Lain-LainLain-Lain
GENERASI MUDA BEKERJA DI SEKTOR PERTANIAN
Oleh : Eka Fitria
Sektor pertanian masih memegang peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional (Oktavia, 2017). Pada saat pandemic Covid-19 pun sektor pertanian masih tumbuh positif meski pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan 5,32% (Rachmawati dan Endro, 2020). Namun kenyataannya, saat ini sektor pertanian merupakan sektor yang mulai kurang diminati oleh generasi muda sehingga mengakibatkan perpindahan tenaga kerja sektor pertanian ke sektor non pertanian.
Menurut Nugroho (2018), trend penurunan jumlah tenaga kerja sektor pertanian mulai tahun 2007 hingga 2015 setiap tahunnya mencapai 4.247 orang. Selama sektor pertanian belum mampu menciptakan image membanggakan dalam peningkatan pendapatan maka sektor ini akan tetap kurang diminati terlebih lagi bagi generasi muda yang berpendidikan tinggi (Susilowati, 2016).
Untuk mengurangi transformasi tenaga kerja dan menumbuhkan kembali minat generasi muda pada sektor pertanian diperlukan suatu kebijakan dari pengambil kebijakan dalam upaya pemberdayaan tenaga kerja terutama generasi muda.
Faktor-faktor Penarik a. Finansial
Ketertarikan generasi muda untuk beraktivitas di sektor pertanian dikarenakan petani tersebut telah mampu mengelola usahataninya (Nugroho et al., 2018) dan telah menguasai link pemasarannya. Selain itu usahatani yang digeluti tidak hanya on farm namun sudah ke off farm terutama yang bergerak pada tahap pengolahan dan pemasaran hasil. Situasi ini sesuai dengan pendapat Hamyana (2017), bahwa petani muda masih tertarik bekerja disektor pertanian karena panggilan jiwa yang didasarkan pada seberapa besar keuntungan yang dapat dihasilkan baik aspek ekonomi, sosial bahkan lingkungan.
b. Warisan Orang Tua
Faktor pendorong lainnya generasi muda menggeluti dunia pertanian adalah faktor budaya. Umumnya generasi muda di provinsi Aceh memperoleh warisan lahan dari orang tuanya, namun komoditas yang dibudidayakan berbeda dengan yang dikelola oleh orang tuanya (Nugroho et al., 2018).
Generasi muda biasanya lebih adaptif dalam menerapkan dan mengembangkan inovasi teknologi termasuk melihat potensi pasar.
Ditambahkan lagi kondisi sekarang, hampir semua generasi muda menggunakan fasilitas internet (hp android) dalam berkegiatan (on-off farm). Terlebih lagi dalam diri generasi muda ini tumbuh kecintaan terhadap pertanian tidak hanya melanjutkan usahatani orang tua tetapi lebih kepada panggilan jiwa untuk meneruskan usaha pertanian (Hamyana, 2017).
c. Insentif dari Pemerintah
Generasi muda saat ini sangat erat dengan teknologi digital dan lebih tertarik dengan pertanian modern dimana kreativitas dalam pertanian dilakukan melalui industri pertanian 4.0. Sesuai dengan pendapat Silaban dan Sugiharto (2016), pembangunan pertanian saat ini berorientasikan pada pemanfaatan teknologi. Menurut (Nugroho, 2016; Supriyati, 2010; Susilowati, 2015) semakin aktif pemerintah memberikan insentif maupun pelatihan yang bergerak di sektor pertanian semakin banyak pula ketertarikan generasi muda menggeluti di sektor pertanian. Disertai pula dengan adanya dukungan peralatan mesin yang modern sehingga memberikan kemudahan dalam mengelola usahataninya.
Strategi meningkatkan minat generasi muda
a. Pengenalan pendidikan pertanian sejak usia dini
Pengenalan pertanian sejak diusia dini sangat membantu membentuk karakter anak-anak mencintai pertanian karena sejak di usia dini sudah pengenalan lingkungan. Terlebih lagi pengenalan pertanian termasuk dalam kurikulum atau ekstrakurikuler di sekolah umum.
Buletin BPTP Aceh 113 b. Pengembangan pertanian terpadu
berbasis agroindustri, agroforestry dan agrowisata
Agroindustri adalah industri yang mengolah hasil pertanian menjadi bahan setengah jadi/produk akhir yang melibatkan komoditas pertanian, teknologi, manusia dan faktor lainnya (Gultom dan Lies, 2018).
Sementara pengembangan pertanian berbasis agroforestry merupakan sistem pengelolaan lahan yang produktif dan konservatif.
