• Tidak ada hasil yang ditemukan

GAMBARAN UMUM PROYEK

Dalam dokumen Laporan 1 Project Work II Kons. Jalan Raya (Halaman 69-84)

1. Nama Proyek : Pembangunan Jalan Kolektor Primer Cikande- Serang, Banten

2. Alamat Proyek : Kabupaten Tangerang, Banten 3. Lingkup Pekerjaan :

a. Pekerjaan Persiapan b. Pekerjaan Tanah c. Pekerjaan Drainase d. Pekerjaan Perkerasan e. Pekerjaan Utilitas Jalana f. Pekerjaan Finishing

4. Klasifikasi Jalan : Jalan Kolektor Primer, Kelas IIIA 5. Panjang Rencana Jalan : 2360,49 meter

6. Jenis Perkerasan : Perkerasan Lentur (Flexible Pavement) 7. Konstruksi Perkerasan :

a. Lapis Permukaan : Laston (MS 744), tebal 12 cm b. Lapis Pondasi atas : Batu Pecah Kelas A, tebal 11 cm c. Lapis Pondasi Bawah : Sirtu Kelas A, tebal 24 cm 8. Lebar Perkerasan : 2 x 3,75 m = 7,5 m

9. Lebar Bahu Jalan : 2 x 2 m = 4 m.

10. Pemberi Tugas : Dinas Bina Marga Dan Tata Ruang Provinsi Banten

11. Waktu Pelaksanaan : 150 hari kalender

12. Alamat : Jalan K.H. Abdul Fatah Hasan No.25 Ciceri, Kota Serang, Banten

13. Konsultan Perencana : GRACE GROUPS

14. Alamat : Pondok Ungu Permai Blok B 12 No. 2 Bekasi Utara

17125, Jawa Barat

Pasal 2

Bill Of Quantity (BQ)

1. Daftar volume pekerjaan (BQ) yang dibuat oleh Konsultan Perencana merupakan suatu pedoman saja. Peserta harus tetap menghitung item dan volume pekerjaan sesuai dengan gambar rencana, RKS, serta berita acara-berita acara Penjelasan Pekerjaan. Khususnya untuk volume pekerjaan terlampir agar dihitung kembali oleh peserta lelang yang selanjutnya akan dievaluasi bersama.

2. Bila adanya ketidaksesuaian antara perhitungan peserta dengan daftar volume pekerjaan yang akan dibuat oleh Konsultan Perencana, maka kekurangan atau kelebihan jenis pekerjaan dan volume yang dimaksud akan disesuaikan dan disepakati bersama pada waktu rapat penjelasan pekerjaan dan bersifat mengikat.

3. Pengertian mengikat disini yakni bahwa Kontraktor harus melaksanakan pekerjaan sesuai gambar rencana, RKS, serta berita acara-berita acara Penjelasan Pekerjaan serta daftar volume pekerjaan yang telah disepakati bersama antara Kontraktor dan Pengguna Jasa. Dalam hal ini dianggap sebagai risiko Kontraktor.

4. Tidak ada perhitungan kembali atas itm pekerjaan maupun volume pekerjaan diluar ayat 2 pada pasal 1 ini, yang dapat dijadikan dasar perhitungan pekerjaan tambah dan kurang.

Lingkup Pekerjaan

1. Pekerjaan persiapan lokasi proyek meliputi: a. Mobilisasi

b. Pembersihan lokasi proyek c. Pengukuran lokasi proyek d. Pemasangan pagar proyek

e. Pengadaan direksi keet, gudang material, laboratorium, los kerja, bedeng pekerja, dapur, kantin, mushola dan toilet sementara yang terdiri dari pekerjaan mulai dari membangun, menyediakan, memasang, memelihara,

membersihkan, menjaga, dan pada saat selesainya kontrak harus memindahkan atau membuang semua bangunan kantor darurat.

