KEWENANGAN PENGURUS TERHADAP KOPERASI SYARIAH
C. Hak Pengurus
a. Jika tindakan-tindakan itu dapat dianggap sebagai tindakan dari badan hukum karena kedudukan wakil yang melakukan tindakan itu (wakil yang bertanggungjawab yaitu badan pengurus atau manajer).
b. Jika wakil itu bertindak dalam batas kewenangan yang jelas atau yang sesungguhnya.
c. Jika tindakan itu adalah tindakan melanggar hukum yang dapat didenda.
Pengurus mempunyai hak, yaitu:41
1. Menerima imbalan jasa sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.
2. Mengangkat dan memberhentikan manajer dan karyawan koperasi.
3. Membuka cabang atau perwakilan usaha baik didalam maupun diluar wilayah Republik Indonesia sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.
4. Melakukan upaya-upaya dalam rangka mengembangkan usaha Koperasi.
40Albert Aries, Pertanggungjawaban Pengurus dalam Tindak Pidana Korporasi, https://hukumonline.com/pertanggungjawaban-pengurus-dalam-tindak-pidana- korporasi/, diakses pada tanggal 30 April 2019, pukul 18.00 wib
41Ahmad Subagyo, Tata Kelola Koperasi Yang Baik (Good Coorperative Governance)
5. Meminta laporan dari manajer secara berkala dan sewaktu waktu diperlukan.
Pengurus sejatinya dapat diberhentikan oleh Rapat Anggota sebelum masa jabatannya berakhir, apabila pengurus terbukti melakukan kecurangan atau penyelewengan yang merugikan usaha dan keuangan dan nama baik koperasi, serta tidak mentaati ketentuan Undang-Undang Perkoperasian beserta peraturan dan ketentuan pelaksanaanya, Anggaran Dasar, Anggaran Rumah tangga dan Keputusan Rapat Anggota, sikap dan tindakannya menimbulkan suatu kerugian bagi koperasi khususnya dan gerakan koperasi pada umumnya, melakukan dan terlibat dalam tindakan pidana terutama dibidang ekonomi dan keuangan dan tindak pidana lain yang telah diputus oleh pengadilan. Dalam hal salah seorang anggota pengurus berhenti sebelum masa jabatan berakhir, Rapat pengurus dengan dihadiri Wakil Pengawas dapat menangkat penggantinya dengan cara menunjuk salah seorang pengurus untuk merangkap jabatan tersebut, mengangkat dari kalangan anggota untuk menduduki jabatan pengurus tersebut. Pengangkatan pengganti pengurus tersebut yang berhenti harus dipertanggungjawabkan oleh pengurus dan disahkan dalam Rapat Anggota berikutnya.42
a. Rapat Anggota
Selain Pengurus, struktur organisasi di Koperasi, antara lain :
Rapat Anggota merupakan kekuasaan tertinggi di tata kehidupan koperasi yang berarti berbagai persoalan mengenai suatu koperasi hanya ditetapkan dalam rapat anggota.Disini para anggota dapat berbicara, memberikan usul dan pertimbangan, menyetujui suatu usul atau menolaknya serta memberikan
42 Riyanikusuma, Pengurus koperasi,2011,http://kodemas.com/id/node/pengurus-koperasi/,diakses pada 20 Desember 2018, pukul 14.05 wib
himbauan atau masukan yang berkenaan dengan koperasi tersebut. Rapat Anggota Tahunan (RAT) diadakan paling sedikit sekali dalam setahun, ada pula yang mengadakan dua kali dalam setahun, yaitu satu kali untuk menyusun rencana kerja tahun yang akan datang dan yang kedua untuk membahas kebijakan pengurus selama tahun yang lampau. Sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi, rapat anggota mempunyai wewenang yang cukup besar.Struktur ini merupakan hal yang sangat penting di dalam pertemuan anggota mengatur hal- hal yang menentukan arah kemajuan koperasi syariah.Di dalam struktur ini termasuk AD/ART, mekanisme umum, pekerjaan, pembagian SHU dan penggabungan, peleburan atau pembubaran koperasi.43
Menurut Pasal 1338 KUH Perdata,44
43 Prijambodo, Out Of The Koperasi Tantangan Perubahan Kini dan Masa Depan (Yogyakarta: Phoenix Publisher, 2018), hlm. 67
