• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Umum Perusahaan

4.1.1. Sejarah Perusahaan

PT. Flora Sawita Chemindo merupakan industri yang bergerak di bidang oleokimia (oleochemical) yang hasilnya diekspor ke luar negeri. Perusahaan ini didirikan oleh dua group usaha, yaitu Parasawita Group dan Bumi Flora Group. Perusahaan ini didirikan dengan akte pendirian oleh Ny. Chairani Bustami, SH No. 30 tanggal 11 Agustus 1995 dan No. 79 tanggal 17 November 1995. Izin Lokasi no. 460/16/IL/IV/95 tanggal 15 April 1995. Nomor Izin Usaha : Surat Persetujuan Penanaman Modal Dalam Negeri No. 595/I/PMDN/1995 dengan disertai No. Proyek : 3511-07-021.310 dengan alamat kantor pusat di Jl. Jend. Ahmad Yani No. 102 B Medan dan mulai beroperasi di awal tahun 1998, pada saat ini kantor dan pabrik PT. Flora Sawita Chemindo beralamat di Sarana Tamora Permai (STP) Industrial Estate, Jl. Raya Medan – Lubuk Pakam Km. 20 Bangun Sari – Tanjung Morawa, Medan – Sumatera Utara.

Parasawita Group dan Bumi Flora Group masing-masing mempunyai perkebunan sawit yang sangat luas, terletak di berbagai wilayah yang ada di Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darusalam (NAD). Bahan baku minyak sawit yang selalu siap tersedia dan mudah diperbaharui menjadikan dasar pemikiran kedua group tersebut untuk memutuskan membangun perusahaan patungan secara bersama dan menjadikan sebuah industri hilir.

PT. Flora Sawita Chemindo menggunakan teknologi dari FELD & HAHN

Gmbh, German, perusahaan rekayasa dan konstruksi pabrik kimia asal Jerman dan

sejak berdirinya dibantu oleh konsultan asing. 4.1.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha

PT. Flora Sawita Chemindo memproduksi asam lemak (fatty acid) dan

glycerine yang bahan bakunya berasal dari minyak sawit (CPO) dan minyak inti

sawit (PKO), dengan kapasitas produksi normal 54.000 MT/Tahun dengan normal waktu operasinya adalah 250 hari per tahun.

Keberadaan perusahaan ini telah diterima oleh negara-negara lain seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Hongkong, Filipina, Taiwan, Korea, China, India, Iran serta Amerika dan Eropa, sehingga produk akhir yang diproduksi terutama diekspor ke luar negeri.

Oleochemical adalah bahan-bahan kimia yang berasal dari minyak dan lemak hewan dan tumbuhan. Minyak sawit mengandung asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh yang dalam proses selanjutnya akan menghasilkan fraksi

olein, stearin dan asam lemak.

Jenis produk yang dihasilkan untuk asam lemak terdiri dari rantai pendek dan rantai panjang, yang termasuk ke dalam rantai pendek yaitu caprilic acid (C8) dan capric acid (C10), sedangkan rantai panjang yaitu lamic acid (C12), myristic

acid (C14), palmitic acid/stearic acid (C16/C18), dan light end. Semua produk tersebut dikemas dalam beberapa bentuk sesuai dengan permintaan konsumen.

Produk padat (solid form) dikemas dalam bentuk jumbo bag dengan kapasitas 600 kg dan paper bag kapasitas 25 kg. Sedangkan produk cair (liquid

form) dikemas dalam bentuk drum dengan kapasitas 18 kg untuk blue drum, dan

21 kg untuk silver drum, serta dalam bentuk bulk shipment atau ISO container (ISO tank).

4.1.3. Organisasi dan Manajemen

1. Struktur Organisasi

Susunan organisasi perusahaan dipersiapkan seefisien mungkin dan didasarkan kepada fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan. Untuk memudahkan pembagian tugas suatu organisasi maka dibuat suatu struktur organisasi. Dengan adanya struktur organisasi maka setiap karyawan dan pimpinan perusahaan mengetahui batas-batas kewajiban, wewenang maupun tanggung jawab yang akan dilaksanakan. Struktur organisasi merupakan dasar dari setiap aktifitas yang akan dilaksanakan oleh organisasi. Suatu struktur organisasi dapat menjelaskan pembagian kerja, wewenang dan tanggung jawab. Dengan adanya struktur organisasi akan lebih mempermudah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

PT. Flora Sawita Chemindo mempunyai struktur organisasi garis dan staff. Pada struktur organisasi ini bagian-bagian utama langsung berada di bawah seorang pemimpin serta pemberian wewenang dan tanggung jawab bergerak vertikal ke bawah, pembagian unit-unit organisasi didasarkan pada spesialisasi tugas.

