• Tidak ada hasil yang ditemukan

dibagian ini ditambah juga air, Nat, K dan garam.

Vifiaktu terlama ada di Uterus, yaitu aelama 20 jam ku-ning telur dan putih telur itu diaelimuti dengan kuning telur (diaebut juga dengan kerabang atau cangkang) dan pada bagian ini kerabang itu dilapisi lagi dengan selaput halua untuk melindungi pori-pori telur. Waktu yang demikian lama itu menunjukkan bahwa peranan kerabang ini aangat penting dan aulit pembentukannya. Kerabang inilah yang berperan aebagai benteng utama iai telur.

Selama di Uterus ini ditambah pigmen pada kerabang teraebut, yang memberikan warna kulit telur menjadi putih kecoklatan, kehijauan atau bintik-bintik hitam.Pigmen telur ini beaaral dari pigmen darah hemoglobin. Untuk itu ada dua pigmen utama yang paling berperan, yaitu porphyrina yang beraaal dari hemoglobin yang reaponaif untuk menghaailkan warna kulit telur, warna kulit telur ini tidak harua aelalu identik dengan bulu ayam teraebut. Ayam coklat tidak aelalu harua meiighaailkan telur wasna coklat pula.

Sebeluffl telur itu keluar dari tubuh induk ayam, telur

49

maBih harus masuk kedalam vagina. Didalan vagina ini telur berdiam selama 1 /4 jam* sebelum dikeluarkan.

Jumlah waktu yang dlbutuhkan hlngga telur itu keluar dari tubuh induk ayam dengan dengan sempurna lebih dari

sehari senalam. Untuk ayam ras umumnya, telur yang telah slap itu keluar pada pagi hari (sebelum lepas tengah hari)

hanya beberapa kasus saja yang melewati tengah hari.

Dibawah ini meu^erlihatkan singkatan waktu pada pem-bentukan putih telur, kulit telur dan warna kulit telur.

Tabel : Rata-rata panjang dari bagian-bagian Oviduct interval waktu dalam pembentukan telur.

dan

Bagian Oviduct Danjang Rataan

Rataan (cm) Waktu(jam)

Infundibulum 11.0 0,25

Magnum 33.6 3.00

Isthmus 10.6 1.25

Uterus 10.1 20.75

Vagina 6.9

Interval antara bertelur

dengan Ovulasi selanjutnya ♦ • 0.50

BSMMMSSBBSBSSMBSsaBSaataMSSSC BBSBBSBBBBbBBSS■SBSBBBSBBSBBa

Dari tabel di atas terlihat bahna viaktu terbanyak ber-ada di magnum, yang menunjukkan bahwa proses pembuatan kulit

telur adalah benteng bagi isi telur tersebut.

B* Prodiiksl lelur

Balam " Pia Produksl Xelur ■* peranan ayam sangat besar (relatlf), sedang " Prodoksl Telur ) ini akan terllhat bahwa peranan ayam dan aktivitas pemellharaan akan mempunyal pexig-aruh yang sama bagi keberhasllan produksl telur sesuai ke->

hendak peternak.

1 • Lintas dan la.iu produksl

Produksl telur bangsa unggas berkaltan dengan t^ktu.

Artlnya, dengan bertambahnya waktu, oaka produksl Itu tldak selalu harus nalk terus. Hubungan antara waktu produksl se<-lama masa berproduksl dengan produksl telur dalam kurun waktu produksl tersebut dlnamakan llntas produksl. Sedangkan kecepatan pertambahan dan kecepatan penurunan produksl telur Itu dlnamakan laju produksl. Blla llntas produksl dapat klta ukur dengan fungsl produksl, maka pada laju produksl dengan produktlvltas marglnalnya. Keduanya sangat bermanpaat untuk merencanakan produksl telur yang optimal.

Pada ayam ras umumnya mulal bertelur pada umur 4 bulan Vaktu aval bertelur Inl erat sekall kaltannya dengan umur kedewasaaxmya, la tldak akan bertelur sebelum devasa atau cukup usla. Untuk satu hlngga dua mlnggu pertama, produksl

telur maslh belum stabll dan kecll-kecll karena ayam baru

mulal belajat bertelur. Henjelang mlnggu keempat semenjak a\«al la bertelur, produksl sudah mulal banyak. Satu bulan hlngga dua bulan setelah Itu laju produksl posltlp dan "besar.

