TIJAUAN PUSTAKA
4) Gejala keracunan organophosphate
Gejala keracunan organofosfat sangat bervariasi. Setiap gejala yang timbul sangat bergantung pada adanya stimulasi asetilkolin persisten atau depresi yang diikuti oleh stimulasi.saraf pusat maupun perifer.
27 Tabel 2.3. Efek muskarinik, nikotinik dan saraf pusat pada toksisitas
organofosfat 25
Efek Gejala
1. Muskarinik Salivasi, lakrimasi, urinasi dan diare (SLUD) Kejang perut
Nausea dan vomitus Bradikardia
Miosis Berkeringat
2. Nikotinik Pegal-pegal, lemah Tremor
Paralisis Dispnea Takikardia
3. Sistem saraf pusat Bingung, gelisah, insomnia, neurosis Sakit kepala
Emosi tidak stabil Bicara terbata-bata Kelemahan umum Konvulsi
Depresi respirasi dan gangguan jantung Koma
Gejala awal seperti SLUD terjadi pada keracunan organofosfat secara akut karena terjadinya stimulasi reseptor muskarinik sehingga kandungan asetil kholin dalam darah meningkat pada mata dan otot polos.25
b.Carbamate
Insektisida karbamat telah berkembang setelah organofosfat. Insektisida ini biasanya daya toksisitasnya rendah terhadap mamalia dibandingkan dengan organofosfat, tetapi sangat efektif untuk membunuh insekta.25
Struktur karbamat seperti physostigmine, ditemukan secara alamiah dalam kacang calabar (calabar bean). Bentuk carbaryl telah secara luas dipakai sebagai insektisida dengan komponen aktifnya adalah SevineR.25
28
Nama Struktur kimia
Physostigmine
Carbaryl
Temik
Gambar 2.3. Struktur kimia insektisida Carbamate 25
Mekanisme toksisitas dari karbamat adalah sama dengan organofosfat, dimana enzim asetil kolin dihambat dan mengalami karbamilasi. Jika pada golongan organofosfat hambatan tersebut bersifat irreversible (tidak dapat dipulihkan), pada karbamat hambatan tersebut bersifat reversible (dapat dipulihkan). Pestisida dari golongan karbamat relatif mudah diurai di lingkungan (tidak persisten) dan tidak terakumulasi oleh jaringan lemak hewan. Karbamat juga merupakan insektisida yang banyak jenisnya. Berikut ini adalah beberapa jenis insektisida karbamat : 24
1. Aldikarb, merupakan insektisida, akarisida, serta nematisida sistemik yang cepat diserap oleh akar dan ditransportasikan secara akropetal. Aldikarb merupakan insektisida yang paling toksik, dengan LD50 (tikus) sekitar 0,93 mg/kg; LD50 dermal (kelinci) > 20 mg/kg.
29 2. Benfurakarb, merupakan insektisida sistemik yang bekerja sebagai racun kontak dan racun perut serta diaplikasikan terutama sebagai insektisida tanah. LD50 (tikus) 205,4 (jantan) – 222,6 (betina) mg/kg; LD50 dermal (kelinci) > 2.000 mg/kg.
3. Karbaril, merupakan karbamat pertama yang sukses di pasaran. Karbaril bertindak sebagai racun perut dan racun kontak dengan sedikit sifat sistemik. Salah satu sifat unik karbaril yaitu efeknya sebagai zat pengatur tumbuh dan sifat ini digunakan untuk menjarangkan buah pada apel. LD50 (tikus) sekitar 500 (b) – 850 (j) mg/kg; LD50 dermal (tikus) > 4.000 mg/kg.
4. Fenobukarb (BPMC), merupakan insektisida non-sistemik dengan kerja sebagai racun kontak. Nama resmi insektisida ini adalah fenobukarb, tetapi di Indonesia lebih dikenal dengan BPMC yang merupakan singkatan dari nama kimianya, yaitu buthylphenylmethyl carbamate. LD50 (tikus) sekitar 623 (j) – 657 (b) mg/kg; LD50 dermal (kelinci) 10.250 mg/kg.
5. Metiokarb, nama umum lainya adalah merkaptodimetur. Insektisida ini digunakan sebagai racun kontak dan racun perut. LD50 (tikus) sebesar 20 mg/kg; LD50 dermal (tikus) > 5.000 mg/kg.
