• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. Gerakan Sholat

B.2 Gerakan Sholat dan Manfaat Gerakan Sholat

Gerakan sholat terdiri dari berdiri tegak, takbiratul ihram, rukuk, sujud, dan duduk dalam sujud yang dilakukan secara berulang-ulang tergantung dari jumlah rokaat sholat. Dalam sehari jumlah rokaat sholat yang wajib dilakukan oleh umat muslim berjumlah tujuh belas rokaat, yang terdiri dari sholat subuh, dzuhur, ashar, magrib, dan isya’. Selain itu ada beberapa sholat yang hukumnya tidak wajib dilakukan (sunnah), seperti sholat sunnah dhuha, tahajud, fajar, rowatib, dan lain-lain.

B.2.1 Berdiri tegak

26

simetris antara tubuh bagian kanan dan kiri. Pada saat berdiri tegak berat badan menumpu di telapak kaki, di bagi di kedua kaki kanan-kiri sama berat. Cara menumpu yang demikian juga membuat postur tubuh menjadi lurus, serasi, dan tegap. Tulang punggung berada pada posisi tegak alami dalam arti bagian servical melengkung ke depan (lordosis), bagian thorax melengkung ke belakang (kifosis), dan bagian lumbal melengkung ke depan (lordosis). Ini adalah posisi normal yang memungkinkan susunan tersebut berfungsi optimal. Gerakan selanjutnya kaki dibuka, tumit membuka ke luar. Jarak yang perlu diperhatikan pada saat mengkangkangkan kaki adalah selebar jarak bahu kanan-kiri, ini adalah posisi ideal dan stabil maka akan terasa tarikan di sepanjang sisi dalam tungkai. Efek lain dari berdiri tegak yang juga dapat dipertimbangkan adalah tumpuan berat badan yang merata akan membuat kompaksitas susunan tulang-tulang penyangga tubuh menjadi rata. Hal ini bermanfaat terhadap penurunan resiko terjadinya patah tulang (Sagiran, 2007).

Dalam Ilmu Orthopedi terdapat teori trabekulasi tulang. Tekanan pada tulang akan mempengaruhi jalur kompaksitas di dalam tulang, hal ini dinyatakan dalam Hukum Wolf. Berat tubuh yang menumpu di tungkai akan diproyeksikan dan didistribusikan di sepanjang tungkai. Jalur distribusi itu membuat tulang lebih padat, sementara bagian yang berada di luar jalur lebih tipis matriksnya (Sagiran, 2007).

B.2.2 Takbiratul Ihram

sedemikian sehingga telapak menghadap kiblat di samping kanan kiri bahu atau wajah kita. Pada saat gerakan takbir, bahu terangkat sedikit, tulang-tulang rusuk ikut terangkat menimbulkan pelebaran rongga dada. Akibatnya tekanan udara di dalam rongga mengecil dan memudahkan udara nafas masuk dengan cepat. Pada saat yang mengucapkan kalimat takbir “Allahuakbar” padahal dinding sedang meregang. Udara harus mengalir keluar guna menggetarkan pita suara untuk dapat mengucapkan suatu kata, maka tidak lain hal ini hanya bisa dikerjakan oleh diafragma. Sinergitas ini juga berpengaruh terhadap fungsi-fungsi fisiologis lainnya karena di otak terjadi asosiasi dan sinkronisasi pusat-pusat pengaturan gerakan dan kerja organ-organ dalam. Pada saat tabiratul ihram posisi ketiak dalam keadaan terbuka. Ketiak adalah stasiun regional utama bagi peredaran limfe yang merupakan kumpulan dari keseluruhan anggota gerak bagian atas tangan, lengan bawah, lengan atas, dan bahu. Gerakan takbir ini adalah gerakan “active pumping” yang sangat bermanfaat. Gerakan selanjutnya setelah takbiratul-ihram adalah tangan diletakkan di depan dada. Perletakan di dada dengan cara tangan kiri ditempelkan di dada, tangan kanan menempel di luar/atas tangan kiri. Cara demikian ini hanya bisa dilakukan dengan sedikit mengangkat bahu, karena kalau tidak maka tangan akan terletak di perut. Cara ini pula yang dapat mempertahankan posisi ketiak sebagai stasiun peredaran limfe tetap terbuka (Sagiran, 2007).

