• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

2.2 Gaya Berpakaian Karyawan

2.2.1 Pengertian Gaya Berpakaian Karyawan

Gaya Berpakaian atau yang juga dikenal dengan sebutan Fashion atau mode di Indonesia merupakan sebuah gaya yang merujuk pada cara berpakaian yang sedang trend atau popular dalam masyarakat pada suatu budaya tertentu.

Sedangkan pengertian fashion secara umum bisa diartikan sangat beragam karena meliputi seni, bahasa, dan juga arstitektur. Meskipun dalam kesehariannya, istilah ini lebih sering ditunjukkan untuk menyebutkan gaya berpakaian atau busana.

Menurut Widyarini (2009) gaya berpakaian merupakan bagian dari cara kita membawa diri dalam lingkungan. Menurut Michael (2010) mengatakan, Seragam merupakan seperangkat pakaian standar yang dikenakan oleh anggota suatu perusahaan sewaktu berpartisipasi dalam aktifitas organisasi tersebut. Seragam memberikan pengaruh positif bagi pemakainya karena dapat memperiengkapi seseorang dengan kharisma, percaya diri dan pengakuan.

Menurut Tanuja (2010) menyiratkan bahwa pakaian kerja dapat mempengaruhi peran individu di tempat kerja. Berpakaian untuk sukses, atau berpakaian untuk mengesankan kepada yang lebih umum di kalangan pekerja di posisi eksekutif. Menurut Pratt (2012) ada hubungan yang signifikan antara pakaian kerja dan sikap karyawan yang mempengaruhi motivasi kerja. Menurut temuan, pakaian kerja meningkatkan kepercayaan diri karyawan dan meningkatkan kredibilitas mereka. Sebagian besar perusahaan mendorong staf mereka untuk memilih pakaian di tempat kerja untuk mencerminkan diri mereka dan juga mengesampingkan mengenakan pakaian formal menjadi pakaian kasual

dan penuh warna yang sesuai dengan preferensi mereka. Pakaian di tempat kerja mengungkapkan solusi sejumlah besar tentang suatu perusahaan dan mengkomunikasikan kepada setiap pelanggan untuk sebuah citra profesionalisme dan keandalan.

2.2.2 Jenis-Jenis Gaya Berpakaian 1. Formal

Pakaian formal dipakai untuk mengikuti norma-norma. Namun, juga berfungsi untuk mendapatkan rasa hormat, menandakan profesionalisme, dan memelihara jarak sosial.

Contoh pakaian berupa : a. Jas

b. Celana Kain c. Sepatu Kulit 2. Kasual

Pakaian kasual identik dengan busana keseharian yang santai, nyaman, dan mudah di pakai.

Contoh pakaian berupa : a. Kemeja

b. Celana Jeans c. Sepatu Kets 3. Baju safety

Baju Safety lapangan adalah istilah yang di tujukan untuk pakaian standart di tempat kerja yang menekankan pada aspek perlindungan diri.

20

Contoh dari baju safety berupa : a. Jaket

b. Sarung Tangan c. Sepatu Booth d. Helm

2.2.3 Manfaat Gaya Berpakaian

Menurut (Setiawan 2019)ada beberapa manfaat gaya berpakaian dalam kehidupan sehari – hari diantaranya sebagai berikut:

1. Memberikan Rasa Percaya Diri

Secara pisikologis setiap wanita yang penampilannya menarik dan nyaman lebih memiliki percaya diri di bandingkan dengan yang penampilannya tidak menarik.

2. Memberikan Daya Tarik

Menggunkan pakaian dan berpenampilan menarik bisa memberikan daya tarik. terutama jika di padu dengan sopan dan ramah akan memunculkan aura yang menarik dan membuat orang lain merasa nyaman.

3. Membuat Bahagia

Rasa kepuasan menggunakan gaya berpakaian menjadi perhatian dapat membuat perasaan bangga timbul.

2.2.4 Fungsi Gaya Berpakaian

Fungsi Pakaian adalah kebutuhan pokok manusia yang tidak bisa terlepas karena pakaian menawarkan berbagai kebaikan dan manfaat bagi

pemakainya. Berdasarkan uraian di atas, pakaian yang digunakan oleh seseorang haruslah sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada, agar tidak menyebabkan masalah bagi dirinya maupun lingkungan di sekitarnya. Diantara fungsi pakaian adalah sebagai berikut:

1. Pelindung Tubuh Manusia

Penggunaan pakaian yang baik akan mampu melindungi tubuh dari berbagai hal yang dapat memberikan pengaruh negatif pada manusia.

Tentu saja pakaian yang digunakan harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi lingkungan yang ada sehingga tubuh terlindungi secara maksimal.

