• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Gambaran Umum Responden

Responden dalam penelitian kali ini berjumlah 50 kk yang menjadi sampel. Adapun identitas responden adalah sebagai berikut :

a. Jenis Kelamin

Jenis kelamin merupakan salah satu indikator dalam penentuan sampel penelitian. Berikut adalah tabel mengenai jenis kelamin responden dibawah ini :

Tabel 4.6

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis kelamin Frekuensi Presentase

Laki-laki 20 40%

Perempuan 30 60%

Total 50 100%

Sumber : Hasil olah data Ms.Excell

Berdasarkan tabel diatas menjelaskan bahwa responden yang bejenis kelamin laki-laki sebanyak 20 orang atau 40%, sedangkan yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 30 orang atau 60%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata responden terbanyak adalah berjenis kelamin perempuan yaitu 30 orang dari 50 responden yang menjadi sampel penelitian.

b. Umur

Pada penelitian ini penulis memberikan batasan umur pada responden dari 25 tahun sampai 50 tahun. penulis memberi batasan umur mulai 25 tahun karena pada usia tersebut sudah masuk dalam usia produktif. adapun tabel responden berdasrakan umur sebagai berikut :

Tabel 4.7

Karakteristik Responden Berdasarkan Umur

Umur Frekuensi Presentase

25-30 9 18%

31-40 16 32%

41-50 13 26%

>50 12 24%

Total 50 100%

Sumber : Hasil olah data Ms. Excell

Berdasarkan tabel 4.7 menjelaskan bahwa karakteristik responden berdasarkan umur hampir merata, dimana responden yang yang berumur 25-30 tahun sebanyak 9 orang atau 18% usia 31-40 sebanyak 16 orang atau 32% usia, 41-50 tahun sebanyak 13 orang dan yang terakhir umur diatas 50 tahun sebanyak 12 orang. Deangan hasil ini dapat disimpulkan bahwa respoden berdasarkan umur terbanyak pada penelitian ini umur 31-40 sebanyak 16 orang.

c. Tingkat Pendidikan

Tinggi rendahnya pendidikan sesorang sangat berpengaruh terhadap cara pandang dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan juga biasanya dijadikan sebagai tolak ukur pada pekerjaan. Dari hasil penelitian ini diketahui tingkat pendidikan responden adalah sebagai berikut :

Tabel 4.8

Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Pendidikan Frekuensi Presentase

SD 22 44%

SMP 15 30%

SMA 13 26%

Total 50 100%

Sumber : Hasil olah data Ms. Excell

Berdasarkan tabel 4.8 diatas menjelaskan bahwa karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan responden dimana SD sebanyak 22 orang atau 44% SMP sebanyak 15 orang atau 30% sedangkan yang berpendidikan SMA sebanyak 13 orang atau 26%. Dengan hasil ini dapat disimpulkan bahwa rata-rata responden berpendidikan SD pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sangat cukup memprihatingkan dimana tingkat pendidikan penduduk UPT Kecamatan Wonomulyo paling banyak hanya sampai tingkat SD. Hal itu memunculkan perhatian bahwa tingkat pendidikan penduduk sangat memprihatinkan, dimana dapat dikatakan kualitas sumber daya manusia dapat dilihat dari tingkat pendidikan dimana masyarakat mayoritas petani sehingga pendidikan memang perlu menjadi perhatian khusus pemerintah utamanya anak usia sekolahyang ada di Kecamatan Wonomulyo hanya sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah atas (SMA) dan ketika ingin melanjutkan kejenjang lebih tinggi harus keluar kota yang jaraknya jauh.

d. Gambaran Mata Pencaharian

Mata pencaharian merupakan salah satu indikator aktivitas dalam menunjang keberhasilan kehidupan. Dengan mata pencaharian masyarakat lokal dan transmigran dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

Di UPT Kecamatan Wonomulyo Masyrakat lokal dan transmigran

didominasi memiliki mata pencaharian sebagai petani dimana tanah atau kebun miliknya merupakan hasil melalui tabel dibawah ini.

Tabel 4.9

Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan

Pekerjaan Frekuensi Presentase

Tidak Bekerja 2 4%

Petani/Berkebun 40 80%

Kuli Bangunan 8 16%

Total 50 100%

Sumber : Hasil olah data Ms. Excell Tahun 2019.

