CIPTA LAGU ATAU MUSIK OLEH USAHA KARAOKE DI KOTA MEDAN (STUDI PADA YAYASAN KARYA CIPTA INDONESIA SUMUT)
A. Gambaran Umum Yayasan Karya Cipta Indonesia
Yayasan Karya Cipta Indonesia (YKCI) atau sering disebut KCI adalah organisasi nirlaba pengelola hak cipta musik secara kolektif yang mendapat kuasa dari pencipta musik Indonesia maupun asing, yang tidak boleh mencari keuntungan, bahkan bunga deposito pun ikut didistribusikan. KCI sebagai organisasi berbasis keanggotaan (Membership-base society) para pemberi kuasa berhak menentukan arah kebijakan organisasi, melalui Konsorsium Dewan Perwakilan.108
Wadah ini bekerja atas dasar pemberian kuasa dalam bentuk perjanjian dari pencipta lagu yang menjadi anggota KCI dimana pemberian kuasa tersebut dimaksudkan untuk menarik royalti dari pengguna. Sehingga sudah pasti KCI tidak akan memungut royalti dari pencipta lagu yang bukan merupakan anggota KCI. Sesuai dengan Undang – Undang Hak Cipta, maka para pencipta lagu mempunyai hak moral dan hak ekonomi yang bisa menghidupi mereka didalam mereka berkarya sesuai Undang-undang hak ini memang tidak mudah didapat
108 Karya Cipta Indonesia, Introduksi KCI Lisensi Hak Cipta Musik Sedunia, hlm. 9
oleh para pencipta itu secara sendiri-sendiri karena berbagai keterbatasan yang ada, sehingga harus dilaksanakan melalui sebuah wadah dimana wadah ini akan bertindak atas nama seluruh pencipta lagu yang menguasakan hak mereka kepada wadah ini. Dengan dasar-dasar inilah maka para tokoh seniman ini dapat melahirkan wadah ini pada tanggal 12 Juni 1990 di Jakarta. Wadah inilah wadahnya para pencipta lagu yang akan berjuang untuk kehidupan para pencipta lagu. Para Tokoh dan insan musik Indonesia pun menyadari kondisi tersebut dan memrakarsai untuk membentuk sebuah wadah untuk memperjuangkan dan melaksanakan kegiatan Kolekting hak para pencipta khususnya mengenai hak mengumumkan yang dapat dinikmati oleh para Pencipta Lagu sebagai Pemilik hak cipta selama hidupnya bahkan ketika yang bersangkutan meninggal maka para ahli warisnya dapat menikmati royalti (hak ekonomi) tersebut sepanjang 50 tahun. 109
Karya Cipta Indonesia sebagai Lembaga Manajemen Kolektif Hak Cipta telah mendapatkan Ijin Operasional dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asassi Manusia Republik Indonesia Nomor : HKI.2-OT.03.01-06 tentang Izin Operasional Lembaga Manajemen Kolektif .
KCI dibentuk pada tahun 1989 dengan nama awalnya yaitu INCOS yang merupakan singkatan dari Indonesian Collecting Society. INCOS terbentuk atas desakan pihak asing yang meminta agar Indonesia mempunyai suatu badan yang mewakili pencipta dalam penanganan hak cipta. Diawali dengan diterimanya
109 Kci-lmk.or.id diakses tanggal 2 Februari 2017
Persatuan Artis Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI) sebagai Associate Member pada konfederasi perkumpulan pencipta lagu atau musik dan penulis lirik internasional (CISAC, singkatan dari The International Confederation of Societies of Authors and Composers) yang menghimpun sekitar
158 organisasi dari 114 negara di seluruh penjuru dunia. 110
Atas prakarsa Jimy Yim, yang pada waktu itu merupakan Regional Delegate CISAC untuk wilayah Asia Pasifik mengundang PAPPRI sebagai observer pada
pertemuan tahunan yang diselenggarakan selama dua hari pada bulan Januari 1988. Setelah pertemuan dua hari tersebut, maka disimpulkan perlunya dibentuk suatu organisasi baru yang dapat secara perlahan namun pasti menjalankan fungsi sebagai collecting society atau performing right society, namun PAPPRI dirasakan kurang dapat menjalankan fungsi tersebut, sehingga atas kesepakatan wakil dari PAPPRI yang menghadiri konfederasi tersebut untuk membentuk Collecting Society yang sementara bernama INCOS.