Pada pelaksanaannya, PT. Flora Sawita Chemindo telah melaksanakan prinsip-prinsip organisasi seperti adanya perumusan tujuan dan strategi perusahaan, pembagian kerja dan pendelegasian wewenang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Bagan struktur organisasi PT. Flora Sawita Chemindo dapat dilihat pada Gambar 4.1.

CHIEF EXECUTIVE OFFICER CHIEF OPERATING OFFICER Secretary Management Representative Safety and Pollution Control Advisor Maintenance Engineering Process/Tank Farm Superint. Utility Superint. Quality Ass. Superint. PPIC Superint. Elec./Inst. Superint. Fatty Acid/ Glycerine Sup. T.Farm,Flaking, Bagging Sup. Control Room Operator Lead Operator Field Operator Operator Utility Supervisor Operator Quality Ass. Supervisor Analyst Staff Elec./Inst. Superivisor Electrician/ Technician Civil Supervisor Staff Mechanical Supervisor Mechanic Workshop Supervisor Welder/Pipe Fitter/ Isolator Mechanical/ Workshop Mechanical Engineering General Affair Staff Security Chief Security Personnel Supervisor Staff Staff Staff EDP Staff

Finance Supervisor

Accounting Supervisor F & A Manager

Staff Staff Staff Staff Purchasing Supervisor Fin. Goods Supervisor Warehouse Supervisor Shipping and Sales Supervisor Comercial Manager HRD Manager

Gambar 2.1. Bagan Struktur Organisasi PT. Flora Sawita Chemindo Sumber : PT. Flora Sawita Chemindo

U n iv e rs ita s Su m a te ra U ta

2. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab

Pembagian tugas dan tanggung jawab setiap bagian dalam struktur organisasi di PT. Flora Sawita Chemindo adalah sebagai berikut :

1. Chief Executive Officer (CEO)

Tugas dari Chief Executive Officer (CEO) adalah :

1) Memimpin dan mengurus semua aspek kegiatan perusahaan. 2) Mengawasi pencatatan transaksi dan administrasi perusahaan. 3) Mengarahkan kegiatan perusahaan.

Tanggung jawab Chief Executive Officer (CEO) adalah : 1) Bertanggung jawab kepada pemegang saham.

2) Memberikan pertanggungjawaban dan segala keterangan tentang jalannya perusahaan termasuk laporan keuangan kepada pemegang saham.

2. Chief Operating Officer (COO)

Tugas dari Chief Operating Officer (COO) adalah : 1) Memimpin dan mengurus kegiatan perusahaan.

2) Membina hubungan baik dengan seluruh pihak yang diperlukan. Tanggung jawab Chief OperatingOfficer (COO) adalah :

1) Bertanggung jawab kepada Chief Executive Officer (CEO).

3. Sekretaris

Tugas dari Sekretaris adalah sebagai berikut :

1) Melaksanakan segala hal yang berhubungan dengan administrasi perusahaan.

2) Membantu mengurus surat menyurat perusahaan.

3) Membantu menyusun dan membuat catatan rapat Chief Executive Officer,

Chief Opearting Officer dan General Manager.

Tanggung jawab Sekretaris adalah menyampaikan segala keputusan Chief

Executive Officer dan Chief Operating Officer kepada General Manager dan Manager.

4. Management Representative (MR)

Tugas dari Management Representative (MR) adalah :

1) Menyusun prosedur-prosedur kerja yang dilaksanakan perusahaan.

2) Mengawasi mekanisme prosedur kerja yang dilaksanakan oleh perusahaan. Tanggung jawab Management Representative adalah melaksanakan dan mengawasi prosedur kerja dan sistem standarisasi yang dilaksanakan oleh perusahaan.

