• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tren Hasil Minyak Ikan

GRAFIK : 24 PENGARUH ENZIM DAN SUHU OPTIMAL

TABEL : 16 HASIL PENGUJIAN LABORATORIUM

No Jenis Sample Parameters Satuan Hasil Uji Metode 1 Minyak ikan Minyak ikan Bilangan asam Bilangan iod mgKOH / gr contoh gr iod / 100 gr contoh 3,86 1,54 SNI.01-3555-8 BUTIR 8 Bilangan asam Bilangan iod mgKOH / gr contoh gr iod / 100 gr contoh 3,41 1,92 SNI.01-3555-8 BUTIR 8 2 Bahan Tepung Ikan Protein Air Lemak % % % 15,44 59,59 8,01 Kejeldahl SNI.01-2891-92

3 Air Sisa Proses

Air Sisa Proses

TSS Protein Kadar minyak BOD 1 COD 1 % % % gr/l gr/l 10,24 3,91 1,39 26,10 67,88 Gravimetri Kejeldahl Hidrolisisl Winkler Open Refluks TSS Protein Kadar minyak BOD COD % % % gr/l gr/ 10,24 3,94 2,95 25,33 61,76 Gravimetri Kejeldahl Hidrolisis Winkler Open Refluks

Dari hasil penelitian yang dilakukan selanjutnya di ujikan pada laboratorium pemerintah yang terakreditasi. Sample yang di ujikan meliputi, hasil minyak ikan, hasil padatan ( bahan tepung ikan ), dan cairan sisa proses. Untuk minyak ikan uji yang dilakukan adalah uji bilangan asam dan bilangan iod. Uji bilangan asam dilakukan karena bilangan asam adalah salah satu sifat kimia dari minyak yang dinyatakan dalam mg KOH. Bilangan asam yang tinggi menunjukkan kandungan asam lemak bebas yang tinggi. Asam lemak yang tinggi menunjukkan hasil minyak yang kurang baik. Ketaren ( 1986 ), asam lemak bebas walaupun berada dalam

jumlah kecil mengakibatkan rasa tidak lezat. Asam lemak bebas juga dapat mengakibatkan karat dan warna gelap jika dipanasi pada wajan besi.

Sedangkan bilangan iod merupakan salah satu sifat kimia minyak. Dan bilangan iod mencerminkan ketidak jenuhan asam lemak penyusun minyak. Asam lemak tidak jenuh mengikat iod dan membentuk senyawa yang jenuh. Banyaknya iod yang diikat menunjukkan ikatan rangkap. Semakin tinggi bilangan iod, menunjukkan kualitas minyak rendah, karena asam penyusun minyak tersebut ketidakjenuhannya semakin tinggi, sehingga kemungkinan minyak tersebut rusak semakin besar. Hal tersebut dimungkinkan akibat adanya oksidasi, dan yang diserang adalah ikatan rangkap pada asam lemak tidak jenuh.

Dari data tersebut diatas diketahu bahwa bilangan asam yang dihasilkan adalah sebesar : 3,86 dan 3,41 dan rata-ratanya adalah sebesar : 3,64. Sedangkan hasil uji bilangan iod diperoleh hasil sebesar : 1,54 dan 1,92 dan rata-ratanya adalah sebesar : 1,73. Dari hasil tersebut diatas dapat dikatakan bahwa hasil minyak ikan yang diperoleh cukup baik, sehingga dapat dikatakan bahwa ezim papain ememiliki dampak positif terhadap hasil minyak.

4.5. Analisa Lingkungan

Penelitian ini merupakan penelitian awal ( pre-research ) dalam rangka mewujudkan industri perikanan yang ramah lingkungan, sehingga penelitian ini masih memerlukan penelitian lanjutan terutama yang berkaitan dengan output limbah yang ditimbulkan. Penelitian lanjutan yang dimaksud adalah untuk mengetahui kemungkinan pemanfaatan bahan sisa proses untuk kepentingan yang lebih bermanfaat baik secara ekonomi maupun yang berkaitan dengan lingkungan.

Namun demikian dampak positif dari hasil penelitian ini secara langsung terhadap lingkungan adalah hilangnya bau akibat dimanfaatkannya tumpukan bahan sisa proses secara optimal menjadi produk baru berupa minyak ikan dan padatan bahan tepung ikan. Dengan dimanfaatkannya bahan sisa proses tersebut potensi munculnya pencemaran akibat bau busuk menjadi berkurang, dan dengan berkurangnya bau busuk maka secara langsung akan mengurangi munculnya serangga lalat yang nyata-nyata tidak dikehendaki dalam proses pangan. Karena, baik bau maupun keberadaan serangga lalat tidak dikehendaki, mengingat serangga lalat dapat menyebarkan bakteri yang mengganggu keamanan pangan. Selanjutnya dari penelitian ini juga dihasilkan pula produk baru berupa minyak ikan yang memiliki manfaat lebih baik bagi kesehatan manusia.