f. Pembuatan papan nama proyek g. Pengadaan air kerja

h. Pengadaan listrik 2. Pekerjaan tanah

a. Pengupasan top soil

Pekerjaan ini mencakup pengupasan dan pembuangan top soil. b. Galian tanah

c. Timbunan tanah

Pekerjaan ini mencakup pekerjaan penimbunan tanah dan pengangkutan tanah timbunan

d. Tanah sisa galian 3. Pekerjaan drainase

a. Pekerjaan saluran

Pekerjaan ini mencakup pekerjaan galian saluran, pengadaan saluran precast, pengadaan pasir urugan dan pemasangan saluran precast

b. Pekerjaan gorong-gorong

Pekerjaan ini mencakup pekerjaan galian gorong-gorong, pengadaan gorong precast, pengadaan pasir urugan dan pemasangan gorong-gorong precast

4. Pekerjaan perkerasan lentur a. Lapis pondasi bawah

Pekerjaan ini mencakup pekerjaan pengadaan sirtu kelas A, perataan, dan pemadatan

b. Lapis pondasi atas

Pekerjaan ini mencakup pekerjaan pengadaan batu pecah, perataan, dan pemadatan

c. Penyemprotan Prime Coat d. Lapis permukaan Laston 5. Pekerjaan utilitas

a. Pekerjaan penerangan jalan dan lampu lalu lintas b. Pemasangan rambu

6. Pekerjaan finishing a. Penghijauan

b. Pembuatan marka jalan c. Pemasangan guard rail

Penjelasan Umum Tentang Tata Tertib Pelaksanaan

1. Sebelum memulai pelaksanaan, Penyedia wajib mempelajari dengan seksama gambar-gambar dan RKS Pelaksanaan beserta Berita Acara penjelasan pekerjaan.

2. Penyedia wajib melaporkan kepada PPK setiap ada perbedaan ukuran diantara gambar-gambar dan RKS untuk mendapatkan Keputusan. Tidak dibenarkan sama sekali Penyedia memperbaiki sendiri perbedaan tersebut. Akibat dari kelalaian Penyedia dalam hal ini menjadi tanggung jawab Penyedia.

3. Daerah Kerja (Construction Area) akan diserahkan kepada Penyedia (selama pelaksanaan) dan dianggap bahwa Penyedia telah mengetahui benar-benar seluruh lingkup pekerjaan.

4. Penyedia wajib menyerahkan hasil pekerjaannya hingga selesai dan lengkap yaitu membuat, memasang, dan menyediakan bahan-bahan, alat kerja, pengangkutan, membayar upah kerja, dan lain-lain yang bersangkutan dengan pelaksanaan.

5. Penyedia wajib menyediakan sekurang-kurangnya 1 (satu) salinan gambar dan RKS di tempat pekerjaan untuk dapat digunakan setiap saat oleh Dinas Bina Marga Dan Tata Ruang Provinsi Banten.

6. Atas perintah PPK kepada Penyedia dapat dimintakan membuat gambar-gambar penjelasan dan perincian bagian-bagian khusus, semuanya atas beban Penyedia. Gambar tersebut setelah disetujui oleh Dinas Bina Marga Dan Tata Ruang Provinsi Banten secara tertulis akhirnya menjadi gambar pelengkap dari gambar-gambar pelaksanaan.

7. Setiap pekerjaan yang akan dimulai pelaksanaannya maupun yang sedang dilaksanakan, Penyedia diwajibkan berhubungan dengan PPK untuk ikut menyaksikan sejauh tidak ditentukan lain, untuk mendapatkan pengesahan/persetujuannya.

8. Setiap usul perubahan dari Penyedia ataupun persetujuan pengesahan dari PPK dianggap berlaku, sah serta mengikat jika dilakukan tertulis.

9. Pengawasan terhadap pelaksanaan penyelesaian harus dilakukan oleh tenaga-tenaga dari pihak Penyedia yang benar-benar ahli.

10. Cara-cara menimbun bahan-bahan di lapangan maupun di gudang harus memenuhi syarat teknis dan dapat dipertanggungjawabkan.

