DIM 6348-6349 Reposisi ke dalam
P. GERINDRA DIHAPUS NASDEM TETAP
PKB TETAP
PD TETAP
PKS
PAN TETAP
PPP DIHAPUS Kerana ketentuan ini sudah diatur pada Pasal 38 tersebut diatas.
6395. 4. Ketentuan Pasal 74 diubah
sehingga berbunyi sebagai berikut:
PDI-P TETAP
PG TETAP
P.GERINDRA TETAP P. NASDEM TETAP
PKB TETAP
PD TETAP
PKS
PAN TETAP
PPP DIHAPUS Karena ketentuan ini sudah
dikembalikan ke UU Eksisting.
6396. Pasal 74 Pasal 74 Alasan Perubahan: PDI-P Meminta penjelasan
141
UNDANG-UNDANG UNDANG-UNDANG TIM AHLIDPR RAPAT
Setiap Orang yang melakukan impor Komoditas Perikanan dan Komoditas Pergaraman yang tidak sesuai dengan tempat pemasukan, jenis, waktu pemasukan, dan/atau standar mutu wajib yang ditetapkan oleh Menteri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau pidana
denda paling banyak
Rp6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah).
Setiap Orang yang melakukan impor Komoditas Perikanan dan Komoditas Pergaraman yang tidak sesuai dengan tempat pemasukan, jenis, waktu pemasukan, dan/atau standar mutu wajib yang ditetapkan oleh Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 dikenakan sanksi administratif.
Terkait pemasukan yang tidak sesuai dengan ketentuan, tanpan izin merupakan penyelundupan, sebagkan yang dengan izin merupakan pelanggaran UU kepabeanan, sehingga ketentuan sanksi pidana mengikuti pengaturan KUHP dan UU Kepabeanan.
pemerintah terkait penghapusan
ketentuan pidana serta bentuk sanksi administratif.
PG TETAP
P.GERINDRA Kembali ke UU existing dan harmonisasi dengan RUU KUHP P. NASDEM Sebaiknya jenis-jenis
sanksi administratif diatur dalam Undang-undang karena PP hanya mengatur prosedur dan tata cara pengenaan sanksi.
Sanksi dalam bentuk apapun (Pidana, perdata, dan/atau administrasi) pada prinsipnya merupakan pembebanan,
pengurangan hak dan/atau pembatasan hak terhadap subjek sehimgga pembatasan hak tersebut diatur dalam undang-undang sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 28J ayat 2 UU Dasar 1945.
142
UNDANG-UNDANG UNDANG-UNDANG TIM AHLIDPR RAPAT
Perlu penambahan ayat baru, yang mengatur tentang jika setiap pelaku usaha tidak melaksanakan sanksi administratif yaitu ayat (2)
(2) Dalam hal setiap orang tidak melaksanakan
kewajiban pemenuhan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama enam (enam) tahun.
PKB Menyesuaikan
pembahasan Tim Panja Baleg terkait sanksi.
PD TETAP
PKS Diubah
Kembali Ke UU Existing
Setiap Orang yang melakukan impor Komoditas Perikanan dan Komoditas Pergaraman yang tidak sesuai dengan tempat pemasukan,
143
UNDANG-UNDANG UNDANG-UNDANG TIM AHLIDPR RAPAT
jenis, waktu
pemasukan, dan/atau standar mutu wajib yang ditetapkan oleh Menteri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah).
PAN Diubah
Penambahan frasa
“berupa denda paling banyak
Rp6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah”, sehingga
selengkapnya
berbunyi sebagai berikut:
Pasal 74 Setiap Orang yang melakukan impor Komoditas Perikanan dan Komoditas Pergaraman yang tidak sesuai dengan tempat pemasukan,
jenis, waktu
pemasukan, dan/atau standar mutu wajib
Pencantuman bentuk dan besaran sanksi administratif harus disebutkan secara jelas dan tegas dalam RUU untuk menimbulkan kepastian hukum.
144
UNDANG-UNDANG UNDANG-UNDANG TIM AHLIDPR RAPAT
yang ditetapkan oleh Pemerintah
sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 38 dikenakan sanksi administratif berupa denda paling banyak Rp6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah).
PPP Diusulkan agar
dikembalikan ke Pasal 74 ayat (2), UU No, 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan
Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam, (UU Eksisting).
6397. Bagian Kedelapan
Wajib Daftar Perusahaan
PDI-P TETAP
PG TETAP
P.GERINDRA TETAP P. NASDEM TETAP
PKB TETAP
PD TETAP
PKS
PAN TETAP
PPP TETAP
6398. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan.
Pasal 116
Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1982
Alasan Perubahan:
Ketentuan mengenai
Tanda Daftar
Perusahaan (TDP) sudah diakomodir
PDI-P Meminta penjelasan Pemerintah
Apakah Ketentuan mengenai Tanda Daftar Perusahaan
145
UNDANG-UNDANG UNDANG-UNDANG TIM AHLIDPR RAPAT
Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3214) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
dalam Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagaimana diatur dalam PP Nomor 24 Tahun 2018 tentang Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik.
(TDP) diakomodir dalam Nomor Induk Berusaha (NIB)?
