BAB II – TINJAUAN PUSTAKA
2.4 Global Reporting Initiative (GRI)
Global Reporting Initiative (GRI) adalah sebuah organisasi nirlaba yang mempromosikan pelestarian lingkungan, didirikan di New York pada tahun 1997 namun saat ini berpusat di Amsterdam. GRI adalah pedoman dalam pengungkapan CSR yang ada dalam Sustainability Report.
Versi terbaru standard pengungkapan CSR adalah G4 yang membagi pengungkapan tersebut menjadi dua jenis yaitu:
1. Pengungkapan Standar Umum
Pengungkapan ini menetapkan konteks keseluruhan untuk laporan, memberikan gambaran tentang organisasi dan proses pelaporannya.
Pengungkapan ini berlaku untuk semua organisasi, terlepas dari asesmen materialitas mereka. Terdapat tujuh jenis Pengungkapan Standar Umum, mulai dari perspektif strategis dan analisis organiasi tentang mengatasi masalah keberlanjutan, profil organisasi, penilaian materialitas laporan, hubungan dengan stakeholders, profil laporan, tata kelola, dan yang terakhir adalah etika dan integritas organisasi terhadap lingkungan.
2. Pengungkapan Standar Khusus
Pengungkapan ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
a) Pendekatan Manajemen (DMA)
Pengungkapan pendekatan ini memberikan kesempatan bagi sebuah organisasi untuk menerangkan bagaimana pengelolaan dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial yang berkaitan dengan Aspek Material, sehingga organisasi dapat memberikan gambaran tentang pendekatannya terhadap masalah keberlanjutan. Dalam laporannya, DMA melaporkan tiga hal yaitu dimana aspek – aspek yang ada dalam laporan material, bagaimana dampaknya dikelola, dan bagaimana pendekatan pengelolaan Aspek ini dievaluasi oleh manajemen.
b) Indikator berdasarkan Aspek
Indikator memungkinkan organisasi atau perusahaan memberikan informasi sebanding tentang dampak serta kinerja ekonomi, lingkungan, dan sosial. Sebagian besar indikator ini berbentuk data kuantitatif. Organisasi hanya diminta untuk memberikan indikator tentang aspek yang oleh organisasi dan stakeholders telah diidentifikasi sebagai hal penting terhadap bisnis. G4 memuat indikator untuk berbagai masalah keberlanjutan. Misalnya, indikator ini bisa mencakup pemakaian air, kesehatan dan keselamatan, hak asasi manusia atau dampak organisasi pada masyarakat lokal.
GRI Guideliness juga menyebutkan prinsip – prinsip yang menjamin kualitas dari informasi yang dilaporkan. Berdasarkan pedoman G4 Sustainability Reporting (2013), ada dua prinsip penting untuk mencapai transparansi pelaporan
keberlanjutanyaitu prinsip – prinsip untuk menentukan konten laporan dan untuk menentukan kualitas reportnya. Dalam prinsip menentukan konten laporan terdapat empat poin yang harus diperhatikan. Langkah pertama adalah pelibatan pemangku kepentingan, organisasi harus mengidentifikasi para stakeholdersnya, dan menjelaskan bagaimanaorganisasi telah menanggapi harapan dan kepentingan wajar dari mereka. Kedua yaitu konteks keberlanjutan, laporan harus menyajikan kinerja organisasi dalam konteks keberlanjutan lebih luas. Termasuk bagaimana sebuah organisasi berkontribusi, atau bertujuan untuk memberikan kontribusi di masa mendatang, terhadap peningkatan atau penurunan kondisi, pengembangan, tren ekonomi, lingkungan, serta sosial. Poin ketiga adalah materialitas, sebuah organisasi mengharuskan laporan sudah mencakup Aspek yang menecermikan dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial yang signifikan, serta secara substantial memengaruhi asesmen dan keputusan pemangku kepentingan. Kelengkapan merupakan poin terakhir dalam prinsip ini, dimana laporan harus berisikan cakupan Aspek Material dan Boundary, informasi tersebut harus cukup mencerminkan dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial yang signifikan sehingga memungkinkan pemangku kepentingan untuk menilai kinerja organisasi dalam periode pelaporan.
Dalam prinsip untuk mementukan kualitas laporan, terdapat enam poin penting yang harus ada pada laporan. Pertama adalah keseimbangan (balancing) yang artinya perusahaan atau organisasi yang melaporkan pertanggung jawaban sosialnya harus melaporkan kejadian – kejadian baik positif maupun negatif dari kinerja organisasinya untuk memugkinkan dilakukannya asesmen yang beralasan atas kinerja organisasi secara keseluruhan. Kedua adalah komparabilitas (comparability) adalah
dimana organisasi harus memilih, mengumpulkan, dan melaporkan informasi secara konsisten. Informasi yang harus dilaporkan harus disajikan dengan cara yang memungkinkan para pemangku kepentingan menganalisis perubahan kinerja organisasi dari waktu ke waktu, dan yang dapat mendukung analisis relatif terhadap organisasi tertentu.