semua persetujuan atau mufakat yang telah dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya, yang artinya apabila ada anggota yang melanggarnya atau berbuat menyimpang dari ketentuan yang telah dimufakati bersama, maka yang bersangkutan akan terkena sanksi koperasinya. Pada dasarnya semua anggota koperasi berhak hadir dalam rapat anggota.Namun, bagi mereka yang belum memenuhi syarat keanggotaan, misalnya belum melunasi simpanan pokok tidak dibenarkan hadir dalam rapat anggota.Ada kalanya mereka diperbolehkan hadir dan mungkin juga diberi kesempatan berbicara, tetapi tidak diizinkan turut serta dalam dalam pengambilan keputusan.Keputusan rapat anggota diperoleh berdasarkan musyawarah mufakat. Apabila tidak diperoleh keputusan dengan cara musyawarah, maka pengambilan keputusan berdasarkan suara terbanyak dimana
setiap anggota koperasi memiliki satu suara. Selain rapat biasa, juga dapat menyelenggarakan rapat luar biasa, yaitu apabila keadaan mengharuskan adanya keputusan segera yang wewenangnya ada pada rapat anggota.Rapat anggota Luar Biasa dapat diadakan atas permintaan sejumlah anggota koperasi atau atas keputusan pengurus.Penyelenggara rapat anggota yang dianggap sah adalah jika koperasi yang menghadiri rapat telah melebihi jumlah minimal (kuorum).Kuorum rapat anggota meliputi setengah anggota ditambah satu.Jika tidak, maka keputusan yang diambil dianggap tidak sah dan tidak mengikat. Sehingga Rapat Anggota Koperasi dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:45
1) Rapat Anggota Biasa, adalah Rapat Anggota Tahunan dengan tujuan untuk mengesahkan pertanggungjawaban pengurus. Batas waktu penyelenggaraan Rapat Anggota Tahunan ini yaitu paling lambat enam bulan setelah tahun buku lampau, namun demikian dalam pelaksanannya dilakukan dan diusahakan secepatnya.
2) Rapat Anggota Luar Biasa, adalah rapat anggota yang diadakan apabila keadaan mengharuskan adanya keputusan segera. Rapat anggota luar biasa ini dapat diadakan atas permintaan sejumlah anggota Koperasi atau atas keputusan pengurus yang pelaksanaannya diatur dalam anggaran dasar.
Hal yang dibicarakan Rapat Anggota Tahunan :
a) Penilaian kebijaksanaan pengurus selama tahun buku yang lampau.
b) Neraca tahunan dan perhitungan laba rugi.
c) Penilaian laporan pengawas.
45Pengurus Koperasi, Koperasi Mulia Sejahtera, https://www.koperasims.com/rapat-anggota/, diakses pada tanggal 05 Juli 2019, pukul 13.58
d) Menetapkan pembagian SHU.
e) Pemilihan pengurus dan pengawas.
f) Rencana kerja dan rencana anggaran belanja tahun selanjutnya.
g) Masalah-masalah yang timbul.46 b. Dewan Pengawas
Jumlah pengawas sekurang-kurangnya tiga orang atau sesuai dengan AD, unsur pengawas terdiri dari ketua yang merangkap anggota, sekretaris merangkap anggota dan anggota.Dengan adanya pengawas maka pengawasan terhadap pengelolaan Koperasi dapat berjalan lebih sistematik dan terarah terhadap berbagai aspek kegiatan oengurus.Dengan begitu maka penyimpangan dan penyelewengan dalam pengelolaan koperasi dapat diminimalkan sehingga dapat meningkatkan kepercayaan terhadap anggota Koperasi.Sebagai anggota pengawas, tidak dapat merangkap jabatan sebagai pengurus, karena kedudukan pengawas ini adalah mengawasi pelaksanaan tugas kepengurusan yang dilakukan oleh pengurus. Sehingga bila terjadi perangkapan jabatan maka kinerja dan hasil laporan pengawasan akan diragukan kebenarannya.selain itu, Pengawas berdiri sejajar dengan Pengurus yang berarti keduanya sederajat dan tidak ada yang lebih atas maupun yang membawahi salah satunya.
Tugas dan Tanggung Jawab Pengawas:47
1) Secara kolektif, bertugas melakukan pengawasan dan pemeriksaan sekurang-kurangnya tiga bulan sekali atas tata kehidupan koperasi yang meliputi
46Admin,Rapat Anggota Tahunan Koperasi Indonesia,kementerian koperasi.com/rapat-anggota-tahunan koperasi/,diakses pada tanggal 14 Desember 2018, pukul 15.05 wib
47Dery Nurranis, Peran Penting Pengawasan Koperasi, https://wibawanews.net/, diakses
organisasi, manajemen usaha, keuangan, pembukuan dan kebijaksaan pengurus.
2) Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan koperasi.
3) Meneliti catatan yang ada pada koperasi.
4) Mendapatkan segala keterangan yang diperlukan.
5) Bertanggung jawab kepada Rapat Anggota.
6) Memberikan bimbingan kepada pengurus dan karyawan kea rah keahlian dan keterampilan.
7) Mencegah terjadinya penyelewengan.
Adapun wewenang Pengawas yaitu:
a) Dipilih dari dan oleh anggota rapat anggota..
b) Merahasiakan hasil pengawasannya terhadap pihak ketiga.
c) Tidak merangkap sebagai pengurus atau pelaksana usaha.
d) Merahasiakan hasil pengawasannya terhadap pihak ketiga.
e) Persyaratan untuk dipilih dan diangkat menjadi pengawas ditetapkan dalam anggaran dasar.
f) Meneliti catatan yang ada pada Koperasi Syariah.48
Keberadaan akad berdasarkan aturan syariah, baik Al-Qur’an maupun Assunnah.Terdapat 3 rukun dalam akad, yaitu Pernyataan untuk mengikatkan diri (shighat al ‘aqd), Pihak-pihak yang berakad (al-Muta’aqidain), dan Objek akad (al-ma’qud ‘alaihi).Selanjutnya, akad terdapat syarat-syarat yang seharusnya
48 Berpendidikan, 3 Perangkat Organisasi Koperasi, https://www.berpendidikan.com/3-perangkat-organisasi-koperasi.html, diakses pada tanggal 05 Juli 2019, pukul 14.16 wib
dipenuhi dalam pembuatan akad.Suatu akad diperbolehkan mencantumkan klausul yang membahas tentang penyelesaian sengketa yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan muamalah.Pada dasarnya, klausul dikembangkan sesuai dengan kesepakatan pihak-pihak yang terlibat sepanjang selalu berlandas pada syariah.49
Pengawasan keduanya disebut dengan Dewan Pengawasan Operasional.Pengawas Operasional melakukan tugas pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan koperasi syariah.Membuat laporan tentang hasil pengawasannya berdasarkan hasil penelitian atas catatan yang ada pada koperasi syariah dan berbagai informasi yang didapat dari pihak pengelola.Dewan Pengawas dipilih berdasarkan kemampuan oleh pengurus dalam rapat anggota.Struktur organisasi yang menjadi penopang bagi keberlanjutan usaha koperasi syariah dalam mewujudkan jiwa bagi anggotanya.Pengetahuan ini dapat digunakan untuk para calon anggota dan masyarakat yang menggunakan jasa layanan keuangan koperasi syariah ini.50
c. Manajer atau Pengelola
Pengelolaan atau manajer koperasi adalah mereka yang diangkat dan diperhentikan oleh pengurus untuk mengembangkan koperasisecara efisien dan profesional.Kedudukan pengelola adalah sebagai karyawan atau pegawai yang diberi kuasa dan wewenang oleh pengurus. Peranan manajer adalah membuat rencana ke depan sesuai dengan ruang lingkup dan wewenangnya seperti
49 Sony Warsono bin Hardono Dan Jufri, Akuntansi Transaksi Syariah, (Yogyakarta:
Asgard Chapter, 2011), hlm. 41.
50Majahpro, Mengenal Organisasi Koperasi,
https://ikosindo.or.id/mengenal-organisasi-mengelola sumberdaya secara efisien, memberikan perintah, bertindak sebagai pemimpin dan mampu melaksanakan kerjasama dengan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.
Manajer mempunyai tugas dan tanggung jawab, sebagai berikut:51
1) Tugas manajer adalah mengkoordinasikan seluruh kegiatan usaha, administrasi, organisasi dan ketatalaksanaan serta memberikan pelayanan administratif kepada Pengurus dan Pengawas.
2) Untuk melaksanakan tugas tersebut, manajer berfungsi : a) Sebagai pemimpin tingkat pengelola.
b) Merencanakan kegiatan usaha, kepegawaian dan keuangan.
c) Mengkoordinasikan kegiatan kepala-kepala unit usaha, kepala secretariat dan kepala keuangan dalam upaya mengatur, membina baik yang bersifat teknis maupun administatif.
d) Berwenang mengambil langkah tindak lanjut atas kebijaksanaan yang telah ditetapkan oleh Pengurus.
e) Bertanggungjawab kepada Pengurus melalui Ketua
f) Di bidang kekaryawanan, manajer hendaknya mengajukan usul-usul pengangkatan karyawan tertentu dan juga mengangkat karyawan beserta stafnya atas dasar batas-batas yang ditetapkan oleh pengurus.
g) Manajer hendaknya aktif melakukan bimbingan dan pembinaan terhadap para karyawannya, melakukan pengawasan langsung terhadap para karyawan dan stafnya.
