• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN TENTANG HAK ANAK DAN PERLINDUNGAN ANAK

C. Hak-Hak dan Kewajiban Anak

1. Hak-hak Anak

Pengaturan hak-hak Anak di Indonesia saat , pada pokoknya diatur dalam UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Keputusan Presiden No. 36 tahun 1990 tentang Pengesahan Konvensi Hak-hak Anak.

Pengertian hak Anak sebagaimana ditentukan dalam Pasal 1 butir 12 UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, bahwa hak Anak adalah

"bagian dari hak asasi manusia yang wajib dijamin, dilindungi, dan dipenuhi oleh orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah dan negara".

Indonesia telah meratifikasi Konvensi Hak-hak Anak berdasar Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia No. 36 Tahun 1990 tentang Pengesahan Convention On The Rights of The Child (Konvensi tentang Hak-Hak Anak), oleh karena itu, sejak tahun 1990 Indonesia terikat

46 Shanty Dellyana, Wanita dan Anak di Mata Hukum, (Yogyakarta: Liberty, 2004), hlm.

18-19

secara hukum untuk melaksAnakan ketentuan yang termaktub di dalam Konvensi Hak-hak Anak.

Berdasarkan Konvensi Hak-hak Anak 1989 (Resolusi PBB Nomor 44/25 tanggal 5 Desember 1989), hak-hak Anak secara umum dapat dikelompokkan dalam 4 (empat) kategori hak-hak Anak yaitu: hak untuk kelangsungan hidup (the right to survival), hak untuk tumbuh kembang (the right to develop), hak untuk perlindungan (the right to protection) dan hak untuk partisipasi (the right to participation). Hak-hak Anak dalam Konvensi hak-hak Anak, sebagaimana dikemukakan oleh Dolly Singh, sebagai berikut:47

a. The Right to Survival

The survival right includes provision of adequate food, shelter, clean water and primary health care. These are the basic right to ensure the survival of a child. (Hak terhadap kelangsungan hidup yaitu hak-hak dalam Konvensi Hak Anak yang meliputi hak-hak untuk melestarikan dan mempertahankan hidup dan hak untuk memperoleh standar kesehatan tertinggi dan perawatan yang sebaik-baiknya).

b. The Right to Develop

Development right include access to information, education, culture activities, opportunities for rest, play and leisure, and the right to freedom of thought, conscience and religion. (Hak untuk tumbuh kembang yaitu hak-hak Anak dalam Konvensi Hak-hak Anak yang meliputi segala bentuk pendidikan (formal dan non formal) dan hak untuk mencapai standar hidup yang layak bagi perkembangan fisik, mental, spiritual, moral dan sosial Anak)

c. The Right to Protection

The child must be assured of protection not only from the violation of the above rights, but also from all kinds of

47 Dolly Singh dalam Mohammad Joni dan Zulchaina C. Tanamas, Aspek Hukum Perlindungan Anak dalam Perspektif Konvensi Hak Anak. (Bandung: PT Citra Aditya Bakti, 1999), hlm. 35.

exploitation and cruelty, arbitrary separation from the family, and abuse in the justice and penal systems. Protection is also vital for especially vulnerable groups among children like abandoned children, street children, handicapped children, abused children, displaced children, etc. Children must also be protected against use and sale of drugs, as well as in time of armed conflicts (Hak terhadap perlindungan yaitu hak-hak dalam konvensi hak Anak yang meliputi hak perlindungan dari diskriminasi, tindak kekerasan dan keterlantaran bagi Anak yang tidak mempunyai keluarga bagi Anak-Anak pengungsi.

d. The Right to Participation

Participation right include the right to express opons and to have these opons taken into account in matters affecting the

"child" own life, and the right to play an active role in the community and society through freedom of associations, etc.

(Hak untuk berpartisipasi yaitu hak-hak Anak yang meliputi hak untuk menyatakan pendapat dalam segala hal yang mempengaruhi Anak).

Hak kelangsungan hidup (survival rights), Anak dalam Konvensi Hak-hak Anak 1989, diatur dalam Pasal 7, 8, 9, 19, 20, 21, 23, 26, 27, 30, 32, 33, 34, 35 i Pasal 38. Mengenai isi pasal-pasal di atas, yang mengatur hak-hak Anak, antara lain tentang:

a. Hak Anak untuk mendapatkan nama dan kewarganegaraan semenjak dilahirkan.

b. Hak Anak untuk hidup bersama orang tuanya, kecuali kalau hal dianggap tidak sesuai dengan kepentingan terbaiknya.

c. Kewajiban negara untuk melindungi Anak-Anak dari segala bentuk salah perlakuan {abuse).

d. Hak Anak-Anak penyandang cacat (disabled) untuk memperoleh pengasuhan, pendidikan dan latihan khusus.

e. Hak Anak untuk menikmati standar kehidupan yang memadai, dan tanggung jawab utama orang tua, kewajiban negara untuk memenuhinya.

f. Hak Anak atas pendidikan dan kewajiban negara untuk menjamin agar pendidikan dasar disediakan secara cuma-cuma dan berlaku wajib.

g. Hak Anak atas perlindungan dari penyalahgunaan obat bius dan narkotika.

h. Hak Anak atas perlindungan eksploitasi dan penganiayaan seksual, termasuk prostitusi dan keterlibatan dalam pornografi.

i. Kewajiban negara untuk menjajagi segala upaya guna mencegah penjualan, penyelundupan, dan penculikan Anak.

