• Tidak ada hasil yang ditemukan

III. KERANGKA PENDEKATAN STUDI

5.1 Gambaran Umum Perusahaan

5.1.1 Sejarah dan Perkembangan TAAT-TMII

Pembangunan Taman Akuarium Air Tawar berawal dari keinginan para pakar serta para anggota Perhimpunan Ikan Hias Indonesia (PIHI) akan adanya suatu akuarium air tawar yang mewujudkan citra Indonesia yang besar dalam bentuk replika. Hal ini bertujuan untuk menciptakan rasa peduli dan rasa cinta terhadap satwa dan biota perairan tawar bagi masyarakat Indonesia. Sebagai langkah awal diadakan sarasehan ikan hias di Taman Burung-TMII pada tanggal 29 Juli 1988 yang menghasilkan suatu gagasan untuk membangun suatu taman akuarium air tawar di kawasan TMII.

Gagasan tersebut kemudian disampaikan oleh Ketua Umum PIHI, yaitu Bapak D. Ashari kepada Ibu Tien Soeharto selaku ketua Yayasan Harapan Kita sebagai pengelola TMII. Pada tanggal 12 Agustus 1989, Bapak Soedjarwo didampingi beberapa anggota Tim Ahli Akuarium menghadap Ibu Tien untuk melaporkan perkembangan konsep dari pembangunan taman akurium di TMII tersebut. Berdasarkan Surat Keputusan Ibu Tien Soeharto No. 001/Kpts/BP III-TMII/IX/1989 tanggal 19 September 1989, dibentuklah Tim Pelaksana

Pembangunan Proyek Taman Akurium di Taman Mini Indonesia Indah dan menunjuk Bapak Soedjarwo sebagai ketua penanggung jawab.

Lima tahun kemudian, tepatnya hari Rabu tanggal 20 April 1994

bertepatan dengan HUT ke-19 TMII, Presiden Soeharto meresmikan berdirinya Taman Akuarium Air Tawar. Kemudian pada tanggal 1 Mei 1994 TAAT dibuka untuk umum dan mendapat sambutan yang positif dari masyarakat. TAAT-TMII sebagai salah satu unit usaha dari 10 unit usaha yang ada di TMII, dipimpin oleh seorang Manajer yang bertanggung jawab langsung kepada Jenderal Manajer TMII. Unit-unit usaha tersebut terdiri atas TAAT-TMII, Teater Imax Keong Emas, Skylift dan Bumper Car, Archiple (permainan sepeda air), Taman Burung, Kolam Renang Ambar Tirta, Istana Anak-anak, Kereta Api Mini, Taman Bekisar, dan Mobil Charter. Untuk memudahkan tugas Jenderal Manajer, kesepuluh unit

30

usaha tersebut dikoordinir oleh seorang Koordinator. Struktur organisasi TMII tersaji pada Lampiran 1.

TAAT dibuka untuk umum pada hari Selasa sampai Minggu dengan waktu kunjungan mulai pukul 09.00 sampai dengan pukul 16.00 WIB pada Selasa sampai Jumat dan mulai pukul 09.00 sampai dengan pukul 17.00 WIB pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional. Sedangkan hari Senin TAAT ditutup karena hari tersebut digunakan untuk membersihkan kolam peraga, namun TAAT tetap dapat dikunjungi jika hari Senin merupakan hari libur nasional.

Akuarium geografis yang berisikan biota perairan tawar Indonesia ini, selain berfungsi sebagai sarana rekreasi juga sebagai sarana pendidikan, penelitian, dan konservasi alam. Hal ini terlihat dari adanya peragaan replika ekosistem sungai, danau, dan rawa serta tersedianya informasi mengenai perairan tawar. Kesemuanya itu disajikan pada lahan seluas 5500 M2 dengan luas bangunan sebesar 4088 M2 yang terdiri dari bangunan utama dan bangunan pelayanan. Bangunan utama terdiri dari lantai satu, lantai dua, dan lantai atap sedangka n bangunan pelayanan terdiri dari tempat karantina dasar, lantai atas, dan pos keamanan.