5. Operational General Manager

Tugas dari Operational General Manager adalah :

1) Mengawasi dan mengatur operasi produksi yang sedang berjalan. 2) Menyusun langkah-langkah perencanaan dalam proses produksi.

Operational General Manager bertanggung jawab terhadap seluruh

pengaturan proses produksi yang berhubungan dengan berjalannya proses produksi, yaitu :

1) Production Superintendent, bertanggung jawab atas pengawasan proses

operasi fatty acid plant, glycerine plant, hydrogen production plant, tank

farm, flaking, beading dan packing. Production Superintendent

membawahi :

(1) Fatty Acid dan Glycerine Supervisor yang bertanggung jawab atas

pengawasan langsung di section fatty acid, glycerine.

(2) Tank Farm, Flaking dan Bagging Supervisor, yang bertanggung

jawab terhadap semua proses loading, flaking dan packing produk dan operasi kegiatan lain di tank farm.

2) Utilities Superintendent, bertanggung jawab sepenuhnya dalam mengatur

dan mengawasi seluruh kegiatan seksi utilitias beserta fasilitas yang ada dan sesuai dengan kerangka kerja dari tujuan, strategi dan program perusahaan. Utilities Superintendent membawahi Utilities Supervisor yang bertanggung jawab terhadap pengoperasian peralatan di bagian utilitas efisien dan aman.

3) Quality Assurance Superintendent, merencanakan dan mengkoordinir

pengawasan terhadap kondisi bahan-bahan sebelum diolah, sedang diolah, sampai produk jadi untuk mencapai standar yang diinginkan. Quality

Supervisor yang bertanggung jawab untuk mengawasi dan mengkoordinir

pekerjaan Quality Control.

4) Production Planning and Inventory Control Superintendent, bertanggung

jawab terhadap perencanaan dan jadwal produksi. Bagian ini bekerjasama dengan bagian pemasaran dalam memenuhi permintaan produk agar penggunaan kapasitas pabrik optimum dan jadwal produksi tercapai.

5) Safety and Pollution Control Superintendent, bertugas untuk memastikan

agar seluruh peralatan dan fasilitas Safety and Pollution Control dioperasikan secara tepat, dapat diandalkan dan tersedia agar keselamatan kerja dan pengendalian sumber polusi di dalam perusahaan terjamin serta memastikan agar peraturan dan undang-undang keselamatan kerja, keselamatan terhadap kebakaran dan pengendalian lingkungan dan sumber polusi terpenuhi.

6. Maintenance Manager

Tugas Maintenance Manager adalah melakukan pengawasan dalam melaksanakan pekerjaan-pekerjaan pemeliharaan terhadap seluruh peralatan proses dan utilitas.

Tanggung jawab Maintenance Manager adalah :

1) Bertanggung jawab terhadap perawatan dan pemeliharaan peralatan.

2) Bertanggung jawab atas pengaturan seluruh kegiatan yang berhubungan dengan perawatan.

Maintenance Manager membawahi Civil Supervisor yang bertanggung jawab

mengawasi, membimbing, memimpin dan mengontrol pengawas pekerja dalam pelaksanaan pekerjaan perawatan dan perbaikan sarana pabrik.

Maintenance Manager juga membawahi dua bagian sebagai berikut :

1) Electrical/Instrument Superintendent, bertanggung jawab dalam mengatur

dan mengawasi kegiatas Electrical/Instrumentation. Bagian ini membawahi Electrical/Instrument Supervisor yang bertanggung jawab terhadap pengawasan para teknisi Electrical/Instrumentation yang dibawahinya.

2) Mechanical/Workshop Superintendent, bertanggung jawab dalam mengatur

dan mengawasi seluruh kegiatan seksi Mechanical/Workshop beserta fasilitas yang ada. Mechanical/Workshop Superintendent membawahi : (1) Mechanical Supervisor, bertanggung jawab sepenuhnya terhadap

pengawasan mekanik dalam melaksanakan pekerjaan-pekerjaannya. (2) Workshop Supervisor, bertanggung jawab atas pengawasan machinist,

welder, pipe fitter, insulation fitter dan helper dalam melaksanakan

pekerjaan-pekerjaannya.