PG TETAP
P.GERINDRA TETAP
Rejim Perizinan Berusaha sudah menetapkan Nomor Induk Berusaha (NIB), sehingga tidak perlu lagi Tanda Daftar Perusahaan (TDP) P. NASDEM Perlu penjelasan
Pemerintah terhadap dicabutnya dan dinyatakan tidak berlaku UU No. 3 Tahun 1982 tentang
Wajib Daftar
Perusahaan?
PKB TETAP
PD TETAP
PKS TETAP
Perlu dipastikan seua ketentuan yang ada di dalam UU no 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan sudah tercakup pada UU yang baru.
PAN TETAP
PPP TETAP
146
UNDANG-UNDANG UNDANG-UNDANG TIM AHLIDPR RAPAT
6399. Bagian Kesembilan
Badan Usaha Milik Desa
PDI-P TETAP
PG TETAP
P.GERINDRA TETAP P. NASDEM TETAP
PKB TETAP
PD TETAP
PKS
PAN TETAP
PPP TETAP
6400. Pasal 117
Beberapa ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5495) diubah:
PDI-P TETAP
PG TETAP
P.GERINDRA TETAP P. NASDEM TETAP
PKB TETAP
PD TETAP
PKS
PAN TETAP
PPP TETAP
6401. 1. Ketentuan Pasal 1 angka 6
diubah sehingga Pasal 1 berbunyi sebagai berikut
PDI-P
PG TETAP
P.GERINDRA TETAP P. NASDEM TETAP
PKB TETAP
PD TETAP
PKS
PAN TETAP
PPP TETAP
6402. Pasal 1
Dalam Undang-Undang ini yang dimaksuddengan:
Pasal 1
Dalam Undang-Undang ini yang dimaksuddengan:
TETAP PDI-P TETAP
PG TETAP
P.GERINDRA TETAP P. NASDEM TETAP
PKB TETAP
PD TETAP
PKS
147
UNDANG-UNDANG UNDANG-UNDANG TIM AHLIDPR RAPAT
PAN TETAP
PPP TETAP
6403. 1. Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
1. Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
TETAP PDI-P TETAP
PG TETAP
P.GERINDRA TETAP P. NASDEM TETAP penyelenggaraan urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. Pemerintahan Desa adalah penyelenggaraan urusan
pemerintahan dan
kepentingan masyarakat setempat dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
TETAP PDI-P TETAP
PG TETAP
P.GERINDRA TETAP P. NASDEM TETAP sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Desa.
3. Pemerintah Desa adalah Kepala Desa atau yang disebut dengan nama lain dibantu perangkat Desa sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Desa.
TETAP PDI-P TETAP
PG TETAP
P.GERINDRA TETAP P. NASDEM TETAP
PKB TETAP
PD TETAP
PKS
148
UNDANG-UNDANG UNDANG-UNDANG TIM AHLIDPR RAPAT
PAN TETAP
PPP TETAP
6406. 4. Badan Permusyawaratan Desa atau yang disebut dengan nama lain adalah lembaga yang melaksanakan fungsi pemerintahan yang anggotanya merupakan wakil dari penduduk Desa berdasarkan keterwakilan wilayah dan ditetapkan secara demokratis.
4. Badan Permusyawaratan Desa atau yang disebut dengan nama lain adalah lembaga yang melaksanakan fungsi pemerintahan yang anggotanya merupakan wakil dari penduduk Desa berdasarkan keterwakilan wilayah dan ditetapkan secara demokratis.
TETAP PDI-P TETAP
PG TETAP
P.GERINDRA TETAP P. NASDEM TETAP musyawarah antara Badan Permusyawaratan Desa, Pemerintah Desa, dan unsur masyarakat yang diselenggarakan oleh Badan Permusyawaratan Desa untuk menyepakati hal yang bersifat strategis.
5. Musyawarah Desa atau yang disebut dengan nama lain adalah musyawarah antara Badan Permusyawaratan Desa, Pemerintah Desa, dan unsur
masyarakat yang
diselenggarakan oleh Badan Permusyawaratan Desa untuk menyepakati hal yang bersifat strategis.
TETAP PDI-P TETAP
PG TETAP
P.GERINDRA TETAP P. NASDEM TETAP selanjutnya disebut BUM Desa, adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan Desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa.
6. Badan Usaha Milik Desa, yang selanjutnya disebut BUM Desa, adalah Badan Hukum yang didirikan oleh desa dan/atau bersama desa-desa guna
mengelola usaha,
memanfaatkan aset, mengembangkan investasi dan produktivitas, menyediakan jasa pelayanan, dan/atau jenis usaha lainnya untuk
sebesar-Alasan Perubahan:
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) didorong untuk berstatus badan hukum, hal ini guna memberikan legalitas dari aspek status badan.
PDI-P Meminta penjelasan Pemerintah
Perubahan frasa
“badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan Desa yang dipisahkan
Disetujui Panja Pukul 15.09
TETAP
Bentuk BUMDes berbadan hukum
149
UNDANG-UNDANG UNDANG-UNDANG TIM AHLIDPR RAPAT
besarnya kesejahteraan masyarakat Desa.
guna mengelola aset”
menjadi “Badan Hukum yang didirikan oleh desa dan/atau bersama desa-desa guna mengelola usaha, memanfaatkan aset, mengembangkan investasi dan produktivitas”
PG TETAP
P.GERINDRA DIUBAH