5.1.2 Visi dan Misi TAAT-TMII

TAAT merupakan salah satu unit rekreasi di TMII berbasis alam yang mengikutsertakan aspek pendidikan dan apresiasi terhadap lingkungan alam dan budaya masyarakat Indonesia yang diwujudkan dalam akuarium nusantara sebagai kesatuan budaya dan spesies ikan lokal. Untuk melaksanakan kegiatan

operasionalnya TAAT mempunyai visi dan misi yang telah ditetapkan dalam penyusunan perencanaan perusahaan yang merupakan tujuan jangka panjang perusahaan. Visi adalah pernyataan keinginan perusahaan untuk menjadi apa di masa yang akan datang sedangkan misi adalah pernyataan tentang bisnis yang dijalankan perusahaan.

Visi TAAT adalah Rekreasi, Informasi, Edukasi/Pendidikan, Konservasi, dan Atraksi yang disingkat menjadi R.I.E.K.A. Visi tersebut kemudian dijabarkan dalam beberapa misi.

Dari segi Kepariwisataan (Rekreasi), TAAT sebagai taman rekreasi alam dalam bentuk mini, diharapkan dapat merangsang timbul nya wawasan yang lebih luas terhadap keindahan dan keanekaragaman hayati alam perairan dengan segala isinya sehingga merupakan ajang promosi agar wisatawan terangsang untuk melihat sendiri alam aslinya di seantero nusantara.

Dari segi Informasi, TAAT merupakan sarana dan forum yang efektif bagi anak-anak dan pelajar untuk mendapatkan data informasi mengenai fenomena alam, binatang purba dan evolusinya maupun peri kehidupan biota air dan lingkungan hidupnya.

Dari segi Edukasi/Pendidikan, TAAT diharapkan dapat meningkatkan ilmu pengetahuan bagi pelajar dan mahasiswa juga bagi para pakar dan peneliti untuk dapat memanfaatkan sarana, data dan informasi, peragaan maupun audio visual.

Dari segi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, TAAT memperagakan akuarium geografik dan ekosistem air tawar. Kesemuanya itu disuguhkan untuk memberikan informasi bagi masyarakat bahwa betapa indah dan uniknya keanekaragaman hayati ekosistem perairan Indonesia, dan ini perlu dijaga keberadaannya, dicintai dan disayangi, dijaga kelestarian sumberdayanya sehingga dapat dinimati oleh generasi mendatang.

Dari segi Konservasi Alam dan Lingkungan, TAAT memperagakan akuarium air tawar geografik yang menyajikan simulasi dan replika dari ekosistem alam basah asli Indonesia dan keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya. Dengan menciptakan replika alam asli, diharapkan menjadi sarana yang dapat memberikan gambaran kepada masyarakat tentang perairan kita yang sangat luas dan penuh keanekaragaman kehidupan di dalamnya. Selain itu diharapkan TAAT dapat menggugah hasrat masyarakat agar menumbuhkan rasa cinta dan memiliki sehingga ikut peduli dan berpartisipasi menjaga dan

melestarikan kekayaan alam Indonesia dan biota yang ada di dalamnya.

Dari segi Pelestarian Subjek/Objek Unit (Atraksi), dengan menciptakan replika alam asli Indonesia, TAAT diharapkan menjadi sarana yang dapat memberikan image atas perairan Indonesia yang sangat luas serta penuh

32

menumbuhkan rasa cinta dan memi liki sehingga akan tetap menjaga dan memelihara agar kekayaan dan keindahan tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Sedangkan misi TAAT yaitu :

w Untuk mewujudkan kepedulian dan rasa cinta terhadap satwa dalam hal ini satwa dan biota perairan tawar, maka TAAT-TMII berfungsi kecuali sebagai taman rekreasi juga sebagai sarana pendidikan, penelitian, dan konservasi. w Memperagakan replika akuarium geografis yang menampilkan simulasi

ekosistem lahan basah beserta keanekaragaman biotanya. Paradigma baru yang dicanangkan TAAT adalah :

1. Keterbukaan yaitu bersikap terbuka terhadap arus perkembangan dari luar dengan pengertian tetap waspada terhadap pengaruh negatifnya dan lebih selektif dalam penyerapannya. Paradigma ini dicanangkan agar karyawan mampu mengembangkan diri sesuai kemajuan jaman namun tetap bersikap ketimuran dan berkepribadian Indonesia.

