• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEORI

A. Gambaran Umum SD Tripusaka

1. Sejarah SD Tripusaka

Tahun 1918 sekolah dibangun menyatu dengan rumah ibadah umat Khonghucu di jl. Yap Tjan Bing no 15 Solo. Tahun 1925 tokoh Thioe Hik Tik mengajar bahasa Melayu pada anak-anak disekitar lokasi tanpa dipungut biaya. Dilanjutkan oleh bapak Lie Djong Hian dan Auw Ing Kiong dengan pelajaran (Kuo Yu) dan budaya Tiongkok.

Tanggal 1 November 1935 oleh kepala sekolah bapak Au Wing Kiong dan pimpinan Makin Bapak Liem Tiang Hwat dan Tan Kiong Wan, sekolah resmi menjadi sekolah dasar dengan bahasa pengantar bahasa Tionghoa. Tahun 1952 oleh direktur sekolah bapak Kao Sing Giok sekolah resmi menjadi “ SD Confusius Surakarta” bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar. Tahun 1955 SD Confusius pertama kali mengikuti ujian Negara. Tahun 1967 dibangun SMP Confusius untuk menampung siswa-siswa sekolah Tionghoa yang ditutup karena peristiwa G 30 S. Ruang kelas yang tidak mencukupi terpaksa dibuka kelas pagi dan siang. Tahun 1978 oleh Perkumpulan Masyarakat Surakarta(PMS) Makin diberi hak untuk menggunakan tanah seluas 3.500 meter persegi di sebelah timur kota Solo untuk digunakan sebagai sekolah

commit to user

SMP dan SMA. Tahun 1978 agama Khonghucu tidak bisa di ujikan di sekolah, status sekolah dari diakui menjadi terdaftar. Tanggal 17 Juli 1979 dibentuk Yayasan Pendidikan Tripusaka. Sekolah Confusius diubah menjadi Sekolah” Tripusaka”. Ketua pertama Yayasan adalah bapak Lai Gian Sen. Tripusaka berarti 3 kebajikan utama, yaitu bijaksana, cinta kasih dan berani. Nama ini diambil dari kitab Si Shu bab Zhongyong. Tahun 1984 oleh pemerintah status sekolah sudah diakui kembali. Saat ini ketua yayasan adalah bapak hendri Susanto.

2. Visi dan Misi Pendidikan Tripusaka

1. Visi Pendidikan tripusaka yaitu:

1.1 Segi pemberdayaan moral atas dasar realita kemerosotan dalam dunia pendidikan.

1.2 Semangat belajar mengajar sangat rendah dan tidak ada penanaman konsep belajar mengajar yang benar dari awal.

1.3 Solidaritas kebangsaan siswa Indonesia perlu ditanamkan sejak dini demi memperkokoh integrasi bangsa.

2. Misi Pendidikan Tripusaka

Misi pendidikan Tripusaka adalah merealisasikan dari dua visi tersebut:1 2.1 Melaksanakan pendidikan moral atau budi pekerti yang dinilai dari

1. Metode pendidikan budi pekerti adalah teladan yang berdasar pada ajaran konghucu dengan ren atau cinta kasih sebagai sentralnya. Dengan cinta kasih menghargai perbedaan-perbedaan dalam bermasyarakat demi terciptanya perdamaian dalam keharmonisan. 2. Pendidikan budi pekerti dimulai dari pembinaan kepribadian yang

tidak individualis, tetapi bermoral dalam berumahtangga, bermasyarakat, bernegara dan mampu bergaul dalam dunia internasional.

2.2 Melaksanakan pendidikan intelektual yang siap membangun negara Indonesia yang modern

1. Memilih personalia guru yang professional dalam pengusaan materi.

2. Menyediakan fasilitas pendidikan dan laboratorium yang modern dan menyiapkan siswa terhadap penguasaan bahasa asing ; bahasa China, bahasa Inggris, khususnya untuk menghadapi era globalisasi.

3. Tujuan Sekolah

Tujuan Sekolah di SD Tripusaka adalah sebagai berikut:

1. Mencapai kompetensi siswa secara individual maupun klasikal secara optimal.

2. Mencapai kualitas kenaikan atau kelulusan yang baik.

3. Menghargai nilai-nilai sosial ( lingkungan teman seusia, keluarga maupun masyarakat ).

commit to user

4. Bersikap jujur dan adil dalam tindakan keseharian.

5. Menghargai nilai-nilai ciptaan demi kelestarian ciptaan Tuhan.

4. Sasaran Program

Adapun sasaran program di SD Tripusaka adalah sebagai berikut: 1) Terpenuhinya kualitas dan kuantitas SDM.

2) Terjalinnya relasi yang baik dengan orang tua siswa dan lembaga terkait. 3) Tercapainya pendidikan yang berlandaskan cinta kasih.

5. Sarana dan Prasarana

SD Tripusaka Surakarta berdiri dengan luas bangunan 3500 meter persegi diatas tanah milik Yayasan Tripusaka .

