BAB II LANDASAN TEORITIS DAN TINJAUAN PUSTAKA
2.6. Good Governance
Menurut bahasa Good Government berasal dari dua kata yang diambil dari bahasa inggris yaitu Good yang berarti baik, dan government yang berarti tata pemerintahan. Dari pengertian tersebut good government dapat diartikan sebagai tata pemerintahan yang baik, atau pengelolaan/
penyelenggaraan kepemerintahan yang baik.
Government adalah mekanisme pengelolaan sumber daya ekonomi dan sosial yang melibatkan pengaruh sektor negara dan sektor non pemerintah dalam suatu kegiatan kolektif (ganie Rochman,2000: 142).
Pinto dalam Nisjar (1997: 119) mengatakan bahwa “government” adalah praktik penyelenggaraan kekuasaan dan kewenangan oleh pemerintah dalam pengelolaan urusan pemerintahan secara umum dan pembangunan ekonomi pada khususnya. Lembaga Administrasi Negara (2000: 1) mengartikan government adalah proses penyelenggaraan kekuasaan negara dalam melaksanakan penyediaan publik goods and services 59.
Dengan begitu Good Government dapat didefinisikan sebagai suatu kese-pakatan menyangkut pengaturan negara yang diciptakan bersama oleh pemerintah, masyarakat, dan swasta untuk mewujudkan kepemerintahan yang baik secara umum. Untuk merealisasikan pemerintahan yang profesional dan akuntabel yang bersandar pada prinsip-prinsip good government, Lembaga Administrasi Negara (LAN) merumuskan sembilan aspek fundamental dalam good government yaitu:
1. Partisipasi
Merupakan keterlibatan masyarakat dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan. Partisipasi aktif masyarakat lebih jauh menggambarkan sejauhmana kepentingan mereka telah terakomodir dengan baik selain melibatkan mereka dalam hal tanggung jawab yang lebih luas. Rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pemerintahan disebabkan oleh rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya partisipasi dalam pembangunan. Faktor pendididkan menjadi kunci penting dalam mendorong kesadaran masyarakat60.
59 Rahayu, A. S. (2013). Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (hlm. 198-199).
Bumi Aksara.
60 Labolo, Muhadam. (2012). Memperkuat Pemerintahan, Mencegah Negara Gagal;
Sebuah Ikhtiar Mewujudkan Good Governance dan Negara Kesejahteraan (hlm.
113). Kubah Ilmu.
2. Penegakan Hukum
Partisipasi masyarakat dalam proses politik dan perumusan kebijakan publik memerlukan system dan aturan-aturan hukum, tanpa di topang oleh aturan hukum dan penegaknya secara konsekwen partisipasi publik dapat berubah menjadi tindakan publik yang anarkhis.
3. Transparansi
Merupakan unsur lain yang menopang terwujudnya good government.
Mengutip kesimpulan pakar politik Afan Gaffar ada 8 aspek mekanisme pengelolaan negara secara terbuka yaitu:
a) Penetapan posisi, jabatan atau kedudukan b) Kekayaan pejabat publik
c) Pemberian penghargaan
d) Penetapan kebijakan yang terkait dengan pencerahan kehidupan e) Kesehatan
f) Moralitas pada pejabat dan aparatur pelayan publik g) Keamanan dan ketertiban
h) Kebijakan strategis untuk pencerahan kehidupan masyarakat.
4. Responsif
Bahwa pemerintah harus responsif terhadap persoalan-persoalan masyarakat. Afan menegaskan bahwa pemerintah harus memahami kebutuhan-kebutuhan masyarakatnya jangan menunggu keinginannya, tapi mereka secara proaktif mempelajari dan menganalisa kebutuhan-kebutuhan masyarakat, untuk kemudian melahirkan kebijakan strategis guna memenuhi kepentingan umum.
