• Tidak ada hasil yang ditemukan

Garis Toleransi Risiko

- 53-

https://jdih.bandung.go.id/

c. Mendokumentasikan hasil analisis Risiko ke dalam Formulir 2. 5. Keluaran (output) kegiatan evaluasi Risiko

Keluaran sebagai hasil dari kegiatan evaluasi Risiko di tingkat Pemerintah Daerah Kota adalah Profil Risiko Kunci Pemerintah Daerah Kota. Dalam Profil Risiko Kunci Pemerintah Daerah Kota antara lain dimuat informasi mengenai prioritas Risiko berikut dengan keputusan penanganannya.

6. Dokumentasi

Dokumentasi atas kegiatan evaluasi Risiko di tingkat Pemerintah Daerah Kota dilakukan antara lain terhadap Profil Risiko Kunci Pemerintah Daerah Kota yang mencakup informasi sebagai berikut: a. Prioritas Risiko;

b. Keputusan penanganan Risiko.

Secara teknis hasil kegiatan evaluasi Risiko didokumentasikan dalam Formulir 2: Profil Risiko Kunci. Dalam formulir ini antara lain dimuat uraian Risiko berikut dengan levelnya, sistem pengendalian yang ada, dan prioritas setiap Risiko berikut dengan keputusan penanganannya.

F. Mitigasi Risiko 1. Tujuan

Penanganan Risiko (mitigasi Risiko) di tingkat Pemerintah Daerah Kota ditujukan untuk menurunkan level Risiko Pemerintah Daerah Kota hingga berada pada area penerimaan Risiko, sesuai dengan selera Risiko yang telah ditetapkan.

2. Penanggung Jawab Pelaksanaan

Komite Pelaksana bertanggung jawab menyusun rencana mitigasi Risiko di tingkat Pemerintah Daerah Kota yang dalam pelaksanaannya melibatkan peran serta aktif dari seluruh Perangkat Daerah yang terkait dan mempertimbangkan masukan dari masing- masing Perangkat Daerah Kota dan para stakeholder, menyampaikan rencana mitigasi Risiko kepada Komite Eksekutif untuk dibahas dan ditetapkan, menyampaikan rencana mitigasi Risiko Pemerintah Daerah Kota yang sudah ditetapkan oleh Komite Eksekutif kepada seluruh Perangkat Daerah yang terkait serta memantau pelaksanaan mitigasi Risiko tingkat Pemerintah Daerah Kota.

https://jdih.bandung.go.id/

Komite Eksekutif bertanggung jawab membahas dan menetapkan rencana mitigasi Risiko di tingkat Pemerintah Daerah Kota yang akan dijalankan sepanjang periode time horizon.

Sedangkan PIC (Person in Charge) atas kegiatan mitigasi Risiko bertanggung jawab menjalankan kegiatan mitigasi Risiko di tingkat Pemerintah Daerah Kota sesuai dengan batas kendali dan kewenangannya.

3. Jadwal Pelaksanaan

a. Penyusunan rencana mitigasi Risiko

Komite Pelaksana menyusun rencana mitigasi Risiko tingkat Pemerintah Daerah Kota secara berkala dan hasilnya disampaikan kepada Komite Eksekutif paling lambat pada minggu I di awal periode time horizon untuk dibahas dan ditetapkan. Komite Eksekutif menetapkan rencana mitigasi Risiko tingkat Pemerintah Daerah paling lambat pada minggu II di awal periode time horizon. Mitigasi Risiko Pemerintah Daerah Kota yang sudah ditetapkan oleh Komite Eksekutif tersebut selanjutnya disampaikan oleh Komite Pelaksana kepada Kepala Perangkat Daerah yang terkait dan ditembuskan kepada Compliance Office for Risk Management paling lambat pada minggu II di awal periode time horizon.

