LANDASAN TEORITIS
2. Hak-Hak Warga Binaan Pemasyarakatan
Hak adalah kekuasaan atau wewenang yang dimiliki seseorang untuk mendapatkan atau memperoleh seseuatu. Dengan pidana yang dijalani warga binaan peasyarakatan itu, bukan berarti haknya dicabut. Warga binaan mempunyai hak-hak yang harus dilindungi dan diayomi. Di samping juga ada ketidakadilan perilaku bagi warga binaan pemasyarakatan, misalnya penyiksaan, tidak mendapatkan fasilitas yang wajar, dan tidak adanya kesempatan untuk mendapatkan remisi.
Untuk itu, Undang-undang No. 12 Tahun 1995 pasal 14 tentang pemasyarakatan secara tegas menyatakan hak-hak Warga Binaan yang isinya:9
a. Melakukan ibadah sesuai dengan agama atau kepercayaannya
1) Untuk yang beragama Islam melaksanakan shalat fardhu di kamar atau di masjid, melaksanakan ibadah puasa wajib di bulan Ramadhan dan memperingati hari-hari besar islam lainnya.
2) Untuk yang beragama Nasrani untuk melaksanakan kebaktian sesuai jadwal yang telah ditentukan dan memperingati hari-hari besar Nasrani lainnya.
3) Untuk yang beragama Budha diberikan kesempatan untuk beribadah yang sama.
______________
9
Diah Gustiani, Rini Fathonah & Dona Raisa, Hukum Penitensia Dan Sistem
Pemasyarakatan Di Indonesia, Bandar Lampung, Pusat Kajian Konstitusi Dan Peraturan
16
b. Mendapat perawatan baik jasmani maupun rohani
1) Perawatan rohani dilakukan melalui penyuluhan rohani secara terjadwal.
2) Perawatan jasmani dilakukan melalui kegiatan senam pagi secara terjadwal dan kegiatan olah raga sesuai dengan fasilitas yang ada. 3) WBP selama di Lapas ditempatkan dalam kamar sesuai yang telah
ditentukan oleh pihak petugas.
4) Pada kamar hunian disiapkan kamar mandi atau toilet serta perlengkapan mandi (sabun mandi, pasta gigi, sabun cuci untuk mencuci pakaian) dan kamar mandi umum.
5) WBP diwajibkan mengenakan baju yang telah ditentukan (baju warna biru untuk napi dan orange untuk tahanan.
c. Mendapatkan pendidikan pengajaran10
1) Pendidikan umum (keaksaraan fungsional) dan pendidikan keagamaan 2) Penyuluhan hukum, Napza, HIV/AIDS, dll.
3) Upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap tanggal 17 Agustus
4) Peringatan Hari besar Nasional, hari Bhakti pemasyarakatan dan Hari Dharma Karya Dhika.
______________ 10
5) Warga Binaan diberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengembangkan bakat dan potensi yang dimilikinya (olahraga, kesenian, keterampilan, dsb).
d. Mendapatkan pelayanan kesehatan dan makan yang layak
1) Pelayanan kesehatan diberikan melalui pengecekan kesehatan rutin, pemberian obat-obatan, pengobatan massal, perawatan di poliklinik Lapas dan perawatan di rumah sakit luar Lapas.
2) Makanan diberikan bagi warga binaan sebanyak 3 kali sehari (pagi, siang, sore) dengan menu yang variatif dan makanan yang lainnya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
3) Minuman diberikan berupa air putih yang matang.
4) Setiap Warga Binaan yang mengidap penyakit menular ditempatkan pada kamar isolasi atau kamar khusus.
5) Tes urine kepada Warga Binaan e. Menyampaikan keluhan
1) Keluhan mengenai perlakuan pelayanan petugas maupun sesame warga binaan dapat disampaikan kepada KaLapas secara lisan maupun tertulis melalui kotak saran dan taau nomor sms pengaduan yang telah disediakan.
2) KaLapas menugaskan wali blok/ pembina blok/ petugas paste blok pada setiap blok hunian atau wali pemasyaratakatan utnuk memantau perkembangan kepribadian Warga Binaan.
18
f. Mendapatkan bahan bacaan dan mengikuti siaran media massa lainnya yang tidak dilarang.
1) Perpustakaan Lapas menyediakan bahan bacaab berupa buku pengetahan umum dan keagamaan yang dapat dipinjam dan di baca di dalam kamar.
2) Siaran media elektronika disediakan melalui televise yang dipasang pada blok hunian.
g. Mendapatkan upah atau premi atas pekerjaan yang dilakukan.11
1) Upah atau premi diberikan kepada Warga Binaan yang melakukan kerja produktif di Balai Latihan Kerja Lapas/ Bengkel kerja Lapas 2) Upah yang diberikan dalam bentuk voucher belanja atau dimasukkan
ke dalam buku tabungan Warga Binaan yang bersangkutan.
h. Menerima kunjungan keluarga, penasehat hukum, atau orang tertentu lainnya.