Agroforestri merupakan alternatif dari sistem pengelolaan lahan pembangunan pertanian berkelanjutan (Sabarnurdin, 2002). Agrowisata merupakan contoh program pemberdayaan berbasis masyarakat yang dapat menciptakan masyarakat mandiri dan memberikan manfaat.
c. Penguatan dinamika kelompok tani Menurut Junaedi et al, (2020), penguatan kelompok tani dapat dilakukan melalui edukasi dan sosialisasi melalui pola penyuluhan. Dinamika kelompok mempunyai pengaruh langsung terhadap minat generasi muda. Artinya dinamika yang baik dalam kelompok akan memberikan situasi menyenangkan sehingga akan dapat menimbulkan ketertarikan hingga akhirnya turut ikut serta dalam usahataninya.
d. Pengembangan dukungan lingkungan sosial
Dukungan lingkungan sosial merupakan dukungan yang muncul dari lingkungan sosial seorang individu, keluarga, kelompok dan pemerintah. Dari berbagai dukungan lingkungan, dukungan keluarga merupakan dukungan yang paling berperan bagi generasi muda untuk melanjutkan kegiatan pertanian milik keluarga (37%) melalui pewarisan Junaedi et al, (2020). Hal ini sejalan dengan pendapat Rasmikayati et al., (2017) bahwa, sebagian besar keluarga petani memberikan dukungan kepada generasi muda untuk meneruskan usahatani keluarganya.
e. Asuransi pertanian
Asuransi pertanian merupakan ganti rugi yang akan diberikan kepada petani jika terjadi kerugian akibat gagal panen yang
disebabkan karena bencana alam, ledakan serangan hama dan penyakit, dampak perubahan iklim atau risiko-risiko lainnya (Nugroho, 2016). Dengan adanya asuransi pertanian akan meminimalkan kekhawatiran dampak risiko yang akan di hadapi petani.
Penutup
Untuk menarik minat generasi muda bekerja di sektor pertanian harus disertai dengan penerapan kebijakan pemerintah terutama dalam pemberdayaan tenaga kerja generasi muda.
Daftar Pustaka
Gultom, J, Y, T., dan Lies, S., 2018. Strategi Pengembangan Agroindustri Manisan Mangga: Studi Kasus pada UMKM Satria di Kecamatan Kedaung Kabupaten Cirebon. J. Ilmiah Mahasiswa AgroInfo Galuh. 5(1).
Junaedi, A, J., O.eng, A., dan Maspur, M., 2020.
Dinamika Kelompoktani terhadap Minat Generasi Muda pada Kegiatan Usahatani Padi (Oryza sativa L.) di Kecamatan Gantar Kabupaten Indramayu. J. Inovasi Penelitian. 1(3):
501-512.
Hamyana, 2017. Motif Kerja Generasi Muda di Bidang Pertanian: Studi Fenomenologi tentang Motif Kerja di Bidang Pertanian pada Kelompok Pemuda Tani di Kota Batu. Mediapsi 3 (1): 34-42.
Nugroho, A, D., Lestari, R, W., dan Jamhari., 2018. Upaya Memikat Generasi Muda Bekerja pada Sektor Pertanian di Daerah Istimewa Yogyakarta. JPPUMA.
6 (1): 76-95.
Oktavia, A., Zufanetti., dan Yulmardi, 2017.
Analisis Produktivitas Tenaga Kerja Sektor Pertanian di Sumatera. J.
Paradigma Ekonomika. 12(2):49-56.
Rachmawati, R. R. dan Endro, G., 2020.
Peranan Petani Milenial Mendukung
Buletin BPTP Aceh 114 Eksport hasil Pertanian di Indonesia.
Forum Penelitian Agro Ekonomi. 38(1):
67-87.
Rasmikayati, E., Sulistiowati, L., dan Saefudin, B, R., 2017. Risiko Produksi dan Pemasaran Terhadap Pendapatan Petani Mangga: Kelompok Mana yang Paling Berisiko. J. Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. 3(2): 105-116.
Sabarnurdin, M.S., 2002. Agroforestry: Konsep, Prospek dan Tantangan. Persentasi Workshop Agroforestry. Fakultas Kehutanan. Universitas Gajah Mada.
Yogyakarta.
Sari, D, W., 2018. Persepsi Kaum Muda Terhadap Pekerjaan di Sektor Pertanian di Desa Ujung Bulu Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makasar.
Silaban, L.R dan Sugiharto, 2016. Usaha-usaha yang dilakukan Pemerintah dalam Pembangunan Sektor Pertanian. J. Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA.
4(2):196-210.
Supriyati, 2010. Dinamika Ekonomi Ketenagakerjaan Pertanian:
Permasalahan dan Kebijakan Strategis Pengembangan. Analisis Kebijakan Pertanian. 8(1):49-65.
Susilowati, S. H., 2015. Attracting the Young Generation to Enggage in Agriculture.
Proceedings The FFTC-RDA International Seminar on Enhanced Entry of Young Generation into Farming. Jeonju.oct 20-24, page 1-17.
Susilowati, S. H., 2016. Fenomena Penuaan Petani dan Berkurangnya Tenaga Kerja serta Implikasinya bagi Kebijakan Pembangunan Pertanian. Forum Penelitian Agro Ekonomi. 34(1(:35-55.
Buletin BPTP Aceh 115 APLIKASI PERPUSTAKAAN GRATIS
MENINGKATKAN MINAT BACA