 16.0 (2011)
Terlihat pada pernyataan nomor 6,7,11,21 dan 23 data tidak valid karena r tabel untuk responden 30 orang adalah 0.361, sedangkan nilai r hitung pertanyaan nomor 6,7,11,21 dan 23 di bawah 0.361. Berarti pertanyaan yang tidak valid harus dibuang, setelah itu dilakukan pengujian kembali.
Tabel 4.2 Uji Validitas II
Pernyataan r hitung r tabel Validitas
Butir 1 0.673 0.361 Valid Butir 2 0.649 0.361 Valid Butir 3 0.557 0.361 Valid Butir 4 0.676 0.361 Valid Butir 5 0.788 0.361 Valid Butir 8 0.703 0.361 Valid Butir 9 0.373 0.361 Valid Butir 10 0.552 0.361 Valid Butir 12 0.730 0.361 Valid Butir 13 0.658 0.361 Valid Butir 14 0.693 0.361 Valid Butir 15 0.836 0.361 Valid Butir 16 0.753 0.361 Valid Butir 17 0.456 0.361 Valid Butir 18 0.419 0.361 Valid Butir 19 0.512 0.361 Valid Butir 20 0.746 0.361 Valid Butir 22 0.525 0.361 Valid Butir 24 0.736 0.361 Valid
Sumber: Hasil Pengolahan SPSS 16.0 (2011)
Tabel 4.2 menunjukkan bahwa seluruh butir pertanyaan telah valid karena r hitung > r tabel. Dengan demikian, kuesioner dapat dilanjutkan pada tahap pengujian reliabilitas.
2. Uji Reliabilitas
Menurut Ghozali dan Koncoro (dalam Ginting dan Situmorang, 2008:179) butir pertanyaan yang sudah dinyatakan valid dalam uji validitas akan ditentukan reliabilitasnya dengan kriteria sebagai berikut:
1. Menurut Ghozali jika nilai Cronbach's Alpha > 0.60 maka pertanyaan reliabel.
2. Menurut Kuncoro jika nilai Cronbach's Alpha > 0.80 maka pertanyaan reliabel.
Tabel 4.3 Uji Reliabilitas
r alpha / Cranbach alpha Jumlah Pertanyaan
0.935 19
Sumber: Hasil Pengolahan SPSS 16.0 (2011)
Pada pengujian reliabilitas nilai cronbach alpha harus lebih besar atau sama dengan nilai instrumen cronbach alpha maka dapat dikatakan reliabel. Dari Tabel 4.3 dapat dilihat bahwa nilai Cronbach alpha > Instrumen Cronbach alpha yang berarti bahwa instrumen tersebut reliabel dan dapat disebarkan kepada responden untuk dijadikan sebagai instrumen penelitian.
4.2.2 Analisis Deskiptif Responden
Analisis deskriptif merupakan cara merumuskan dan menafsirkan data yang ada sehingga memberikan gambaran yang jelas mengenai hasil pengumpulan data primer berupa kuesioner yang telah diisi oleh responden. Dari kuesioner tersebut dapat dilihat gambaran umum mengenai karakteristik responden, antara lain berdasarkan umur, jenis kelamin dan pendidikan karyawan yang bekerja di Bagian Sumber Daya Manusia PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero). Berikut dijelaskan data deskriptif sebagai berikut :
Tabel 4.4 Identitas Responden No. Karakteristik Jumlah Responden (karyawan) % 1. Umur (Tahun) < 25 7 17,9 25 – 40 15 38,4 > 40 17 43,5 Jumlah 39 100
2. Jenis Kelamin Pria 21 53,8
Wanita 18 46,1 Jumlah 39 100 3. Pendidikan SMA 9 23 Perguruan Tinggi 27 69,2 Lainnya 3 7,6 Jumlah 39 100
Sumber : Hasil Penelitian, 2011 (data diolah)
Berdasarkan Tabel 4.4 di atas, dapat dilihat bahwa :
a. Total responden adalah sebanyak 39 orang, berdasarkan umur responden maka diperoleh responden yang berumur dibawah 25 tahun adalah sebanyak 7 orang atau 17,9%, umur 25 s/d 40 tahun sebanyak 15 orang atau 38,4% dan umur diatas 40 sebanyak 17 orang atau 43,5%. Hal ini menunjukkan bahwa responden terbanyak yaitu yang berumur diatas 40 tahun di mana merupakan responden golongan usia tua, artinya golongan usia diatas 40 tahun sudah lama bekerja di PT. Perkebunan Nusantara IV Medan (Persero) selama puluhan tahun.
