• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Umum Perusahaan

4.1.1 Sejarah Bank Jabar Banten Syariah

Bank Jabar merupakan Bank Pembangunan Daerah yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah Jawa Barat dan Banten. Pendirian Bank Jabar Banten dilatarbelakangi dengan adanya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 tahun 1960 yang menyatakan bahwa perusahaan milik Belanda yang berada di Indonesia yang bernama N.V. Denis (De Earste Nederlandshe Indische) dan berkedudukan di Bandung, dinasionalisasikan dan diserahkan kepada PPD tingkat I Jawa Barat. Sebagai implementasinya, didirikanlah PD. Bank Karya Pembangunan berdasarkan Akta notaris Noezar No. 152 tanggal 21 Maret 1961 berdasarkan surat keputusan Gubernur Kepala Daerah tingkat I Jawa Barat No. 7/GKDH/BPD/61 tanggal 20 Mei 1961, yang selanjutnya dikuatkan dengan Peraturan Daerah No. II/PD-DPRD/72 tanggal 20 Juli 1972, modal dasar Bank Jabar pertama kali ditetapkan sebesar Rp. 2.500.000 kemudian ditentukan menjadi sebesar Rp. 250.000.000 berdasarkan Perda No. 9 tahun 1996.

Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diselenggarakan pada tanggal 16 April 2001, disetujui peningkatan modal dasar Bank Jabar menjadi Rp. 1.000.000.000.000. Sejak tahun 1992 aktivitas Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat ditingkatkan menjadi Bank Umum Devisa berdasarkan surat DIR tanggal 22 November 1992. Berdasarkan Perda No. 11 tahun 1995, Bank Pembangunan Daerah pun mempunyai sebutan “Bank Jabar” dengan logo baru. Dalam rangka mengikuti perkembangan perekonomian dan perbankan, maka berdasarkan Akta Pendirian No. 4 tanggal 8 April 1999 dan Akta Perbaikan No. 8 tanggal 15 April 1999, bentuk hukum Bank Jabar diubah dari Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perseroan Terbatas (PT).

Untuk memperluas pangsa pasar dan mengakomodir segmen masyarakat yang belum terlayani oleh Bank Jabar konvensional, khususnya yang berkaitan dengan masalah keyakinannya, dan dalam rangka mendukung program Pemerintah Profinsi Jawa Barat untuk memberdayakan masyarakat pasca moneter melalui program DAKABALAREA yang berbasis bagi hasil, serta didukung oleh UU No. 7 tahun 1997 tentang perbankan yang kemudian disempurnakan dengan UU. No 10 tahun 1998, membuka peluang yang seluas-lusnya kepada perbankan nasional untuk mendirikan Bank Syariah maupun kantor cabangnya oleh Bank Konvensional, maka pada tanggal 20 Mei 2000 Bank Jabar mendirikan Divisi dan Kantor Cabang Syariah yang terletak di Bandung dengan izin Bank Indonesia melalui surat Deputi Gubernur Bank Indonesia No. 2/29/DpG/DPIP tanggal 15 Mei 2000. Dengan pendirian ini, maka PT. Bank Jabar Banten merupakan bank pertama di Jawa Barat dan di antara Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia yang beroperasi dengan Dual Banking System.

Pada awalnya, Bank Jabar Banten hanya memiliki lima cabang syariah, yaitu di Bandung, Tasikmalaya, Cirebon, Bogor dan Serang, serta ditambah dengan beberapa kantor kas. Kini, jumlah Kantor Cabang Syariah Bank Jabar Banten semakin bertambah. Kantor Cabang dan Kantor Cabang Pembantu serta Kantor Kas syariah tersebut kemudian melaksanakan operasionalnya berdasarkan prinsip syariah.

BJBS Cabang Bogor diresmikan pada hari Senin tanggal 4 September 2003 yang bertempat di Hotel Salak Bogor. Sesuai dengan Surat Keputusan Direksi PT. Bank Jabar No. 209/SK/DIR-PpN/2003 tentang pembukaan kantor BJBS Cabang Bogor. BJBS Cabang Bogor selanjutnya menempati kantor dengan alamat Jl. Raya Bogor Jakarta KM. 52 Ruko Raya Simpang Pomad No. 6 Rt.02/04 Kelurahan Cibuluh Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor, dan pada tanggal 19 Januari 2009 BJBS Cabang Bogor berpindah tempat ke Ruko Warung Jambu Jln. Raya Padjajaran No. 21.

4.1.2 Visi Misi Perusahaan

PT. Bank Jabar Banten memiliki visi bisnis yaitu “ mewujudkan bank kebanggaan Jawa Barat dan Banten yang sehat, dinamis, mandiri dan terpercaya melalui upaya pemenuhan kebutuhan dan kepuasan masyarakat akan produk dan jasa perbankan di bisnis ritel dan menengah, serta mendorong pemberdayaan ekonomi”, sedangkan misi usaha syariahnya adalah “menetapkan dan mengembangkan kegiatan bisnis dan pencapaian laba bank secara wajar serta mendorong pemberdayaan ekonomi berdasarkan prinsip syariah melalui penyediaan produk dan jasa bank syariah.

4.1.3 Struktur Organisasi

BJBS Cabang Bogor dipimpin oleh seorang pimpinan cabang yang membawahi seksi pelayanan dan administrasi umum, seksi pemasaran dan pimpinan kantor cabang pembantu. Masing-masing seksi dipimpin oleh seorang pemimpin seksi yang dibantu oleh beberapa staf sesuai unit kerjanya. Masing-masing seksi dan unit kerjanya bertanggung jawab terhadap jabatannya menurut struktur organisasi dalam rangka mencapai tujuan perusahaan.

