IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Gambaran Umum Perusahaan
PT. STB merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang mainan anak-anak, assesories anak dan furniture anak dari bahan dasar kayu. Perusahaan berdiri sejak tahun 1993 yang beralamat di Jl. Moh. Toha No. 13 Ciawi Bogor. Pada awalnya nama perusahaan adalah Four Corner dan kemudian berganti nama menjadi PT. Safira Tumbuh Berkembang disingkat dengan PT. STB.
PT. STB mempunyai misi memanfaatkan limbah kayu sebagai bahan baku dalam memproduksi produk mainan anak-anak yang mempunyai nilai ekonomis. Sedangkan visinya adalah menjadikan produk PT. STB sebagai produk mainan anak-anak edukatif yang membangun perkembangan kreatifitas anak.
Pada bulan Januari 1995, perusahaan mendapat kunjungan dari SEVI, perusahaan mainan kayu terbesar di Italia, untuk melihat proses produksi yang ada di Four Corner. Ketertarikan “SEVI” terhadap mutu produk yang dimiliki oleh
Four Corner, pada Nopember 1995 pimpinan perusahaan di undang ke Italia untuk mengunjungi pabrik mainan kayu “SEVI” dan hasil kunjungan tersebut perusahaan mendapatkan kontrak kerja selama 10 tahun untuk pemasok mainan kayu dengan merek : Hampelhans” dan “The Chekies”. Selain itu, perusahaan memperoleh bantuan mesin-mesin produksi dari Italia. Pada tahun 1997, SEVI di beli oleh TRUDI sehingga kelanjutan kontrak diteruskan TRUDI hingga pertengahan tahun 2000.
Pada bulan Juli 1999, PT. STB mengikuti Pameran Produk Ekspor di Jakarta dengan memperkenalkan produk The Chekies dan “Hampelhans”. Di luar dugaan respon pasar yang cukup baik menyebabkan permintaan meningkat.
Sejak pertengahan tahun 2000, PT. STB mulai membentuk departemen pemasaran sendiri untuk memperluas pasar, baik lokal maupun internasional. Dalam menjalankan usahanya PT. STB tidak luput dari perkembangan maupun kegagalan, oleh karenanya pada tahun 2003 melalui proses hubungan baik dan kelancaran pasokan barang yang di order, PT. STB memutuskan usahanya hanya ekspor ke negara Swiss dan berusaha mengembangkan pasar di dalam negeri melalui media internet dan pameran ekspo produk dalam negeri yang dilakukan oleh UKM maupun pemerintah seperti perindustrian, perdagangan, Pemda DKI.
Dalam memproduksi mainan anak-anak dari kayu, perusahaan sangat memperhatikan image, fungsi dan ketertarikan anak-anak pada sebuah produk, sehingga desainnya lebih banyak menggunakan image atau fitur flora dan fauna. Hasil produksi PT. STB dipajang pada outlet yang terdapat di dalam komplek pabrik yang dinamai Rumah Abia.
4.1.2. Sumber Daya Manusia
PT. STB memanfaatkan sumberdaya manusia yang ada di daerah sekitar pabrik dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 24 orang. Penempatan pekerja disesuaikan dengan keterampilan yang dikuasai oleh pekerja.
Dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan sehari-hari diperlukan keteraturan dan kejelasan tugas bagi setiap individu dalam perusahaan. Untuk menunjang keteraturan organisasi perusahaan, disusun struktur organisasi sebagaimana Gambar 8.
Gambar 8. Struktur organisasi PT. STB
Adapun uraian tugas dari masing-masing bagian adalah sebagai berikut: a. Direktur Utama
Sebagai pimpinan sekaligus pemilik perusahaan PT. STB bertugas untuk menentukan kebijaksanaan perusahaan dan memimpin laju perusahaan.
b. Direktur Produksi
Bertugas memimpin proses produksi mulai dari perencanaan, finishing, packaging sampai pada quality control. Disamping itu, direktur produksi juga merupakan desainer mainan yang akan dihasilkan.