Jadwal

Paling lambat 1 (satu) minggu setelah mendapatkan SPK, Penyedia diwajibkan mengajukan:

1. Jadwal Waktu (Time Schedule) pelaksanaan secara terperinci yang digambarkan secara diagram.

2. Jadwal Pengadaan Tenaga Kerja 3. Jadwal Pengadaan Bahan

Bagan-bagan yang disebutkan di atas harus mendapat persetujuan dari Dinas Bina Marga Dan Tata Ruang Provinsi Banten sebagai dasar/patokan Penyedia dalam melaksanakan pekerjaan dan Penyedia wajib mengikutinya. Kelalaian dalam memasukkan bagan-bagan yang tersebut di atas dapat menyebabkan pekerjaan dihentikan sementara. Akibat dari penghentian sementara ini menjadi tanggung jawab Penyedia sepenuhnya.

Pemakaian Ukuran

1. Penyedia tetap bertanggung jawab dalam menempati semua ketentuan yang tercantum dalam RKS dan gambar-gambar berikut tambahan dan perubahannya.

2. Penyedia wajib memeriksa kebenaran dari ukuran-ukuran keseluruhan maupun bagian-bagiannya dan memberitahukan PPK tentang setiap perbedaan

yang ditemukannya dalam RKS dan gambar-gambar maupun dalam pelaksanaan, Penyedia baru diijinkan membetulkan kesalahan gambar dan melaksanakannya seteleah ada persetujuan tertulis dari PPK.

3. Pengambilan ukuran-ukuran yang keliru dalam pelaksanaan, di dalam hal apapun menjadi tanggung jawab Penyedia. Oleh karena itu, sebelumnya kepadanya diwajibkan mengadakan pemeriksaan menyeluruh terhadap semua gambar-gambar yang ada.

Lapangan Kerja

1. Penyedia harus membuat Direksi Keet termasuk perlengkapannya.

2. Untuk menyimpan bahan-bahan bangunan yang dianggap perlu Penyedia harus membuat gudang

3. Penggunaan bangunan yang ada di lapangan, hanya dilakukan dengan izin dari Dinas Bina Marga Dan Tata Ruang Provinsi Banten

Kebersihan dan Ketertiban

1. Selama berlangsungnya pembangunan pelaksanaan fisik proyek, kebersihan lapangan dan lingkungan terutama jalan-jalan di sekitar proyek, kantor, gudang, los kerja, dan bagian proyek yang dikerjakan harus tetap bersih dan tertib, bebas dari bahan bekas, tumpukan tanah, dan lain-lain. Khusus kebersihan lingkungan terutama jalan-jalan di sekitar proyek yang harus dibersihkan adalah adanya kotoran yang diakibatkan keluar masuknya kendaraan proyek. Kelalaian dalam hal ini dapat menyebabkan Dinas Bina Marga Dan Tata Ruang Provinsi Banten memberi perintah penghentian seluruh pekerjaan. Akibat dari hal ini seluruhnya menjadi tanggung jawab Penyedia.

2. Penimbunan bahan-bahan yang ada dalam gudang-gudang maupun yang berada di halaman bebas harus diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu kelancaran dan keamanan pekerjaan umum dan juga agar memudahkan jalannya pemeriksaan dan penelitian bahan-bahan oleh PPK maupun Dinas Bina Marga Dan Tata Ruang Provinsi Banten.

4. Tidak diperkenankan:

a. Pekerja menginap di tempat pekerjaan kecuali dengan izin PPK. b. Memasak di tempat pekerjaan kecuali dengan izin PPK.

c. Membawa masuk penjual makanan, minuman, rokok dan sebagainya ke tempat pekerjaan.

d. Keluar masuk dengan bebas.

5. Peraturan lain mengenai ketertiban akan dikeluarkan oleh PPK pada waktu pelaksanaan.

Alat – Alat Kerja dan Alat – Alat Pembantu

1. Penyedia harus menyediakan alat-alat yang diperlukan untuk melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara sempurna dan efisien.

2. Bila pekerjaan telah selesai, Penyedia diwajibkan segera menyingkirkan alat-alat tersebut.

3. Di samping harus menyediakan alat-alat yang diperlukan dimaksud pada angka 1, penyedia harus menyediakan alat-alat bantu sehingga dapat bekerja pada kondisi apapun, seperti tenda untuk bekerja pada waktu hujan.