6. Propoksur, merupakan insektisida yang bersifat non-sistemik dan bekerja sebagai racun kontak serta racun lambung yang memiliki efek knock down sangat baik dan residu yang panjang. Propoksur terutama digunakan sebagai insektisida rumah tangga (untuk mengendalikan nyamuk dan kecoa), kesehatan masyarakat, dan kesehatan hewan. LD50 (tikus) sekitar 50 mg/kg; LD50 dermal (tikus) > 5.000 mg/kg.
30 Dalam bentuk ini enzim mengalami karbamilasi
Gambar 2.4. Struktur kimia senyawa aktif dari pestisida golongan
Carbamate 25
7. Mancozeb, adalah fungisida bisdithiocarbamate ethylene. Merupakan bahan campuran Zink dan Maneb yang mengandung 16% Mangan, 2% Zink dan 62% ethylenebisdithio carbamate / mangan ethylenebisdithio carbamaet plus non zink. Bahan ini dikenalkan oleh Rohm, Hass dan Du Pont tahun 1961, dengan nama dagang Mancozeb dan Manzate 200. Fungisida ini diaplikasikan untuk melindungi daun. Mancozeb adalah gabungan antara Maneb dan Zink yang masing-masing mempunyai keunggulan tersendiri, sehingga digunakan untuk membasmi berbagai patogen tanaman.26
Gambar 2.5. Struktur kimia Mancozeb 27 Toksisitas akut Mancozeb : 27
Oral : LD50 >5000 mg/kg pada tikus.
Kulit : LD50 >5000 mg/kg pada tikus dan kelinci. Inhalasi : LC50 (4 h) >5 mg/l pada tikus.
c. Organochlorine
Organoklorin atau disebut Chlorinated hydrocarbone terdiri dari beberapa kelompok yang diklasifikasi menurut bentuk kimianya. Yang
31 paling popular dan pertama kali disinthesis adalah Dichloro-diphenyl-trichloroethane atau DDT.25
Tabel 2.4. Klasifikasi insektisida organochlorine 25
Kelompok Komponen
Cyclodienes Aldrin, Chlordan, Dieldrin, Heptachlor, endrin, Toxaphen, Kepon, Mirex.
Hexachlorocyclohexan Lindane Derivat Chlorinated-ethan DDT
.
Gambar 2.6. Struktur kimia DDT dan Dieldrin25
Mekanisme toksisitas dari DDT masih dalam perdebatan, walaupun komponen kimia ini sudah disintesis sejak tahun 1874. Tetapi pada dasarnya pengaruh toksiknya terfokus pada neurotoksin dan pada otak. Saraf sensorik dan serabut saraf motorik serta korteks motorik adalah merupakan target toksisitas tersebut. Dilain pihak bila terjadi efek keracunan perubahan patologiknya tidaklah nyata. Bila seseorang menelan DDT sekitar 10mg/Kg akan dapat menyebabkan keracunan, hal tersebut terjadi dalam waktu beberapa jam. Perkiraan LD50 untuk manusia adalah 300-500 mg/Kg.25
DDT dihentikan penggunaannya sejak tahun 1972, tetapi penggunaannya masih berlangsung sampai beberapa tahun kemudian, bahkan sampai sekarang residu DDT masih dapat terdeteksi. Gejala yang terlihat pada intoksikasi DDT adalah sebagai berikut: nausea, vomitus,
32 parestesis pada lidah; bibir dan muka, iritabilitas, tremor, konvulsi, koma, kegagalan pernafasan hingga kematian.25
d. Senyawa Arsenat
Pada keadaan keracunan akut ini menimbulkan gastroentritis dan diare yang menyebabkan kekejangan yang hebat sebelum menimbulkan kematian. Pada keadaan kronis menyebabkan pendarahan pada ginjal dan hati.28
e. Piretroid
Piretroid merupakan senyawa kimia yang meniru struktur kimia (analog) dari piretrin. Piretrin sendiri merupakan zat kimia yang bersifat insektisida yang terdapat dalam piretrum, kumpulan senyawa yang di ekstrak dari bunga semacam krisan piretroid memiliki beberapa keunggulan, diantaranya diaplikasikan dengan takaran relatif sedikit, spektrum pengendaliannya luas, tidak persisten, dan memiliki efek melumpuhkan yang sangat baik. Namun karena sifatnya yang kurang atau tidak selektif, banyak piretroid yang tidak cocok untuk program pengendalian hama terpadu.28