BAB II FAKTOR – FAKTOR YANG MENYEBABKAN
B. Hak dan Kewajiban Para Pihak Dalam Perjanjian di
Persetujuan kehendak kedua belah pihak dalam suatu perjanjian akan melahirkan suatu perikatan hukum yang mengandung hak dan kewajiban yang merupakan konsekuensi logis. Sesuai dengan Pasal 1234 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata bahwa “tiap-tiap perikatan adalah untuk memberikan sesuatu, untuk berbuat sesuatu, atau untuk tidak berbuat sesuatu”.25
Mahasiswa yang ingin meminjam buku di perpustakaan, dengan terlebih dahulu harus sebagai mahasiswa di Universitas Sumatera Utara dengan syarat-syarat lainya yaitu:
1. Telah terdaftar sebagai mahasiswa Fakultas Hukum atau fakultas lainya pada tahun akademik yang telah ditetapkan kelulusannya dengan dibuktikan memiliki kartu tanda mahasiswa (KTM) atau juga bisa dengan portal akademik.
2. Tidak perlu membayar biaya administari lainya hanya cukup dibuktikan oleh KTM dan portal mahasiswa.
25 R. Subekti, Op. cit, hal. 313.
3. Tidak perlu menyerahkan pas foto saat ingin meminjam buku.
4. Bersedia memeneuhi semua ketentuan yang berlaku yaitu tata tertib yang diterapkan perpustkaan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
5. Di bolehkan bagi mahasiswa yang bukan dari Universitas Sumatera Utara, tetapi harus membayar biaya pendaftaran.
Menurut Ahmadi Miru berdasarkan tiga cara pelaksanaan kewajiban tersebut, dengan sendirinya dapat diketahui bahwa wujud prestasi itu dapat berupa: 26
1. Barang;
2. Jasa (tenaga atau keahlian);
3. Tidak berbuat sesuatu.
Apabila kedua hal tersebut dipadukan, cara pelaksanaan masing-masing wujud prestasi tersebut adalah sebagai berikut: 27
1. Barang dilakukan dengan cara menyerahkan.
2. Jasa (tenaga atau keahlian) dilakukan dengan cara berbuat sesuatu.
3. Tidak berbuat sesuatu dengan cara tidak berbuat sesuatu.
Selain dari hubungan hukum, yang perlu diperhatikan dalam mengadakan suatu perjanjian adalah keharusan melakukan perjanjian dengan itikad baik dari para pihak itu sendiri.
Dalam perjanjian muncul suatu hubungan hukum yang menimbulkan hak dan kewajiban antara kedua belah pihak yang membuat suatu perjanjian dimana atas kewajiban tersebut dapat dituntut pelaksanaannya. Hukum yang pada dasarnya merupakan keseluruhan peraturan atau norma yang mengikat dan
26 Ahmadi Miru dan Sakka Pati, Hukum Perikatan Penjelasan Makna Pasal 1233 – 1456 BW, Rajawali, Jakarta, 2012, hal. 4.
27 Ibid, hal. 5.
26
mengatur tingkah laku seseorang dalam masyarakat, baik yang bersifat tertulis maupun tidak tertulis yang mana pelaksanaannya dapat dipaksakan.
Perjanjian yang dilakukan antara pihak perpustakaan dengan mahasiswa adalah perjanjian timbal balik, dimana kedua belah pihak mempunyai hak dan kewajiban yang harus dipenuhi sebagai suatu prestasi. Hal ini sesuai dengan pendapat Abdul Kadir, yang menyatakan: “perjanjian timbal balik (bilateral contract) adalah perjanjian yang memberikan hak dan kewajiban kepada kedua belah pihak. Perjanjian timbal balik adalah pekerjaan yang paling umum terjadi dalam kehidupan masyarakat”.28
Berdasarkan pendapat di atas, bahwa perjanjian yang diadakan antara pihak perpustakaan dengan mahasiswa merupakan perjanjian timbal balik yaitu dengan kewajiban untuk melaksanakan prestasi dari kedua belah pihak yang muncul dari perjanjian yang telah mereka sepakati. Dengan demikian, maka hak dan kewajiban para pihak harus dipenuhi sebagai sebuah prestasi.
Hak adalah kekuasaan untuk berbuat sesuatu, menerima sesuatu, atau menuntut sesuatu yang patut diterima masing-masing pihak sesuai dengan ketentuan yang diatur dan disetujui dalam perjanjian. Sedangkan kewajiban adalah segala sesuatu yang mesti dilakukan atau dilaksanakan, diamalkan, diberikan atau diserahkan oleh masing-masing pihak kepada pihak lain yang berhak, termasuk segala sesuatu yang menurut sifatnya tercakup dalam ketentuan perjanjian tersebut.