Hak terhadap perlindungan {protection rights) dalam Konvensi Hak-hak Anak, terdiri dari 3 (tiga) kategori, yaitu:

a. Adanya larangan diskriminasi Anak. Non diskriminasi terhadap hak-hak Anak. hak mendapatkan nama dan kewarganegaraan. hak Anak penyandang cacat.

b. Larangan eksploitasi Anak. Sebagai contoh, hak berkumpul dengan keluarganya. pencegahan penculikan. kewajiban negara untuk melindungi Anak dari segala bentuk salah perlakuan oleh orang tua atau orang lain. perlindungan bagi Anak yatim. kewajiban negara untuk melindungi Anak-Anak dari keterlibatan dalam pekerjaan yang mengancam kesehatan, pendidikan dan atau perkembangan Anak.

larangan penyiksaan, perlakuan atau hukuman yang kejam, pidana mati, seumur hidup dan penahanan semena-mena.

c. Kondisi krisis dan keadaan darurat Anak, yaitu: Mengembalikan Anak dalam kesatuan keluarga. perlindungan Anak pengungsian. kondisi konflik bersenjata/ perang dan perawatan rehabilitasi.

Hak untuk tumbuh kembang (development rights) pada intinya terdapat hak untuk memperoleh akses pendidikan dalam segala bentuk pendidikan, dan hak yang berkaitan dengan taraf hidup Anak secara memadai untuk pengembangan fisik, mental, spiritual, moral dan sosial Anak (the rights of standart of living). Beberapa hak-hak untuk tumbuh kembang, seperti:

a. Hak untuk memperoleh informasi (the right to information).

b. Hak memperoleh pendidikan (the right to education).

c. Hak bermain dan rekreasi (the right to play and recreation).

d. Hak berpartisipasi dalam kegiatan budaya (the right to participation in cultural activities).

e. Hak untuk kebebasan berpikir (conscience), dan beragama (the rights to thought and religion).

f. Hak untuk pengembangan kepribadian (the rights to personality development).

g. Hak untuk memperoleh identitas (the rights to identity).

h. Hak memperoleh kesehatan dan fisik (the rights to health and physical development).

i. Hak untuk didengar pendapatnya (the rights to be heard).

j. Hak untuk/atas keluarga. {the right to family).

Hak untuk berpartisipasi merupakan hak Anak mengenai identitas budaya mendasar bagi Anak, masa kAnak-kAnak dan pengembangan keterlibatannya di dalam masyarakat luas. Hak memberi makna bahwa Anak-Anak ikut memberikan sumbang peran. Beberapa hak atas partisipasi di dalam Konvensi Hak-hak Anak, seperti:

a. Hak Anak untuk berpendapat dan memperoleh pertimbangan atas pendapatnya.

b. Hak Anak untuk mendapatkan dan mengetahui informasi serta untuk berekspresi.

c. Hak Anak untuk berserikat dan menjalin hubungan untuk bergabung.

d. Hak Anak untuk memperoleh akses informasi yang layak dan terlindung dari informasi yang tidak sehat.

e. Hak untuk memperoleh informasi tentang Konvensi Hak-hak Anak.

Hak-hak Anak di Indonesia secara umum ditentukan dalam Pasal 4 sampai dengan Pasal 18 UU Perlindungan Anak, sebagai berikut:

a. Setiap Anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

b. Setiap Anak berhak atas suatu nama sebagai identitas dan status kewarganegaraan.

c. Setiap Anak berhak beribadah menurut agamanya, berpikir sesuai dengan tingkat kecerdasan dan dalam bimbingan orang tuanya.

d. Setiap berhak untuk mengetahui orang tuanya, dibesarkan dan diasuh oleh orang tuanya sendiri, atau oleh orang lain bila orang tuanya tidak dapat menjamin tumbuh kembang Anak.

e. Setiap Anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik, mental, spiritual dan sosial.

f. Setiap Anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran sesuai dengan minat dan bakatnya.

g. Bagi Anak cacat berhak pendidikan luar biasa, dan bagi Anak yang memiliki keunggulan berhak mendapatkan pendidikan khusus.

h. Setiap Anak berhak menyatakan dan didengar pendapatnya, menerima, mencari dan memberikan informasi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya sesuai demi pengembangan dirinya sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan dan kepatutan.

i. Setiap Anak berhak untuk beristirahat dan memanfaatkan waktu luang, bergaul dengan Anak sebaya, bermain, berekreasi, dan berkreasi sesuai dengan minat, bakat, dan tingkat kecerdasannya.

j. Setiap Anak yang menyandang cacat berhak memperoleh rehabilitasi, bantuan sosial dan pemeliharaan taraf kesejahteraan sosial.

k. Setiap Anak selama pangasuhan orang tua, wali atau pihak lain, berhak mendapat perlindungan dari perlakuan: diskriminasi, eksploitasi,

penalantaran, kekejaman, kekerasan dan penganiayaan, ketidakadilan, perlakuan salah lainnya.

l. Setiap Anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari:

penyalahgunaan dalam kegiatan politik, pelibatan dalam sengketa bersenjata, pelibatan dalam kerusuhan sosial, pelibatan dalam peristiwa yang mengandung unsur kekerasan, pelibatan dalam peperangan.

m. Setiap Anak berhak memperoleh perlindungan dari sasaran penganiayaan, penyiksaan atau penjatuhan hukum yang tidak manusiawi.

n. Penangkapan, penahanan, atau pidana penjara Anak hanya dilakukan apabila sesuai dengan hukum yang berlaku dan hanya dapat dilakukan sebagai upaya terakhir.

o. Setiap Anak yang dirampas kebebasannya berhak untuk: mendapatkan perlakuan secara manusiawi dan penempatan dipisahkan dari orang dewasa. memperoleh bantuan hukum dan bantuan lainnya.

p. Setiap Anak yang menjadi korban atau pelaku kekerasan seksual atau berhadapan dengan hukum berhak dirahasiakan.