BAB III PEMIKIRAN IMAM ABU HANIFAH DAN
4. Guru-guru dan murid-murid Imam Abu
a.
Guru-guru Imam Abu HanifahImam Hanafi sejak kecil suka pada ilmu pengetahuan terutama pengetahuan yang bersangkut paut dengan hukum-hukum agama Islam. Oleh karena beliau itu adalah seorang putra dari saudagar besar yang ada di kota Kufah, maka sudah tentu beliau sejak kecil selalu dalam kelapangan dan jarang menderita kekurangan. Dari karenanya, kelapangan itu oleh beliau digunakan sebaik-baiknya untuk menuntut ilmu pengetahuan dengan sedalam-dalamnya sampai pada masa dewasanya.
31
Menurut riwayat kebanyakan guru-guru beliau pada waktu itu ialah para ulama Tabi’in dan Tabi’it Tabi’in diantaranya ialah:
1. Abdullah bin Mas’ud (Kufah)
Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib al-Hudzali (wafat 32 H/653), (bahasa Arab: نب دوعسم نب اللهدبع یلَذُهلا بیبح نب لفاغ) yang dikenal dengan Ibn Mas'ud, termasuk salah seorang sahabat Rasulullah saw, muhaddis dan mufassir Alquran di era permulaan Islam. Menurut penuturannya, ia adalah orang keenam pertama yang memeluk Islam. Ibnu Mas'ud termasuk kelompok muhajirin pertama yang pergi ke Habasyah. Ia berhijrah dari Mekah menuju Madinah dan ikut berpartisipasi dalam pertempuran Badar dan Uhud. Setelah Rasulullah wafat, ia juga ikut serta dalam peperangan Riddah dan penaklukan Syam. Pada tahun 21 H/642, Umar bin Khattab mengutus Ibnu Mas'ud bersama Ammar untuk mengawasi Baitul Mal dan pengadilan. Ibnu Mas'ud pada masa kekhilafahan Utsman berseteru dengan Sa'ad bin Abi Waqqash dan Utsman pun mengembalikannya lagi ke Madinah. Ia meninggal di Madinah, dua tahun sebelum Utsman bin Affan meninggal.
Ia termasuk orang pertama yang hafiz Alquran dan mendengar langsung sekitar 70 surah dari Rasulullah saw sendiri. Ashim mengambil riwayat Alqurannya dari
Ibnu Mas'ud. Ia membacakan mushaf Alquran kepada sebagian orang dan mereka menulisnya dan ketika Utsman memerintahkan untuk mengumpulkan semua mushaf yang ada, awalnya ia menolak, namun akhirnya ia terpaksa melakukan hal tersebut. Ibnu Mas'ud termasuk kalangan sahabat yang dihormati semua kaum muslim, baik Syiah maupun Ahlusunah. Riwayat tentang jumlah para imam (berjumlah 12 orang) diriwayatkan dari dirinya.
2. Ibrahim Al-Nakhai (Wafat 95 H)
Ibrahim an-Nakha’i bernama lengkap Abu Imran Ibrahim bin Yazid bin Qais an-Nakha’i al-Kufi. Ia adalah seorang ulama besar dan mulia dari kalangan tâbi’in yang tinggal di Kufah. Seluruh ulama sepakat menyatakan bahwa ia adalah seorang yang tsiqah dan seorang ahli dalam bidang fikih.32
Ibrahim an-Nakha’i digambarkan sebagai ulama sepandai gurunya, Ibnu Mas’ud. Kontribusinya dalam periwayatan hadis cukup banyak, melebihi ulama tâbi’în lainnya semisal ‘Alqamah, al-Aswad, Masruq, dan yang lainnya. Kecerdasannya begitu mumpuni. Ulama Kufah ini menjadi referensi kajian hadis di kalangan tâbi’în.
32
3. Amir bin Syarahil al-Sya’bi (Wafat 104 H)
Asy-Sya’bi dikenal sebagai pemuda yang cerdas, lembut hatinya, tajam analisanya, bagus pemahamannya dan kuat daya hafal dan ingatannya diriwayatkan bahwa dia berkata, “Tiada aku menulis di lembaran putih atau aku dengan hadis dari seorang melainkan aku mampu menghafalnya, dan tiada pernah aku mendengar perkataan dari orang melainkan aku tak ingin dia mengulangi ucapannya.”