2. Simbol Status Manusia

Dalam tingkatan status masyarakat, pakaian bisa memperlihatkan tingkat status seseorang. Misalnya saja dalam Perusahaan pakaian Seorang pimpinan dibuat berbeda dengan pakaian karyawan biasa sehingga mudah untuk dikenali. Manusia bisa menunjukkan eksistensi dirinya sendiri kepada orang lain melalui pakaian yang dikenakan. Bisa lewat tulisan pada pakaian, aksesoris pakaian, model pakaian, warna, dan lain sebagainya. Orang yang memiliki gengsi yang tinggi tentu saja akan berupaya mengenakan pakaian yang sedang trend atau populer di kalangannya walaupun harganya mahal.

3. Menghilangkan Perbedaan Antar Manusia

Penggunaan baju seragam yang sama pada banyak orang bisa menguragi perbedaan di antara orang-orang tersebut.

2.2.5 Indikator Gaya Berpakaian

Gaya Berpakaian kebanyakan dibuat dengan model yang berbeda untuk setiap

22

Bidang pekerjaan, Departement dan Jabatan. Pakaian seragam banyak disukai dengan model yang lebih sederhana tapi memberikan kesan berwibawa, model seragam yang mempunyai konsep, sehingga pas dan nyaman dipakainya, terbuat dari bahan yang berkualitas, sehingga awet dan tahan lama dipergunakannya.

1. Pemilihan Pakaian seragam Bagi Perusahaan a. Harus menjadi pelindung bagi pemakainya.

b. Harus berkualitas tinggi sehingga tidak mudah sobek, aus, atau pun pudar warnanya.

c. Harus menekan biaya yang efektif sehingga perusahaan tidak dirugikan.

d. Harus sesuai keinginan pemakainya.

e. Harus nyaman saat dipakai.

f. Harus sesuai dengan persyaratan operasional.

g. Harus mencerminkan image dari perusahaan tersebut.

2. Keuntungan Menggunakan Pakaian seragam a. Dapat meningkatkan Tingkat Motivasi.

b. Dapat Meningkatkan Efisiensi kerja karyawan.

c. Dapat membuat si pemakai dan yang melihatnya pun merasa nyaman.

d. Dapat melindungi karyawan.

e. Dapat memberikan kesan profesional.

f. Hal ini memungkinkan untuk membedakan pekerja pada tiap-tiap bagian perusahaan.

2.2.6 Aspek-aspek Gaya Berpakaiaan

Menurut Wizzard (2016) perubahaan dari berbagai jenis busana tergantung

oleh adat istiadat, rutinitas, serta budaya yang memiliki keunikan.

1. Perbedaan Jenis Kelamin

Pada kebanyakan budaya, ketidak samaan pakaian pada dua jenis kelamin dikira layak bagi laki-laki serta perempuan. Ketidaksamaan pada style, kain, dan warna. Di masyarakat barat, gaun, rok, serta alas kaki hak tinggi umumnya diidentifikasikan sebagai pakaian wanita, dan dasi biasanya dinilai sebagai pakaian laki-laki. Celana pada awalnya dilihat sebagai pakaian khusus pria, tetapi sekarang ini dipakai oleh kedua jenis kelamin. Busana pria terkadang lebih sederhana dari pada busana wanita, tetapi busana wanita umumnya lebih luas dalam hal ragam dibandingkan pakaian laki-laki. Kaos pun pada awalnya adalah busana pria. Lelaki banyak diizinkan untuk bertelanjang dada di berbagai tempat umum, seperti kolam renang. Apa yang penuhi nilai sederhana sebenarnya tidak sama, namunn wanita biasanya memerlukan penutup badan yang lebih luas. Dibanding dengan pakaian pria, pakaian perempuan condong atraktif, sering bertujuan untuk memperlihatkan pada pria. Pada Negara industrial modern, perempuan lebih condong memakai rias muka, perhiasan, serta pakaian warna-warni, sedangkan di tempat tradisional adanya wanita menghindari tatapan lelaki dengan busana sederhana. Tak hanya itu sekarang kaos juga mempunyai banyak fungsi.

Terdapat cukup banyak sekali kaos yang dimanfaatkan untuk menyampaikan nilai tertentu, baik netral, ataupun buruk.

2. Nilai Sosial

Pada beberapa orang, pakaian dapat dipakai sebagai pernyataan atas peringkat

24

atau status. Di romawi kuno, cuma beberapa senator yang diizinkan untuk memakai pakaian yang diwarnai dengan warna violet. Di Tiongkok, awal mula pebentukan republik, hanya kaisar yang boleh memakai pakaian berwarna kuning. Saat ini status sosial tidak lagi diperlihatkan dengan pembelian barang langka atau elegan.

3. Religi

Pakaian dari sisi agama bisa dianggap sebagai busana khusus.Tetapi, dapat juga digunakan keseharian sebagai pernyataan status agama.

Dokumen terkait