£emudlan mencapal puncak produksl, dan turun perlahan- lahan hlngga tlba saatnya untuk dlafklr kurang leblh pada umur

51

ayaiB 1,5 tahun (^adl 12 bulan produksl). Setelah mencapal

pimcak Itulah, laju produksl negatlf.

Lintas produksl dan laju produksl dapat dlgunakan

untuk dasar pengelolaan produksl telur, darl kefua hal ter-sebut banyak dldapat manpaatnya, antara Iain :

Iilntas produksl dapat dlbagl atas dua suinber, yaltu :

1. Lintas produksl standar

Llntaa produksl Inl dlperoleh darl pemblblt dalam

kon-dlsl asalnya.

2. Lintas produksl vang nvata

Lintas produksl Inl dlperoleh darl hasll produksl yang nyata dlpeternakan. Lintas produksl telur dapat dlsebab-kan oleh beberapa hal :

a. Tlpe Ayam

Ayam tlpe T^irT."R dan harco akan leblh sedlklt bertelur darlpada5yam tlpe hayllne, sehlngga gerak lintas pro-dukslnya dan puncak propro-dukslnya Juga akan berbeda dengan tlpe hayllne yang produkslnya jauh besar darl

pada tlpe LKLB dan Harco.

b. Strain Ayam

Setlap pemblblt Ingln menclptakanstraln ayam yang mempunyal kelstlmewaan sendlrl. Ada ayam yang memang tldak terlalu tlnggi produkslnya, tetapl mempunyal lintas produksl yang relatlf leblh panjang dan laju produksl negatlfnya sangat dlperlambat. Seball'knya ada yang produkslnya tlnggi dan cepat pencapalannya ,

tetapl cepat pula mencapal masa afklr.

c. Temperatur

Temperatur sangat berpengaruh terhadap kemampuan pro-duksl. Fada temperatur tinggl, ayam petelur akan leblh banyak mlnum darlpada makan, sehingga kebutuhan glzinya tidak terpenuhl dan akibatnya produksl telur

merosot.

d. Pemellharaan

Peternakan yang memellhara ayamnya dengan balk akan mendapat laju produksl positip yang lebib balk dari pada peternak yang memellhara ayam semaunya dan ^orok, rerhatlan kepada ayam» keberslhan kandang dan keber-slhan dalam pemellharaan sangat dlperlukan.

•c.

.'.tII-i

m

•1 •

MB IT

HASIL PENELITUN MN PBMBAHASAN

Slfat darl proses produksi yang dllakukan oleh

peter-nakan telur Intl Gaharu inl adalah secara terus^menerus

(continuos process)* Hal Ini menglngat proses produksi di-jalankan untuk memenuhi pasar/^ermintaan dan dalam juinlah yang besar.

4*1. PEIAKSAHAAH PENGAWASAH MUTU PRODDK PAPA PETERHAKAN TELUR PT.im GAHARU BOGOR

V^laupun banyak faktor luar yang mempengaruhi produksi telur, tetapi secara alami, produksi telur itu berkaitan erat dengan kemampuan alamiah yang sesuai dengan lingkungan

nya.

Secara genetis tiap jenis unggas loeinpunyai batas ke-mampuan maksimal dalam berprodukai. Balam kondisi lingkungan

yang balk dan sesuai dengan yang dibutuhkan ayam, maka pro duksi telur akan sampai pada kemampuan produksi menurut genetisnya, tidak akan lebih dari itu*

Eaktor-faktor yang mempengaruhi tinggi atau rendahnya kemampuan produksi telur :

a* Eeinginan unggas untuk menyesuaikan diri dengan alam lingkungannya*

b. Kemampuan bertelur pada unggas ditentukan oleh kemampu

an genetisnya.

c* Lingkungan.

53

4.1.1. Tatalakaana Produksl

Produksi telur ayam ras yang dikonsumsi dari PT.Inti Gaharu dilakukan pada kandang-kandang yang terbuat dari

Dokumen terkait