Waktu ideal bagi penyusunan rencana mitigasi Risiko tingkat Pemerintah Daerah Kota adalah dilakukan secara bersamaan dan diselaraskan dengan proses pengajuan Rencana Kerja dan Anggaran Perangkat Daerah. Komite Manajemen Risiko Pemerintah Daerah harus mengupayakan penyusunan rencana mitigasi tersebut sesuai dengan waktu yang ideal. Dalam hal rencana mitigasi tersebut ditetapkan setelah Dokumen Pelaksana Anggaran Perangkat Daerah disahkan, rencana mitigasi tersebut harus dapat dijadikan sumber yang andal untuk revisi Rencana Kerja dan Anggaran dan Dokumen Pelaksana Anggaran Perangkat Daerah.

b. Pelaksanaan mitigasi Risiko

Rencana mitigasi Risiko yang sudah ditetapkan oleh Komite Eksekutif harus dijalankan oleh pihak yang bertanggung jawab untuk melaksanakannya sesuai dengan jadwal implementasi bagi masing-masing rencana mitigasi Risiko. Pelaksanaan rencana mitigasi Risiko tersebut dilakukan sepanjang periode time horizon.

- 55-

https://jdih.bandung.go.id/

4. Langkah Proses

Rencana mitigasi Risiko yang disusun oleh Komite Pelaksana harus memperhatikan sumber daya dan kewenangan yang dimiliki. Mitigasi Risiko yang membutuhkan pelaksanaan yang bersifat teknis dapat diturunkan atau didelegasikan kepada unit di bawahnya yang terkait. Dengan demikian, mitigasi Risiko yang disusun di tingkat Pemerintah Daerah Kota dilaksanakan oleh Komite Pelaksana, Perangkat Daerah Kota terkait dan unit kerja di bawahnya yang terkait. Langkah kerja penanganan Risiko di tingkat Pemerintah Daerah Kota mencakup: a. Menentukan opsi mitigasi Risiko yang akan dijalankan

Penentuan opsi penanganan Risiko yang akan dijalankan dilakukan setelah mempertimbangkan alternatif opsi mitigasi Risiko yang tersedia. Penentuan opsi mitigasi Risiko harus mempertimbangkan berbagai faktor antara lain kondisi Risiko, sumber daya Perangkat Daerah, dan kemungkinan bagi pelaksanaannya. Opsi mitigasi yang mungkin dilakukan meliputi: 1) Mengurangi kemungkinan terjadinya Risiko;

2) Menurunkan dampak suatu Risiko; 3) Membagi atau mengalihkan Risiko; 4) Menerima Risiko; dan

5) Menghindari Risiko.

b. Menyusun rencana mitigasi Risiko

Komite Pelaksana merancang rencana mitigasi Risiko berupa satu atau beberapa kegiatan/tindakan untuk menangani Risiko-Risiko Kunci di tingkat Pemerintah Daerah Kota. Rencana mitigasi Risiko harus memuat:

1) Rincian kegiatan secara jelas dan spesifik;

2) Ukuran dan target dari setiap kegiatan mitigasi Risiko;

3) Jadwal pelaksanaan dari setiap kegiatan mitigasi Risiko;

4) Personil yang bertanggung jawab atas setiap kegiatan mitigasi Risiko.

Komite Eksekutif dapat menurunkan atau mendelegasikan beberapa langkah mitigasi Risiko kepada Perangkat Daerah dan unit kerja di bawahnya yang terkait.

https://jdih.bandung.go.id/

c. Menetapkan target penurunan level Risiko

Komite Eksekutif menetapkan target penurunan level Risiko sehubungan dengan mitigasi Risiko secara cermat dan teliti. Target penurunan level Risiko tersebut dinyatakan dalam Level Risiko Residual Harapan Setelah Mitigasi Risiko. Target tersebut harus mempertimbangkan komposisi level kemungkinan dan level dampak dari Risiko yang dimitigasi beserta dengan kekuatan rencana mitigasi Risiko untuk menurunkan level Risiko.

d. Mendokumentasikan opsi mitigasi Risiko yang akan dijalankan beserta rencana mitigasi Risiko.

e. Menjalankan setiap rencana mitigasi Risiko

Penanggung jawab kegiatan mitigasi Risiko, baik secara bersama- sama maupun mandiri, harus menjalankan setiap kegiatan atau tindakan mitigasi Risiko sesuai dengan jadwal pelaksanaan yang telah disusun. Komitmen yang kuat dari semua pihak terkait harus dibangun serta pemantauan atas pelaksanaan setiap mitigasi Risiko tingkat Pemerintah Daerah Kota harus dilakukan oleh Komite Pelaksana.

f. Mendokumentasikan hasil pelaksanaan mitigasi Risiko yang telah dijalankan.

