untuk kapal-ke-kapal, kapal-ke-pantai dan darat-ke-kapal dan telepon ra-
dioMF / HF radiotelex panggilan. Panggilan DSC juga dapat dilakukan
untuk stasiun individu, kelompok stasiun, atau "semua stasiun" dalam
jangkauan seseorang.
1.11. Sextans
1.12. Loran (Long Range Navigation)
1.13. Nautical publication
Gbr 4.11
sextans
Sextans adalah konstelasi khatulistiwa kecil yang diperkenalkan pada abad ke-17 oleh Johannes Hevelius. Namanya dalam bahasa Latin sekstan astronomi, sebuah alat yang Hevelius sering menggunakan dalam bukunya pengamatan Dalam, Dunia Pelayaran di gunakan untuk menentukan posisi KAPAL dan Menghi- tung ketingaian Benda angkasa dan azi- mutnya.
Gbr 4.12.Loran
Loran (Long Range Navigation [1]) adalah sistem navigasi radio terestrial menggunakan pemancar radio frek- uensi rendah yang menggunakan be- berapa pemancar (multilateration) untuk menentukan lokasi dan / atau kecepatan penerima yang beroperasi di bagian frekuensi rendah dari spek- trum EM 90-110 kHz
Gbr 4.13 Nautical publications
Nautical publikasi adalah istilah teknis yang digunakan di ka- langan maritim menggambarkan serangkaian publikasi, umumnya diterbitkan oleh pemerintah pusat, untuk digunakan dalam navigasi yang aman kapal, pe- rahu, dan kapal serupa.
1.14. Marine VHF
Marine VHF radio merupakan alat komunikasi kapal yang dipasang untuk me- menuhi tujuan komunikasi kapal yaitu memanggil tim penyelamat dan berkomu- nikasi dengan pelabuhan, kunci, bridges and marines, dan marine vhf radio beroperasi di rentang frekuensi VHF, antara 156-174 MHz. Walaupun secara luas alat komunikasi kapal marine vhf radio digunakan untuk menghindari tabrakan, satu set marine vhf radio adalah gabungan pemancar dan penerima dan hanya beroperasi pada standar, frekuensi internasional dikenal sebagai salurannya
1.15. Inmarsat-C
Gbr 4.15 Inmarsat – C
Inmarsat-C adalah layanan dua arah, layanan paket data yang dioperasikan oleh perus- ahaan telekomunikasi Inmarsat. Layanan ini telah disetujui untuk digunakan di bawah
Gbr 4.14 Vhf radio
VHF Marine Radio diinstal pada semua kapal-kapal bermotor besar dan kapal kecil. Hal ini digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk memanggil tim penyelamat dan berkomunikasi dengan pelabuhan, jembatan dan pantai, dan beroperasi di rentang frekuensi VHF, antara 156-174 MHz
Maritime Distress Safety System global dan (GMDSS), telah memenuhi persyaratan
untuk Ship Security Alert System (SSAS) didefinisikan oleh International Marine Organi- zation (IMO) dan merupakan layanan yang paling banyak digunakan dalam Sistem Pemantauan Kapal nelayan (VMS).
1.16. The Automatic Identification System (AIS)
1.17. Binocular
Gbr 4.16.AISOtomatis Sistem Identifikasi (AIS) adalah sistem pelacakan pesisir jarak dekat digunakan pada kapal dan dengan Traffic Services Kapal (VTS) untuk mengidenti fikasi dan
menemukan kapal secara elektronik pertukaran data dengan kapal lain di dekatnya dan stasiun VTS. Informasi seperti identifikasi yang unik, posisi, arah, dan kecepatan dapat ditampil- kan pada layar atau ECDIS
Gbr 4.17 Binocular
. Binoarculs, teropong atau teleskop adalah sepasang teleskop identik atau cermin-simetris dipasang secara selaras untuk menunjuk secara akurat obyek ke arah yang sama, dengan menggunakan kedua mata dengan visi teropong saat melihat obyek yang jauh.
1.18. Echo sounder
Echo sounder adalah teknik menggunakan pulsa suara diarahkan dari permukaan atau dari kapal selam secara vertikal ke bawah untuk mengukur
jarak ke bawah melalui gelombang suara.