7. Finance and Accounting General Manager

Tugas Finance and Accounting General Manager adalah :

1) Mengkoordinir tugas pembukuan dan pertanggungjawaban keuangan. 2) Mengatur penerimaan, penyimpanan, dan pengeluaran uang perusahaan.

4) Merencanakan anggaran pendapatan dan belanja tahunan.

5) Mengatur perhitungan pajak dan kewajiban keuangan perusahaan.

6) Mengkoordinir penagihan atas piutang yang timbul akibat penjualan hasil produksi dan piutang lainnya.

Tanggung jawab Finance and Accounting General Manager, adalah :

1) Bertanggung jawab atas pengeluaran uang untuk pembayaran usaha dan pembayaran kepada pihak lain.

2) Bertanggung jawab terhadap keuangan perusahaan.

Finance and Accounting General Manager membawahi Ensambling Distributed Programmers yang bertugas membuat dan mengawasi

program komputer yang terpadu. Finance and Accounting General

Manager juga membawahi dua bagian sebagai berikut:

1) Finance Supervisor, bertugas merencanakan, mengkoordinasikan dan

mengawasi semua kegiatan yang berhubungan dengan fungsi keuangan. 2) Accounting Supervisor, bertugas merencanakan, mengkoordinasikan dan

mengawasi semua kegiatan yang berhubungan dengan fungsi akuntansi. 8. Commercial General Manager

Tugas Commercial General Manager adalah :

1) Memastikan tersedianya bahan baku serta sampainya penjualan produk ke tempat tujuan.

2) Mengarahkan kegiatan penjualan dan pengiriman produk. 3) Memonitor harga pembelian dan penjualan di pasar.

4) Melaksanakan administrasi yang berhubungan dengan bahan-bahan dan transaksi penjualan produk.

5) Berusaha secara maksimal untuk memperluas pangsa pasar produk perusahaan.

Tanggung jawab Commercial General Manager adalah :

1) Bertanggung jawab sepenuhnya terhadap kegiatan penjualan dan pengiriman produk.

2) Bertanggung jawab sepenuhnya terhadap administrasi yang berhubungan dengan pengadaan bahan-bahan dan transaksi penjualan produk.

Commercial General Manager membawahi tiga bagian sebagai berikut :

1) Purchasing Superintendent/Supervisor, bertugas mengkoordinir kegiatan

pengadaan barang dan jasa yang diperlukan.

2) Warehouse Superintendent/Supervisor, bertugas mengkoordinasi dan

memonitor kegiatan penerimaan, penyimpanan, pendistribusian dan pemesanan suku cadang.

3) Sales Administration and Shipping Superintendent/Supervisor

(1) Menyiapkan dokumen-dokumen yang berhubungan dengan penjualan, memeriksa laporan sesuai dengan dokumen.

(2) Mengkoordinasi dan mengontrol kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pengapalan dan pengiriman produk-produk yang di ekspor maupun penerimaan barang impor dan pengiriman/pengapalan produk yang dijual di pasar lokal.

9. Human Resources Development Manager

Tugas Human Resources Development Manager adalah : 1) Mengawasi segala kegiatan bagian personalia.

2) Membina hubungan dengan instansi pemerintah dan instansi lain yang terkait.

3) Menyelesaikan perselisihan dan perburuhan sesuai dengan kebijaksanaan perusahaan dan pemerintah.

4) Mengatur penyedian jasa-jasa administrasi, sekretariat dan arsip.

5) Menyalurkan sasaran perusahaan, kebijaksanaan dan instruksi dari CEO dan COO kepada semua yang berkewajiban.

Tanggung jawab Human Resources Development Manager adalah : 1) Bertanggung jawab kepada CEO dan COO.

2) Bertanggung jawab dalam penyampaian dan pelaksanaan apa yang dikehendaki pimpinan perusahaan kepada karyawan.

Human Resources Development Manager membawahi tiga bagian sebagai

berikut :

1) General Affairs Supervisor, memimpin dan mengawasi semua karyawan

yang berada diperusahaan dan mengatur hal-hal yang berhubungan dengan kemasyarakatan.

2) Security Chief

(1) Mengatur tugas penjagaan selama 24 jam yang terdiri dari 3 shift dan terdiri dari 4 orang.