5. Keluaran (output) Kegiatan tahapan mitigasi Risiko

Keluaran sebagai hasil dari tahapan mitigasi Risiko adalah Laporan Mitigasi Risiko Kunci yang antara lain memuat opsi mitigasi Risiko serta rencana dan realisasi mitigasi Risiko.

6. Dokumentasi

Dokumentasi atas kegiatan mitigasi Risiko penting guna membangun sistem database Risiko yang terpadu dan andal di tingkat Pemerintah Daerah Kota. Dokumentasi yang valid dan lengkap atas rencana dan realisasi mitigasi Risiko akan memberikan jaminan yang memadai bahwa Perangkat Daerah senantiasa berada pada tingkatan yang aman dari setiap Risiko. Dokumentasi atas tahapan mitigasi Risiko dilakukan antara lain terhadap Laporan Mitigasi Risiko Kunci yang mencakup informasi sebagai berikut:

a. Informasi mengenai opsi mitigasi Risiko yang digunakan; b. Rencana mitigasi Risiko; dan

c. Realisasi mitigasi Risiko yang telah dijalankan.

Secara teknis tahapan mitigasi Risiko didokumentasikan dalam Formulir 3: Mitigasi Risiko Kunci.

- 57-

https://jdih.bandung.go.id/

G. Pemantauan dan Reviu Proses Manajemen Risiko 1. Tujuan

Pemantauan dan reviu di tingkat Pemerintah Daerah Kota ditujukan untuk memastikan bahwa seluruh tahapan dalam Proses Manajemen Risiko di tingkat Pemerintah Daerah Kota telah berjalan dengan efektif sesuai dengan kerangka dan parameter yang telah ditetapkan.

2. Penanggung Jawab Pelaksanaan

Komite Pelaksana bertanggung jawab untuk menjalankan pemantauan dan reviu Proses Manajemen Risiko di tingkat Pemerintah Daerah Kota.

3. Jadwal Pelaksanaan

Komite Pelaksana melakukan reviu atas Piagam Manajemen Risiko, Profil Risiko Kunci, dan rencana mitigasi Risiko sebagai bagian dari pelaksanaan risk assessment sebelum atau di awal periode time

horizon. Pemantauan atas pelaksanaan rencana mitigasi Risiko,

kondisi Risiko, dan konteks Manajemen Risiko dilakukan secara terus menerus oleh Komite Pelaksana. Secara berkala, Komite Pelaksana menyampaikan hasil pemantauan dan reviu Proses Manajemen Risiko kepada Komite Eksekutif melalui Laporan Mitigasi Risiko Kunci serta Pemantauan dan Reviu Proses Manajemen Risiko.

Pemantauan berkala dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sekali oleh Komite Pelaksana terhadap realisasi mitigasi Risiko sampai dengan triwulan I, II, III, dan IV dalam periode time horizon dan hasilnya disampaikan kepada Komite Eksekutif paling lambat pada minggu I setelah triwulan tersebut berakhir melalui Laporan Mitigasi Risiko Kunci. Sedangkan reviu berkala untuk menilai efektivitas mitigasi Risiko yang telah dijalankan dilakukan setiap semester oleh Komite Pelaksana dan hasilnya disampaikan kepada Komite Eksekutif paling lambat pada minggu I setelah semester tersebut berakhir melalui Laporan Pemantauan dan Reviu Proses Manajemen Risiko.

4. Langkah Proses

Kegiatan pemantauan dan reviu Proses Manajemen Risiko di tingkat Pemerintah Daerah dilaksanakan dengan jalan:

a. Pelaksanaan risk assessment

Komite Pelaksana memastikan bahwa kegiatan penetapan konteks, identifikasi Risiko, analisis Risiko, evaluasi Risiko, dan penyusunan rencana mitigasi Risiko telah berjalan dengan baik. Selain itu, Komite Pelaksana memastikan bahwa

https://jdih.bandung.go.id/

Piagam Manajemen Risiko, Profil Risiko Kunci, dan rencana mitigasi Risiko telah disusun secara memadai.