Pembangkit Listrik dan Sumber Air

1. Setiap pembangkit listrik sementara untuk penerangan pekerjaan harus diadakan oleh Penyedia, termasuk pemasangan sementara kabel-kabel, meteran, upah dan tagihan serta pembersihannya kembali pada waktu pekerjaan telah selesai adalah beban Penyedia.

2. Air untuk keperluan pekerjaan harus diadakan dan bila memungkinkan didapatkan sumber air yang sudah ada di lokasi pekerjaan tersebut. Penyedia harus memasang pipa-pipa pekerjaan untuk mengalirkan air dan mencabutnya kembali pada waktu pekerjaan selesai. Biaya untuk pekerjaan pengadaan air sementara adalah beban Penyedia.

3. Penyedia tidak diperkenankan menyambung dan mengisap air dari saluran induk dan sebagainya tanpa terlebih dahulu mendapatkan izin dari Dinas Bina Marga Dan Tata Ruang Provinsi Banten.

Iklan

Penyedia tidak diizinkan memasang iklan dalam bentuk apapun di lapangan kerja atau di tanah yang berdekatan tanpa izin dari Dinas Bina Marga Dan Tata Ruang Provinsi Banten.

Jalan Masuk dan Keluar

1. Pemasangan jalan masuk ke tempat pekerjaan menjadi tanggung jawab pihak Penyedia dan disesuaikan dengan kebutuhan proyek tersebut.

2. Penyedia diwajibkan membersihkan kembali jalan masuk pada waktu penyelesaian dan memperbaiki segala kerusakan yang diakibatkannya dan menjadi tanggung jawab Penyedia.

Perlindungan Terhadap Bangunan Milik Umum

1. Selama masa pekerjaan, Penyedia bertanggung jawab penuh atas segala kerusakan akibat operasi pelaksanaan pekerjaan terhadap bangunan yang ada, utilitas, jalan, saluran, dan lain-lain yang ada di lapangan pekerjaan dan di lingkungan dimana hal tersebut di atas tidak termasuk di dalam pekerjaan. 2. Penyedia juga bertanggung jawab atas gangguan dan pemindahan yang terjadi

atas kelengkapan umum seperti saluran air, telepon, listrik dan sebagainya yang disebabkan oleh operasi Penyedia. Segala biaya untuk pemasangan kembali beserta perbaikan-perbaikan adalah menjadi beban Penyedia.

Kesehatan dan Kecelakaan

1. Kecelakaan-kecelakaan yang timbul selama pekerjaan berlangsung menjadi beban Penyedia

2. Penyedia diwajibkan menyediakan kotak P3K terisi menurut kebutuhan, lengkap dengan seorang petugas yang terlatih dalam soal menangani pertolongan pertama

3. Terhadap kecelakaan-kecelakaan yang timbul akibat bencana alam segala perongsokannya menjadi beban Penyedia

4. Penyedia diwajibkan memperhatikan kesehatan karyawan-karyawannya 5. Penyedia wajib menyediakan alat-alat pemadam kebakaran.

Sejauh tidak disebutkan dalam RKS ini, Penyedia harus mengikuti semua ketentuan umum lainnya yang dikeluarkan oleh Jawatan / Instansi CQ Undang-Undang keselamatan kerja dan lain sebagainya termasuk semua perubahan perubahan yang hingga kini tetap berlaku

Pengamanan

1. Penyedia bertanggung jawab penuh atas segala sesuatu yang ada di daerahnya yaitu mengenai:

a. Kerusakan-kerusakan yang timbul akibat kelalaian/kecerobohan yang disengaja maupun yang tidak.

b. Penggunaan sesuatu yang salah/keliru.

c. Kehilangan-kehilangan bagian alat-alat/bahan-bahan yang ada di daerahnya.

2. Terhadap semua kejadian sebagaimana disebut di atas, Penyedia harus melaporkan kepada Dinas Bina Marga Dan Tata Ruang Provinsi Banten / PPK dalam waktu paling lambat 24 jam untuk diusut dan diselesaikan persoalannya lebih lanjut.