(2) Melayani tamu-tamu perusahaan sesuai dengan petunjuk atasan. (3) Memberikan laporan kepada atasan atas pelanggaran yang dilakukan

karyawan dalam bidang keamanan, ketertiban dan lain-lain.

Security Chief bertanggung jawab terhadap sistem keamanan di dalam pabrik.

3) Personnel and Administration Supervisor

Tugas Personnel and Administration Supervisor adalah :

(1) Membuat laporan jumlah karyawan kepada Departemen Tenaga Kerja, mencatat lowongan kerja serta menetapkan syarat bagi karyawan baru.

(2) Memeriksa daftar absensi yang ditunjukkan dalam time recorded card (kartu catatan waktu) untuk menentukan jumlah jam kerja biasa dan jam lembur yang mencatatnya dalam daftar gaji.

Tanggung jawab Personnel and Administration Supervisor adalah :

(1) Bertanggung jawab dalam penambahan, pengurangan dan pelatihan sumber daya manusia.

(2) Mengadakan hubungan keluar dengan perusahaan lain dan pejabat yang menangani bidang perburuhan dan tenaga kerja.

3. Tenaga Kerja dan Jam Kerja Perusahaan

PT. Flora Sawita Chemindo mengelompokkan tenaga kerja ke dalam dua jenis klasifikasi, selain staff dan karyawan, yaitu :

1. Tenaga kerja tetap

Tenaga kerja tetap ini terdiri dari dua jenis, yaitu operator (supervisor) dan pembantu (helper).

2. Tenaga kerja kontrak

Tenaga kerja dengan sistem kontrak ini digunakan sesuai dengan waktu penyelesaian suatu proyek dengan kontraknya. Jika kontrak ini sudah selesai maka tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja dengan perusahaan itu sebelum ada kontrak baru atau perpanjangan kontrak. Pada saat ini terdapat 10 orang tenaga kerja kontrak.

Jadwal kerja karyawan dibagi menjadi 2 bagian golongan yaitu karyawan reguler dan karyawan shift.

Pembagian jam kerja untuk reguler di PT. Flora Sawita Chemindo dibagi atas dua bagian seperti yang terlihat pada Tabel 4.1.

Tabel. 4.1. Jadwal Kerja Karyawan Reguler

Hari Kerja Jam Kerja Jam Istirahat Senin 08.00 – 16.00 Wib 12.00 – 13.00 Wib Selasa 08.00 – 16.00 Wib 12.00 – 13.00 Wib Rabu 08.00 – 16.00 Wib 12.00 – 13.00 Wib Kamis 08.00 – 16.00 Wib 12.00 – 13.00 Wib Jum’at 08.00 – 16.00 Wib 12.00 – 13.00 Wib

Sabtu 08.00 – 12.00 Wib -

Minggu - -

Sumber : PT. Flora Sawita Chemindo

Jadwal kerja Karyawan shift di PT. Flora Sawita Chemindo, terbagi atas tiga shift, yaitu sebagai berikut :

1. Shift 1 : 23.00 Wib – 08.00 WIB 2. Shift 2 : 08.00 Wib – 15.30 WIB 3. Shift 3 : 15.30 Wib – 23.00 WIB

d. Sistem Pengupahan dan Fasilitas yang Digunakan

Sistem pengupahan karyawan di PT. Flora Sawita Chemindo dibagi atas 2 kelompok, yaitu sebagai berikut :

2. Karyawan kontrak, yaitu karyawan yang ini digaji sesuai dengan proyek yang dikerjakan berdasarkan kontrak yang dilakukan.

Sistem insentif dan fasilitas yang mendukung lainnya yang diberikan oleh perusahaan adalah untuk mendorong karyawan yang bekerja lebih giat dan berprestasi dalam bekerja yaitu prestasi yang dapat meningkatkan dan memajukan perusahaan maka perusahaan memberikan insentif dan fasilitas berupa :

1. Pemberian cuti, perusahaan memberikan cuti tahunan atau cuti hari besar agama, cuti sakit, cuti hamil dan melahirkan (khusus karyawan wanita) kepada karyawan.

2. Tunjangan hari besar agama. Perusahaan memberikan tunjangan untuk hari besar keagamaan, misalnya Idul Fitri, Natal, Waisak, dan lain-lain.

3. Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek). Perusahaan memberikan asuransi keselamatan kerja untuk melindungi karyawan dari hal-hal yang tidak diinginkan selama menjalankan pekerjaannya.

4. Perawatan kesehatan. Perusahaan menyediakan sarana perawatan kesehatan berupa Poliklinik yang terletak di lokasi perusahaan.

5. Fasilitas kerja. Untuk menunjang kelancaran pekerjaan karyawan, perusahaan juga menyediakan peralatan-peralatan yang dibutuhkan karyawan untuk meningkatkan keselamatan kerja seperti safety shoes, helmet, dan lain-lain. 6. Sarana ibadah. PT. Flora Sawita Chemindo menyediakan sarana ibadah bagi

karyawan yang beragama Islam yaitu 1 buah Mesjid yang berada di lokasi perusahaan dan juga Musholla di masing-masing lantai dan terletak di gedung perusahaan.

7. Kantin dan koperasi, perusahaan juga menyediakan kantin dan koperasi di dalam lingkungan perusahaan dengan harga yang terjangkau dan bergizi, sehingga membantu dalam menjaga kondisi fisik karyawan serta koperasi karyawan yang bertujuan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan karyawan.

4.1.4. Proses Produksi

1. Bahan

Bahan dapat dikelompokkan menjadi bahan baku, bahan tambahan, dan bahan penolong. Penggolongan ini harus didasarkan kepada definisi yang diberikan kepada masing-masing kelompok. Bahan yang digunakan untuk menunjang kegiatan produksi diuraikan sebagai berikut :

1. Bahan baku

Bahan baku adalah bahan yang membentuk produk secara unik, kalau salah satu dari komponen bahan itu dihilangkan, produk yang dihasilkan tidak lagi seperti yang direncanakan semula. Bahan baku yang digunakan dalam proses produksi adalah :

1) CPO (crude palm oil) atau minyak kelapa sawit.

2) CPS (crude palm stearin) yaitu CPO yang telah melalui proses bleaching (pemutihan/pemucatan).

3) PKO (palm kernel oil) atau minyak inti sawit.

5) RBDPS (refined bleaching deodorized palm stearin) yaitu CPO yang telah diambil olein-nya dan hanya stearin yang melalui proses bleaching dan proses deodorizing (penghilangan bau).

6) RBDPO (refined bleaching deodorized palm oil) yaitu CPO yang telah diambil olein-nya tetapi dibandingkan dengan RBDPS, kualitas RBDPO lebih baik.

2. Bahan penolong

Bahan penolong adalah bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi, tetapi bukan menjadi bagian dalam produk akhir, yaitu :

1) Asam fosfat (H3PO4), digunakan untuk membantu dalam membentuk gumpalan-gumpalan minyak dalam proses degumming.

2) Hidrogen, membantu dalam memutuskan ikatan rangkap pada asam lemak. 3) Nickel Catalyst, membantu dalam pemutusan ikatan rangkap pada asam

lemak.

4) Filter aid, membantu proses penyaringan dan mengikat kotoran-kotoran

pada minyak.

5) Karbon aktif, membantu dalam proses pemutihan atau penghilangan warna pada glycerine.

6) Uap, membantu dalam menghilangkan bau busuk dan apek. 3. Bahan tambahan

Bahan tambahan adalah adalah bahan yang tidak ikut dalam proses produksi, tetapi merupakan bagian dalam produk akhir, yaitu

1) Drum blue kapasitas18 kg.

2) Drum silver kapasitas 21 kg.

3) Jumbo bag kapasitas 600 kg.

4) Paper bag kapasitas 25 kg.

5) Woven bag kapasitas 25 kg.

6) ISO container.

2. Jumlah dan Spesifikasi Bahan

Spesifikasi standar mutu bahan baku yang digunakan PT. Flora Sawita Chemindo seperti terlihat pada Tabel 4.2.