Operasional
Direktur Utama
Direktur
Produksi keuangan Direktur
Manajer Produksi Purchasing Supervisor Manajer Keuangan Administrasi Manajer Pemasaran
c. Direktur Keuangan
Bertugas mengatur segala macam tentang keuangan perusahaan, termasuk didalamnya mencatat apakah suatu produk memberikan keuntungan untuk perusahaan atau tidak.
d. Manager Produksi
Bertugas mengatur jadwal produksi, supervisi proses produksi, mengkoordinasikan kegiatan, mengawasi proses finishing, proses packaging
dan quality control.
e. Manager Administrasi dan Keuangan
Mengurus bagian administrasi perusahaan dari pengeluaran bahan baku sampai pembagian gaji karyawan dan mengatur pemasukan dan pengeluaran keuangan perusahaan Seperti mencatat pemasukan dan pengeluaran harian keuangan.
f. Manager Pemasaran
Bertugas mencari dan melayani klien serta distribusi g. Supervisor
Bertugas untuk mengatur seluruh kegiatan di bagian produksi h. Purchasing
Bertugas untuk menyediakan bahan-bahan baku untuk kepentingan produksi i. Operasional
Bertugas mengoperasionalkan proses produksi, proses finishing dan proses
packaging
4.1.3. Pemasaran a. Pasar Ekspor
Pemasaran ekspor hanya terjadi ke Swiss sejak tahun 2003. Pangsa pasar ekspor semakin tidak dapat diandalkan, sehingga perusahaan juga mulai melakukan mengembangkan pasar domestik.
b. Pasar Domestik
Ditengah perkembangannya, pada Januari 2008 perusahaan PT. STB memperkenalkan Wisata Karya dengan sebutan perusahaan “Factory Chuting” yaitu anak mengenal lebih dekat proses produksi pembuatan suatu mainan melalui pengamatan proses pembuatan mainan.
Outlet tempat pajangan hasil produksi PT. STB yang disebut dengan Rumah Abia merupakan tempat pemasaran berbagai produk yang diproduksi oleh PT. STB. Secara otomatis orang tua murid yang ikut datang mendampingi anaknya akan mampir melihat bahkan membeli di outlet ini.
Pemasaran produk yang dilakukan PT. STB selama ini adalah dengan menggunakan (1) Media internet yaitu melalui website rumah_abia.com dan (2) Pameran, yaitu mengikuti pameran-pameran, baik pameran besar maupun bazar-bazar yang diselenggarakan UKM maupun pemerintah seperti Pemda DKI, Perindustrian, dan lain-lain.
Sasaran pasar dalam negeri PT. STB adalah sebagai berikut: (1) Sekolah Taman Kanak-kanak. Sekolah menjadi target pasar dari PT. STB, karena sekolah dapat menggunakan produk-produk yang diproduksi oleh rumah Abia sebagai alat peraga dalam proses pembelajaran maupun sebagai mainan, asesories atau hiasan bagi sekolah. (2). Keluarga anak & Orang Tua. Anak dan orang tua tentunya berhubungan erat saat mereka memutuskan untuk menggunakan suatu produk tertentu. Dengan ketertarikan anak terhadap produk apa yang ingin mereka miliki tentunya membuat orang tua juga ikut memutuskan apakah produk tersebut memang pantas untuk dimiliki dan digunakan oleh anak mereka.
4.1.4. Produksi a. Bahan Baku
Jenis kayu yang sering digunakan adalah kayu-kayu sisa atau limbah, karena bentuk produk mainan mayoritas kecil-kecil, mereka dapat memanfaatkan dari kayu-kayu sisa dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan mereka harus menggunakan jenis kayu baru. Penggunaan bahan baku dari kayu sisa atau limbah dapat menguntungkan perusahaan sampai 80% dalam bahan baku kayu. Sumber bahan baku diperoleh dari perusahaan furniture yang telah ekspor yang terdapat disekitar perusahaan, yang merupakan limbah kayu salah desain atau potong.
b. Material pendukung
Selain material utama yang digunakan, terkadang PT. STB juga menggunakan material lain yang dapat mendukung produk mereka. Baik sebagai packaging atau pendukung kebutuhan lainnya. Material lain yang digunakan adalah magnet untuk produk hiasan untuk kulkas, kertas bahan duplek atau cowrigated yang sifatnya ramah lingkungan, ringan dan aman digunakan untuk kemasan produk mainan, dan jenis logam digunakan untuk produk hiasan atau gantungan kunci.
c. Kapasitas Produksi
Untuk produksi mainan anak dan asesories kamar anak bisa mencapai antara 20.000 - 30.000 buah per tahun. Sedangkan untuk furniture anak bisa mencapai 15 buah per tahun. Pada produksi furniture anak dihitung berdasarkan jumlah permintaan konsumen, yakni dari pesanan konsumen yang ingin memiliki furniture khusus untuk kamar anaknya. Pada produksi furniture
anak ini baru dimulai pada tahun 2008. d. Fasilitas Perusahaan
Fasilitas yang dimiliki antara lain, kantor, outlet Rumah Abia, workshop
pembentukan mainan, asesories, furniture, peralatan yang tersedia di workshop PT. STB