LANDASAN TEORI
B. Hafalan Al-Qur’an
1. Pengertian Hafalan Al-Qur’an
Kata menghafal berasal dari kata
اظفح – ظفحي – ظفح
yang berarti menjaga, memelihara dan melindungi. Dalam kamus Bahasa Indonesia kata menghafal berasal dari kata hafal yang artinya telah masuk dalam ingatan tentang pelajaran atau dapat mengucapkan di luar kepala tanpa melihat buku atau catatan lain. Kemudian mendapat awalan me- menjadi menghafal yang artinya adalah
16 Karwati, 218–19.
berusaha meresapkan ke dalam pikiran agar selalu ingat. Kata menghafal dapat disebut juga sebagai memori.17
Menghafal Al-Quran (Tahfidzul Qur’an) merupakan salah satu cara untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an. Menurut Setiyo Purwanto Beberapa kasus membuktikan bahwa bila anak di latih menghafal Al-Qur’an, hasil belajarnya juga akan meningkat. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata prestasi belajar peserta didik antara mereka yang menghafal Quran dengan yang tidak menghafal Al-Qur’an. 18
Menghafal Al-Quran adalah pekerjaan yang sangat mulia, akan tetapi untuk melaksanakannya tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan. Oleh karena itu ada hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam upaya menerapkan program menghafal Al-Qur’an tersebut.19
Kewajiban seorang mukmin terhadap Al-Qur’an diantaranya ialah mencintainya, mengagungkanya, menghormati kedudukannya, merenungkannya, mengikuti hukum-hukumnya, mentaati perintah dan adab-adabnya, serta menghafalkannya.20
Berdasarkan uraian di atas, hafalan Al-Qur’an ialah suatu proses melafalkan, serta usaha untuk mengingat ayat demi ayat Al-Qur’an ke dalam pikiran agar dapat diingat dan lancar melafalkannya di luar kepala.
17 Devi Suci, “Kebertahanan Metode Hafalan Dalam Pembelajaran Bahasa Arab,” Jurnal Study Pendidikan Islam 1, no. 2 (Juli 2018): 98.
18 Hidayatullah Ismail, “Pengaruh Hafalan Al-Qur’an Pada Prestasi Akademik Santri Pondok Pesantren Di Kabupaten Kampar,” Al-Fikra Jurnal Ilmiah Keislaman 15, no. 2 (Desember 2016): 317.
19 Hidayatullah Ismail, 319.
20 Masykurillah, Ilmu Tauhid Pokok-Pokok Keimanan (Bandar Lampung: AURA, 2013), 84.
2. Syarat-syarat Menghafal Al-Qur’an
Beberapa hal yang harus terpenuhi sebelum seseorang memasuki periode menghafal Al-Qur’an, ialah: motivasi untuk menghafal Al-Qur’an. Dengan syarat-syarat menghafal tersebut telah terpenuhi, dalam proses menghafal kita akan lebih mudah dalam menghafal dan mendapatkan kebaikan dalam menghafalkan ayat-ayat Al-Qur’an tersebut dari berbagai sisi.
3. Kriteria Penilaian Hafalan Al-Qur’an
Di dalam proses menghafal Al-Qur’an ada beberapa kriteria dalam menilai hafalan seseorang. Adapun kriteria penilaian hafalan Al-Qur’an antara lain:
a. Tahfidz: tidak terbata-bata dalam menghafal ayat-ayat Al-Qur’an, dan kelancaran serta kesempurnaan dalam melafalkan ayat Al-Qur’an.
21 Ahmad Baduwailan, Menjadi Hafizh Tips dan Motivasi Menghafal Al-Qur’an (Solo:
PT. Aqwam Media Profetika, 2016), 168.
Dengan kata lain, tidak ada satu ayat, bahkan huruf yang terlewatkan dalam hafalan.
b. Kesesuaian bacaan dengan kaidah ilmu tajwid: makharijul huruf (tempat keluarnya huruf), sifat atau keadaan ketika membaca huruf, hukum atau kaidah bacaan serta, hukum panjang dan pendeknya bacaan(mad).
c. Fashahah (kefasihan dalam menghafal ayat Al-Qur’an): menjaga keberadaan huruf dan harakat serta, menjaga dan memelihara keberadaan kata dan ayat.22
Sedangkan cara penilaian terkait hafalan Al-Qur’an adalah sebagai berikut: 70% untuk hafalan, 20% untuk tajwid (praktik), 5% untuk ketekunan dan 5% untuk akhlak, dan tingkat kesuksesannya dilihat dari 60%-nya dengan syarat nilai tajwidnya adalah 12% atau lebih.23
Adapun cara penerapannya dengan memberikan 14 pertanyaan kepada para siswa yang telah hafal Al-Qur’an dengan sempurna, 10 pertanyaan kepada siswa yang telah hafal 10 juz ataupun lebih, serta 7 pertanyaan kepada siswa yang hafal 5 juz atau lebih. Nilai untuk masing-masing pertanyaan ialah 5 untuk siswa yang sudah hafal semua, 7 untuk siswa yang hafal 10 juz atau lebih dan 10 untuk yang hafal 5 juz atau lebih.24
22 Tim Yayasan Muntada Islami, Panduan Mengelola Sekolah Tahfidz (Solo: Al-Qowam, 2012), 83.
23 Tim Yayasan Al-Muntada Al-Islami, 86.
24 Tim Yayasan Al-Muntada Al-Islami, 86.
Dari uraian di atas, ada beberapa kriteria kemampuan hafalan yang harus dimiliki seseorang agar dapat dikatakan sebagai seseorang hafidz atau telah hafal ayat Al-Qur’an dan memiliki nilai hafalan yang baik.