INCOS mengalami dua kali perubahan nama, yakni Paul Hutabarat, SH memberikan alternatif Yayasan Karya Musik Indonesia dan terakhir setelah Bapak Moerdiono menyatakan kesediaannya untuk menjadi pelindung dan memberikan suatu pemikiran yang bersifat jangka panjang, maka atas usul Bapak Bambang Kesowo, nama INCOS dibakukan menjadi YKCI (Yayasan Karya Cipta Indonesia) atau lazim pula disebut dengan KCI (Karya Cipta Indonesia).
Pemikiran mengganti kata „musik‟ menjadi „cipta‟ adalah agar nantinya dalam
110 Introduksi KCI, Lisensi Hak Cipta Musik Sedunia, http://www.kci.or.id)
jangka panjang KCI tidak hanya mengurusi di bidang musik saja, melainkan dalam bidang seni, sastra, dan ilmu pengetahuan lainnya. Musik hanya pilot project saja. Jadilah KCI ini disahkan dengan Akte Pendirian Karya Cipta
Indonesia No. 42 yang ditandatangani di muka Notaris Abdul Latief bertanggal 12 Juni 1990, dan pendiriannya berazaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945111
KCI dibentuk dan didirikan untuk membantu para pencipta mengelola Hak Cipta atas musik dan lagu, khusunya dalam bidang hak mengumumkan musik dan lagu atau performing right atau hak memperbanyak musik dan lagu (rekaman) karena banyaknya keluhan-keluhan terhadap dirugikannya para pencipta dalam perjanjian lisensi mechanical right antara produser dengan pencipta musik dan lagu.Tanpa adanya badan hukum ini, tidak mungkin pencipta memperoleh hak ekonomi dengan mengelolanya sendiri. Karena tidak mungkin bagi pencipta untukkeliling seluruh Indonesia dan untuk mencari siapa saja atau perusahaan apa saja yang memutar musik dan lagu untuk tujuan komersial dan menarik royalty atas hak pengumuman musik dan lagu tersebut.Hal ini mengingat bahwa sebagian besar kondisi pencipta musik dan lagu tidak mempunyai modal untuk melakukan pengelolaan terhadap performing right musik dan lagu ciptaannya.112 Badan ini didirikan secara resmi dengan Akta Notaris pada tanggal 12 Juni 1990 dan
111 Ibid.
112 Kurnia Sulistyanti,Settifikasi Lisensi Hak Cipta Musik dan Lagu Radio Siaran Swasta Nasional Oleh Yayasan Karya Cipta Indonesia ( Suatu Penelitian di Kota Medan),Tesis FH USU,2010.hal 65
anggotanya terdiri dari para pencipta lagu (composer), pencipta lirik(lirikes) dan penata musik (arranger) 113
Sebagaimana yang telah disebutkan di atas mengenai dasar hukum berdirinya Karya Cipta Indonesia, maka dasar hukum atau peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan berdirinya KCI tersebut, antara lain :
a. Ketentuan-ketentuan tentang Hak Cipta di Indonesia yang terdiri dari : 1) Auteurswet 1912.
2) Undang-Undang Republik Indonesia No. 6 Tahun 1982 Tentang Hak Cipta jo Undang-Undang Republik Indonesia No. 12 Tahun 1987Tentang Perubahan Undang-Undang Republik Indonesia No. 6 Tahun 1982 Tentang Hak Cipta jo Undang-Undang Republik Indonesia No. 19 Tahun 2002 Tentang Perubahan Undang-Undang Republik IndonesiaNo. 12 Tahun 1987.
3) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 14 Tahun 1986 jo Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 7 Tahun 1989 Tentang Dewan Hak Cipta.
4) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 1 Tahun 1989 Tentang Penterjemahan dan / atau Perbanyakan Ciptaan untuk Kepentingan Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, Penelitian dan Pengembangan.
5) Peraturan Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. M.01-HC.03.01/1987 Tentang Pendaftaran Ciptaan.
113 Tanpa Pengarang, Introduksi Karya Cipta Indonesia Lisensi Hak Cipta Musik Sedunia, Karya Cipta Indonesia, Jakarta, 1990, hal. 5.)
6) Peraturan Menteri Kehakiman Republik Indonesia No.M.04.PW.03/
1988 Tentang Penyidikan hak Cipta.
7) Surat Edaran Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. M.01.PW.
07.03/ 1990 Tentang Kewenangan Menyidik Tindak Pidana Hak Cipta 8) Undang- Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta
9) Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor : M.HH-01.HI.01.08 Tahun 2015 tentang Penetapan Komisioner Lembaga Manajemen Kolektif Nasional Pencipta dan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional Hak Terkait di Bidang Lagu dan/atau Musik.
b. Perjanjian Internasional yaitu Keputusan Presiden tentang Pengesahan Persetujuan Timbal Balik Hak Cipta antara Pemerintah Republik Indonesia :
1) Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 17 Tahun 1988 dengan Masyarakat Eropa.
2) Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 25 Tahun 1989 dengan Amerika Serikat.
3) Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 38 Tahun 1993 dengan Australia.
4) Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 56 Tahun 1994 dengan Inggris.
5) Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 18 Tahun 1997 Tentang Pengesahan Berne Convention.
6) Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 19 Tahun 1997 Tentang Pengesahan WIPO Copyrights Treat. 114
Sebagai badan hukum yang berbentuk yayasan, dengan berazaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, serta berdasarkan Pasal 4 Anggaran Dasar KCI. KCI mempunyai maksud dan tujuan, sebagai berikut:
a. Mengurus kepentingan para pencipta Indonesia yang hak ciptanya dikuasakan kepada KCI, terutama dalam rangka pemungutan fee/royalty bagi pemakai hakciptanya oleh pihak lain untuk kepentingan yang bersifat komersial baik di dalammaupun di luar negeri.
b. Mewakili kepentingan para pencipta luar negeri, terutama dalam rangka pemungutan fee/royalty atas pemakaian Hak Cipta musik dan lagu asing oleh pihak lain untuk kepentingan penggunaan yang bersifat komersial di wilayahIndonesia.
c. Mewakili dalam rangka mempertahankan dan melindungi kepentingan parapencipta atas pelanggaran Hak Cipta musik dan lagu.
d. Meningkatkan kreatifitas para pencipta melalui pendidikan pembinaan dan pengembangan serta kemampuan pengetahuan dalam bidang musik dan lagu.
114 Ibid.
Sementara itu, untuk pencapaian maksud dan tujuan tersebut, maka KCI menjalankan usaha ataupun tugas sebagaimana yang disebutkan dalam Pasal 5Anggaran Dasar KCI yang menyatakan, antara lain :
a. Melaksanakan administratif bersama (collective administration) atas pemakaian Hak Cipta musik dan lagu dari para pencipta pada umumnya, pencipta musik danlagu khususnya baik ciptaan Indonesia maupun asing.
b. Melakukan pemungutan fee/royalty atas pemakaian Hak Cipta musik dan lagu untuk kepentingan komersial baik berupa pertujukan maupun penyiaran (performing right) dan penggandaan melalui media cetak maupun alat mekanik(mechanical right).
c. Mendistribusikan pemungutan fee/royalty tersebut sebagaimana disebut dalam Pasal 5 huruf b Anggaran Dasar kepada yang berhak setelah dipotong biayaadministrasi.
d.Berperan serta secara aktif di dalam kegiatan pendidikan pembinaan dan pengembangan dalam rangka peningkatan kreatifitas, pengetahuan serta kemampuan para pencipta lagu.