Tabel 4.2. Spesifikasi Standar Mutu Bahan Baku

Parameter

Spesifikasi

PKO CPO RBDPS CPS

Acid value, mgKOH 14 maks 10 maks 0,5 maks 10 maks

Free Fatty Acid, % 5 (lauric) 5 (oleic) 0,25 (oleic) 195-210

Sap. Value, mgKOH/g 245-255 195-205 195-210 195-210

Iodine value, gI25.25”,

Red 14-23 44-54 34-38 29-45

Moisture, % wt 0,3 maks 0,3 maks 0,3 maks 0,3 maks

C6 0-1

C12 44-50 1 maks 1 maks C14 14-18 2 maks 2 maks C16 8-12 43-47 57-63 C18;0 2-4 3-6 3-7 C18,1 12-20 35-45 25-30 C18;2 2-4 5-15 4-8

C20 1 maks 1 maks 1 maks

Sumber : PT. Flora Sawita Chemindo

Pengolahan bahan-bahan di atas menghasilkan asam lemak dan glycerine. Spesifikasi produk glycerine yang diproduksi ditunjukkan pada Tabel 4.3.

Tabel 4.3. Spesifikasi Glycerine yang diproduksi PT. Flora Sawita Chemindo

Kode Flotarin

Product description Glycerine USP 99,5%

Glycerol content, % wt 99,5 % min

Spesific gravity 1,2607 min

Colour APHA 10 maks

Chloride, ppm 20 maks

Sulphate, ppm 5 maks

Heavy metal, ppm 5 maks

Arsenic, ppm 5 maks

Chlorinated compound, ppm 1,5 maks

Sumber : PT. Flora Sawita Chemindo

Sedangkan spesifikasi asam lemak dan tipe komposisi produk asam lemak yang diproduksi PT. Flora Sawita Chemindo seperti terlihat pada Tabel 4.4.

Tabel 4.4. Spesifikasi Asam Lemak dan Tipe Komposisi yang Menyusun Produk Asam Lemak di PT. Flora Sawita Chemindo

3. Uraian Proses Produksi

Proses pengolahan asam lemak dan glycerine yang berlangsung di PT. Flora Sawita Chemindo terdiri dari beberapa tahapan proses. Proses pengolahan asam lemak dan glycerine pada setiap tahapan proses (section) dapat digambarkan dalam bentuk diagram blok seperti Gambar 4.2.

Gambar 4.2. Diagram Alur Proses Produksi di PT. Flora Sawita Chemindo

FAT DEGUMMING FAT SPLITTING HYDROGENATION PRETREATMENT ELECTROLYSIS FRACTINATION EVAPORATION DISTILATION FILLING SECTION GLYCERINE LAURIC ACID (C12) MYSTIC ACID (C14) PALMITIC ACID (C16) STEARIC ACID (C18) LIGHT ENDS (C6,C8,C10) CPO/PKO H3PO4 Sweet Water Crude Fatty Acid

Ca(OH)2 Na2CO3 HCL

Tahapan proses produksi tersebut di atas dijelaskan dengan melihat urutan-urutan proses produksi :

1. Fat pretreatment (fat degumming)

Bahan baku minyak sawit dimasukkan ke intermediate tank yang mempunyai

coil pemanas dengan uap dan alat penunjuk ketinggian. Dari tangki ini minyak

dialirkan melalui pemompaan ke penukar panas sehingga temperaturnya mencapai 90oC-95oC. Bersamaan dengan itu asam fosfat (H3PO4) dengan

dosing pump dicampur ke minyak sawit dari penukar panas sebesar

0,1%-0,25%, di mana pencampuran ini dilakukan di static mixing device dan kemudian dialirkan ke reaction vessel. Proses ini berlangsung selama 25-30 menit dengan temperatur tetap terjaga. Untuk memisahkan minyak sawit dari lendir dan kotoran lainnya, minyak reaction vessel dicampur dengan air melalui proses yang mempergunakan static mixing device dan selanjutnya dimasukkan kedalam centrifugal separator. Pada proses ini terjadi pemisahan minyak dan air yang berlendir, dimana minyak hasil degumming dialirkan

tangki degummed oil. Sedangkan sisa hasil pemisahan minyak dialirkan ke

tangki penampungan. Untuk mempertahankan temperatur minyak tetap 90o C-95oC, minyak tersebut dialirkan ke tangki penampungan yang sebelumnya melewati intermediate tank.

2. Fat splitting plant (proses pemisahan)

Minyak hasil pengolahan pretreated (degumming oil) akan diproses lebih

Dokumen terkait