• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

H. Aspek-Aspek Hak Cipta

2. Hak-Hak Dalam Hak Cipta

Pasal 1 angka 1 dan Pasal 24 Ayat 1 dan 2 UUHC mencantumkan hak-hak yang dimiliki oleh pencipta atau pemegang hak cipta yang secara umum dapat dibagi menjadi dua, yaitu:37

a. Hak Ekonomi adalah hak yang dimiliki oleh pencipta atau pemegang hak cipta untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari ciptaannya yang terdiri dari hak untuk:

1) Memproduksi karya dalam segala bentuk;

2) Mengedarkan perbanyakan karya kepada publik; 3) Menyewakan perbanyakan karya;

4) Membuat terjemahan atau adaptasi; 5) Mengumumkan karya kepada publik;

b. Hak Moral adalah hak yang melekat pada diri pencipta atau pelaku yang tidak dapat dihilangkan atau dihapus tanpa alasan apapun, walaupun hak cipta atau hak terkait telah dialihkan. Secara umum, hak moral berhubungan dengan

36

Ibid, hlm 184.

37

Tomi Suryo Utomo, Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di Era Global (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2010), hal 88.

hubungan spirit atau jiwa dari pencipta dengan karyanya. Ada 2 jenis hak moral, yaitu:

1) Hak untuk diakui sebagai pencipta (authorship right

atau paternity right). Jika karya dari seorang pencipta

diperbanyak, diumumkan atau dipamerkan dihadapan publik, nama pencipta harus tercantum pada karya tersebut;

2) Hak keutuhan karya (the right to protect the integrity

of the work). Hak ini akan mencegah tindakan

perubahan terhadap ciptaan yang berpotensi merusak reputasi dan kehormatan pencipta. Perubahan tersebut dapat berupa: pemutarbalikan, pemotongan, perusakan, dan penggantian yang berhubungan dengan karya cipta.

Menurut penjelasan UU Hak Cipta Indonesia, dinyatakan bahwa, oleh karena suatu karya harus terwujud dalam bentuk yang khas, maka perlindungan hak cipta tidak diberikan pada sekedar ide. Suatu ide pada dasarnya tidak mendapatkan perlindungan, sebab ide belum memiliki wujud yang memungkinkan untuk dilihat, didengar atau dibaca. Hak-hak yang terkandung dalam copyright atau hak cipta pada dasarnya bersifat economic right dan moral right, yang di dalamnya tercermin kepentingan pribadi dan kepentingan sosial.

Selain hak moral dan hak ekonomi yang ada didalam hak cipta, ada juga yang dikatakan sebagai hak terkait (neighboring right). Menurut Stewart dan Sadison, hak terkait senantiasa merupakan hak yang timbul dari ciptaan yang berasal dari pengalihwujudan suatu karya karena hak tersebut merupakan perwujudan dari ciptaan yang telah ada. Oleh karena itu, yang dilindungi oleh hak terkait adalah bentuk lain dari suatu ciptaan yang telah ada sebelumnya yang telah beralih wujud menjadi ciptaan yang baru. Misalnya, syair lagu yang dinyanyikan, karya sinematografi dari sebuah novel, film dokumenter tentang suatu peristiwa atau fenomena alam, dan sebagainya. Oleh karena keberadaan hak terkait yang lahir dari hak cipta tersebut, TRIPs

Agreement secara khusus menyebutnya sebagai “related

right”.38

Dengan demikian, dapat diketahui hak-hak yang terkandung di dalam copyright atau hak cipta antara lain adalah sebagai berikut;

a. Reproduction right

Hak reproduksi adalah hak untuk menggandakan atau memperbanyak jumlah ciptaan, baik dengan peralatan tradisional maupun modern;

38

Elyta Ras Ginting, S.H., LL.M., 2012, Hukum Hak Cipta Indonesia, PT. Citra Aditya Bakti, Bandung, hlm 71.

b. Distribution right

Hak ini dimaksudkan bahwa pencipta berhak menyebarluaskan hasil ciptaannya kepada masyarakat dalam bentuk penjualan, penyewaan ataupun bentuk lain agar ciptaan tersebut dikenal luas oleh masyarakat;

c. Adaptation right

Hak adaptasi adalah hak untuk melakukan adaptasi, baik melalui penerjemahan atau alih bahasa, aransemen musik, menggubah karangan dari nonfiksi ke fiksi serta sebaliknya. Hak ini diatur, baik dalam Konvensi Berne maupun UCC. Cakupan hak adaptasi menjadi peluang potensial perluasan hak cipta, seperti halnya adaptasi serial yang difilmkan dan sebagainya;

d. Performing right

Hak pertunjukan ini di atur khusus pada Konvensi Roma, juga pada UCC dan Konvensi Berne. Pertunjukan dimaksudkan juga penyajian kuliah, khotbah, pidato, presentasi serta penyiaran film, rekaman suara pada TV dan radio. Istilah pertunjukan kadang disamakan dengan pengumuman artinya mempublikasikan ciptaan agar suatu ciptaan dapat dibaca, didengar, atau dilihat oleh orang lain. Di Indonesia, Yayasan Karya Cipta Indonesia berperan penting dalam hal pertunjukan ini. Peran pemerintah juga

diharapkan, khususnya dalam hal control terhadap perjanjian, pembayaran royalti serta penegakan hukum;

e. Cable casting right

Cable casting right, yakni hak penyiaran yang

dijalankan operasinya melalui transmisi kabel. Misalnya, suatu studio TV menyenangkan program acara komersialnya yang disiarkan kepada pelanggan melalui kabel;

f. Broadcasting right

Broadcasting right, yakni hak untuk menyiarkan

dengan mentransmisikan suatu ciptaan dengan peralatan nirkabel. Hak ini telah diatur tersendiri dalam Konvensi Roma tahun 1961 dan Konvensi Brussel 1974, yang meliputi hak untuk menyiarkan ulang atau mentransmisikan ulang;

g. Public/social right

Hak ini menunjukkan bahwa hak cipta di samping sebagai hak eksklusif individu, juga berfungsi sosial. Di berbagai negara sering disebut sebagai public lending right, yakni hak pinjam oleh masyarakat yang berlakunya sama dengan lamanya perlindungan hak cipta;

h. Moral right

Moral right atau hak moral biasanya melindungi

kepentingan pribadi si pencipta utamanya yang bersangkutan dengan reputasinya. Hak moral ini meliputi

hak untuk mencantumkan nama pencipta, baik asli atau samaran, serta identitas lainnya pada ciptaannya;

i. Neighbouring right

Hak salinan ini telah di atur dalam Konvensi Roma tahun 1961, sedangkan bidang rekaman telah diatur khusus dalam Convention for the Protection of Phonogram Against

Unauthorized Duplication of Their Phonogram 1971. Di

Indonesia, UU Hak Cipta 1997 telah mengatur neighbouring

right dalam pasal 43. Pemilik hak-hak yang berkaitan

dengan hak cipta ini meliputi para pelaku yang menghasilkan karya pertunjukan, produser rekaman, serta lembaga penyiaran yang menghasilkan karya siaran. Pada dasarnya, hak ini dimaksudkan untuk memberi izin atau melarang orang lain yang tanpa persetujuannya memperbanyak ciptaan yang dilindungi oleh hak cipta.

Dokumen terkait