Karya Cipta Indonesia (KCI) sebagai salah satu organisasi manajemen kolektif yang menurut Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (selanjutnya disingkat dengan AD/ART) adalah menjalankan kegiatan - kegiatan di bidang administrasi bersama (collective administration) atas pemakaian hak cipta dari para pencipta khususnya hak cipta musik dan lagu, berdasarkan kuasayang diberikan oleh para Pencipta atau Pemegang Hak Cipta. Bahwa berdasarkan kuasa yang telah diberikan para Pencipta
atau Pemegang Hak Cipta atas musik dan lagu, KCI mempunyai wewenang untuk memberikan izin kepada para pengguna atau pemakai (user) untuk menyuarakan, menyiarkan, memutar termasuk mempertunjukkan (mengumumkan) terhadap musik dan lagu asing maupun Indonesia di tempat yang dikelola oleh para pengguna atau pemakai (user) ataupun penerima lisensi baik sebagian maupun seluruh musik dan lagu yang Hak Ciptanya dikelolaatau dikuasakan kepada KCI.
Mengenai kewenangan KCI dalam melaksanakan pemungutan royalti dapat dilihat dalam bagan berikut:
Mekanisme YKCI
TV Sumber : Introduksi KCI,2003
Dari bagan diatas menunjukkan bahwa peran KCI sebagai salah satu Lembaga Manajemen Kolektif sangat berpengaruh dalam penggunaan atau pengumuman karya cipta lagu atau musik. Dimana KCI sebagai kuasa dari pencipta diberi kewenangan untuk melaksanakan hak ekonomi pencipta mulai dari pemberian
Pemakai lagu atau
izin atau lisensi kepada user hingga melakukan pemungutan royalti terhadap pengguna (users) seperti resoran, hotel, karaoke, diskotek, radio, TV, dll yang menggunakan karya cipta lagu atau musik untuk kepentingan komersil dan menghasilkan keuntungan ekonomi bagi pengguna (user) tersebut.Dan Pengguna (user) tersebut harus membayar royalti atas pemanfaatan lagu atau musik tersebut.
Mekanisme pengadministrasian kolektif diawali dengan pemberian kuasa oleh Pencipta atau Pemegang Hak Cipta musik dan lagu kepada KCI, yaitu dengan:
a. Mengisi formulir pendaftaran pemberian kuasa khusus Pencipta dengan mengisiidentitas diri dari Pencipta musik dan lagu dengan disertakan atau dilampirkan :
a. Fotocopy KTP/KPM/SIM/Paspor (masih aktif)
b. Bukti Karya Cipta Musik yang telah diedarkan dalam bentuk cover asli (kaset, piringan hitam, Compact Disc) dan sejenisnya, atau yang disiarkan/ dipertunjukkan di televisi, radio, pertunjukkan drama, atau bioskop sebagai musik ilustrasi dsb.
(minimal 3 buah lagu).
c. Pasfoto terakhir 3x4 lembar (berwarna) sebanyak 4 lembar.
d. Materai 6000 sebanyak 3 buah.
b. Membuat Perjanjian Kerjasama antara Pencipta lagu/ Publisher dengan Karya Cipta Indonesia, yakni mengenai kesepakatan untuk mengadakan Perjanjian Kerjasama dalam bidang pengelolaan hak untuk mengumumkan karya cipta musik, perjanjian tersebut berisi ketentuan-ketentuan dan syarat sebagaiberikut :
a) KCI berkewajiban untuk mengumpulkan royalty pencipta dari pemakai atau pengguna (user) serta menyerahkannya kepada pencipta, setelah dikurangi biaya administrasi riil (real coast) dari pengumpulan royalty HakMengumumkan karya cipta musik, apabila karyanya tersebut benar-benar di umumkan pemakai sesuai dengan laporan/data tertulis yang diterima pihak KCI. Royalty akan mulai didistribusikan setelah KCI menerimapembayaran dari pemakai/pengguna dan melewati masa transisi untuk prosestabulasi.
