• Tidak ada hasil yang ditemukan

SILABUS KELAS EKSPERIMEN

H LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN Waktu

(menit) Tahap Pembelajaran

3

2

5

Kegiatan Pendahuluan (10 menit)

1. Guru memberi contoh disiplin dengan hadir di kelas tepat waktu.

2. Guru memulai pelajaran dengan memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin doa untuk menumbuhkan sikap religius. (apabila jam pertama)

3. Guru memeriksa kondisi kelas dan kehadiran peserta didik. Pada kegiatan ini peserta didik dibiasakan untuk bersikap jujur dan disiplin.

4. Guru menanyakan kesiapan fisik dan psikis peserta didik.

5. Peserta didik dengan mandiri dan disiplin menyiapkan alat-alat belajar. 6. Guru menyampaikan tujuan yang akan dicapai, model yang akan

digunakan, dan memberikan motivasi kepada peserta didik dengan menampilkan gambar kontekstual pada slide (lampiran 9).

a. Adakah diantara kalian yang memiliki hobi fotografi? Taukah kalian tentang tripod? Benda apakah itu?

b. Jika diperhatikan, mirip bangun apakah tripod itu? Pernahkah kalian menghitung sudut antara kaki-kaki tripod?

c. Mari kita belajar tentang sudut pada bangun ruang agar kalian tahu bagaimana menghitung sudut suatu benda pada ruang dimensi tiga. Connecting

7. Guru mengelompokkan peserta didik menjadi 8 kelompok dan membagikan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) 01, tiap kelompok memperoleh 1 LKPD. (Lampiran 4)

8. Melalui kegiatan tanya jawab dan diskusi kelompok peserta didik bekerja sama melakukan kegiatan apersepsi untuk mengeksplorasi pengetahuan mereka tentang materi prasyarat dan mengisi LKPD 01 pada kegiatan awal.

10 5

Organizing

1. Peserta didik berdiskusi untuk bekerja sama secara demokratis dan disiplin waktu mengerjakan LKPD 01 kegiatan inti untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam mengorganisasikan ide dan pengetahuan mereka untuk memahami materi menentukan sudut antara dua garis. 2. Peserta didik melakukan elaborasi untuk bekerja sama mengerjakan

LKPD 01 kegiatan inti.

3. Guru menunjuk 1 kelompok untuk membacakan hasil diskusinya dengan percaya diri dan santun melalui perwakilan kelompok untuk nomor 1 dan 1 kelompok untuk nomor 2. Kemudian menunjuk 1 kelompok untuk menuliskan hasil perhitungan sudut pada nomor 2 di papan tulis dengan percaya diri. Peserta didik yang lain mendengarkan dan mengomentari dengan santun.

10

Reflecting

4. Setelah mengetahui tingkat pemahaman peserta didik tentang sudut, guru mengajak peserta didik untuk terlibat aktif berinteraksi dalam proses menentukan sudut antara dua garis.

5. Guru bertanya menggunakan good questiondan Cabri 3D 01 pada “Skrip Cabri 3D 01” sedangkan peserta didik dengan santun, cerdas, dan percaya diri memperhatikan dan menjawab pertanyaan untuk bereksplorasi menentukan sudut antara dua garis.

a. Perhatikan gambar kubus ABCD.EFGH pada layar! b. Lihat ruas garis AB dan ruas garis AD!

c. Berapakah besar sudut yang dibentuk kedua garis itu? d. Lihat ruas garis EG dan ruas garis CF!

e. Bagaimanakah cara menentukan sudut antara kedua garis itu? f. Berapakah besar sudut yang dibentuk kedua garis itu?

g. Jadi, bagaimanakah cara menentukan sudut antara dua garis dalam ruang dimensi tiga?

6. Guru melakukan konfirmasi untuk membenarkan kesalahan peserta didik dalam menjawab pertanyaan.

memperhatikan dan menjawab pertanyaan guru dengan santun. 12 10 3 10 Extending

8. Peserta didik dengan disiplin waktu bekerjasama untuk berelaborasi mengerjakan soal latihan pada LKPD 01 secara cerdas.

9. Dua kelompok melalui perwakilannya dengan percaya diri maju menuliskan pekerjaannya di depan kelas kemudian mempresentasikan jawabannya kepada peserta didik yang lain.

10.Guru memberikan konfirmasi atas jawaban yang telah dipresentasikan untuk membenarkan jawaban yang salah.

11.Guru memberikan soal kuis pada lampiran 6 untuk dikerjakan peserta didik secara mandiri.

12.Peserta didik mengerjakan soal kuis dengan cerdas, mandiri, dan jujur dalam kegiatan elaborasi.

5

3

2

Kegiatan Penutup (10 menit)

1. Dengan serangkaian pertanyaan guru menanyakan tentang materi yang telah dipelajari dan peserta didik dengan santun dan percaya diri menjawab pertanyaan untuk membuat simpulan.

2. Peserta didik dengan santun dan percaya diri menyampaikan refleksi atas kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan.

3. Guru memberikan PR 01 pada lampiran 7 agar peserta didik disiplin dalam belajar.

4. Guru memberitahukan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya, yaitu menentukan sudut antara garis dan bidang.

5. Guru meminta peserta didik agar bersyukur kepada Tuhan YME atas kelancaran proses kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.

6. Guru memberikan umpan balik melalui pujian atas usaha dan keberhasilan peserta didik menyelesaikan tugas-tugas saat pembelajaran dan mengajak peserta didik untuk bertepuk tangan.

7. Guru menutup pembelajaran dengan meminta salah satu peserta didik memimpin berdoa untuk menumbuhkan sikap religius, mengucap salam, dan dengan disiplin meninggalkan kelas tepat waktu.

01, PR 01.

2. Sumber Belajar : Iswadji, D. 1993. Geometri Ruang. Jakarta: Universitas Terbuka.

Tampomas, Husein. 2004. Seribu Pena Matematika SMA untuk Kelas X. Jakarta: Erlangga.

Kusni. 2006. Geometri Ruang. Semarang: UNNES.

Gambar kontekstual: gambar jendela terbuka, gambar menara Pisa, gambar piramid, dan gambar tripod.

J PENILAIAN

1. Teknik penilaian : Tes

2. Bentuk instrumen : Tes uraian (Evaluasi) 3. Aspek yang dinilai : kognitif

Kendal, Mei 2013 Guru Matematika,

Dra. Sumarni

NIP. 19621104 199903 2 001

Peneliti,

Yuwana Siwi Wiwaha Putra NIM 4101409025

1. Kedudukan Garis Terhadap Garis Lain a. Dua Garis Berpotongan

Dua garis g dan h dikatakan berpotongan jika kedua garis itu terletak pada sebuah bidang dan memiliki sebuah titik persekutuan. Titik persekutuan ini dinamakan titik potong.

b. Dua Garis Berimpit

Dua garis g dan h dikatakan berimpit jika kedua garis itu terletak pada sebuah bidang dan memiliki dua buah titik persekutuan, atau jika garis g terletak pada garis h.

c. Dua Garis Sejajar

Dua garis g dan h dikatakan sejajar jika kedua garis itu terletak pada sebuah bidang dan tidak memiliki satupun titik persekutuan.

d. Dua Garis Bersilangan

Dua garis g dan h dikatakan bersilangan jika kedua garis itu tidak terletak pada sebuah bidang dan tidak memiliki titik persekutuan.

g h g h g h g h

3. Perhitungan Sudut pada Segitiga Siku-siku

4. Aturan sin dan cos pada segitiga Pada setiap ABC berlaku

a. b. � c. � �

Dokumen terkait