Etos Kerja Masyarakat Indonesia
A. Hakekat Etos Kerja 1. Arti Kata
123
Rev : 02 No : F.02.55 3.27. Mengevaluasi etos kerja masyarakat Indonesia4.27. Menyajikan hasil evaluasi tentang etos kerja masyarakat Indonesia KD/INDIKATOR SKKNI
-
KD/INDIKATOR IDUKA -
B A B 7
124
Rev : 02 No : F.02.55 Terdapat berbagai difinisi etos kerja yang dikemukakan para ahli. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.a) Menurut Desmon Ginting ,etos kerja adalah semangat kerja yang menjadi ciri khas seseorang atau sekuelompok orang yang bekerja,yang berlanfdaskan etika dan perspektif kerja yang diyakini, dan diwujudkan melalui tekad dan perilakun konkret di dunia kerja.
b) Menurut Jansen Sinamo , etos kerja adalah seperangkat perilaku posirif yang berakar pada keyakinan fundamental yang disertai komitmen total pada para digma kerja yang integral.
c) Menurut Toto Tasmara,etos kerja adalah sebuah totalitas kepribadian diri dan juga cara bagaimana mengekpresikan, memandang, meyakini serta memberikan makna terhadap suatu hal,yang mendorong diri untuk bertindak serta juga meraih kinerja yang tinggi ( high performance )
d) Menurut Usman Pelly,etos kerja adalah sikap yang muncul atas kehendak dan kesadaran sendiri yang didasari oleh system orientasi nilai budaya terhadap kerja .
e) Menurut Panji Anuraga, etos kerja adalah suatau pandangan dan sikap suatu bangsa atau suatu umat terhadap kerja.
f) Menurut Mochtar Buchori, etos kerja adalah sikap dan pandangan terhadap kerja ,kebiasaan kerja yang dimiliki seseorang ,suatu kelompok manusia atau suatu bangsa.
Bila kita perhatikan lebih lanjut ,etos kerja berkaitan dengan hal-hal berikut.
1) Dasar motivasi yang terdapat dalam budaya suatu masyarakat, yang menjadio penggerak batin anggota masyarakat pendukung budaya untuk melakukan suatu kerja.
2) Nilai-nilai tertinggi dalam gagasan budaya masyarakat terhafdap kerja yang menjadi penggerak batin masyarakat melakukan kerja.
3) Pandangann hidup yang khas dari suatu masyarakat terhadap kerja yang dapat mendorong keinginan untuk melalkukan pekerjaan.
Adapun nilai-nilai yang secara universal dikaitkan dengan etos kerja antara lain adalah rajin, kerja keras, berdisiplin tinggi, menahan diri,ulet dan tekut. Di Indonesia seperti nilai-nilai gotong royong, saling membantu, dan sopan sering ditemukan.
3. Fungsi dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Etos Kerja.
a. Fungsi etos kerja
125
Rev : 02 No : F.02.55 Menurut Jansen Sinamo,jika seseorang,suatu organesasi,atau suatu komunitas menganut paradgma kerja, mempercayai,dan komitmen pada paradigm kerja tersebut, semua itu akan melahirkan sikap dan perilaku kerja mereka yang khas. Itulah yang akan menjadi etos kerja dan budaya.Secara umum, etos kerja berfungsi sebagai alat penggerak tetap perbuatan dan kegiatan individu. Adapun fungsi etos kerja antara lain sebagai berikut.
1) Etos kerja berfungsi sebagai pendorong timbulnya perbuatan 2) Etos kerja berfungsi sebagai penggairah dalam aktivitas.
3) Etos kerja berfungsi sebagai penggerak besar atau kecilnya motivasi ajan menentukan cepat atau lambatnya suatu perbuatan .
b. Faktor-faktor yang mempengaruhi etos kerja
Factor-faktor yang mempengaruhi etos kerja yang dikemukakan oleh Anoraga, antara lain sebagai berikut.
1) Agama
Pada dasarnya , agama merupakan suatu system nilai yang akan mempengaruhi atau menentukan pola hidup para penganutnya. Cara berpikir, bersikap dan bertindak seseorang tentu diwarnai oleh ajaran agama yang dianut jika seseorang sungguh-sungguh dalam mkehidupan beragama. Etos kerja yang rendah secara tiddak langsng dipengearuhi oleh rendahnya kualitas keagamaan.
2) Budaya
Sikap budaya ,tekad ,disiplin ,dan semangat kerja masyarakat juga disebut sebagai etos budaya dan secara operadional etos budaya ini juga disebut sbagai etos kerja . kualias etos kerja ini juga ditentukan oleh system orientasi nilai budaya masyarakat yang bersangkutan
3) Sosial pollitik
Tinggi rendahnya etos kerja masyarakat dipengaruuhi ada atau tidaknya struktur politik yang mendorong masyarakat untuk berja keras dan dapat menikmati hsil kerja keras dengan penuh . etos kerja harus dimulai dengan kesadaran akamn pentingnya arti tanggung jawab kepada masa dwpan bangsa dan Negara.. dorongan untuk mengatasi kemiskinan ,kebodohan dan ketetbelakangan hanya mungkin timbul jika masyarakat secara keseluruhan memiliki orientsi khidupan yang tetpacu kemasa depan hyag lebih baik.