1) Kunjungan keluarga Warga Binaan dilakukan di ruang kunjungan secara terjadwal sesuai dengan alur dan tata cara yang telah ditentukan.
2) Kunjungan Penasehat Hukum diberikan kesempatan sesuai dengan Prosedur yang berlaku.
______________ 11
3) Kunjungan khusus Idul Fitri atau moment tertentu dilakukan sesuai dengan ketentuan yang telah di tetapkan oleh Lapas.
4) Setiap Warga Binaan atau pengunjung sebelum dan setelah kunjungan diadakan pemeriksaan terhadap badan dan barang bawaan, apabila ditemukan barang yang dilarang akan diproses sesuai dengnan aturan yang berlaku.
5) Uang yang dimiliki oleh Warga Binaan dimasukkan ke dalam buku tabungan yang bersangkutan.
i. Mendapatkan pengurangan masa pidana
1) Setiap Warga Binaan mendapatkan pengurangan masa hukuman setiap tanggal 17 Agustus dan setiap hari besar keagamaan yang dianut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
2) Warga Binaan yang melanggar ketentuan Lapas tidak diberikan remisi dan diberikan kesempatan untuk mendapatkan Program Asimilasi (PB, CMB, CB)
j. Mendapatkan kesempatan berasimilasi termasuk cuti mengunjungi keluarga12.
1) Asimilasi diberikan kepada Warga Binaan yang telah menjalani ½ (setengah) masa pidana (kecuali kasus tertentu) dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
______________ 12
20
2) Cuti mengunjungi keluarga dapat diberikan setelah menjalani ½ masa pidana selama 2 x 24 jam.
k. Mendapatkan pembebasan bersyarat
1) Pembebasan bersyarat (PB) dapat diberikan kepada Warga Binaan yang dengan hukuman ½ bulan atau lebih setelah menjalani 2/3 (dua per tiga) masa pidana.
2) PB diberikan setelah memenuhi syarat subtantif dan administrative sesuai dengan ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.
l. Mendapatkan cuti menjelang bebas
1) Cuti menjelang bebas (CMB) diberikan kepada WBP yang dengan hukuman ½ bulan atau lebih setelah menjalani 2/3 (dua per tiga) masa pidana sebesar remisi terakhir. 13
Bila melihat ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang no. 12 Tahun 1995 tentang pemasyarakatan, pada dasarnya hak anatar narapidana laki-laki dan perempuan adalah sama. Namun narapidana perempuan mendapatkan hak yang diberlakukan secara khusus dari narapidana laki-laki. Hal ini terkait perbedaan fisik dan psikologis antara laki-laki dan perempuan. Pengaturan mengenai pelaksanaan hak narapidana wanita tertuang di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999, tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan pemasyarakatan. Pada ______________
13
pasal 20 Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 1999, memuat perlindungan terhadap narapidana wanita yaitu;14
a. Narapidana dan anak didik pemasyarakatan yang sakit, hamil, dan menyusui berhak mendapatkan makanan tambahan sesuai dengan petunjuk dokter.
b. Makanan tambahan juga diberikan kepada narapidana yang melakukan jenis pekerjaan tertentu.
c. Anak dari narapidana wanita yang dibawa ke dalam lapas ataupun yang lahir di lapas dapat diberi makanan tambahan atas petunjuk dokter, paling lama 2 (dua) tahun.
d. Dalam hal anak sebagaimana yang dimaksud dalam ayat 3 telah mencapai umur 2 tahun, harus diserahkan kepada bapaknya atau sanak keluarga, atau pihak lain atas persetujuan ibunya dan dibuat dalam satu berita acara. e. Untuk kepentingan kesehatan anak, Kepala Lapas dapat menentukan
makanan tambahan selain sebagaimana yang dimaksud dalam ayat 3 berdasarkan pertimbangan.
