BENTURAN KEPENTINGAN
Dalam menjalankan operasionalnya, Bank Syariah Bukopin mempunyai kebijakan, pedoman sistem dan prosedur seperti halnya Kebijakan Limit Biaya, Limit Komite Kredit, Kebijakan Opini Manajemen Risiko dan Kepatuhan, Kebijakan Sumber daya Insani (SDI) serta kebijakan dan Prosedur Operasional Bank Lainnya, yang senantiasa digunakan oleh manajemen sebagai pertimbangan dalam setiap pengambilan keputusan. Untuk mewujudkan penerapan GCG maka Bank Syariah Bukopin sedang melakukan
pengembangan/pelengkapan/pembaharuan kebijakan- kebijakan prosedurnya termasuk untuk kebijakan, sistem dan prosedur yang bersifat khusus seperti penyelesaian benturan kepentingan.
SATUAN KERJA AUDIT INTERN
Dalam pelaksanaan tugasnya SKAI/Audit internal diberikan wewenang untuk dapat mengakses semua fungsi dan catatan-catatan bank tanpa dibatasi oleh pihak manapun, untuk dievaluasi serta memberikan saran terhadap efektifitas penerapan manajemen risiko dan pengendalian intern. Dengan rencana
pembentukan Komite Audit pada periode tahun 2008 maka diharapkan dapat lebih meningkatkan fungsi pengendalian intern bank.
Tugas utama satuan kerja audit internal adalah mengevaluasi, menilai dan menganalisa semua kegiatan Bank Syariah Bukopin terhadap semua peraturan yang berlaku dan menggunakan audit yang berbasis risiko berdasarkan profil risiko dari masing- masing unit kerja maupun keseluruhan. SKAI
melakukan audit regular maupun khusus di semua unit kerja dan melakukan validasi terhadap evaluasi potensi risiko yang terjadi.
KEPATUHAN
Fungsi Kepatuhan - Untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku, Bank Syariah Bukopin telah menunjuk salah satu anggota Direksi sebagai Direktur Kepatuhan. Pengangkatan Direktur Kepatuhan Bank Syariah Bukopin telah disetujui oleh Bank Indonesia melalui mekanisme fit and proper test. Untuk membantu Direktur Kepatuhan dalam
TRANSACTION THAT CONTAINS CONFLICT OF INTEREST
In operating the business, Bank Syariah Bukopin uses policy, system and procedure as well as Expenditure Limit Policy, Credit Limit Committee, Risk
Management and Compliance Opinion Policy, Human Resource Policy and Other Bank’s Operational Procedure Policy that is used by the management as a consideration in decision making.
To manifest the implementation of GCG, Bank Syariah Bukopin is developing/completing/upgrading its procedural policies, including unusual policies, system and procedure such as the conflict of interest of the settlement.
INTERNAL AUDIT
In conducting its duty, the Internal Audit is authorized to access all functions and bank’s information without limitation from any party for evaluation purpose and to give advice in regards to risk management
effectiveness and internal control. Based on the Audit Committee’s formation plan in 2008 period, the internal bank control functioned is expected to improve.
The Internal Audit’s main duty is to evaluate, assess and analyze all activities of Bank Syariah Bukopin in line with the prevailing regulations and use risk basis audit based on risk profile from each unit or as a whole. Internal Audit is conducting regular and special audit in all working unit and carried out validation towards the potential risk evaluation.
COMPLIANCE
Compliance Function - To ensure the compliance towards the prevailing regulations, Bank Syariah Bukopin has appointed one of the Board of Director as the Compliance Director. This appointment has been approved by Bank Indonesia through a fit and proper test mechanism. To support the Compliance Director to perform, an independent Operational
Tata Kelola Perusahaan
Compliance Working Unit was formed. This unit is responsible to coordinate the application of Know Your Customer Principle and Money Laundering criminal act at Bank Syariah Bukopin.
menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, telah dibentuk Satuan Kerja Kepatuhan yang bersifat
independen terhadap satuan kerja operasional. Satuan kerja ini juga bertanggung jawab untuk
mengkoordinasikan penerapan Prinsip Mengenal Nasabah dan Tindak Pidana Pencucian Uang pada Bank Syariah Bukopin.
Agar fungsi kepatuhan berjalan dengan baik, telah ditetapkan langkah-langkah untuk memantau
kepatuhan, yaitu melakukan kajian kepatuhan terhadap penyusunan kebijakan dan prosedur internal bank, penyediaan dana besar dan penyediaan dana kepada pihak terkait, pengembangan produk dan aktivitas baru termasuk didalamnya penerapan Prinsip
Mengenal Nasabah (Know Your Customer Principles). Bank Syariah Bukopin selalu mengkomunikasikan seluruh kebijakan dan pedoman serta prosedur yang ada kepada seluruh jajaran karyawan yang relevan agar diketahui dan dilaksanakan. Untuk memenuhi kewajiban sesuai Peraturan Bank Indonesia yang saat ini berlaku, Bank Syariah Bukopin selalu melaporkan pelaksanaan tugas Direktur Kepatuhan kepada Bank Indonesia setiap semesteran.
Divisi Kepatuhan berfungsi memastikan agar Bank Syariah Bukopin mematuhi semua kebijakan, peraturan, dan perundang-undangan yang berlaku, baik internal maupun eksternal sebagai bagian dalam penerapan prinsip kehati-hatian bank. Kepatuhan juga berfungsi untuk memonitor dan memastikan bahwa Bank Syariah Bukopin telah memenuhi komitmen- komitmen yang telah disepakati dan dilaporkan sesuai dengan jangka waktu yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Dalam menerapkan praktek GCG, Divisi Kepatuhan melapor langsung kepada Direktur Manajemen Risiko dan Kepatuhan.
AML/Anti Money Laundring
Dalam rangka mendukung usaha untuk mencegah adanya tindak pencucian uang (AML), Bank Syariah Bukopin telah merevisi kebijakan dan prosedur prinsip pengenalan nasabah dan mengembangkan sistem KYC yang diadaptasi dari Bank Bukopin yang mampu mendeteksi transaksi yang mencurigakan dan melaporkannya kepada PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan). Fasilitas yang terdapat dalam sistem tersebut diantaranya adalah
mengidentifikasi dan penyaringan nasabah,
In order to ensure that the compliance function is working, some phase has been set to monitor the compliance, including to run a compliance study of the internal bank procedure’s, provision of large exposures, provision of fund for relevant parties, product and new activities development including the implementation of ‘Know Your Customer Principles’. Bank Syariah Bukopin always communicates their entire policies, guidance and procedures to the entire level of relevant employees so it can be familiarized and implemented. To fulfill the obligation according to the Bank Indonesia Regulation, Bank Syariah Bukopin has always submitted a report of the Compliance Director performance every semester to the Bank Indonesia.
The function of Compliance division is to ensure that Bank Syariah Bukopin will act upon policies, law and regulations applied internally or externally as part of prudential banking principal implementation. Compliance division also monitors and ensures that Bank Syariah Bukopin has fulfilled the commitment previously agreed upon and reported them according to the length of time required by Bank Indonesia. In the GCG implementation, Compliance Division will report directly to the Risk Management and
Compliance Director.
AML/Anti Money Laundring
In order to support Anti Money Laundring (AML), Bank Syariah Bukopin has revised the policy and customer’s recognition procedure and developed a KYC system adopted from Bank Bukopin in order to detect a suspicious transaction and reported it to the Financial Transaction Reports and Analysis Center (PPATK). The services offered in this system consist of sorting and identifying the customer, evaluating bank transactions towards the customers, updating customer’s data and identifying suspicious financial