51Leoneto Mendes Goncalves, Pengaruh Kompetensi Manajer Manajemen Keanggotaan Dan Partisipasi Anggota Terhadap Kinerja Koperasi Di Timor Leste. Copetition. Vol. VI, No. 2, 2015, hlm. 91
h) Di bidang perencanaa, manajer mengkoordinir penyusunan rencana kerja beserta dukungan anggarannya yang pasti dapat dijalankan dan menarik perhatian pengurus.
i) Di bidang pelaksanaan usaha koperasi, manajer mengkoordinir dan memimpin para karyawannya dengan penuh tanggung jawab di dalam melaksanakan tugas di bidang usaha masing-masing.
j) Di bidang administrasi barang dan jasa, manajer bertanggung jawab dalam menyelenggarakan administrasi uang dan barang dengan cermat, tertib dan serasi, tulus dan jujur.
Di bidang pelayanan, manajer bertanggung jawab untuk membuat laporan kepada pengurus dan menjamin laporan tersebut berdata dan berfakta benar, agar pengurus dapat mengetahui jalannya usaha yang sebenarnya.
d. Dewan Penasihat
Dapat dikatakan bahwa dewan ini sebenarnya tidak tergolong sebagai alat perlengkapan koperasi.Para anggota dewan ini bukan anggota-anggota koperasi yang bersangkutan, melainkan tenaga-tenaga ahli dalam bidang perkoperasian yang disetujui oleh Rapat Anggota untuk secara tetap memberikan nasihat kepada pengurus bagi kelancaran jalannya koperasi serta usahanya.Anggota-anggota dewan penasihat ini tidak mempunyai hak suara baik dalam rapat anggota, maupun dalam rapat pengurus.52
e. Staf Pegawai Koperasi
Merupakan tenaga-tenaga yang diangkat oleh pengurus dengan tugas sehari-hari membantu pekerjaan pengurus.Tenaga-tenaga ini karenanya bertanggungjawab kepada pengurus.53Selayaknya seperti organisasi yang lainnya, koperasi syariah memiliki struktur organisasi sebagai penunjang pengembangan koperasi – koperasi syariah.Sebagai usaha badan usaha yang berstatus badan hukum, maka keberadaan koperasi diakui seperti manusia atau orang (person) atau subjek hukum yang memiliki kecakapan bertindak, memiliki wewenang untuk mempunyai dan mencari harta kekayaan, serta dapat melakukan perbuatan-perbuatan hukum seperti membuat perjanjian, menggugat dan digugat di muka pengadilan, dsb.Oleh karena Koperasi adalah merupakan subjek hukum abstrak, maka untuk melaksanakan atau menjalankan kegiatan usahanya atau untuk mengelola jalannya Koperasi, perlu kehadiran subjek hukum manusia atau orang (person).Mereka ini disebut sebagai perangkat organisasi Koperasi.54
Perangkat organisasi Koperasi memiliki peranan yang penting dalam menjalankan usaha dan tumbuh berkembangnya suatu koperasi.Mengingat Koperasi bukanlah organisasi yang mengandalkan keberadaan modal sebagai pilar utama, maka kerja keras dan tanggung jawab perangkat organisasi koperasi inilah yang menjadi pilar bagi sebuah koperasi. Selain akan menentukan tujuan yang hendak dicapai, alat perlengkapan organisasi koperasi juga merupakan alat yang akan menentukan cara mencapai tujuan serta tercapai atau tidaknya tujuan itu. Di
53Shelly Shani, Pekerjaan Staff Administrasi Perkantoran Di Koperasi Simpan Pinjam, http://hdl.handle.net/123456789/2858/, diakses pada tanggal 20 Mei 2019. Pukul 15.45 wib
54 Y. Harsoyo dkk, Ideologi Koperasi (Yogyakarta: Pustaka Widyatama, 2006), hlm. 77
dalam operasional secara profesional, koperasi syariah ditunjang dengan struktur, yaitu Rapat Anggota, Pengurus, Pengawas serta Manager.55