______________ 14
Darwan Prints, Sosialisasi Dan Diseminasi Penegakan Hak Asasi Manusia, (Bandung: Citra Aditya Bakti, 2001), hal.130
22
C. Konsep Dasar Pengembangan Karir 1. Pengertian Pengembangan Karir
Karir didefinisikan sebagai sebuah pola pengalaman yang terkait dengan pekerjaan (jabatan, tugas-tugas, keputusan-keputusan, dan interpretasi pribadi tentang kejadian-kejadian yang berkaitan dengan pekerjaan), dan kegiatan-kegiatan selama masa kerja seseorang.15 Gibson menyatakan bahwa karir adalah rangkaian sikap dan perilaku yang berkaitan dengan pengalaman dan aktivitas kerja selama rentang waktu kehidupan seseorang dan rangkaian aktivitas kerja yang terus berkelanjutan.16 Menurut Donal E Super, karir adalah sebagai suatu rangkaian pekerjaan , jabatan dan kedudukan yang mengarah pada kehidupan dalam dunia kerja.17
Selanjutnya karir dapat ditinjau dari dua prespektif yang berbeda. Dari satu prespektif karir merupakan serangkaian posisi yang didududki oleh seseorang selama hidupnya, ini merupakan karir obyektif. Dari sudut pandang subyektif, karir terdiri atas perasaan kemana yang harus dituju seseorang dalam kehidupan kerjanya, seperti sikap, nilai, dan harapan seseorang.18 Kedua sudut pandang tersebut berfokus pada individu dan berasumsi bahwa orang memiliki kendali atas nasibnya dan mereka ______________
15
Edy Sutrisno, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Jakarta: Kencana Predana Media Group, 2012), hal. 162
16
Gibson, Ivansevich & Donelly, Organisasi: Perilaku, Struktur, Proses, (Jakarta: Binarupa Aksara, 1995), hal. 305
17
Dewa Ketut Sukardi, Bimbingan Karir di Sekolah-Sekolah,(Jakarta: Ghalia Indonesia,1989). Hal. 17.
18
dapat memanfaatkan kesempatan untuk memaksimalkan kesuksesan dan kepuasan yang berasal dari karir.
Karir adalah pekerjaan, profesi. Seseorang akan bekerja dengan senang hati dan penuh kegembiraan apabila apa yang dikerjakan itu memang sesuai dengan keadaan dirinya, kemampuannya, dan minatnya.19 Sebaliknya, apabila seseorang bekerja tidak sesuai dengan apa yang ada dalam dirinya maka dapat dipastikan ia akan kurang bergairah dalam bekerja, kurang senang, dan kurang tekun. Agar seseorang dapat bekerja dengan baik, senang, dan tekun, diperlukan adanya kesesuaian tuntutan dari pekerjaan atau jabatan itu dengan apa yang ada dalam diri individu yang bersangkutan. Maka diperlukan pembinaan secara baik dan hal tersebut merupakan tugas dari pembimbing untuk mengarahkannya.20
Menurut Sunyoto, pengembangan karir adalah peningkatan-peningkatan pribadi yang dilakukan seseorang untuk mencapai suatu rencana karier.21 Menurut Marwansyah, pengembangan karir merupakan suatu kegiatan organisasi/pemimpin dalam mempersiapkan individu untuk menduduki jabatan-jabatan yang tersedia dan terbentuk dalam organisasi yang bersangkutan baik pada waktu sekarang maupun pada waktu yang akan datang.22 Pengembangan karir juga merupakan suatu kondisi ______________
19
Prof. Dr. Walgito, Bimo, Bimbingan dan Konseling (Studi +Karier), (Yogyakarta: Andi, hal. 2010), hal. 201.
20
Ibid…, hal. 201
21
Sunyoto, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Yogyakarta: CAPS, 2012), hal. 164.
22
24
yang menunjukkan adanya peningkatan-peningkatan posisi seseorang dalam suatu organisasi dalam jalur karir yang ditetapkan organisasi.23 Menurut Bambang Wahyudi pengembangan karir adalah suatu pekerjaan yang memiliki gambaran dan pola pengembangan yang jelas dan sistematis juga sebagai suatu sejarah jabatan dari seseorang yang merupakan rangkaian pekerjaan atau posisi yang pernah dipegang oleh seseorang selama masa kerjanya.24
Pengembangan karir adalah pendekatan formal yang dilakukan organisasi untuk memastikan bahwa orang yang kualifikasi dan pengalaman yang tepat tersedia jika dibutuhkan.25 Pengembangan karir formal berperan penting untuk memelihara angkatan kerja yang termotivasi dan berkomitmen. Perencanaan dan pengembangan karir menguntungkan individu maupun organisasi dan dengan demikian harus dipertimbangkan secara berhati-hati oleh keduanya. Seiring berubahnya waktu, tantangan yang ada juga semakin berkembang, maka dibutuhkan karyawan dengan kompetensi yang siap untuk menghadapi tantangan tersebut, persiapan tersebut adalah program pengembangan karir.
______________ 23
A Sitohang, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Jakarta: Pradnya Paramita, 2007), hal. 205.
24
Wahyudi, Bambang, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Bandung: Sulita, 1991), hal. 65
25
Azhari, Riza dan Abdul Halim Wicaksosno. “Manajemen Pembinaan Karir Sumber Daya