Berdasarkan tabel 4.9 diperoleh data responden berdasarkan pekerjaan utama yaitu yang tidak bekerja sebanyak 2 orang atau 4%, petani dan berkebun sebanyak 40 orang atau 80%, kuli kuli bangunan sebanyak 8 orang atau 16%. Berdasarkan hasil yang didapatkan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa rata-rata responden memiliki mata pencaharian sebagai petani dan berkebun. Dari hasil pengamatan peneliti saat observasi, kebanyakan responden mengatakan dominan pekerjaannya petani/berkebun.

2. Deskripsi Variabel Penelitian

Dari data penelitian ini terdiri dari dua variabel bebas yaitu sistem transmigrasi (X) dan variabel terkait yaitu peningkatan ekonomi (Y). Untuk mendeskripsikan data dan menguji pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, maka pada bagian ini disajikan deskripsi data dari

masing-masing variabel berdasarkan data yang diperoleh di lapangan. Penelitian ini menggunkan pendekatan populasi dengan jumlah responden 50 orang.

Deskripsi data masing-masing variabel secara rinci dapat dilihat dalam uraian berikut :

a. Transmigrasi

Variabel transmigrasi menggunkan skala bertingkat (likert) dengan 5 alternatif jawaban yaitu skor tinggi 5 dan skor terendah. 1

Tabel 4.10

Distribusi Frekuensi Data Variabel Transmigrasi (X)

No Pernyataan STS TS KS S SS

1 Adanya kepemilikan lahan sangat membantu

dalam proses peningkatan ekonomi - - - 4 - 2 Kurangnya keterampilan membuat masyarakat

dan transmigrasi susah menapat pekejaan - - 3 - - 3 Hasil olahan produktif dapat meningkatkan

perekonomian masyarakat - - - 4 -

4 Tingkat kesuburan tanah yang tidak

menguntungkan - - - - 5

5 Banyaknya penduduk yang kurang berkualitas

mengakibatkan banyak pengangguran - - - - 5 Hasil olah data Ms. Excell

Berdasarkan tabel 4.16, dapat dijelaskan bahwa skor 41-45 sebanyak 29 orang atau 22%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata responden memberikan penilaian transmigrasi berkisaran di skor 40-45.

b. Peningkatan Ekonomi

Berikut adalah hasil distribusi frekuensi data variabel peningkatan ekonomi

Tabel 4.11

Distribusi Frekuensi Data Variabel Peningkatan Ekonomi (Y)

No Pernyataan STS TS KS S SS

1

Sumber daya manusia selaku subjek dalam proses pembangunan dan pertumbuhan ekonomi

- - 3 - -

2

Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan dan pertumbuhan ekonomi

- 2 - - -

3

Sumber daya manusia yang berkualitas, tangguh tidak berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi

- 2 - - -

4

Rasa malas dan ketergantungan diri pada orang lain membuat Masyarakat Kabupaten Polewali Kecamatan Wonomulyo

- - - 4 -

5 Padatnya penduduk mengakibatkan tingkat

pengangguran semakin banyak - - 3 - -

Sumber : hasil olaha data Ms. Excell

Berdsarkan tabel 4.11 dapat dijelaskan bahwa 30 orang mempunyai skor antara 41-45 atau 30%, 46-50 sebanyak 10 orang atau 10%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata responden memberikan penilaian peningkatan ekonomi berkisaran di skor 41-45.

3. Uji Validitas dan Reliabilitas a. Hasil Uji Validitas Transmigran

Tabel 4.12

Hasil Uji Validitas Transmigran Keterangan Nilai R

Hitung Nilai R Tabel Valid / Tidak

Berdasarkan tabel 4.12 dapat dijelaskan bahwa kuesionerini dapat disimpulkan bahwa kuesioner yang dibagikan ke responden dinyatakan valid.

Tabel 4.13

Hasil Uji Validitas Peningkatan Ekonomi

Keterangan Nilai R Hitung Nilai R Tabel Valid / Tidak valid

Pernyataan 1 .000 0,05 Valid

Sumber: SPSS Versi 22

Berdasarkan tabel 4.13 dapat disimpulkan bahwa kuesioner yang dibagikan keresponden dinyatakan valid.

b. Uji Reliabilitas

Tabel 4.14

Hasil Uji Reliabilitas Transmigran Cronbach's

Alpha N of Items

.341 30

Sumber:Diolah di SPSS Versi 22

Hasil uji reliabilitas pada Tabel 4.14 menunjukkan bahwa variabel mempunyai nilai Cronbach’s Alpha0,341< 0,60. Jadi dapat dikatakan semua konsep pengukur variabel dari kuesioner adalah tidakreliabel (tidak dapat diandalkan) sehingga item pada masing – masing variabel tersebut tidak layak digunakan sebagai alat ukur.