b. Berdasarkan jenis kelamin, dapat diketahui 21 orang atau 53,8% responden adalah pria dan 18 orang atau 46,1% responden adalah wanita. Hal ini menunjukkan bahwa responden terbanyak adalah yang berjenis kelamin pria karena PT. Perkebunan Nusantara IV Medan (Persero) lebih
mengutamakan tenaga kerja pria dibandingkan tenaga kerja yang dihasilkan wanita yang kebanyakan merupakan staf biasa.
c. Berdasarkan jenjang pendidikan responden, dapat diketahui bahwa responden yang merupakan tamatan SMA sebanyak 9 orang atau 23%, tamatan perguruan tinggi sebanyak 27 orang atau 69,2%, dan tamatan yang bersal dari instansi pendidikan lainnya sebanyak 3 oarang atau 7,6%. Hal ini menandakan jenjang perguruan tinggi memiliki jumlah karyawan yang dominan yang artinya sebagian besar karyawan memiliki pengetahuan dan wawasan yang lebih tinggi tingkatannya dibandingkan karyawan lainnya.
4.2.3 Analisis Deskriptif Variabel
Kuesioner yang dilakukan dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan skala Likert untuk menanyakan tanggapan karyawan mengenai koordinasi dan pendelegasian wewenang di Bagian Sumber Daya Manusia PT. Perkebunan Nusantara IV Medan (Persero).
a. Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Nilai Lingkungan Kerja
Tabel 4.5
Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Nilai Koordinasi
Indikator Penelitian (Pernyataan)
Frekuensi Pendapat Responden (%)
Total (%) Skor : 5 SS Skor : 4 S Skor : 3 KS Skor : 2 TS Skor : 1 STS N % N % N % N % N % N % 1 1 2,6 17 43,6 17 43,6 4 10,3 0 0 39 100 2 2 5,1 24 61,5 8 20,5 5 12,8 0 0 39 100 3 0 0 8 20,5 20 51,3 10 25,6 1 2,6 39 100 4 3 7,7 16 41 15 38,5 5 12,8 0 0 39 100 5 1 2,6 5 12,8 17 43,6 14 35,9 2 5,1 39 100 Sumber: Data Primer dengan pengolahan SPSS 16.0 (2011)
Hasil jawaban kuesioner yang diperoleh dari 39 orang responden untuk variabel lingkungan kerja pada tabel 4.5 yaitu:
a) Pada pernyataan pertama (Anda selalu membuat keputusan bersama-sama dengann tim kerja Anda) sebanyak 1 orang atau 2,6% yang menyatakan sangat setuju, 17 orang atau 43,6% menyatakan setuju, 17 orang atau 43,6% menyatakan kurang setuju, 4 orang atau 10,3% menyatakan tidak setuju dan tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa masih kurangnya tingkat kerjasama antar karyawan dalam pengambilan keputusan bersama.
b) Pada pernyataan kedua (Anda akan mengikuti setiap keputusan yang diputuskan bersama oleh tim kerja Anda) sebanyak 2 orang atau 5,1% yang menyatakan sangat setuju, 24 orang atau 61,5% menyatakan setuju, 8 orang atau 20,5% menyatakan kurang setuju, 5 orang atau 12,8% menyatakan tidak
menunjukkan bahwa walaupun tingkat kerjasama kurang terjalin dengan baik antar sesama karyawan namun para karyawan masih menghargai pendapat dan keputusan satu sama lainnya.
c) Pada pernyataan ketiga (Komunikasi antara anda dengan rekan kerja berjalan dengan baik) sebanyak tidak ada orang yang menyatakan sangat setuju, 4 orang atau 20,5% menyatakan setuju, 20 orang atau 51,3% menyatakan kurang setuju, 10 orang atau 25,6% menyatakan tidak setuju dan 1 orang atau 2,6% menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini masih kurang baiknya komunikasi yang dilakukan antar sesama karyawan dikarenakan kurangnya kepedulian dan terjadi kenaikan tingkat ketidakhadiran sehingga menghambat kinerja karyawan.
d) Pada pernyataan keempat (Komunikasi antara anda dengan rekan kerja berjalan dengan baik) di mana 3 orang atau 7,7 yang menyatakan sangat setuju, 16 orang atau 41% menyatakan setuju, 15 orang atau 38,5% menyatakan kurang setuju, 5 orang atau 12,8% menyatakan tidak setuju dan tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menandakan bahwa baiknya hubungan yang terjalin antar karyawan sehingga tercipta suatu kekompakan dan integrasi kerja dalam suatu tim dengan lancar.