3. Untuk mencegah kegiatan-kegiatan tersebut di atas, Penyedia harus mengadakan pengamanan antara lain penjagaan, penerangan malam, pemagaran sementara dan sebagainya.

Pengawasan

1. Bagian-bagian pekerjaan yang telah dilaksanakan tetapi luput dari pengawasan PPK menjadi tanggung jawab Penyedia, jika ternyata ada kesalahan. Oleh karenanya, setiap pekerjaan yang dilaksanakan harus atas persetujuan PPK. 2. Jika penyedia perlu melaksanakan pekerjaan di luar pengawasan PPK maka

untuk mengadakan pemeriksanaan tersebut harus dengan surat dan sampaikan kepada PPK.

3. Wewenang dalam memberikan keputusan yang berada di tangan petugas PPK adalah terbatas pada soal-soal yang jelas tercantum/dimasukkan di dalam gambar-gambar dan RKS serta risalah penjelasan. Penyimpangan dari padanya harus seizin Dinas Bina Marga Dan Tata Ruang Provinsi Banten.

Kualitas, Contoh Serta Prosedur Pengujian Alat dan Bahan

1. Semua bahan dan barang untuk proyek ini harus memenuhi standar/mutu yang disebut dalam gambar rencana dan RKS.

2. Bila dalam RKS disebutkan nama dan pabrik pembuatan suatu bahan dan barang, maka ini dimaksudkan menunjukkan standar minimal mutu/kualitas bahan dan barang yang digunakan.

3. Bila Dinas Bina Marga Dan Tata Ruang Provinsi Banten / GRACE GROUPS meragukan kualitas bahan dan barang dimaksud, maka Pemberi Tugas dapat mengeluarkan perintah untuk mengadakan pengujian melalui tes laboratorium atas biaya Penyedia.

4. Setiap barang dan bahan yang akan digunakan harus disampaikan kepada PPK oleh Penyedia untuk mendapatkan persetujuan perencana dan Dinas Bina Marga Dan Tata Ruang Provinsi Banten. Waktu penyampaiannya dilaksanakannya jauh sebelum pekerjaannya dimulai.

5. Setiap usulan penggunaan nama oleh pabrik dan pembuatan dari suatu bahan dan barang harus mendapatkan rekomendasi dari PPK berdasarkan petunjuk dalam RKS serta gambar-gambar dan risalah penjelesan untuk selanjutnya usulan tersebut diteruskan untuk mendapatkan persetujuan dari GRACE GROUPS dan Dinas Bina Marga Dan Tata Ruang Provinsi Banten.

6. Contoh bahan dan barang yang akan digunakan dalam pekerjaan harus diadakan atas biaya Penyedia, setelah disetujui oleh Dinas Bina Marga Dan Tata Ruang Provinsi Banten / GRACE GROUPS.

7. Contoh bahan dan barang tersebut disimpan oleh Dinas Bina Marga Dan Tata Ruang Provinsi Banten dan PPK untuk dijadikan dasar penolakan bila ternyata

bahan dan barang yang dipakai tidak sesuai dengan contoh, baik kualitas maupun sifatnya.

8. Dalam pengajuan barang penawaran, Penyedia harus sudah memasukkan sejauh keperluan biaya untuk pengujian berbagai bahan dan barang. Tanpa mengingat jumlah tersebut, Penyedia teteap bertanggung jawab pula atas biaya pengujian bahan dan barang yang tidak memenuhi syarat atas Dinas Bina Marga Dan Tata Ruang Provinsi Banten dan PPK.

9. Pada waktu pengajuan penawaran, rekanan harus menyertakan/melampirkan “Daftar Material” yang lebih terperinci dari semua bahan yang akan dipasang pada proyek dan harus disebutkan nama pabrik, merk, spesifikasi teknis lengkap dengan brosur/katalog. Daftar material yang diajukan pada waktu penawaran ini adalah mengikat, dan harus diajukan lengkap, tidak boleh sebagian, daftar harus dibuat dalam rangkap 4 (empat).

Pemberi Tugas dan PPK akan mengeluarkan perintah untuk menyingkirkan bahan/barang yang tidak disetujui dalam tempo 1x24 jam keluar lapangan pekerjaan, atas biaya Penyedia.