b. Pemantauan terus-menerus (ongoing monitoring)

Komite Pelaksana secara terus-menerus melakukan pemantauan atas seluruh faktor-faktor yang mempengaruhi Risiko dan kondisi lingkungan penerapan Manajemen Risiko. Perubahan yang secara signifikan mempengaruhi proses bisnis Perangkat Daerah dan Proses Manajemen Risiko, baik yang berlangsung secara maupun perlu diwaspadai dan dicermati untuk memastikan bahwa Profil Risiko Kunci Pemerintah Daerah Kota tetap relevan dan mitigasi Risiko yang dijalankan tetap efektif mendukung pencapaian tujuan Pemerintah Daerah Kota.

c. Pemantauan dan reviu berkala

Pemantauan berkala dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sekali oleh Komite Pelaksana terhadap realisasi mitigasi Risiko sampai dengan triwulan I, II , III , dan IV dalam periode time horizon dan hasilnya disampaikan kepada Komite Eksekutif paling lambat pada minggu I setelah triwulan tersebut berakhir melalui Laporan Mitigasi Risiko Kunci. Sedangkan reviu berkala untuk menilai efektivitas mitigasi Risiko yang telah dijalankan dilakukan setiap semester oleh Komite Pelaksana dan hasilnya disampaikan kepada Komite Eksekutif paling lambat pada minggu I setelah semester tersebut berakhir melalui Laporan Pemantauan dan Reviu Proses Manajemen Risiko untuk dibahas dan ditetapkan.

d. Penilaian Tingkat Kematangan Penerapan Manajemen Risiko Inspektorat sebagai auditor internal dapat melakukan penilaian Tingkat Kematangan Penerapan Manajemen Risiko. Hasil penilaian ini dapat digunakan oleh Komite Manajemen Risiko

Pemerintah Daerah Kota untuk meningkatkan dan

mengembangkan Proses Manajemen Risiko di tingkat Pemerintah Daerah Kota.

e. Audit atas Proses Manajemen Risiko

Inspektorat sebagai auditor internal dapat melaksanakan audit atas Proses Manajemen Risiko. Rekomendasi yang diberikan oleh Inspektorat Pemerintah Daerah Kota sebagai hasil audit atas Proses Manajemen Risiko dapat digunakan oleh Komite Manajemen Risiko Pemerintah Daerah Kota untuk memperbaiki, meningkatkan, dan mengembangkan tata kelola, Proses

- 59-

https://jdih.bandung.go.id/

Manajemen Risiko dan keluaran (output) penerapan Manajemen Risiko di lingkungan Pemerintah Daerah Kota.

Fokus pemantauan dan reviu atas Proses Manajemen Risiko di tingkat Pemerintah Daerah Kota dilakukan terhadap:

1) Lingkungan penerapan Manajemen Risiko di tingkat Pemerintah Daerah Kota.

Perubahan kondisi lingkungan penerapan Manajemen Risiko perlu diperhatikan oleh Komite Pelaksana untuk memastikan bahwa Manajemen Risiko tetap berjalan dengan baik. Perubahan tersebut dapat berasal dan berada di internal maupun eksternal Pemerintah Daerah Kota.

2) Kondisi Profil Risiko Kunci Pemerintah Daerah Kota.

Adanya Risiko baru atau adanya Risiko yang harus dihilangkan sehubungan dengan berubahnya tujuan Perangkat Daerah perlu menjadi fokus pemantauan oleh Komite Pelaksana. Validitas level Risiko juga perlu senantiasa dipantau.

3) Mitigasi Risiko.

Pelaksanaan mitigasi Risiko beserta dengan efektivitasnya harus menjadi fokus pemantauan Komite Pelaksana. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa rencana mitigasi Risiko yang telah disusun benar•benar dijalankan di tingkat Pemerintah Daerah, Perangkat Daerah dan unit kerja di bawahnya. Reviu atas efektivitas mitigasi Risiko dimaksudkan sebagai mekanisme umpan balik bagi perbaikan dan pengembangan Proses Manajemen Risiko di tingkat Pemerintah Daerah Kota.