b) KCI bersedia menerima pendaftaran karya cipta musik Pencipta musik dan lagu untuk disimpan dan dikelola izin pemakaian serta mengumpulkan royalty hanya atas karya cipta musik yang telah didaftarkan.
c) Pencipta musik dan lagu akan mendaftarkan karya cipta lagunya kepadaKCI dalam format yang diterapkan pihak KCI untuk dikumpulkan hak berupa royaltynya dari pemakai, jika karya tersebut diumumkan ditempatusaha/komersial.
d) Pencipta musik dan lagu menjamin bahwa karya cipta musik yang didaftarkanadalah asli, dan karya termaksud seluruhnya ataupun sebagian daripadanya bukan merupakan pelanggaran terhadap melodi, atau lirik, atau hak cipta dari pihak lain dan bahwa ia adalah pemegang hak mengumumkan karya ciptamusik asli tersebut.
e) Pencipta musik dan lagu mempunyai hak penuh serta kekuasaan dan otoritas untuk membuat akte kuasa pengalihan hak ini, jika dikemudian
hari terdapat kasus mengenai otentitas karya cipta musik maupun Pemegang Hak Cipta sebenarnya. Seluruh royalty atas karya cipta musik tersebut yang belum dibagikan akan disimpan pihak KCI dan baru akan dibagikan kepada pihak yang terbukti merupakan Pemegang Hak Cipta sebenarnya melaluimusyawarah maupun keputusan pengadilan.
f) Dengan adanya perjanjian pengalihan hak ini, segala sesuatu yang menyangkut pengumpulan dan pendistribusian royalty dari pengumuman karya cipta musik oleh pihak lain merupakan hak dan wewenang KCI.
g) Pencipta musik dan lagu menjamin bahwa ia tidak akan menerima ataupun menagih secara langsung dari pihak yang menggunakan repertoire selama berlakunya masa perjanjian ini, termasuk dalam hal pencipta musik dan lagumengumumkan lagunya sendiri di tempat-tempat yang telah dan akandipungut royaltynya oleh KCI.
h) Dalam rangka penegakan hukum terhadap pemakai yang melanggar, pencipta musik dan lagu apabila diminta oleh KCI, bersedia untuk menandatanganisurat/dokumen yang menyangkut litigasi dan identifikasi, serta menjadi saksiatas keabsahan lagu ciptaanya.
i) Pencipta musik dan lagu tidak akan mengadakan perjanjian atau menyerahkan pengelolaan perizinan hak mengumumkan karya cipta musik kepada pihak lain selama jangka waktu perjanjian ini dan menjamin pihak KCI dari segala tuntutan pihak lain mengenai hak pengelolaan pengumumam karya ciptamusik ini.
j) Kedua belah pihak akan tunduk kepada Ketentuan Perpajakan Indonesia.
k) Semua persoalan maupun perbedaan yang sewaktu-waktu dapat timbul didalam hubungan ini akan dimusyawarahkan bersama dan kesepakatan tersebut akan dibuatkan addendum yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini,apabila tidak dapat terselesaikan maka persoalan maupun perbedaan itu akan diselesaikan melalui Badan Arbitrase atau pengadilan yang berwenang.
l) Perjanjian ini berlaku terus menerus secara otomatis setiap 3 (tiga) tahun danberakhir karena :
1) Berakhirnya jangka waktu perlindungan hak cipta sebagaimana diaturdalam perundang-undangan hak cipta yang berlaku.