4. Uji Asumsi Klasik

Sebelum menguji hipotesis dalam penelitian ini, terlebih dahulu dilakukan pengujian prasyaratan analisis data yang meliputi :

a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan mengetahui data dari mmasing-masing variabel berdistribusi normal atau tidak.Jika distribusi data normal, maka analisis data dan pengujian hipotesis digunakan statistik parametrik.

Seperti gambar dibawah ini:

Gambar 4.1 Uji Normalitas

Berdasarkan gambar 4.1 di atas normal probabilityplot, menunjukkan bahwa data menyebar di sekitar garis diagonal dan menunjukkan pola distribusi normal, sehingga dapat disimpulkan bahwa asumsi normalitas memenuhi dan layak dipakai untuk memprediksi migrasi berdasarkan variabel bebasnya.

b. Uji Multikolinearitas

uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui ada tidaknya kolerasi yang tinggi antara variabel bebas dalam regresi. Asumsi multikolinearitas menyatakan bahwa variabel bebas harus terbebas dari kolerasi yang tinggi antara variabel bebas. Hubungan antar variabel bebas terhadap variabel terikat akan terganggu jika ada kolerasi yang tinggi di antara variabel-variabel bebasnya. Hal ini mengakibatkan model regresi yang diperoleh menjadi tidak valid. Hasil uji multikolinearitas dapat dilihat sebagai berikut :

Tabel 4.15

Hasil Uji Multikolinearitas

Pengaruh Transmigran Terhadap Peningkatan Ekonomi Masyarakat

Model

Collinearity Statistics

Tolerance VIF

1 (Constant) TRANSMIGRA

SI 1.000 1.000

Sumber:SPSSVersi 22

Berdasarkan tabel 4.15 dapat dijelaskan bahwa nilai tolerance 1,000 lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF 1,000 lebih kecil dari 10,00 sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinearitas.

c. Hasil Uji Heteroskedastisitas

Pengujian ini pada dasarnya bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidak samaan variance dari residual satu pengamatankepengamatan yang lainnya. Hasil uji heteroskedastis dapat dilihat sebagai berikut :

Gambar 4.2 Uji Heteroskedastisitas

Berdasarkan gambar 4.1 terlihat titik-titik menyebar secara acak tiak membetuk pola yang jelas serta tersebar di atas atau di bawah angka 0 pada sumbu Y. Pada hal ini berarti tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi

5. Hasil Analisis Regresi Sederhana

Uji regresi sederhana digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat. Dalam hal ini, peneliti ingin melihat seberapa besar pengaruh yang diberikan oleh transmigran terhadap warga lokal di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali. Adapun hasil uji regresi sederahana yang dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.16

Hasil Uji Regresi Sederhana

Pengaruh Transmigrasi TerhadapPeningkatan Ekonomi Masyarakat

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 65.546 13.967 4.693 .000

TRANSMIGRA

SI -.291 .215 -.191 -1.351 .183

Sumber : SPSS Versi 22

Berdasarkan tabel 4.16 maka diperoleh hasil regresi sederhana sebagai berikut :

Y = 65,546 – 0,291

Berdasarkan persamaan di atas, di peroleh nilai constant sbesar 65,546 yang artinya jika transmigrasi (X) bernilai tetap, maka peningkatan ekonomi masyarakat (Y) bernilai 65,546%. Sedangkan pada koefisien variabel transmigran (X) bernilai 0,291 dan tingkat signifikan 183 yang lebih besar dari 0,05, yang artinya transmigrasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali.

6. Uji Hipotesis a. Uji t

Tabel 4.18 Hasil Uji t

Pengaruh Transmigrasi Terhadap Peningkatan Ekonomi Masyarakat

Model

Sumber SPSS VersI 22

Hasil uji t pada tabel 4.18 menjelaskan bahwa nilai signifikan transmigrasi sebesar 0,183 lebih besar dari> 0,05 sedangkan t hitung sebesar -1,351 yang lebih kecil dari t tabel sebesar 2,010 dan tidak signifikan. Hal ini menunjukan tidak ada pengaruh secara signifikan terhadap peningkatan

ekonomi masyarakat terhadap peningkatan masyarakat di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali.

Dokumen terkait