4.1.4 Produk & Jasa BJBS Cabang Bogor

4.1.4a Produk Penghimpunan Dana

a. Tabungan iB Maslahah

Merupakan tabungan dengan prinsip Wadiah Yad ad Dhamanah

yang dapat ditarik setiap saat dikehendaki baik secara tunai maupun pemindahbukuan, serta tidak ada imbalan yang disyaratkan, kecuali pemberian bonus sesuai dengan kebijakan BJBS.

b. Tabunganku

Merupakan tabungan dengan prinsip yang sama dengan Tabungan iB Maslahah, perbedaannya hanya dalam jumlah minimal setoran awalnya saja.

c. Tabungan iB Tandamata Maslahah

Merupakan tabungan dengan prinsip Mudharabah Muthlaqah yang dapat digunakan sebagai investasi dan tabungan transaksional.

d. Deposito iB Maslahah

Merupakan deposito dengan prinsip Mudharabah Muthlaqah ( Bagi Hasil) yang merupakan jenis investasi pada bank dengan mata uang rupiah yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada saat jatuh tempo (sesuai jangka waktu). Deposito tersebut dapat diperpanjang secara otomatis (Automatic Roll Over).

e. Giro Syariah

Merupakan simpanan pada bank (baik perorangan atau badan hukum) dalam mata uang rupiah menggunakan prinsip Wadiah Yad Dhamanah yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek atau bilyet giro, sarana perintah pembayaran lainnya atau dengan pemindahbukuan

f. Giro Plus iB Maslahah

Merupakan rekening koran dengan prinsip Mudharabah Muthlaqah, yang dapat digunakan sebagai investasi dan sarana transaksional. Pengambilan dana dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, sarana perintah pembayaran lainnya, atau dengan pemindahbukuan, dan terhadap investasi tersebut diberikan bagi hasil sesuai nisbah yang disepakati di muka.

4.1.4b Produk Penyaluran Dana

a. Pembiayaan iB Haji Maslahah

Merupakan pembiayaan dana talangan dari BJBS kepada nasabah untuk membiayai kekurangan dana biaya pemesanan quota keberangkatan ibadah haji (Booking Seat) yang merupakan bagian dari Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dengan menggunakan prinsip Qardh dan Ijarah.

b. Pembiayaan iB Investasi Maslahah

Merupakan pembiayaan yang penggunaannya ditujukan untuk pembelian investasi atau barang-barang modal yang tidak habis dipakai dalam satu siklus usaha.

c. Gadai Emas iB Maslahah

Merupakan fasilitas pembiayaan dengan jaminan berupa emas dengan mengikuti prinsip gadai. Emas tersebut ditempatkan dalam penguasaan dan pemeliharaan bank dan atas pemeliharaan tersebut bank mengenakan biaya sewa atas dasar prinsip ijarah (sewa).

d. Pembiayaan iB Modal Kerja Maslahah

Merupakan pembiayaan yang penggunaannya untuk membiayai modal kerja dalam rangka menunjang perkembangan usaha nasabah misalnya untuk bahan baku, bahan pembantu, barang persediaan dagangan, biaya operasional dan lain-lain.

e. Multigriya iB Maslahah

Merupakan fasilitas pembiayaan yang diberikan untuk membeli, membangun dan renovasi rumah yang besarnya disesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan dan kemampuan membayar anda.

4.1.4c Layanan Jasa

Selain menjalankan fungsinya sebagai penghubung antara pihak yang membutuhkan dana (deficit unit) dengan pihak yang kelebihan dana (surplus unit), Bank Jabar Banten Syariah juga menyediakan berbagai fasilitas pelayanan jasa perbankan kepada nasabah dengan mendapatkan imbalan berupa sewa atau keuntungan. Berbagai layanan jasa yang diberikan oleh BJBS diantaranya:

1. Garansi Bank, merupakan suatu jaminan yang diberikan bank yang menyatakan, bahwa pihak bank akan memenuhi kewajiban kepada pihak penerima jaminan (bouwheer) apabila pihak yang dijamin/nasabah tidak dapat atau gagal memenuhi kewajibannya sesuai dengan apa yang diperjanjikan (cidera janji/wanprestasi) 2. Surat Keterangan Bank, merupakan surat keterangan yang

diterbitkan oleh bank yang menyatakan bahwa nasabah tersebut memiliki rekening pada bank yang dapat dipergunakan untuk mengikuti tender atau keperluan lainnya.

3. Transfer / Kiriman Uang, merupakan jasa perpindahan dana dari satu kantor cabang ke kantor cabang lain atau ke bank lain.

4. RTGS, merupakan proses kiriman uang antar bank yang dilakukan per transaksi dan bersifat real time.

5. Mobile Banking (M-Banking), merupakan fasilitas perbankan melalui komunikasi bergerak seperti handphone, dengan penyediaan fasilitas yang hampir sama dengan ATM kecuali mengambil uang tunai.

6. Kliring, merupakan suatu jasa yang disediakan untuk menjembatani tukar menukar surat-surat berharga yang diterbitkan perbankan antara bank-bank yang telah menjadi anggota kliring. Anggota kliring ditentukan oleh Bank Indonesia.

7. Inkaso, merupakan suatu cara penagihan dengan cara mengirimkan dokumen kepada bank dengan maksud mendapatkan pembayaran atau akseptasi atau berdasarkan syarat-syarat lainnya.

8. Western Union, merupakan jasa pengiriman uang/penerimaan kiriman uang secara cepat (real time online) yang dilakukan lintas negara atau dalam satu negara.

9. BPD Net On Line, merupakan layanan transaksi tunai maupun non tunai antar Bank Pembangunan Daerah (BPD) secara online.