Echo terdengar juga dapat merujuk kepada hydroacoustic "echo sounder" dide- finisikan sebagai suara aktif dalam air (sonar), Jarak diukur dengan mengalikan setengah waktu dari sinyal keluar pulsa untuk kembalinya dengan kecepatan suara di dalam air, yang kira-kira 1,5 kilometer per detik. Variasi elevasi sering mewakili tempat di mana ikan berkumpul.
1.19. Marine Radar antenna
RADAR merupakan singkatan dari radio detection and ranging (ini bahasa menurut ba- hasa daerah saya).radar merupakan suatu sistem yang digunakan untuk mendeteksi, mengukur jarak dan membuat map benda-benda seperti pesawat dan hujan. Istilah ra- dar pertama kali digunakan pada tahun 1941, menggantikan istilah dari singkatan Inggris RDF (Radio Directon Finding). Gelombang radio kuat dikirim dan sebuah peneri- ma mendengar gema yang kembali. Dengan menganalisa sinyal yang dipantulkan, pemantul gema dapat ditentukan lokasinya dan kadang-kadang ditentukan jenisnya.
Gbr 4.19 Mareine Radar Antene
alat navigai Kapal laut modern sekarang dilengkapi dengan alat navi- gasi kapal berupa marine radar untuk mendeteksi kapal lain, cuaca/ awan yang dihadapi di depan sehingga bisa menghindar dari bahaya yang ada di depan kapal
Walaupun sinyal yang diterima kecil, tapi radio sinyal dapat dengan mudah dideteksi dan diperkuat.(alat navigasi kapal)
1.20. IRS (Inertial Reference Sytem).
Gbr 4.20
navigasi kapal
Alat navigasi kapal modern IRS(Inertial Reference Sytem). adalah perangkat yang dapat mengetahui posisi koordinat kapal berdasarkan efek inertial. Tidak seperti GPS kapal perangkat IRS kapal tidak memerlukan stasiun sehingga sangat cocok untuk digunakan di bumi maupun di ruang angkasa. Perangkat IRS modern kapal menggunakan peta sehingga merupakan perangkat modern sebagai alat navigasi kapal di laut, selain itu IRS juga bisa di gunakan sebagai alat navigasi di darat , navigasi pesawat udara serta di ruang angkasa.
2.1.1. MENENTUKAN POSISI DENGAN NAVIGASI
Salah satu penyebab kecelakaan kapal laut yang terjadi di perairan pantaikhu- susnyua di siang hari adalah karena kelalaian petugas jaga kapal yangberanggapan bahwa wilayah pantai cukup aman dari bahaya pelayarankarena beberapa benda darat masih dapat di lihat dengan mata telanjang. Dimalam hari ketika jarak pandang sangat terbatas baik di perairan pantaimaupun di laut lepas, ketika keluar dan masuk pelabuhan, kecelakaan dilaut lebih disebabkan karena para awak kapal yang lalai atau kurang mampumengggunakan alat navigasi didalam mencermati keadaan sekeliling kapal,melakukan komunikasi dan menentukan posisi serta trek pelayaran yangaman untuk dilalui..Apabila kemampuanmenggunakan alat navigasi elektronik untuk menen- tukan posisi tidakdikuasi, hal ini dapat mengganggu keselamtan pelayaran yang aki- batnyadapat menyebabkan kecelakaan fatal seperti kapal tidak dapat mendeteksikeadaan disekeliling kapal sehingga terjadi kecelakaan seperti kapal kan- das,tubrukan antar kapal maupun menubruk pulau dan target lain yang padaakhirnya dapat merugikan harta benda, kapal, dan nyawa manusia.
Sedemikian pentingnya pengetahuan menentukan posisi kapal denganberbagai cara termasuk dengan alat navigasi elektronik, maka setiap awakkapal yang bersangku- tan bahkan calon awak kapal harus dibekali denganseperangkat pengetahuan dan ket- erampilan dalam menenetukan posisikapal dengan alat navigasi elektronik sehingga keselamtan dan kenyamananpelayaran dapat dicapai.
Dalam proses pembelajaran dengan buku teks ini perlu dipersiapkan peralatan sebagai berikut :
1) Alat navigasi elektronik berupa Radar, RDF dan GPS 2) Peta Laut
3) Mistar jajar atau sepasang segitiga. 4) Pensil runcing 2B.
5) Penghapus pensil halus. 6) Kalkulator Navigasi
Kriteria Unjuk Kerja dari Sub Kompetensi Menentukan Posisi Kapaldengan Alat Navi- gasi Elektronik (Radar, GPS, RDF)