Selain dari hubungan hukum, yang perlu diperhatikan dalam mengadakan suatu perjanjian adalah keharusan melakukan suatu perjanjian dengan itikad baik
28 Muhammad Abdulkadir, Op. cit, hal. 63.
dari para pihak itu sendiri, hal ini dikemukakan oleh R. Subekti, sebagai berikut:
“itikad baik diwaktu membuat perjanjian berarti kejujuran orang yang beritikad baik menaruh kepercayaan sepenuhnya kepada pihak-pihak lawan, yang dianggapnya dan tidak menyembunyikan sesuatu yang buruk dikemudian hari yang dapat menimbulkan kesulitan-kesulitan”.29
Demikian pula halnya dalam perjanjian pinjam pakai buku ini, dimana pihak Perpustakaan harus menaruh kepercayaan kepada pihak mahasiswa yang meminjam buku agar mahasiswa dapat mengindahkan perpustkaan, meningkatkan kemauan baca mahasiswa baik dalam perpustakaan ataupun diluar perpustkaan.
1. Hak dan Kewajiban Pihak Yang Meminjamkan (Perpustakaan)
Hak dan kewajiban dalam hubungan antara pihak yang meminjam dan pihak yang meminjamkan berjalan secara timbal balik. Dalam hubungan yang muncul akibat perjanjian pinjam pakai pada Perpustakaan Fakultas Hukum, kewajiban bagi pihak perpustakaan selaku pemberi pinjaman adalah menyerahkan buku yang telah disepakati kepada pihak peminjam. Kewajiban pihak yang meminjamkan menurut Pasal 1759 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yaitu: “orang yang meminjamkan tidak dapat meminta kembali apa yang telah diperjanjikan sebelum lewatnya waktu yang ditentukan dalam perjanjian”.
Adapun kewajiban pihak perpustakaan adalah:
a. Menyerahkan buku sesuai dengan yang diminta mahasiswa;
b. Memberikan pelayanan yang baik bagi mahasiswa agar terciptanya daya baca mahasiswa terhadap buku – buku diperpustakaan;
29 R. Subekti, Aspek-Aspek Hukum Perikatan Nasional, PT. Citra Aditya, Bandung, 1992, hal. 17.
28
c. Memebrikan surat bebas pinjam bagi mahasiswa yang akan melaksanakan sidang skripsi.
Adapun hak-hak yang dimiliki oleh Perpustakaan adalah:
a. Melakukan teguran terhadap mahasiswa yang wanprestasi terhadap buku yang dipinjam dapat berupa kerusakan, kehilangan, dan keterlamabatan;
b. Melakukan penagihan denda terhadap mahasiswa yang wanprestasi;
c. Mendapatkan keuntungan dari denda yang telah dijatuhkan kepada mahasiswa yang wanprestasi.
2. Hak dan Kewajiban Pihak Yang Meminjam (Mahasiswa)
Dalam perjanjian pinjam pakai di Perpustakaan Fakultas Hukum, hak yang dimiliki pihak yang meminjam adalah memperoleh buku yang telah disepakati oleh pihak Perpustakaan.
Adapun kewajiban-kewajiban yang dibebankan kepada mahasiswa selaku pihak yang meminjam:
a. Pihak yang meminjam memiliki kewajiban utama yang telah ditetapkan dalam Pasal 1763 KUH Perdata yaitu “siapa yang menerima pinjaman sesuatu diwajibkan mengembalikannya dalam jumlah dan keadaan yang sama, dan pada waktu yang ditentukan”;
b. Mempergunakan barang yang dipinjam secara patut sesuai dengan tujuan yang ditentukan dalam perjanjian;
c. Menanggung segala kerusakan yang timbul akibat kelalaian peminjam;
d. Membayar denda yang timbul akibat wanprestasi.
Adapun hak-hak yang dimiliki peminjam (mahasiswa) dalam peminjaman buku di perpustakaan ialah:
a. Meminjam buku sesuai apa yang di inginkan oleh peminjam;
b. Menerima pelayanan yang baik dari pihak perpustakaan agar terciptanya daya baca mahasiswa terhadap buku-buku diperpustakaan;
c. Ketika saat peminjaman buku, mahasiswa yang sedang melakukan wanprestasi tidak boleh meminjam buku sebelum ia menyelasaikannya.
Dari hak-hak dan kewajiban diatas, maka timbulah faktor-faktor yang menyebakan terjadinya mahasiswa dalam pengemabalian buku dikarenakan adanya buku yang rusak dan denda yang murah merupakan hal yang paling disepelekan oleh mahasiswa sehingga terjadi kelupaan atau lalai dalam mengembalikan buku yang ia pinjam.