5. Konsensus
Asas ini menyatakan bahwa keputusan apapun harus dilakukan melalui proses musyawarah melalui konsensus. Model pengambilan keputusan tersebut selain dapat memuaskan semua pihak atau sebagian besar pihak juga akan menjadi keputusan yang mengikat dan milik bersama sehingga ia akan mempunyai kekuatan memaksa bagi semua komponen yang terlibat untuk melaksanakan keputusan tersebut.
6. Kesetaraan
Terkait dengan asas konsensus transparansi, good government juga harus didukung dengan asas kesetaraan, yakni kesamaan dalam perlakuan dan pelayanan. Asas ini harus diperhatikan secara sungguh-sungguh oleh semua penyelenggara pemerintah baik pusat maupun daerah.
7. Efektifitas dan efisiensi
Merupakan karakteristik good government yang merefleksikan kemampuan pemerintah dalam pencapaian tujuan secara tepat guna dan hasil guna. Efektif biasanya diukur dengan parameter produk yang dapat menjakau sebesar-besarnya kepentingan masyarakat, efisien umumnya diukur dengan rasionalitas biaya pembangunan untuk memenuhi kebutuhan semua masyarakat.
8. Akuntabilitas
Asas akuntabilitas adalah pertanggungjawaban pejabat publik terhadap masyarakat yang memberinya kewenangan untuk mengurusi kepentingan mereka.
9. Visi Strategi
Merupakan pandangan-pandangan strategis untuk menghadapi masa depan, kualifikasi ini penting dalam kerangka perwujudan good government, karena perubahan dunia dengan kemajuan teknologinya yang begitu cepat. Dengan kata lain, kebijakan apapun yang akan diambil saat ini harus diperhitungkan akibatnya pada sepuluh tahun atau dua puluh tahun ke depan.
Di era pemerintahan orde baru, salah satu citra buruk pemerintahan ditandai dengan syaratnya KKN telah membuat fase sejarah dalam kehidupan perpolitikan bangsa Indonesia, sebagai kelanjutannya muncullah reformasi. Di antara isu reformasi yang diwacanakan oleh para elit politik adalah good government. Konsep good government secara bertahap menjadi semboyan yang populer di kalangan pemerintahan, swasta dan masyarakat pada umumnya. Sehingga jadilah ide-good government menjadi suatu harapan dan konsep yang diusung oleh semua lapisan masyarakat umum di republik ini. Namun yang menjadi pertanyaan kita semua, apakah konsep good government sudah dilaksanakan dan
dijalankan di negara indonesia ini.
Untuk menjawab pertanyaan ini dapat ditelusuri dari indikator di bawah ini, seandainya indikator di bawah ini sudah terpenuhi dan tercukupi maka dapat dipastikan bahwa good government sudah terlaksana di indonesia ini. Sebenarnya indikator ini adalah tugas dari domain/lembaga yang membentuk good government itu sendiri. Indikator tersebut antara lain:
1. Pemerintah
a. Menciptakan kondisi politik, ekonomi dan sosial yang stabil.
b. Membuat peraturan yang efektif dan berkeadilan.
c. Menyediakan public service yang efektif dan accountable.
d. Menegakkan HAM.
e. Melindungi lingkungan hidup.
f. Mengurus standar kesehatan dan standar keselamatan publik.
2. Sektor Swasta (Dunia Usaha) a. Menjalankan industri
b. Menciptakan lapangan kerja c. Menyediakan insentif bagi karyawan
d. Meningkatkan standar hidup masyarakat e. Memelihara lingkungan hidup
f. Menaati peraturan
g. Transfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat h. Menyediakan kredit bagi pengembangan UKM
3. Masyarakat Madani
a. Menjaga agar hak-hak masyarakat terlindungi b. Mempengaruhi kebijakan publik
c. Sebagai sarana cheks and balances pemerintah d. Mengawasi penyalahgunaan kewenangan sosial pemerintaH e. Mengembangkan SDM f. Sarana berkomunikasi antar anggota masyarakat
2.7. Tinjauan Evaluasi Undang-Undang Dasar Negara Republik