4. Imam Hammad bin Abu Sulaiman (wafat pada tahun 120 H)
Imam Hammad bin Abu Sulaiman adalah orang alim ahli fiqih yang paling masyhur pada masa itu imam Hanafi berguru kepadanya dalam tempo kurang-lebih 18 tahun lamanya
5. Imam Atha bin Abi Rabah (Wafat pada tahun 114 H) adalah seorang tokoh ulama ahli fiqih, ahli tafsir dan perawi hadits dari golongan tabi'in, yang bertempat tinggal di Mekkah. Atha bin Abi Rabah merupakan seorang keturunan Habasyah (kini Etiopia, Afrika), yang juga lahir di Al-Janad, sebuah kota di Yaman. Pada awalnya ia adalah seorang mawla (budak) keluarga Al-Fihr di Mekkah, namun ia dibebaskan dan menjadi penuntut ilmu dari para sahabat Nabi, khususnya Jabir bin
Abdullah al-Ansari, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Zubair, dan lain-lain.
6. Imam Nafi’ Maula Ibnu Umar (wafat pada tahun 117 H) Nafi maula Ibnu Umar, adalah seorang ulama ahli fiqih dan perawi hadits dari golongan tabi'in, yang bertempat tinggal di Madinah .
7. Imam Qotadah
Qatadah terkenal di dalam bidang tafsir dan Fiqh. Imam Ahmad sendiri berpanjang lebar di dalam memuji Qatadah. Namun kelebihan yang dimiliki Qatadah juga menjadi penyebab kekurangan kepadanya iaitu beliau mengambil perkataan daripada semua orang, sehinggakan Asy-Sya’bi pernah berkata: “Qatadah adalah (seumpama) pengumpul kayu api di malam hari, dan
masih banyak lagi ulama-ulama besar lainya33
b.
Murid-murid Imam Abu HanifahImam Abu Hanifah adalah seorang yang cerdas, karya-karyanya sangat terkenal dan mengagumkan bagi setiap pembacanya, maka banyak diantara murid-muridnya yang belajar kepadanya hingga mereka dapat terkenal kepandaiannya dan diakui oleh dunia Islam.
Murid-murid Imam Abu Hanifah yang paling terkenal yang pernah belajar dengannya diantaranya ialah:
33
1. Imam Abu Yusuf, Yaqub bin Ibrahim Al-Anshary, dilahirkan pada tahun 113 H. Beliau ini setelah dewasa lalu belajar macam-macam ilmu pengetahuan yang bersangkut-paut dengan urusan keagamaan, kemudian belajar menghimpun atau mengumpulkan hadits dari nabi SAW, yang diriwayatkan dari Hisyam bin Urwah Asy-Syaibani, Atha bin As-Saib dan lainya. Imam Abu Yusuf termasuk golongan ulama ahli hadits yang terkemuka. Beliau wafat padatahun 183 H.
2. Imam Muhammad bin Hasan bin Farqad Asy-Syaibany, dilahirkan di kota Irak pada tahun 132 H. Beliau sejak kecil semula bertempat tinggal di kota Kufah, lalu pindah kekota Baghdad dan berdiam disana. Beliaulah seorang alim yang bergaul rapat dengan kepala negara Harun Ar-Rasyid di Baghdad. Beliau wafat pada tahun 189 H di kota Rayi.
3. Imam Zafar bin Hudzail bin Qais al-Kufy, dilahirkan pada tahun 110 H. mula-mula beliau ini belajar dan rajin menunutut ilmu hadits, kemudian berbalik pendirian amat suka mempelajari ilmu akal atau ra’yi. Sekalipun demikian, beliau tetap menjadi seorang yang suka belajar dan mengajar. Maka akhirnya beliau kelihatan menjadi seorang dari murid Imam Hanafi yang terkenal ahli qiyas. Beliau wafat lebih dahulu dari lainya padatahun 158 H.
4. Imam Hasan bin Ziyad al-Luluy, beliau ini seorang murid Imam Hanafi yang terkenal seorang alim besar ahli fiqih. Beliau wafat pada tahun 204 H.34
Empat orang itulah sahabat dan murid Imam Hanafi yang akhirnya menyiarkan dan mengembangkan aliran dan buah ijtihad beliau yang utama, dan mereka itulah yang mempunyai kelebihan besar dalam memecahkan atau mengupas soal-soal hukum yang bertalian dengan agama.