5. Keluaran (output) kegiatan tahapan pemantauan dan reviu

Keluaran sebagai hasil dari tahapan pemantauan dan reviu Proses Manajemen Risiko adalah Laporan Mitigasi Risiko Kunci serta Pemantauan dan Reviu Proses Manajemen Risiko yang memuat informasi mengenai realisasi mitigasi Risiko, keberhasilan menurunkan level Risiko, dan gambaran tren Risiko.

6. Dokumentasi

Dokumentasi atas kegiatan pemantauan dan reviu Proses Manajemen Risiko penting guna menyediakan informasi yang akurat bagi pengembangan Proses Manajemen Risiko di tingkat Pemerintah

https://jdih.bandung.go.id/

Daerah Kota. Dokumentasi atas kegiatan ini dilakukan antara lain terhadap:

a. Laporan Mitigasi Risiko Kunci;

b. Laporan Pemantauan dan Reviu Proses Manajemen Risiko;

c. Laporan Hasil Penilaian Tingkat Kematangan Penerapan Manajemen Risiko;

d. Laporan Hasil Audit Proses Manajemen Risiko.

Secara teknis tahapan pemantauan dan reviu Proses Manajemen Risiko ini didokumentasikan di dalam Formulir 3: Mitigasi Risiko Kunci dan Formulir 4: Pemantauan dan Reviu Proses Manajemen Risiko.

H. Pelaporan Manajemen Risiko

Pelaporan Manajemen Risiko merupakan upaya untuk menyajikan informasi terkait dengan pengelolaan Risiko kepada para pemangku kepentingan. Pelaporan ini berguna sebagai bahan pertimbangan dan data dukung dalam pengambilan keputusan atau menentukan tindakan yang terbaik. Dengan demikian, pelaporan Manajemen Risiko penting artinya untuk menggambarkan proses yang telah dijalankan dan menyediakan data yang berharga bagi pihak-pihak yang berkepentingan. Pelaporan ini juga berfungsi sebagai umpan balik bagi pengembangan Manajemen Risiko di tingkat Pemerintah Daerah Kota.

Pelaporan Manajemen Risiko di tingkat Pemerintah Daerah Kota dilakukan oleh Komite Pelaksana dan Komite Eksekutif serta meliputi: 1. Laporan Profil Risiko Kunci Pemerintah Daerah Kota

a. Profil Risiko Kunci Pemerintah Daerah Kota merupakan kumpulan Risiko Kunci Pemerintah Daerah Kota yang disusun dengan mempertimbangkan masukan dari masing-masing Perangkat Daerah dan para stakeholder.

b. Laporan Profil Risiko Kunci Pemerintah Daerah Kota disusun dan disampaikan oleh Komite Pelaksana kepada Komite Eksekutif untuk dibahas dan ditetapkan paling lambat pada minggu I di awal periode time horizon.

c. Laporan Profil Risiko Kunci Pemerintah Daerah Kota ditetapkan oleh Komite Eksekutif paling lambat pada minggu II di awal periode time horizon.

- 61-

https://jdih.bandung.go.id/ d. Komite Pelaksana menyampaikan Laporan Profil Risiko Kunci Pemerintah Daerah yang sudah ditetapkan oleh Komite Eksekutif kepada Komite Manajemen Risiko dan ditembuskan kepada

Compliance Office for Risk Management paling lambat pada minggu

II di awal periode time horizon sebagai dasar pertimbangan dalam menyusun Profil Risiko Kunci Perangkat Daerah.

e. Format laporan sesuai dengan Formulir 2.

2. Laporan Mitigasi Risiko Kunci Pemerintah Daerah Kota

a. Laporan Mitigasi Risiko Kunci Pemerintah Daerah Kota memuat informasi mengenai Risiko Kunci yang dimitigasi, rencana mitigasi, dan realisasi mitigasi Risiko yang telah dijalankan.

b. Laporan Mitigasi Risiko Kunci Pemerintah Daerah Kota dibuat oleh Komite Pelaksana dengan mempertimbangkan masukan dari masing-masing Perangkat Daerah dan para stakeholder dan disampaikan kepada Komite Eksekutif.

c. Laporan Mitigasi Risiko Kunci Pemerintah Daerah Kota yang berisikan informasi mengenai Risiko Kunci yang dimitigasi dan rencana mitigasinya, disusun oleh Komite Pelaksana dan disampaikan paling lambat pada minggu I di awal periode time

horizon kepada Komite Eksekutif untuk dibahas dan ditetapkan.

