2.2.5 The Structure and Culture
2.2.6.1 Goals and Initiatives
Gambar 2.10 Enterprise Architecture EA3 Cube TM (Goals & Initiatives)
S-1 Strategic Plan
Perencanaan Strategi yang membutuhkan kebijakan tingkat tinggi dan dokumen perencanaan perusahaan yang menggunakan arah strategi kompetitif, dan tujuan terpenting mengadakan program-program proyek (inisiatif strategis) yang menjadi rencana strategis dalam mencakup periode masa depan perusahaan untuk 3-5 tahun mendatang.
Deskripsi:
Rencana strategi dibutuhkan artefak EA komposit yang saling berkaitan dan mengarahkan tujuan (goals) perusahaan selama periode 3-5 tahun di masa datang dengan membuat beberapa perencanaan seperti:
• Memberikan pernyataan visi dan misi yang singkat yang mengarah pada tujuan dan arah perusahaan.
S-1 strategic plan S-2 SWOT analysis S-3 CONOPS scenario S-4 operation diagram S-5 balanced scorecard
• Mengembangkan pernyataan arah strategis yang sesuai dengan tujuan perusahaan, memastikan perusahaan dapat bertahan dalam persaingan bisnis, memungkinkan untuk fleksiblitas dalam menjalankan bisnis, dan mempromosikan keberhasilan kompetitif.
• Merangkum hasil dari analisis SWOT yang didasarkan pada pernyataan arah tujuan strategis dan mengidentifikasi kekuatan perusahaan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Hal ini akan lebih rinci dibahas pada S-2 SWOT analysis.
• Merangkum asumsi situasi dan perencanaan untuk “konsep operasi” yang terdapat di dalam skenario CONOPS yang mendukung pada arah strategi perusahaan. Ringkasan ini harus mencakup kegiatan perusahaan saat ini yang menggambarkan pada tingkat tinggi koordinasi kegiatan yang sedang berlangsung.
S-2 SWOT Analysis
Menurut Freddy Rangkuti (2006, p18), Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada faktor-faktor kekuatan (strengths), kelemahan (weakness) perusahaan serta meminimalkan peluang (opportunities) dan ancaman (threats) dalam lingkungan yang dihadapi perusahaan.
• Kekuatan (Strength)
Kekuatan yang dimiliki oleh suatu perusahaan dibandingkan dengan para pesaingnya atau kompetensi khusus yang terdapat
dalam organisasi berakibat pada pemilikan keunggulan atau kelebihan komperatif.
Dikatakan demikian karena satuan organisasi memiliki sumber, ketrampilan, produk andalan dan sebagainya yang membuatnya lebih kuat dari pesaing dalam memuaskan kebutuhan. Contoh:
kekuatan pada sumber keuangan, citra positif, keunggulan kedudukan, lembaga dengan unit pemasok input, loyalitas pengguna produk dan kepercayaan berbagai pihak yang berkepentingan.
• Kelemahan (weakness)
Kelemahan atau masalah yang dihadapi oleh suatu perusahaan dibandingkan dengan perusahaan lain. Dengan mengetahui ini maka disusun suatu strategi untuk menutupi / menghilangkan kelemahan perusahaan. Keterbatasan / kekurangan dalam hal sumber, ketrampilan dan kemampuan menjadi penghalang serius bagi penampilan kinerja organisasi. Berbagai keterbatasan dan kekurangan kemampuan tersebut bisa terlihat dari sarana prasarana yang dimiliki, kemampuan manajerial yang rendah, produk yang tidak/kurang diminati, perolehan keuntungan kurang memadai.
• Peluang (opportunities)
Kesempatan yang dimiliki perusahaan untuk membuat lebih banyak pelanggan dibandingkan dengan pesaingnya. Berbagai situasi lingkungan yang menguntungkan bagi satuan organisasi.
Yang dimaksud dengan berbagai situasi disini antara lain
kecenderungan penting terjadi di kalangan pengguna produk, perubahan dalam kondisi persaingan, perubahan dalam peraturan perundang-undangan yang membuka berbagai kesempatan baru dalam kegiatan organisasi.