e) Pada pernyataan kelima (Pembagian tugas yang diberikan kepada Anda berjalan dengan lancar) sebanyak 1 orang atau 2,6% yang menyatakan sangat setuju, 5 orang atau 12,8% menyatakan setuju, 17 orang atau 43,6% menyatakan kurang setuju, 14 orang atau 35,9% menyatakan tidak setuju dan
2 orang 5,1% menyatakan sangat tidak setuju Hal ini menunjukkan bahwa pemberian tugas kurang terditstribusi secara merata.
b Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Nilai Pendelegasian Wewenang
Tabel 4.6
Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Nilai Pendelegasian Wewenang
Indikator Penelitian (Pernyataan)
Frekuensi Pendapat Responden (%) Total (%) Skor : 5 SS Skor : 4 S Skor : 3 KS Skor : 2 TS Skor : 1 STS N % N % N % N % n % N % 6 7 17,9 31 79,5 1 2,6 0 0 0 0 39 100 7 12 30,8 21 53,8 6 15,4 0 0 0 0 39 100 8 4 10,3 26 66,7 9 23,1 0 0 0 0 39 100 9 6 15,4 31 79,5 2 5,1 0 0 0 0 39 100
Sumber: Data Primer dengan pengolahan SPSS 16.0 (2011)
Hasil jawaban kuesioner yang diperoleh dari 39 orang responden untuk variabel Karakteristik Individu pada tabel 4.6 yaitu:
a) Pada pernyataan pertama (Atasan Anda memberikan tugas sesuai dengan kemampuan yang Anda miliki) sebanyak 7 orang atau 17,9% yang menyatakan sangat setuju, 31 orang atau 79,5% menyatakan setuju, 1 orang atau 2,6% menyatakan kurang setuju, tidak ada orang yang menyatakan tidak setuju dan tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju. Hali ini menunjukkan bahwa deskripsi kerja setiap karyawan sudah cocok dengan keahlian masing-masing karyawan.
b) Pada pernyataan (Anda memanfaatkan kekuasaan yang diberikan atasan dengan baik.) sebanyak 12 orang atau 30,8% yang menyatakan sangat setuju, 21 orang atau 53,8% menyatakan setuju, 6 orang atau 15,4% menyatakan kurang setuju,
tidak ada orang yang menyatakan tidak setuju dan tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan mampu mengemban kepercayaan yang diberikan atasan dengan baik didalam dirinya pada saat bekerja.
c) Pada pernyataan ketiga (Kekuasaan yang Anda miliki membantu Anda dalam menyelesaikan pekerjaan) sebanyak 4 orang atau 10,3% yang menyatakan sangat setuju, sebanyak 26 orang atau 66,7% menyatakan setuju, 9 orang atau 23,1% menyatakan kurang setuju, tidak ada orang yang menyatakan tidak setuju dan tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa masih kepercayaan yang diberikan atasan mampu mempermudah terselesaikannya suatu pekerjaan.
d) Pada pernyataan keempat (Anda tidak terbebani dengan tanggung jawab yang diberikan atasan kepada Anda) sebanyak sebanyak 6 orang atau 15,4% yang menyatakan sangat setuju, sebanyak 31 orang atau 79,5% menyatakan setuju, 2 orang atau 5,1% menyatakan kurang setuju, tidak ada orang yang menyatakan tidak setuju dan tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa tanggung jawab yang diemban bukan merupakan suatu masalah dalam menyelesaikan pekerjaan.
c Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Nilai Prestasi Kerja Karyawan
Tabel 4.7
Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Nilai Keberhasilan Usaha
Indikator Penelitian (Pernyataan)
Frekuensi Pendapat Responden (%) Total (%) Skor : 5 SS Skor : 4 S Skor : 3 KS Skor : 2 TS Skor : 1 STS N % N % N % N % n % N % 10 3 7,7 15 38,5 11 28,2 10 25,6 0 0 39 100 11 4 10,7 13 33,3 16 41 6 15,4 0 0 39 100 12 1 2,6 17 43,6 18 46,2 3 7,7 0 0 39 100 13 1 2,6 11 28,2 19 48,7 8 20,5 0 0 39 100 14 1 2,6 18 46,2 17 43,6 3 7,7 0 0 39 100 15 2 5,1 9 27,1 18 46,2 10 25,6 0 0 39 100 16 4 10,3 18 46,2 12 30,8 5 12,8 0 0 39 100 17 1 2,6 19 48,7 14 35,9 5 12,8 0 0 39 100 18 3 7,9 12 30,8 18 46,2 6 15,4 0 0 39 100 19 1 2,6 13 3,3 19 48,7 6 15,4 0 0 39 100 Sumber: Data Primer dengan pengolahan SPSS 16.0(2011)
Hasil jawaban kuesioner yang diperoleh dari 39 orang responden untuk variabel keberhasilan usaha pada Tabel 4.7 yaitu:
a) Pada pernyataan kesepuluh (Anda dapat menyelesaikan lebih dari satu pekerjaan dengan batas waktu yang ditentukan) sebanyak 2 orang atau 5,1% yang menyatakan sangat setuju, 9 orang atau 27,1% menyatakan setuju, 18 orang atau 46,2% menyatakan kurang setuju, 10 orang atau 25,6% menyatakan tidak setuju dan tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa hampir masih kurangnya kemampuan karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan yang jumlahnya banyak.
b) Pada pernyataan kesebelas (Anda selalu konsisten terhadap kualitas pekerjaan yang Anda kerjakan) sebanyak 4 orang atau 10,7% yang menyatakan sangat setuju,
13 orang atau 33,3% menyatakan setuju, 16 orang atau 41% menyatakan kurang setuju, 6 orang atau 15,4% menyatakan tidak setuju dan tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa masih kurangnya karyawan dalam mempertahankan konsistensi menjaga kualitas kerjanya.
c). Pada pernyataan keduabelas (Anda memahami setiap pekerjaan yang Anda kerjakan) sebanyak 1 orang atau 2,6% yang menyatakan sangat setuju, 17 orang atau 43,6% menyatakan setuju, 18 orang atau 46,2% menyatakan kurang setuju, 3 orang atau 7,7% yang menyatakan tidak setuju, dan tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan cukup mengetahu pekerjaannya masing-masing.
d). Pada pernyataan ketigabelas (Anda mampu memahami arahan yang diberikan atasan terhadap pekerjaan Anda) sebanyak 1 orang atau 2,6% yang menyatakan sangat setuju, 11 orang atau 28,2% menyatakan setuju, 19 orang atau 48,7% menyatakan kurang setuju, 8 orang atau 20,5% yang menyatakan tidak setuju, dan tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan masih kurang mampu menyerap arahan dari atasan.
e). Pada pernyataan keempatbelas (Anda akan menawarkan diri untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang diberikan) sebanyak 1 orang atau 2,6% yang menyatakan sangat setuju, 18 orang atau 46,2% menyatakan setuju, 17 orang atau 43,2% menyatakan kurang setuju, 2 orang atau 7,7% menyatakan tidak setuju, dan tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan
bahwa karyawan memiliki inisiatif yang cukup dalam menawarkan diri terhadap suatu pekerjaan yang diberikan.
f). Pada pernyataan kelimabelas (Anda tidak menunggu sampai target waktu yang ditentukan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan) sebanyak 2 orang atau 5,1% yang menyatakan sangat setuju, 9 orang atau 27,1% menyatakan setuju, 18 orang atau 46,2% menyatakan kurang setuju, 10 orang atau 25,6% menyatakan tidak setuju, dan tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat karyawan yang mengulur-ulur waktu dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.
g) Pada pernyataan keenambelas (Anda memiliki ketelitian yang baik dalam mengerjakan setiap pekerjaan yang diberikan kepada Anda) sebanyak 4 orang atau 10,3% yang menyatakan sangat setuju, 18 orang atau 46,2% menyatakan setuju, 12 orang atau 30,2% menyatakan kurang setuju, 5 orang atau 12,8% menyatakan tidak setuju, dan tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan memiliki kemampuan yang cukup dalam ketelitian menyelesaikan suatu pekerjaan.
h).Pada pernyataan ketujuhbelas (Anda selalu sigap dalam menyelesaikan setiap pekerjaan) sebanyak 1 orang atau 2,6% yang menyatakan sangat setuju, 19 orang atau 48,7% menyatakan setuju, 14 orang atau 35,9% menyatakan kurang setuju, 5 orang atau 12,8% menyatakan tidak setuju, dan tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan cukup cekatan dalam menyelesaikan pekerjaan.
i). Pada pernyataan kedelapanbelas (Anda menyukai setiap pekerjaan yang Anda