Kriteria penilaiannya meliputi kemampuan tahfidz atau kelancaran melafalkan ayat Al-Qur’an, kemampuan menerapkan hukum tajwid dalam menghafal, dan kefasihan dalam menghafal ayat Al-Qur’an.
4. Metode dan Sarana Menghafal Al-Qur’an
Di dalam kegiatan menghafal harus pula ditanamkan kegiatan disiplin mental dan pengembangan intelektual dalam proses pembelajaran.
Al-Qabisi mengatakan bahwa ada tiga asasi dalam mengingat yaitu menghafal, mengerti, dan mengulang kembali tanpa ragu. Dari sini penting diadakan tes hafalan anak, sebagaimana Allah SWT mengutus malaikat Jibril melakukan tes hafalan Al-Qur’an kepada Rasulullah SAW.25
Sarana dan Metode menghafal Al-Qur’an diantaranya dengan cara, yaitu: membaca ayat-ayat secara perlahan-lahan, menuliskan hafalan, menulis dan menandai ayat yang sulit dihafal, komitmen dengan jadwal, memahami makna ayat, serta mengulang hafalan (murojaah) dengan mendengarkan.26
Menurut Sa’dullah macam-macam metode menghafal Al-Quran adalah sebagai berikut:
25 Suci, “Kebertahanan Metode Hafalan Dalam Pembelajaran Bahasa Arab,” 100.
26 Baduwailan, Menjadi Hafizh Tips dan Motivasi Menghafal Al-Qur’an, 131–34.
a. Bi Al-Nadzar, yakni membaca dengan cermat ayat-ayat Al-Qur’an yang akan dihafalkan dengan cara melihat mushaf secara berulang-ulang.
b. Tahfidz, yakni menghafalkan sedikit demi sedikit Al-Qur’an yang telah dibaca secara berulang-ulang tersebut.
c. Talaqqi, yakni menyetorkan atau mendengarkan hafalan yang baru dihafal kepada seorang guru.
d. Takrir, yakni mengulang-ulang hafalan atau menyimakkan hafalan yang pernah dihafalkan atau sudah disimakkan kepada guru.
e. Tasmi’, yakni mendengarkan hafalan kepada orang lain baik kepada perseorangan maupun kepada kelompok atau jama’ah.27
Setiap orang memiliki metode sendiri dalam menghafal. Akan tetapi, metode yang paling baik digunakan adalah yang cocok dan menyenangkan bagi seorang penghafal Qur’an. Di antaranya dengan menggunakan metode membaca hafalan ayat-ayat Al-Qur’an secara diulang-ulang, menyimakkan hafalan kepada jamaah atau guru serta menghafal ayat Al-Qur’an sedikit demi sedikit.
5. Manfaat Menghafal Al-Qur’an
Banyak sekali manfaat atau keutamaan dari menghafal Al-Qur’an, dengan memnghafal Al-Qur’an akan membuka seluruh pintu kebaikan bagi seseorang yang menghafalkan ayat-ayat suci-Nya. Manfaat lain menghafalkan Al-Qur’an diantaranya:
27 Hidayatullah Ismail, “Pengaruh Hafalan Al-Qur’an Pada Prestasi Akademik Santri Pondok Pesantren Di Kabupaten Kampar,” 322.
a. Menghafal Al-Qur’an merupakan sarana untuk meneladani Nabi Muhammad SAW.
b. Kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
c. Sakinah (yaitu tentram jiwanya)
d. Tajam Ingatan dan Bersih hati dan fikirannya.
e. Menghafal Al-Qur’an merupakan simbol syiar umat islam.
f. Para penghafal Qur’an adalah ahli (keluarga) Allah.
g. Ahli Al-Qur’an dan kedua orang tuanya mendapat mahkota kemuliaan di hari kiamat28.
Di antara manfaat yang baik bagi anak adalah lahirnya anak-anak yang shalih laki-laki dan perempuan, yang menunaikan perintah Rabb dan rasul mereka. Mereka memiliki akhlak yang luhur dan budi pekerti yang mulia.29
Seseorang yang menghafal Al-Qur’an akan memberikan mahkota kemulian kepada sepuluh anggota keluarganya, dan Allah menjamin surga untuknya.30
Meghafal Al-Qur’an banyak sekali manfaatnya, dengan mempunyai hafalan, kita akan lebih mudah untuk membaca ayat Al-Qur’an dengan cara melafalkan ayat-ayat Al-Al-Qur’an yang telah kita hafal dimanapun tempatnya selama itu suci. Selain itu Allah telah menjanjikan segala kebaikan untuk penghafal Qur’an di dunia maupun di akhirat kelak.
28 Baduwailan, Menjadi Hafizh Tips dan Motivasi Menghafal Al-Qur’an, 29.
29 Sa’id bin AliBin Wahf Al-Qathani, Tarbiyatul Aulad (Solo: Zamzam, 2013), 170.
30 Arham, Agar Sehafal Al-Fatihah (Bogor: CV. Hilal Media Group, 2015), 24.
C. Pengaruh Hafalan Al-Qur’an terhadap Hasil Belajar Al-Qur’an Hadis