• Ancaman (threats)
Threats merupakan kebalikan dari pengertian peluang yakni faktor-faktor lingkungan yang tidak menguntungkan suatu organisasi. Jika tidak segera diatasi akan menjadi ganjalan/halangan/hambatan laju aktivitas satuan organisasi baik untuk masa sekarang maupun masa depan. Berbagai contoh antara lain: masuknya pesaing baru, pertumbuhan yang lamban, meningkatnya posisi tawar pemakai produk yang dihasilkan, menguatnya posisi tawar input yang diperlukan untuk proses menjadi output/produk tertentu, perkembangan dan teknologi yang belum dikuasai.
Analisis ini dilakukan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan dan peluang dan secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan dan ancaman. Jadi, analisis ini memungkinkan perencana perusahaan dapat menata kembali informasi yang ada dan merumuskan masalah yang nantinya akan mendasari penentuan strategi alternatif dan rencana yang harus diambil untuk mengatasi masalah tersebut dan membandingkan antara faktor eksternal peluang dan ancaman dengan faktor internal kekuatan dan kelemahan. Umumnya yang sering digunakan adalah sebagai kerangka atau panduan sistematis dalam diskusi
untuk membahas kondisi alternatif dasar yang mungkin menjadi pertimbangan perusahaan.
S-3 CONOPS Scenario
Menurut Scott A. Bernard (2005, p294) CONOPS Scenario atau Konsep Skenario Operasi berisikan narasi dokumen yang menjelaskan bagaimana kegiatan perusahaan beroperasi saat ini atau kegiatan operasi beberapa tahun yang akan datang dengan beberapa faktor-faktor tertentu internal dan eksternal yang di identifikasi dalam analisis SWOT dengan asumsi perencanaan.
S-4 Concept of Operations (CONOPS) Diagram
Menurut Scott A. Bernard (2005, p295) CONOPS Diagram merupakan penggambaran secara grafikal dengan gambaran tingkat tinggi yang mendetail tentang bagaimana perusahaan tersebut menjalankan bisnisnya atau beroperasi, baik itu secara menyeluruh ataupun hanya dari beberapa wilayah tertentu.
Di dalam CONOPS diagram kita dapat melihat keseluruhan aktifitas dari CONOPS scenario. Selain itu, CONOPS diagram juga dapat menggambarkan bagaimana sistem digunakan dan bagaimana proses bisnis perusahaan yang sedang berjalan pada masa sekarang.
Gambar 2.11 Contoh CONOPS Diagram S-5 Balanced scorecard
Menurut Scott A. Bernard (2005, p296) Balanced scorecard merupakan suatu ukuran langkah-langkah sukses keuangan untuk perusahaan dan menetapkan tujuan dan langkah2 dalam mencapai 4 kunci sukses bisnis:
1. Pelanggan.
Perusahaan selalu akan terhubung langsung dengan pelanggan karena pelanggan yang menentukan produk dan pelayannan berkualitas atau tidak.
2. Finansial.
Keuangan merupakan salah satu faktor yang menetukan perusahaan sukses atau tidak , dengan cara menetapkan sasaran strategy.
3. Proses bisnis internal.
Suatu proses yang meningkatkan kecepatan dan kelengkapan pelayanan yang ada di perusahaan.
4. Pembelajaran dan pertumbuhan.
Pembelajaran yang akan meningkatkan suatu keahlian dan meningkatkan kedisiplinan sumber daya manusian yang dimiliki perusahaan.
Sistem manajemen penilaian dan pengendalian yang secara cepat, tepat dan komprehensif dan memberikan pemahaman kepada manajer tentang kinerja bisnis. Prinsip dasar dari Balanced Scorecard ini adalah titik pandang penilaian sebuah perusahaan hendaknya tidak hanya dilihat dari segi finansial saja tetapi juga harus ditambahkan dengan ukuran-ukuran dari perspektif lainnya seperti tingkat kepuasan pelanggan, proses internal dan kemampuan melakukan inovasi.
Gambar 2.12 Analisis Balanced Scorecard
Balanced Scorecard lebih dari sekedar sistem pengukuran taktis atau operasional. Perusahaan yang inovatif menggunakan Balanced Scorecard sebagai sistem manajemen strategis, untuk mengelola strategi jangka panjang dan menghasilkan proses manajemen seperti:
• Memperjelas dan menerjemahkan visi dan strategis.
• Mengkomunikasikan dan mengkaitkan berbagai tujuan dan ukuran strategis.
• Merencanakan, menetapkan sasaran dan menyelaraskan berbagai inisiatif strategis.
• Meningkatkan umpan balik dan pembelajaran strategis.