2) Adanya permohonan tertulis dari pihak Pencipta musik dan lagu mengenai pengakhiran perjanjian sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang tercantum dalam surat kuasa yang dibuat antara Pencipta dan KCI, setelah melewati masa 3 (tiga) tahun pertama dan sekurang-kurangnya 30 hari sebelum habisnya masa berlaku surat kuasa dan berlaku sejak akhirtahun kalender selanjutnya.
m) Apabila pihak pertama adalah Publisher maka pendaftaran karya cipta musik tersebut tidak untuk mewakili Pencipta yang diwakilinya dan Pencipta yang bersangkutan yang dimaksud harus tetap mendaftarkan karya cipta musik termaksud kepada KCI. Selanjutnya pihak Publisher
dan lagu wajib memberitahukan kepada Pencipta yang dimaksud untuk mendaftarkankarya ciptanya kepada KCI.
n) Apabila terjadi pemutusan hukum antara Publisher dengan Pencipta yangdimaksud tetap mendaftarkan karya ciptanya kepada KCI.
o) Perjanjian ini mengikat kedua belah pihak dan perjanjian ini dibuat dalam rangkap 2 (dua), diatas kertas bermaterai dan masing-masing mempunyaikekuatan hukum yang sama bagi kedua belah pihak.
c. Membuat Surat Kuasa antara pencipta musik dan lagu dengan KCI, yang berisi tentang pemberian kuasa kepada KCI khusus untuk mengelola perizinan Hak mengumumkan di bidang musik dan pengalihannya kepada pihak lain menurut ketentuan-ketentuan yang dituangkan dalam perjanjian kerjasama yang dibuat sebelumnya.
Untuk keperluan itu Penerima Kuasa (KCI) diberi hak sebagai berikut: :
a) Melakukan perundingan-perundingan, menandatangani kontrak-kontrak dengan pihak lain yaitu pemakaian pada umumnya, tentang hak mengumumkan karya cipta musiknya baik di Indonesia maupun di luar negeri.
b) Mengadakan pendaftaran repertoire karya cipta musik, baik yang berupainstrumentalia maupun non instrumentalia.
c) Menandatangani surat-surat, dokumen-dokumen dan surat perjanjian dengan pihak lain berhubungan dengan pengelolaan hak mengumumkan karya cipta musiknya dan melaksanakan segala hal yang perlu untuk
kepentingan pemberi kuasa sesuai repertoire yang diserahkan dan didaftarkan kepada KCI.
d) Memungut dan menagih royalty atas pemakaian hak mengumumkan (performingright) dan menandatangani kwitansi penerimaan royalty.
e) Melakukan segala sesuatu yang dianggap perlu untuk kepentingan pemberi kuasatermasuk untuk menghadap ke pengadilan.
f)Kuasa ini diberikan dengan hak retensi dan upah serta substitusi.
g) Surat kuasa ini berlaku selama jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan diperpanjang secara otomatis untuk setiap 3 (tiga) tahun berikutnya.
Setelah 3 (tiga) tahun pertama pemberi kuasa dapat membatalkan surat kuasa ini dengan menyatakan keinginannya secara tertulis kepada penerima kuasa, sekurangkurangnya 30 (tiga puluh) hari sebelum habisnya masa berlaku surat kuasa ini dan berlaku sejak akhir tahun kalender.
h) Kuasa ini diberikan dengan sukarela, tanpa tekanan dan paksaan dari pihakmanapun serta berlaku sejak ditandatangani.Berdasarkan perjanjian yang dilakukan antara KCI dan Pencipta atauPemegang Hak Cipta musik dan lagu, Pencipta musik dan lagu memberikan kuasa kepada KCI sebagai satu-satunya lembaga kolektif yang ditunjuk untukmengorganisir pengumpulan dari para pengguna musik dan lagu melalui perjanjian pemberian kuasa, khusus untuk mengelola perizinan hak mengumumkan di bidangmusik dan pengalihannya kepada pihak lain menurut ketentuan-ketentuan yang dituangkan dalam perjanjian kerjasama yang dibuat
sebelumnya.Pada perjanjian tersebut yang bertindak sebagai pihak kesatu adalah Penciptamaupun Pemegang hak cipta musik termasuk diantaranya pencipta lagu, lirikus (penulis lirik), penata musik, pengadaptasi lirik, publisher dan sub publisher, sedangkan KCI bertindak sebagai pihak kedua yang bekerja atas kuasa dari pihakPencipta musik dan lagu.