Laporan Mitigasi Risiko Kunci Pemerintah Daerah Kota tersebut ditetapkan oleh Komite Eksekutif paling lambat pada minggu II di awal periode time horizon. Laporan Mitigasi Risiko Kunci Pemerintah Daerah Kota yang sudah ditetapkan oleh Komite Eksekutif tersebut selanjutnya disampaikan oleh Komite Pelaksana kepada Komite Manajemen Risiko Perangkat Daerah dan ditembuskan kepada Compliance Office for Risk Management paling lambat pada minggu II di awal periode time horizon.

d. Laporan Mitigasi Risiko Kunci Pemerintah Daerah Kota yang berisikan informasi mengenai Risiko Kunci yang dimitigasi, rencana, dan realisasi mitigasi sampai dengan triwulan I, II, III, dan IV dalam periode time horizon, disusun, ditetapkan dan disampaikan oleh Komite Pelaksana secara triwulanan kepada Komite Eksekutif dan ditembuskan kepada Compliance Office for

Risk Management paling lambat pada minggu I setelah triwulan

tersebut berakhir.

https://jdih.bandung.go.id/

3. Laporan Pemantauan dan Reviu Proses Manajemen Risiko Pemerintah Daerah Kota

a. Laporan Pemantauan dan Reviu Proses Manajemen Risiko Pemerintah Daerah kota disusun oleh Komite Pelaksana berdasarkan hasil pemantauan dan reviu atas efektivitas pelaksanaan mitigasi Risiko Kunci dan disampaikan kepada Komite Eksekutif setiap semester paling lambat pada minggu I setelah semester tersebut berakhir untuk dibahas dan ditetapkan. b. Laporan Pemantauan dan Reviu Proses Manajemen Risiko

Pemerintah Daerah ditetapkan oleh Komite Eksekutif paling lambat pada minggu II setelah semester tersebut berakhir. Laporan Pemantauan dan Reviu Proses Manajemen Risiko Pemerintah Daerah yang sudah ditetapkan oleh Komite Eksekutif tersebut selanjutnya disampaikan oleh Komite Pelaksana kepada Komite Manajemen Risiko OPD dan ditembuskan kepada

Compliance Office for Risk Management paling lambat pada minggu

II setelah semester tersebut berakhir. c. Format laporan sesuai dengan Formulir 4. 4. Laporan Manajemen Risiko Insidental

a. Laporan Manajemen Risiko Insidental disusun oleh Komite Pelaksana dan ditujukan kepada Wali Kota.

b. Penyusunan Laporan Manajemen Risiko Insidental antara lain didasari oleh:

1) Apabila terjadi kondisi abnormal: berfungsi untuk memberikan masukan mengenai rencana kontinjensi kepada Wali Kota;

2) Apabila ada permintaan dari Wali Kota berkenaan dengan pengambilan suatu keputusan atau kebijakan tertentu: berfungsi untuk memberikan masukan/ rekomendasi berdasarkan suatu analisis yang objektif.

c. Bentuk dan isi Laporan Manajemen Risiko Insidental disesuaikan dengan sifat dan kondisi yang melatarbelakangi munculnya laporan ini.

- 63-

https://jdih.bandung.go.id/

BAB III

PELAKSANAAN MANAJEMEN RISIKO TINGKAT PERANGKAT DAERAH

A. Komunikasi dan Konsultasi

Perangkat Daerah di Pemerintah Daerah Kota, sebagai sebuah unit yang menerapkan Manajemen Risiko, melaksanakan tahapan komunikasi dan konsultasi. Tahap komunikasi dan konsultasi tersebut dilakukan oleh setiap Perangkat Daerah. Komunikasi dan konsultasi di tingkat Perangkat Daerah kepada para pemangku kepentingan dilakukan secara terus-menerus sesuai dengan prioritas dalam rangka menjalankan Proses Manajemen Risiko. Pemangku kepentingan adalah orang atau Perangkat Daerah yang akan mempengaruhi, dipengaruhi oleh, atau mempersepsikan diri mereka sendiri akan terpengaruh oleh keputusan dan atau aktivitas Perangkat Daerah.