126
Rev : 02 No : F.02.55 4) Kondisi lingkunan /geogafisEtos kerja dapat muncul karena factor georafis . lingkungan alam yang mendukunhg memengaruhi manusia ang berbeda didalanya melakukan usaha untuk dapat mengelola ddan mengambil manfaat ,bahkan dapat emngundang pendatangh untuk turut mencari kehidupan dilingkungan tersebut.
5) Pendidikan
Etos kerja tidak dapat dipisahkan dengan kualitas sumber daya manusia.
Peningkatan su mberdaya manusia akan membuat manusia mempunyai etos kerja keras. Meningkstnya kualiktas penduduk dapat tercapai apabiala ada pendidikan yang merata dan bermutu disertai dwngan peningkatan dan perluasan pendidikan ,keahlian dan ketrampilan shinggga semakin meningkat pula aktivitas dan produktivitas masyarakat sebagai pelaku ekonomi.
6) Struktur ekonomi
Tinggi rendahnya eetos keja suatu masyarakat dipengaruhi oleh ada atau tidaknya struktur ekonomi yang mmpu memberikan insentif bagi anggota masyarakat untuk bekerja keras dan menikmati hasil keras mereka dwngan penuh.
7) Motivasi instriksi individu
Individu yuang akan memiliki etos kerja yang tinggi adalah individu yang bemotivasi tinggi . etos kerja mrupakan sesuatu pandangan dan sikap yang didasari oleh nilai-nilai yang diyakini seseorang. Keyikinan inilajh yang menjadi suatu motivasi kerja . maka etos kerja juga dipengaruhi oleh motivasi seseoraang yang bukan bersumbr dari luar diri,tetapi yang tertanam dalam diri swndiri,yang sering disebut dngsn motoivasi intrnsik.
4. Cara Menumbuhkan Sikap Etos Kerja
Jansen Sinamo mengemukakan cara menumbuhkan sikap etos kerja dalam bukunya dengan judul 8 etos kerja professional.etos kerja
a) Kerja adlah rahmat , kerja merupakan pemberian dari yang Maha Kuasa . oleh karena itu ,individu harus dapat bekerja dengan tulus dan penuh syukur. Hal ini dapat dinyatakan dengan kalimat “ saya bekerja tulus dengan penuh rasa syukur”
b) Keja adalah amanah . karena nmeupakan titipan berharga yang diperyakan kepada kita sehingga kitga mampu bnekerja dengan bbenar dan penuh tanggung jawab.
127
Rev : 02 No : F.02.55 c) Kerja adalah panggilan . kerja merupakan suatu darma yang sesuai dnganpanggilan jiwa sehingga kita mampu bekerja keras dengan penuh intefritas.
d) Kerja adalah aktualosasi. Pekerjaan adalah sarana bagi kita untuk mencapai hakekat yang tertinggi sehingga kita akan bekerja keras dengan penuh semangat.
e) Kerja adalah ibadah. Bekerja merupakan bentuk bakti dan ketaqwaan kepada Sang Khalik,sehingga melalui pekerjaan individu mengarahkan dirinya kepada tijuan agung sang pencipta dalam pengabdian.
f) Kerja adalah kehormatan . pekerjaan dapat membangkitkan harga diri sehingga harus dilakukan secara tekun dan penuh keunggulan.
5. Karakteristik Etos Kerja
Etos kerja memiliki aspek-aspek atau karakteristik,antara lain sebagai berikut a. Keahlian interpersonal
Keahlian personal berkaitan dengan hubungan kerja dengan orang lain dilingkunga kerjanya. Keahlian interpersonal meliputi kebiasaan ,sikap,cara,penampilan dan perilaku yang digunakan individu pada sat berada disekitar orang lain sera memengaruhi bagaoimana individu berinteaksi dengan orang lain. Terdapat sifat-sifat yang dapat menggambarkan keahlian interpersonal seseorang pekerja , antara lain sopan,bersahabat,gembira ,perhatian,menyenangkan, kerja sama, menolong disenangi,rendah hati dll.
b. Inisiatif.
Inisiatif merupakan karakayteristik yang dapat memfasilitsi seseorang agar terdorong untuk lebih meningkatkan kinerjanya dsn tidak langsung meraasa puas dengan kinerja yang biasa. Karakteristik inisering dihubungkan dngan situasi ditempat kerja yang tidak lancer. Hal-hal seperti penun daan pekerjaan, hasil kerja yang buruk, mkehilanhgan kesempatan karena tidak dimanfaatkan dengan baik ,dan kehilangan pekerjaan,dapat muncul jika individu tidak punya inisiatif dalam bekerja.
Terdapat sifat-sifat yang menggambarkan inisiatif seorang pekerja, antara lain cerdik, produktif, banyak ide, berinisiatif,efisien,efektif,antosias, dedikasi, daya tahan kerja,teliti, mampu mandiri,gigih dan teratur.
c. Dapat diandalkan.
Dapat diandalkan adalah aspek yang berhubungan dengan aanya harapan terhadap hasil kerja seseorang pekerja dn merupakan suatu perjanjian implisit pekerja untuk melakukan beberapa fungsi dalam kerja.