Penggantian Barang

1. Produk yang disebutkan namanya.

Material, peralatan, perkakas, aksesoris yang disebutkan nama pabriknya dalam RKS, Penyedia harus melengkapi produk yang disebutkan di RKS. Jika produk yang dimaksudkan tidak terdapat di pasaran, Penyedia dapat mengajukan produk pengganti yang setaraf, disertai spesifikasi teknis yang lengkap untuk mendapatkan persetujuan GRACE GROUPS / Dinas Bina Marga Dan Tata Ruang Provinsi Banten sebelum pemesanan.

2. Produk yang tidak disebutkan nama pabriknya.

Material, peralatan, perkakas, aksesoris dan produk-produk yang tidak disebutkan nama pabriknya di dalam RKS, Penyedia harus mengajuka secara tertulis nama negara dari pabrik yang menghasilkannya, catalog yang berisi spesifikasi teknis dan selanjutnya menguraikan data yang menunjukkan secara

benar bahwa produk yang digunakan adalah sesuai dengan RKS kondisi proyek.

RKS Serta gambar Kerja

1. Gambar-gambar detail merupakan bagian-bagian yang tidak terpisahkan pada RKS ini.

2. Jika terdapat perbedaan antara gambar-gambar dengan RKS, Penyedia diwajibkan mengajukan pertanyaan tertulis kepada PPK dan Penyedia diwajibkan pula mentaati dan mengikuti keputusan PPK.

3. Ukuran-ukuran yang terdapat dalam gambar terakhirlah yang berlaku, dan ukuran dengan angka adalah yang harus diikuti selain pada ukuran dari skala gambar-gambar, tapi jika mungkin ukuran ini harus mengambil dari pekerjaan yang sudah selesai.

4. Jika terdapat kekurangan penjelasan-penjelasan dalam gambar atau diperlukan gambar tambahan/gambar detail untuk membesarkan gambar-gambar, atau untuk memungkinkan Penyedia melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan ketentuan, maka Penyedia harus dapat membuat gambar tersebut dan dibuat 3 (tiga) rangkap gambar, atas biaya Penyedia.

5. Apabila ada hal-hal yang disebutkan berulang pada gambar-gambar, RKS, atau dokumen kontrak lainnya yang berlainan dan atau penjelesan-penjelasannya bertentangan, maka ini harus diartikan bukan untuk menghilangkan satu terhadap yang lain, tetapi untuk lebih menegaskan masalahnya. Kalau terjadi hal ini maka yang diambil sebagai patokan adalah yang mempunyai bobot teknis dan atau yang mempunyai bobot biaya yang tinggi.

6. RKS, Daftar Volume Pekerjaan (BQ), gambar serta Berita Acara penjelasan pekerjaan adalah bagian yang saling melengkapi satu sama lain dan sesuatu yang termuat di dalamnya bersifat mengikat.

Bila ada perbedaan ukuran dan atau penjelasan-penjelasan atau tidak sesuai antara gambar berlainan beda jenisnya, maka dapat dipakai pedoman sebagai berikut: Gambar kerja arsitektur, dengan gambar struktur/mekanikal/elektrikal yang dipakai sebagai pegangan fungsional adalah gambar arsitektur, sedang mengenai jenis dan kualitas bahan yang dipakai adalah gambar struktur/mekanikal/elektrikal.

Gambar Kerja (Shop Drawing)

1. Penyedia harus membuat shop drawing guna pelaksanaan di lapangan yang harus dibuat berdasarkan gambar rencana dan disampaikan kepada PPK untuk mendapatkan persetujuan.

2. Shop drawing dibuat secara jelas, detail-detail, ukuran-ukuran, bahan yang digunakan, perlengkapannya, pertemuan diantara bahan yang berlainan jenisnya dan lain-lain yang harus dijelaskan. Termasuk dalam hal ini adalah shop drawing untuk seluruh pekerjaan M/E.

