2.2 Tinjauan Khusus
2.2.2 Green Design
Menurut kamus Oxford mengenai desain modern, penggunaan kata “green” mulai digunakan pada tahun 1970 yang pada saat bersamaan sedang ramai terjadi perdebatan tentang lingkungan dan ekologi. Politik “hijau” tersebut berawal di Eropa, lebih tepatnya Jerman Timur, yang pada saat itu sedang berkampanye menentang tenaga nuklir. Kemudian meluas hingga Inggris dimana akhirnya didirikan organisasi Greenpeace. Terlepas dari itu semua, makna sebenarnya,green design adalah suatu cara yang dilakukan dengan pertimbangan pada kepentingan ekologi, penggunaan jangka panjang, daur ulang, konservasi alam, kebersihan, serta keamanan lingkungan domestic. Green design tidak mudah didefinisikan bahkan sering dikenal sebagai sustainable design. Sustainable design adalah desain yang berkelanjutan sehingga tidak memerlukan sumber daya alam yang baru dalam kurun waktu yang singkat. Green design tersebut dapat diterapkan pada berbagai aspek seperti sosial, ekonomi, ekologi, dan lain-lain. Pada aspek desain, green design adalah sebuah desain yang memanfaatkan sumber daya alami dalam penerapannya seperti memanfaatkan sinar matahari sebagai penerangan ataupun memanfaatkan angin untuk sirkulasi udara alami. Dalam aspek lebih lanjutnya yaitu desain yang menggunakan material ramah lingkungan, artinya tidak mengeksploitasi sumber daya alam dalam penggunaannya misalnya menggunakan lampu bertenaga matahari, pemanas air bertenaga matahari, dan sebagainya. Menurut Brenda dan Robert Vale, terdapat 4 (empat) bidang yang perlu dipertimbangkan dalam green design, diantaranya adalah :
1. Material
Diperoleh dari alam dengan sumber yang telah dikelola dan dipanen secara berkelanjutan atau yang diperoleh secara lokal untuk mengurangi biaya transportasi atau diselamatkan dari bahan reklamasi di lokasi terdekat. Material yang dipakai menggunakan
green specification yang termasuk dalam daftar Life Cycle Analysis (LCA) seperti: energi yang dihasilkan, daya tahan material, minimalisasi limbah, dan dapat untuk digunakan kembali atau didaur ulang. Selain itu ada pula prinsip desain lain dalam mewujudkan desain yang berkelanjutan, seperti :
• Low impact material, dengan memilih material yang tidak beracun, material yang dapat digunakan kembali, dan material yang menggunakan sedikit energy dalam proses pembuatannya.
• Energy efficiency, dengan menggunakan produk – produk pabrikasi yang menggunakan sedikit energy dalam pembuatannya
• Quality and durability, dengan memilih material yang berumur panjang dan mudah dalam perawatannya
• Design for reuse and recycling, yaitu desain yang memperhatikan keadaan di masa datang
• Biomimicry, dengan menggunakan material yang dapat digunakan secara berkelanjutan
• Service substritution, dengan merubah pola pikir kepemilikan yang awalnya kepemilikan individual menjadi kepemilikan bersama
• Renewability, dengan menggunakan material yang dapat digunakan kembali serta meminimalisasi dampak negatif pada lingkungan.
Tabel 2.5 Klasifikasi Material
(Sumber: Frick dan Mulyani (2006))
2. Energi
Perencanaan dalam pengaturan sirkulasi udara yang optimal untuk mengurangi penggunaan AC serta mengoptimalkan cahaya matahari sebagai penerangan di siang hari.
3. Air
Mengurangi penggunaan air dan menggunakan STP (siwage treatment plant) untuk mendaur ulang air dari limbah rumah tangga sehingga bisa digunakan kembali untuk tangki toilet, penyiram tanaman, dll. Menggunakan peralatan hemat air, seperti:
• Menggunakan WC yang dual flush dengan max 4,5 L/flush
• Menggunakan keran washtafel dengan debit max 8 liter/menit, lebih baik apabila menggunakan keran yang dapat menutup sendiri (autostop
• Menggunakan shower yang dibawah 7 liter/menit
4. Faktor Kesehatan
Menggunakan material dan produk-produk yang tidak beracun akan meningkatkan kualitas udara dalam ruangan, dan mengurangi tingkat asma, bahkan alergi. Selain itu, dapat menggunakan material yang bebas emisi dan tahan untuk mencegah kelembaban
yang menghasilkan spora dan mikroba lainnya. Kualitas udara dalam ruangan juga harus didukung menggunakan sistem ventilasi yang efektif dan bahan-bahan pengontrol kelembaban. Menurut standar kenyamanan suhu dari Internasional Standar (ISO 7730:1994)[5] menyatakan bahwa sensasi manusia terhadap suhu merupakan fungsi dari empat faktor iklim yaitu, suhu udara, suhu radiasi, kelembaban udara, dan kecepatan angin, serta dua faktor individu yakni, tingkat kegiatan yang berkaitan dengan tingkat metabolisme tubuh serta jenis pakaian yang digunakan. Namun menurut teori adaptasi Humphreys dan Nicol, yang banyak menyangkal keberlakuan dari Standar International ISO, kenyamanan suhu sangat dipengaruhi oleh adaptasi dari masing-masing individu terhadap suhu luar di sekitarnya. Manusia yang biasa hidup pada iklim panas atau tropis cenderung memilih suhu nyaman lebih tinggi dibanding manusia yang biasa hidup pada suhu udara rendah seperti bangsa Eropa. Humphreys juga menyatakan bahwa suhu nyaman dari manusia merupakan fungsi dari suhu udara luar rata-rata. Dengan menggunakan formula Humphreys, suhu nyaman untuk daerah Jakarta dinyatakan antara 24.5° – 27°C suhu udara.