Merujuk pada hasil penelitian diatas diketahui bahwa output yang masih harus mendapatkan perhatian dan penanganan lebih lanjut adalah cairan sisa proses dan padatan agar dapat di recovery secara optimal sehingga potensi untuk mencemari lingkungan dapat diminimisasi, mengingat kedua output tersebut masih mengandung bahan yang bermanfaat. Seperti diketahui bahwa dari hasil

uji yang dilakukan untuk padatan ternyata masih mengandung : lemak sebesar 8,01 %. Sementara cairan sisa proses rata rata masing mengandung : Zat padat terlarut sebesar = 10,24 %, protein = 3,93 %, minyak = 2,17 %, BOD = 25,72 gr/l, dan COD = 64,82 gr/l. Memperhatikan hasil uji diatas maka output tersebut masih perlu penanganan lebih lanjut agar beban unit pengolah limbahnya tidak berat. Upaya yang mungkin dilakukan adalah dengan melakukan tambahan peralatan sebelum air sisa proses di masukkan ke dalam unit pengolah limbah, yaitu dengan melakukan penyaringan terlebih dahulu, tujuannya untuk menyaring padatan yang masih ikut terlarut. Selanjutnya dilakukan pemanasan tujuannya adalah untuk mengambil protein yang terlarut dan lemak yang masih tersisa, dengan pemanasan diharapkan protein akan terkoogulasi, dan lemak/minyaknya akan mengapung di permukaan sehingga akan mudah untuk diambil.

4.6. Analisa Statistik

Case summaries pada lampiran 7 menunjukkan bahwa banyaknya enzim papain (dalam %), hasil minyak ikan ( dalam ml) dan waktu yang digunakan selama 30 menit. Ada 5 perlakuan enzim ( 0,5 %, 1%,1.5 %, 2 %, 2.5 % ), dan 5 perlakukan suhu (60 0C, 70 0C, 80 OC, 90 oC, 100 oC ), sehingga ada 5 x 5 = 25 variasi, yaitu pada no. 1 – 25 sebagai ulangan I, no 26 – 50 sebagai ulangan II dan no. 51 – 75 sebagai ulangan III.

Syarat asumsi manova (multivatiate anova), maka hasil minyak ikan (gr) ditransformasikan ke 10 log x, sehingga diperoleh log 10 = 1, log 16 = 1,2 dst dapat dilihat pada lampiran 7.

Dalam analisis manova lampiran, terbagi atas beberapa bagian, yaitu: 1. General linier model

2. Box’s Test of Equality of Covariance Matrices 3. Multivareate Test

4. Levene’s Test of Equality of Error Variances 5. Post Hoc Test Pengaruh Enzim

6. Post Hoc Test Pengaruh suhu 7. Profile Plots

Out put General Linier Model pada bagian Between Subjects Factors menunjukkan bahwa ada 5 perlakuan enzim ( 0,5 %, 1 %, 1.5 %, 2 %, 2.5 % ) dengan 15 faktor, sehingga diperoleh 15 x 5 variasi sampel. Demikian juga pengaruh suhu ada 5 perlakuan yaitu (60 0C, 70 0C, 80 oC, 90 oC, 100 oC ), dengan 15 faktor, sehingga diperoleh 15 x 5 variasi sampel.

Out put uji variance

Variabel dependen yang terdiri dari pengaruh enzim, pengaruh suhu, dan hasil minyak dapat dilihat pada nilai probailitas ( sig ) Levene Test yang merupakan uji variance dari variabel dependen, yaitu :

a. Uji varian dari tiap-tiap variabel dependen dan

b. Uji variance populasi secara keseluruhan ( overall equivalence ). Uji variance tiap-tiap variabel dependen. Hipotesis yang diajukan sbb : Ho : ketiga variance populasi adalah identik

H1 : ketiga variance populasi adalah tidak identik Dasar pengambilan keputusan :

Jika probabilitas > 0,05 Ho diterima Jika probabilitas < 0,05 Ho ditolak

Pada tabel di bawah ini terlihat bahwa nilai probailitas ( sig. ) adalah 0,303 dan 0,323 yang kesemuanya > 0,05 ini berarti bahwa Ho diterima dan H1 ditolak, yang berarti

bahwa ketiga varians mempunyai populasi yang identik.

Levene's Test of Equality of Error Variancesa

1.181 24 50 .303

1.158 24 50 .323

Hasil Minyak (ml) Transformasi Hasil

F df1 df2 Sig.

Tests the null hypothesis that the error variance of the dependent variable is equal across groups.

Design: Intercept+ENZIM+SUHU+ENZIM * SUHU a.

Uji variance populasi secara keseluruhan ( overall equivalence ). Dibuat hipótesis yang menyatakan :

Ho : matrik varians/kovarians dari variable dependent pada group adalah identik

H1 : matrik varians/kovarians dari variable dependent pada group adalah tidak identik

Dasar pengambilan keputusannya adalah : Jika probabilitas > 0,05 Ho diterima

Jika probabilitas < 0,05 Ho ditolak

Pada tabel print out Box’s M terlihat bahwa nilai probabilitas adalah 0,002 < dari 0,05 maka Ho ditolak, maka varian/kovarian adalah tidak sama, namun secara

keseluruhan dengan memperhatikan keterangan pertama(Uji variance tiap-tiap variabel dependen ), maka proses analisis dengan manova dapat diteruskan

Box's Test of Equality of Covariance Matricesa 138.051 1.691 48 1620.561 .002 Box's M F df1 df2 Sig.

Tests the null hypothesis that the observed covariance matrices of the dependent variables are equal across groups.

Design: Intercept+ENZIM+SUHU+ENZIM * SUHU a.

Dokumen terkait