Prinsip selanjutnya adalah akurat (accuracy) yang dimana informasi yang dilaporkan oleh organisasi harus cukup akurat dan terperinci bagi para stakeholdersnya untuk dapat menilai kinerja organisasinya. Selain akurat, informasi yang dilaporkan harus tepat waktu (on time) hal ini mengharuskan organisasi harus membuat laporan dengan jadwal yang teratur sehingga informasi tersedia bagi para stakeholders untuk membuat keputusan tepat. Prinsip yang harus diterapkan selanjutnya adalah informasi tersebut harus mempunyai kejelasan (clarity), karena informasi yang tersedia diharapkan dapat dimengerti dan dapat diakses oleh stakeholders ataupun pembaca laporan tersebut. Prinsip terakhir adalah keandalan (reliability) yang berarti organisasi harus mengumpulkan, mencatat, menyusun, menganalisis, dan mengungkapkan informasi serta proses yang digunakan untuk menyiapkan laporan agar dapat diuji, dan hal itu akan menentukan kualitas serta materialitas informasi yang tersedia.
2.4.1 Indikator Pengungkapan Standar Inti (Core)
Indikator pengungkapan standar inti (core) dianggap mewakili dan berlaku bagi setiap jenis aktivitas yang dilakukan oleh sebuah organisasi atau perusahaan.
Dalam pedoman G4, standar inti (core) terdiri dari standar umum dan standar
spesifik. Pada standar umum ada 34 indikator yang berbeda dan diklasifikasikan menjadi tujuh bagian, yaitu :
1. Strategi dan Analisis
Pengungkapan standar berikut ini memberikan gambaran strategis umum tentang keberlanjutan organisasi, untuk memberikan konteks pada bagian laporan selanjutnya yang lebih detail dibandingkan bagian-bagian dalam pedoman. Strategi dan Analisis dapat diambil dari informasi yang ada pada bagian lain dalam laporan, namun sebenarnya dimaksudkan untuk memberikan wawasan tentang topik strategis bukan sekadar ringkasan konten laporan.
2. Profil Organisasi
Pengungkapan standar ini menyajikan gambaran keseluruhan mengenai karakteristik organisasi, untuk memberikan konteks bagi rincian-rincian dalam laporan dibandingkan dengan bagian-bagian yang ada dalam Pedoman.
3. Material dan Boundary
Pengungkapan Standar ini memberikan gambaran keseluruhan tentang proses yang telah diikuti oleh organisasi untuk menentukan konten laporan, Aspek Material dan Boundary teridentifikasi, serta pernyataan ulang.
Berikut adalah proses dalam menentukan Aspek Material dan Boundary
Gambar 2.1 Ikhtisar Proses Aspek Material dan Boundary
Sumber : GRI Guideliness, 2013
4. Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
Pengungkapan ini merupakan gambaran keseluruhan tentang hubungan dengan pemangku kepentingan organisasi selama periode pelaporan. Pengungkapan Standar ini tidak hanya terbatas pada keterlibatan yang dilakukan untuk tujuan penyusunan laporan.
5. Profil Laporan
Pengungkapan standar ini menyajikan gambaran keseluruhan tentang informasi dasar mengenai laporan, Indeks Konten GRI, dan pendekatan untuk memperoleh assurance eksternal.
6. Tata Kelola
Pengungkapan Standar ini memberikan gambaran keseluruhan tentang:
a) Struktur tata kelola dan komposisinya;
Langkah 1:
Identifikasi
Langkah 2:
Prioritas
Langkah 3:
Validasi
Langkah 4:
Review Laporan
b) Peran badan tata kelola tertinggi dalam menetapkan tujuan, nilai, dan strategi organisasi;
c) Kompetensi dan evaluasi kinerja badan tata kelola tertinggi;
d) Peran badan tata kelola tertinggi dalam manajemen risiko;
e) Peran badan tata kelola tertinggi dalam pelaporan keberlanjutan;
f) Peran badan tata kelola tertinggi dalam mengevaluasi kinerja ekonomi, lingkungan, dan sosial; dan
g) Remunerasi dan insentif.
Transparansi pada struktur dan komposisi tata kelola organisasi penting untuk memastikan akuntabilitas lembaga dan individu yang terkait. Pengungkapan Standar ini menggambarkan bagaimana badan tata kelola tertinggi ditetapkan dan dibentuk dalam mendukung tujuan organisasi, dan bagaimana tujuan tersebut dikaitkan dengan dimensi ekonomi, lingkungan, dan sosial.
7. Etika dan Integritas
Pengungkapan Standar ini merupakan gambaran keseluruhan tentang:
a) Nilai, prinsip, standar, dan norma organisasi;
b) Mekanisme internal dan eksternal untuk memperoleh masukan mengenai perilaku etis dan taat hukum; dan
c) Mekanisme internal dan eksternal untuk melaporkan permasalahan tentang perilaku yang tidak etis atau melanggar hukum dan masalah integritas.