B.2.3 Rukuk

28

dan kepala menjadi posisi horizontal. Pada saat rukuk sempurna, tulang belakang menjadi relatif lurus. Ada dua hal penting yang perlu diperhatikan, yang pertama yaitu posisi horizontal. Posisi ini memungkinkan berat badan bergeser ke depan dan tubuh seakan-akan terperosok ke depan. Pada posisi demikian, kompresi antar ruas-ruas tulang belakang dapat dikurangi. Poin kedua yaitu kedua lengan menyangga, tangan memegang di lutut. Peyanggaan ini lebih mendorong lagi ke depan ruas-ruas tulang belakang sehingga kompresi bukan hanya dikurangi akan tetapi bahkan terjadi gerakan anti-kompresi (peregangan), ini dapat kita rasakan pada saat rukuk seperti ada tarikan di tulang punggung. Sensasi ini hanya terjadi bila rukuk dilakukan cukup waktu, sehingga sudah terjadi relaksasi otot-otot punggung (Sagiran, 2007).

B.2.5 Sujud

Sujud adalah adalah satu-satunya posisi di mana otak bisa lebih rendah dari jantung. Gerakan sujud merupakan urut-urutan dari gerakan tubuh merendah dengan menekukkan badan dan lutut, kemudian telapak tangan mencapai lantai, disusul lutut mencapai lantai, jari-jari kaki tertekuk, telapak kaki berdiri tegak, tangan di lantai geser maju ke depan, muka tersungkur menyentuh lantai pada jidat dan hidung, pantat diangkat, paha pada posisi tegak lurus, kedua kaki dirapatkan, dengan tetap berdiri tegak dan jari-jari menekuk sehingga tetap mengarah ke kiblat. Pada gerakan sujud akan terasa tarikan di tulang belakang daerah pertengahan punggung yang disebabkan oleh gravitasi karena pergeseran titik berat batang tubuh. Efek terhadap alignment (pengaturan pelurusan) ruas-ruas tulang belakang sehingga kompresi dikurangi

bahkan terjadi gerakan anti-kompresi (peregangan). Sensasi ini hanya terjadi bila dilakukan cukup waktu, sehingga terjadi relaksasi otot-otot punggung. Elastisitas pembuluh darah merupakan faktor terpenting yang dapat mempertahankan tekanan darah. Debit darah yang naik karena posisi jantung lebih tinggi dari otak ini merupakan latihan otak menambah elastisitas pembuluh darah, pada gilirannya gerakan sujud bisa merupakan gerakan anti-stroke (Sagiran, 2007).

Pengaruh posisi rukuk dan sujud ini terhadap organ-organ dalam adalah memperkuat ikatan penggantung organ ke dinding rongga tempat organ itu berada. Secara anatomis terutama di dalam perut, organ dalam yang ada penggantungnya akan diperkuat dengan dilatihnya secara terus menerus dengan perubahan posisi berdiri, rukuk, dan sujud (Sagiran, 2007).

B.2.6 Duduk dalam Sholat

Al-Qaadah atau Julus adalah posisi duduk dalam shalat yang sangat unik. Posisi tersebut dapat menghentikan aliran pembuluh darah utama di tungkai, sehingga menambah debit aliran darah ke otak dan organ dalam lainnya, pada waktu yang sama mengembangkan sirkulasi melalui pembuluh kolateral di kaki (Sagiran, 2007).

Berdasarkan penjelasan diatas dapat diketahui bahwa gerakan sholat mempunyai banyak manfaat bagi tubuh manusia, termasuk peregangan otot-otot punggung yang terjadi pada gerakan rukuk dan sujud.

30

Dokumen terkait