Komunikasi dan konsultasi dilakukan terhadap para pemangku kepentingan eksternal dan internal. Pemangku kepentingan eksternal bagi Manajemen Risiko di tingkat Perangkat Daerah antara lain Wali Kota, Kepala Perangkat Daerah yang terkait, Kementerian/Lembaga, Perangkat Daerah kemasyarakatan, dan masyarakat umum yang dilayani. Sedangkan pemangku kepentingan internal bagi Manajemen Risiko tingkat Perangkat Daerah adalah seluruh unit kerja di bawah Perangkat Daerah dan seluruh pegawai di lingkungan Perangkat Daerah yang bersangkutan.

Komunikasi dan konsultasi sangat penting untuk dilakukan di setiap tahap Proses Manajemen Risiko. Mekanisme pelaporan di tingkat Perangkat Daerah pada hakikatnya merupakan salah satu metode berkomunikasi dan meminta masukan kepada para pemangku kepentingan.

1. Tujuan

Komunikasi dan konsultasi di tingkat Perangkat Daerah bertujuan untuk mendapatkan dan menyebar informasi yang relevan terkait dengan penerapan Manajemen Risiko, sehingga pihak-pihak yang terkait dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya masing•masing dengan baik.

https://jdih.bandung.go.id/

2. Penanggung Jawab Pelaksanaan

Di tingkat Perangkat Daerah, komunikasi dan konsultasi dilakukan oleh Kepala Perangkat Daerah dengan melibatkan seluruh unit kerja dibawahnya di lingkupnya masing-masing dan berhubungan dengan Komite Manajemen Risiko.

3. Jadwal Pelaksanaan

Perangkat Daerah melakukan komunikasi dan konsultasi di sepanjang periode penerapan Manajemen Risiko, selaras dengan tahapan Proses Manajemen Risiko dan berbagai kegiatan yang dilakukan dalam rangka penerapan Manajemen Risiko.

4. Langkah Proses

Komunikasi dan konsultasi di tingkat Perangkat Daerah dilakukan dengan menggunakan beberapa mekanisme. Mekanisme dalam rangka pelaksanaan komunikasi dan konsultasi tersebut dilakukan dengan:

a. Pelaksanaan risk assessment di tingkat Perangkat Daerah;

b. Pelaksanaan rapat berkala Manajemen Risiko Perangkat Daerah;

c. Pelaksanaan rapat insidental Manajemen Risiko Perangkat Daerah.

Komunikasi dan konsultasi Manajemen Risiko pada dasarnya tidak hanya terbatas pada 3 (tiga) pendekatan tersebut, tetapi dapat dilakukan sepanjang diperlukan dengan berbagai macam bentuk dan mekanisme yang disesuaikan dengan kondisi masing•masing Perangkat Daerah. Sekretariat Manajemen Risiko Perangkat Daerah dapat dibentuk untuk memfasilitasi dan mengPerangkat Daerahkan pelaksanaan komunikasi dan konsultasi di tingkat Perangkat Daerah. a. Pelaksanaan Risk Assessment

Risk assessment merupakan kegiatan untuk mengidentifikasi

Risiko, menentukan level Risiko dan menetapkan prioritas Risiko.

Risk assessment terdiri dari kegiatan identifikasi, analisis, dan

evaluasi Risiko. Di tingkat Perangkat Daerah, risk assessment dimaksudkan untuk menyusun Profil Risiko Kunci Perangkat Daerah. Risk assessment dilakukan oleh Perangkat Daerah dan hasilnya disampaikan kepada Komite Manajemen Risiko serta ditembuskan kepada Compliance Office for Risk Management paling lambat pada minggu IV di awal periode time horizon.

- 65-

https://jdih.bandung.go.id/

Time horizon merupakan masa berlakunya dokumen Manajemen

Risiko dan menunjukkan jangka waktu yang digunakan untuk mengestimasikan level Risiko serta menjalankan penanganan atau mitigasi Risiko. Contoh time horizon di tingkat Perangkat Daerah diilustrasikan pada gambar IV.l.

Dokumen terkait