2.2.3 Survey
a. Rhea’s Chamber
Gambar 2.1 Logo Rhea’s Chamber
Sejarah Rhea’s Chamber
Rhea’s Chamber adalah salon kecantikan dan spa dengan konsep pelayanan mind and body treatment. Sebuah tempat dimana para dewi bernaung. Dirancang khusus untuk memanjakan setiap wanita dengan berbagai pelayanan khusus dari Eropa untuk mengeluarkan kecantikan dari dalam. Didirikan 3 tahun lalu yaitu sejak 2010 bertempat di alamat yang sama di Jakarta hingga saat ini.
Visi dan Misi Rhea’s Chamber
Visi yang diangkat oleh Rhea’s Chamber adalah “We Bring Out The Goddess In You” melalui layanan yang diberikan kepada pengunjung khusus wanita serta staff yang semuanya serba wanita hingga security sekalipun. Pendiri merasa bahwa semua wanita terlahir cantik namun tidak semua dapat memancarkannya dengan sepenuhnya. Dengan visi tersebut, Rhea’s Chamber hadir tidak hanya dengan perawatan kecantikan spa biasa namun juga dengan program Smart Class yaitu dimana wanita dapat berkumpul untuk memperluas wawasan baik dalam hal mempercantik diri maupun dalam hal lain seperti berbisnis dan lain-lain.
Selain itu, filosofi pendiri yang beranggapan bahwa wanita itu seperti pelangi yang indah dengan berbagai warna kemudian menciptakan metode spa melalui pijatan dengan air yang dinamakan Rainbow Water Drop. Metode itu merupakan metode satu-satunya yang hanya dimiliki oleh Rhea’s Chamber.
Lokasi dan Arsitekstur Bangunan Rhea’s Chamber
Rhea’s Chamber berlokasi di Jl. Bendungan Hilir Raya No. 12 A, Jakarta. Rhea’s Chamber memiliki desain bangunan dengan gaya modern klasik.
Gambar 2.2 Tampak Bangunan Rhea’s Chamber
(Sumber : Google)
Stuktur Organisasi Ruang
Skema 2.1 Struktur Organisasi Ruang Rhea’s Chamber Lantai 1
Skema 2.2 Struktur Organisasi Ruang Rhea’s Chamber Lantai 2
(Sumber : Data Pribadi)
Skema 2.3 Struktur Organisasi Ruang Rhea’s Chamber Lantai 3
Stuktur Organisasi Karyawan Rhea’s Chamber
Skema 2.4 Struktur Organisasi Karyawan Rhea’s Chamber
(Sumber : Data Pribadi)
Job Description • OWNER
Pemilik spa yang bertugas mengontrol segala sesuatu yang berhubungan dengan spa itu sendiri. Memegang kendali penuh atas segala sesuatunya.
• CO – OWNER
Wakil dari owner. Bertugas mewakili atau membantu owner dalam pekerjaannya. • KOORDINATOR MARKETING
Mengatur/koordinasi hal – hal yang berhubungan dengan marketing dan berhubungan langsung dengan pengunjung.
• MARKETING
• RESEPSIONIS
Menerima tamu, mendata pelanggan, menawarkan menu kepada pelanggan sebelum dilayani oleh terapis.
• ACCOUNTING
Bertugas untuk menghitung, mengontrol dan mengatur keuangan serta membuat laporan keuangan.
• GUDANG/UMUM
Memenuhi segala kebutuhan yang berhubungan dengan operasional spa, seperti bahan - bahan, peralatan, dll
• KASIR
Melakukan transaksi pembayaran dengan pelanggan kemudian mendatanya.
• PANTRY
Membuat makanan atau minuman untuk disediakan di café/lounge. • KOORDINATOR TERAPIS
Bertanggung jawab kepada terapis dan staff yang bekerja. • CAFÉ/WAITERS
Melayani pengunjung, mencatat pesanan, menyajikan pesanan kepada pengunjung. • SPA
Melayani tamu, memberikan servis dan pelayanan. • MAINTENANCE BUILDING
Bertanggung jawab akan segala yang terjadi pada gedung, seperti perbaikan – perbaikan yang diperlukan dan sebagainya.
Menjaga keamanan dan area parkir. • OFFICE BOY
Mengurus kebersihan di dalam dan luar bangunan.
Fasilitas/treatment yang ada
Menyediakan 70 lebih perawatan, beberapa diantara adalah :
• Hair and beauty treatment seperti cuci rambut dan blow dry, creambath, hair spa, dan hair mask.
• Paket day body treatment seperti afterwork wellness & chillout, stress recovery, body and soul relaxing, refresh, body bliss, the touch of beauty, simple touch,
• Paket spesial seperti pijat kepala dan kulit kepala, ultimate touch, treatment caramel
• Lainnya seperti foot massage, facial, breast massage, ratus, waxing, manicure dan pedicure.
Interior Rhea’s Chamber
Gambar 2.3 Ruang Hair Treatment Rhea’s Chamber
Gambar 2.4 Area Cuci Rambut Rhea’s Chamber
(Sumber : Situs Resmi Rhea’s Chamber, www.rheaschamber.com)
Gambar 2.5 Area Massage (Signature Treatment) Rhea’s Chamber
Gambar 2.6 Ruang VIP Rhea’s Chamber
(Sumber : Situs Resmi Rhea’s Chamber, www.rheaschamber.com)
Gambar 2.7 Area Refleksi Rhea’s Chamber
Gambar 2.8 Ruang Facial Rhea’s Chamber
(Sumber : Situs Resmi Rhea’s Chamber, www.rheaschamber.com)
Gambar 2.9 Lounge dan Dining Area Rhea’s Chamber
b. New Aphrodite