3. Pekerjaan Penyedia belum dapat dimulai sebelum shop drawing tersebut disetujui PPK.

4. PPK harus mempunyai waktu yang cukup untuk meneliti shop drawing yang diusulkan oleh Penyedia.

5. Persetujuan terhadap shop drawing bukan berarti menghilangkan tanggung jawab pihak Penyedia terhadap pelaksanaan pekerjaan tersebut. Kelambatan atas proses ini tidak berarti Penyedia mendapat perpanjangan waktu pelaksanaan.

6. Gambar tersebut di atas harus dalam rangkap 3 (tiga) berikut kalkirnya dan semua biaya pembuatannya ditanggung oleh Penyedia.

Gambar yang Berubah dari Rencana

1. Gambar rencana dapat berubah dengan perintah tertulis Dinas Bina Marga Dan Tata Ruang Provinsi Banten berdasarkan pertimbangan PPK dan DM Engineering International.

2. Perubahan rancangan ini harus digambar sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Dinas Bina Marga Dan Tata Ruang Provinsi Banten, yang jelas memperlihatkan perbedaan antara gambar rencana dan gambar perubahan rancangan.

3. Gambar tersebut harus diserahkan dalam rangkap 3 (tiga) berikut kalkirnya (gambar asli).

4. Gambar listrik menunjukkan kapasitas, jumlah, serta persyaratan instalansi. Penyedia wajib memeriksa kemungkina kesalahan/ketidakcocokkan dari segi kapasitas, dimensi dan lain-lain. Apabila ada ketidaksesuaian kapasitas maupun dimensi, Penyedia harus dapat menyampaikan secara tertulis sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari sebelum dilaksanakan.

5. Gambar perubahan rancangan yang disetujui oleh Dinas Bina Marga Dan Tata Ruang Provinsi Banten / PPK kemudian dilampirkan dalam berita acara pekerjaan tambah kurang.

Penyerahan

Penyerahan pekerjaan ini dilakukan dua kali: 1. Penyerahan pertama

Penyerahan pertama ini dilakukan apabila:

a. Setelah pekerjaan selesai 100% sesuai dengan yang tertuang dalam kontrak, penyedia barang/jasa mengajukan permintaan secara tertulis kepada pengguna barang/jasa untuk penyerahan pekerjaan.

b. Semua bangunan sementara beserta perlengkapan dibongkar, setelah diperintahan oleh PPK.

c. Tiap bagian pekerjaan harus dalam keadaan baik, bersih, utuh tanpa cacat. d. Seluruh peralatan yang bergerak harus dapat beroperasi dengan baik. e. Semua anak kunci harus dikumpulkan dan diberi tempat yang baik dengan

gambar dan diberi tanda.

f. Penyedia diwajibkan menyerahkan kepada Dinas Bina Marga Dan Tata Ruang Provinsi Banten / PPK. Berupa:

1) 3 (tiga) set gambar “as built drawing” dan seluruh pekerjaan yang dilaksanakannya termasuk gambar-gambar perubahan dari rencana yang disetujui PPK.

2) Gambar – gambar tersebut harus diserahkan berikut kalkirnya (gambar asli) dan semua biaya pembuatannya ditanggung oleh penyedia.

3) 3 (tiga) foto album dokumentasi berwarna. 4) Seluruh lokasi pekerjaan dalam keadaan bersih. 2. Penyerahan kedua

Penyerahan kedua dilakukan setelah Penyedia selesai menunaikan kewajiban-kewajibannya dalam masa pemeliharaan dan telah mendapat persetujuan pengawas lapangan bahwa kewajiban-kewajiban tersebut dilaksanakan dengan sempurna termasuk penggambaran-penggambaran kembali (as built drawing) dari bagian bagian pekerjaan serta penyerahan kembali dalam bentuk mikro film. Pengawas lapangan akan memeriksa gambar-gambar tersebut untuk menyetujui atau mensyaratkan perbaikan. Pengawas lapangan tidak akan mengeluarkan berita acara penyerahan kedua jika kewajiban-kewajiban tersebut belum dilaksanakan dengan sempurna.

DIVISI I UMUM SEKSI 1.1

Dalam dokumen Laporan 1 Project Work II Kons. Jalan Raya (Halaman 69-84)

Dokumen terkait