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka Pencipta atau Pemegang hak cipta atasmusik dan lagu sebagai pihak kesatu mempunyai hak, antara lain :
1. Menerima royalty atas eksploitasi lagu miliknya;
2. Mengakses laporan keuangan tahunan teraudit;
3. Hak untuk memilih dan dipilih sebagai anggota “konsorsium” dewan penentukebijakan (masa bakti 3 tahun dan dapat dipilih kembali);
4. Hak untuk memperoleh keuntungan (benefit) sosial yang ditentukan dari waktuke waktu;
5. Hak untuk mengakhiri perjanjian dan surat kuasa setiap saat dikehendaki.
Selanjutnya Pencipta atau Pemegang hak cipta musik dan lagu mempunyai kewajiban, sebagai berikut :
1. Menyerahkan pengelolaan hak mengumumkan untuk seluruh karya yang telah,sedang atau akan dibuat kepada KCI;
a. Untuk menjamin kepastian hukum bagi pengguna ;
b. Tidak boleh bernegosiasi atau memberi lisensi langsung kepada pengguna;
c. Pengelolaan hak memperbanyak bersifat fakultatif, diserahkan kepada KCI jika dikehendaki pemiliknya.
2. Mendaftarkan seluruh lagu yang dimilikinya;
3. Menyampaikan informasi penting (perubahan alamat, nomor telepon dan nomorrekening)
4. Tunduk pada ketentuan dan peraturan KCI.115
Selanjutnya KCI, berindak sebagai pihak kedua memiliki hak sebagai berikut:
1. Melakukan perundingan-perundingan, menandatangani kontrak-kontrak denganpihak lain, yaitu pihak yang pada umumnya menggunakan hak mengumumkankarya cipta musik baik di Indonesia maupun di Luar negeri;
2. Mengadakan pendaftaran reportoire karya cipta musik, baik yang berupa instrumentalia maupun non instrumentalia.
3. Menandatangani surat-surat, dokumen-dokumen dan surat perjanjian dengan pihak lain yang berhubungan dengan hak pengelolaan hak mengumumkan karya cipta musiknya dan melaksanakan segala hal yang perlu untuk kepentingan pemberi kuasa sesuai reportoire (yaitu sejumlah pembendaharaan karya cipta musik yang dimiliki seseorang, orang atau badan hukum yang memberikan kuasa kepada pihak kedua, yang diserahkan dan didaftarkan kepada KCI;
115 Yayasan Karya Cipta Indonesia, Kutipan Salinan Perjanjian Kuasa Antara Pencipta dan YKCI,YKCI Lisensi Hak Cipta Sedunia, hal. 23.
4. Memungut dan menagih royalty atas pemakaian hak untuk mengumumkan (performing right) dan menandatangani tanda terima (kwitansi) penerimaan royalty;
5. Melakukan segala sesuatu yang dianggap perlu untuk kepentingan pemberi kuasatermasuk urusan menghadap ke pengadilan.
Kewajiban KCI sebagai pihak kedua adalah : Pihak kedua berkewajiban untuk mengumpulkan royalty pihak kesatu dari users serta menyerahkan hasil pengumpulan tersebut kepada pihak kesatu setelah dikurangi biaya administrasi riil (real cost) dari pengumpulan royalty hak mengumumkan karya cipta musik.
Apabila karya tersebut benar-benar diumumkan pemakaiannya sesuai dengan laporan/ data tertulis yang diterimapihak KCI (pihak kedua).
B. Kedudukan dan Peran Karya Cipta Indonesia Sumut dalam Pemungutan