2. Kemandirian yaitu mengusahakan sistem manajemen yang handal agar TAAT mandiri dalam keseluruhan operasionalnya. Upayanya yaitu dengan menjaga keseimbangan antara pendapatan dan biaya yang diperlukan serta

pengendalian terhadap penerimaan dan pengeluaran yang seefektif dan seefisien mungkin.Sebagai organisasi bisnis paradigma ini harus diterapkan oleh semua karyawan agar target yang direncanakan dapat tercapai.

Kemandirian diperlukan agar sebagai organisasi bisnis, TAAT tidak lagi di subsidi baik oleh manajemen TMII maupun pemerintah.

3. Profesionalisme yaitu konsisten dan memiliki komitmen yang jelas terhadap tugas dan tanggung jawab, berkualitas, serta memiliki kema mpuan sesuai dengan bidang fungsinya untuk menunaikan tugas kewajiban secara berdayaguna dan berhasil guna. Sikap profesionalisme perlu dimiliki oleh setiap karyawan agar produktivitas dan prestasi dapat ditingkatkan.

5.1.3 Struktur Organisasi TAAT-TMII

Struktur organisasi yang digunakan TAAT adalah struktur organisasi fungsional, dimana struktur fungsional mengelompokkan tugas-tugas dan

kegiatan-kegiatan yang sejenis ke dalam unit-unit organisasi yang terpisah yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan bersama.

Pada struktur fungsional kekuasaan dilimpahkan kepada para ahli dalam suatu fungsi yang melimpahkan bidang keahliannya. Pelimpahan wewenang berlangsung secara secara vertikal yang sepenuhnya berasal dari pucuk pimpinan tertinggi kepada unit bawahannya. Demikian juga sebaliknya tanggung jawab mengalir dari bawah sampai pucuk pimpinan.

Struktur organisasi TAAT sejak berdiri tahun 1994 telah beberapa kali mengalami perubahan. Berdasarkan keputusan Jenderal Manajer TMII

No.011/TMII/II/2005 tanggal 28 Februari 2005, TAAT sebagai suatu unit kerja TMII dipimpin oleh seorang Manajer yang berkedudukan di bawah Pelaksana Pengelola TMII yaitu Jenderal Manajer TMII.

Seperti telah disebutkan bahwa tugas-tugas dan kegiatan-kegiatan yang sejenis dikelompokkan menjadi unit-unit organisasi yang terpisah. Dalam struktur organisasi TAAT, unit-unit tersebut lebih dikenal dengan Bagian yang terdiri dari Bagian Umum, Bagian Operasi dan Peragaan, dan Bagian Promosi dan Informasi. Setiap bagian dipimpin oleh seorang Kepala Bagian yang membawahi sub bagian-sub bagian yang melaksanakan kegiatan secara lebih detail dengan dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian.

Kepala Bagian Umum membawahi 5 orang Kepala Sub Bagian yaitu Kepala Sub Bagian Perencanaan yang memimpin 1 orang staf; Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan Urusan Dalam yang memimpin 12 orang staf; Kepala Sub Bagian Personil yang memimpin 1 orang staf, Kepala Sub Bagian Keuangan yang

memimpin 1 orang staf; dan Kepala Sub Bagian Keamanan dan Ketertiban yang memimpin 8 orang staf.

Bagian Operasi dan Peragaan dipimpin oleh 1 orang Kepala Bagian yang membawahi 4 orang Kepala Sub Bagian, yaitu Kepala Sub Bagian Operasi yang memimpin 5 orang staf; Kepala Sub Bagian Peragaan yang memimpin 8 orang staf, Kepala Sub Bagian Mekanikal dan Elektrikal yang memimpin 4 orang staf; serta Kepala Sub Bagian Produksi Ikan Hias yang memimpin 3 orang staf.

Sedangkan Kepala Bagian Promosi dan Informasi membawahi 3 orang Kepala Sub Bagian yang terdiri dari Kepala Sub Bagian Promosi; Kepala Sub

34

Bagian Informasi dan Perpustakaan yang memimpin 1 orang staf; dan Kepala Sub Bagian Cinderamata/Kantin yang memimpin 1 orang staf. Struktur organisasi TAAT-TMII dapat dilihat pada Lampiran 2.

5.1.4 Pembagian Kerja

Setiap bulan TAAT memberikan laporan bulanan kepada Jenderal Manajer dan secara administratif mengikuti peraturan yang ditetapkan oleh TMII.

Dokumen terkait