Bangunan tersebut terdiri dari: Ruang Kelas = 6 ruang Ruang Kepala Sekolah = 1 ruang Rung Guru = 1 ruang Ruang Tata Usaha = 1 ruang

commit to user

6. Stuktur Organisasi SD Tripusaka Surakarta

Struktur organisai SD Tripusaka terdiri dari Kepala Sekolah, Dewan Komite, Unit Perpustakaan, Tata Usaha, Guru Kelas I-VI, Guru Tidak Tetap (GTT) meliputi Guru Agama, Guru Agama, Guru B.Inggris, Guru Olahraga dan Guru mandarin.

Kepala Sekolah bertugas untuk memimpin sekolah dan berhak untuk memerintah bawahannya seperti dewan komite, unit perpustakaan, tata usaha dan guru. Sedangkan guru bertugas untuk berperan untuk mengajar dan mendidik siswa sesuai bidangnya. Berikut ini adalah bagan struktur organisasi SD Tripusaka Surakarta.

commit to user

Gambar 1.3

Struktur Organisasi SD Tripusaka Surakarta

Keterangan : Garis Komando Garis Organisasi KEPALA SEKOLAH Drs. Kasmuji DEWAN / KOMITE Triani TATA USAHA Agustin UNIT PERPUSTAKAN GURU KELAS I Erwin Catur A.SE

GURU KELAS II Angga Bayu M,Spd

GURU KELAS III Joko Hariyanto S.SOS

GURU KELAS IV Dyah Samirah Pw

GURU KELAS V M.Dewi Tien, Sso

GURU KELAS VI Sri Handayani, Spd GURU AGAMA Purwani GURU OLAHRAGA Samanto GURU B.INGGRIS Imelda

GURU M.LOKAL GURU KESENIAN Heri Sri S,spd GURU MANDARIN Dewi Purwanti PENJAGA SISWA MASYARAKAT SEKITAR

1. Denah Gedung SD Tripusaka Surakarta

SD Tripusaka memiliki luas bangunan 3500 meter persegi. SD Tripusaka yang terletak dijalan Yap Tjan Bing no 15 Jagalan Solo ini memiliki 2 lantai menghadap ke utara. Lantai pertama memiliki enam ruangan yaitu ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang UKS, ruang kelas satu, ruang kelas dua, ruang dan kelas tiga sedang lantai kedua memiliki enam lantai juga yaitu ruang kelas empat, ruang kelas lima, ruang kelas enam, ruang perpustakaan dan gudang. Didepan gedung SD Tripusaka terdapat Lithang yaitu tempat ibadah agama Khonghucu dan juga dipakai sebagai ruang kelas siswa SD Tripusaka yang mendapat pelajaran agama. Berikut ini adalah denah gedung SD Tripusaka:

commit to user

Gambar 2.3

Gambar Denah Gedung SD Tripusaka Surakarta

Lantai 2 Lantai 1 Tangga Kelas I Kelas II Kelas III Kantor Kepala Sekolah Kantor Guru Kelas IV Kelas V Kelas VI Perpus takaan Gudang Ruang UKS Toilet Toilet Pintu Gerbang LITHANG

8. Personil Sekolah

Karyawan SD Tripusaka Surakarta tahun ajaran 2009/2010 terdiri dari: Karyawan Edukatif Laki-laki = 3 orang

Perempuan = 9 orang

Jumlah = 12 orang Karyawan Pendidikan S1 = 85%

D3 = 15% Karyawan Non Edukatif Laki-laki = 1 orang

Perempuan = 1 orang Jumlah = 2 orang

Jumlah Siswa SD Tripusaka Surakarta adalah 39 siswa, sebagai berikut :

Tabel 1.3

Jumlah Siswa SD Tripusaka Surakarta Tahun Ajaran 2009/2010

No. Kelas Laki-Laki Perempuan

1 I 1 3 2 II 4 2 3 III 2 6 4 IV 4 2 5 V 6 1 6 VI 3 5 JUMLAH 20 19

commit to user

9. Kegiatan Ekstrakurikuler di SD Tripusaka Surakarta

Di usia yang ke 85 tahun ini SD Tripusaka Surakarta telah banyak mencapai prestasi, baik dibidang akademik maupun non akademik. Hal ini tidak terlepas dari program kegiatan yang diselenggarakan sekolah. Adapun program kegiatan sekolah tersebut meliputi kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Kegiatan intrakurikuler diselenggarakan pagi hari dan siang hari.

Yang menjadi mata pelajaran unggulan adalah pelajaran bahasa Mandarin dan Sempoa. Untuk menjaga kebugaran siswa sebagai penunjang belajar dengan baik maka diprogramkan senam pagi setiap hari Jumat. Ekstrakurikuler sekolah diselenggarakan sore hari kecuali bahasa Mandarin, Inggris dan Sempoa yang diadakan siang hari setelah KBM. Ekstrakurikuler diselenggarakan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa.

Ekstrakurikuler dibedakan menjadi 2 :

a. Ekstra wajib : Bahasa Mandarin, Bahasa Inggris dan Sempoa. b. Ekstra pilihan : Drum Band, Barongsai dan Teater.

Adapun untuk mewadahi hasil ekstrakurikuler setiap tahun diselenggarakan pentas seni disamping acara-acara tertentu seperti Perayaan Imlek, Tahun Baru, Hari Lahir Nabi Khongcu dan Natal.

Dokumen terkait