• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab I PENDAHULUAN

1.4 Manfaat Penelitian

2.1.2 Hakikat Belajar dan Pembelajaran

2.1.2.1.1Pengertian Belajar

Belajar pada hakikatnya merupakan suatu aktivitas untuk menambah pengetahuan. Belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Berhasil dan tidaknya tujuan pendidikan sangat berpengaruh pada proses belajar mengajar. Proses belajar selalu disadari dan menuju perubahan tingkah laku individu ke arah yang

lebih positif. Belajar tidak dapat dipisahkan antara antara interaksi individu dengan lingkungannya.

Beberapa ahli mendefinisikan belajar adalah sebagai berikut: Aqib (2002: 42) belajar adalah proses perubahan di dalam diri manusia. Apabila setelah belajar tidak terjadi perubahan dalam diri manusia, maka tidaklah dapat dikatakan bahwa padanya telah berlangsung proses belajar. Sedangkan menurut Hamdani (2010: 21) belajar merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan, dengan serangkaian kegiatan berdasarkan interaksi dengan lingkungannya.

Selain itu, Anni (2007: 2) mendefinisikan belajar sebagai proses penting bagi perubahan perilaku manusia dan ia mencakup segala sesuatu yang dipikirkan dan dikerjakan. Belajar memegang peranan penting di dalam perkembangan, kebiasaan, sikap, keyakinan, tujuan, kepribadian, dan bahkakan persepsi manusia.

Selanjutnya, Susanto (2013: 4) mengemukakan pengertian belajar adalah suatu aktivitas yang dilakukan seseorang dengan sengaja dalam keadaan sadar untuk memperoleh suatu konsep, pemahaman, atau pengetahuan baru sehingga memungkinkan seseorang terjadinya perubahan perilaku yang relatif tetap baik dalam berpikir, merasa, maupun dalam bertindak.

Menurut pandangan konstruktivisme belajar adalah upaya untuk membangun pemahaman atau persepsi atas dasar pengalaman yang dialami siswa, oleh sebab itu belajar merupakan proses untuk memberikan pengalaman nyata bagi siswa. Ada tiga potensi yang harus diubah melalui belajar, yaitu potensi intelektual (kognitif), potensi moral (afektif) dan keterampilan mekanika otot (psikomotor) (Aqib 2013: 66).

Belajar dapat dilakukan melalui kegiatan pengalaman anak secara langsung dengan lingkungan.

Berdasarkan pengertian-pengertian belajar menurut para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan suatu proses, dimana seseorang yang belajar akan mengalami perubahan tingkah laku. Adapun perubahan tingkah laku tersebut meliputi perubahan pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotor), dan nilai sikap (afektif). Kegiatan belajar tersebut dapat diwujudkan dalam aktivitas melihat, membuat, mengamati, menyelesaikan masalah atau persoalan, menyimak dan sejenisnya pada pembelajaran IPS di kelas V melalui model take and give dan media powerpoint dengan indikator keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar dengan SK 2 Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia serta KD 2.2 Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

2.1.2.1.2Unsur-Unsur Belajar

Anni (2007: 4) menyebutkan bahwa belajar merupakan sebuah sistem yang didalamnya terdapat pelbagai unsur yang saling kait-mengkait sehingga menghasilkan perubahan perilaku. Beberapa unsur yang dimaksud adalah sebagai berikut:

a. Pembelajar

Pembelajar dapat berupa peserta didik, pembelajar, warga belajar, dan peserta pelatihan. Pembelajar memiliki organ penginderaan yang digunakan untuk

menangkap rangsangan; otak yang digunakan untuk mentransformasikan hasil penginderaannya ke dalam memori yang kompleks; dan syaraf atau otot yang digunakan untuk menampilkan kinerja yang menunjukan apa yang telah dipelajari. Rangsangan (stimulus) yang diterima oleh pembelajar kemudian diorganisir dalam bentuk kegiatan syaraf, beberapa rangsangan itu disimpan didalam memorinya. Kemudian memori tersebut diterjemahkan ke dalam tindakan yang dapat diamati seperti gerakan syaraf atau otot dalam merespon sesuatu.

b. Rangsangan (stimulus)

Rangsangan merupakan peristiwa yang merangsang penginderaan pembelajar disebut situasi stimulus. Dalam kehidupan seseorang terdapat banyak stimulus yang berada di lingkungannya. Suara, sinar, warna, panas, dingin, tanaman, gedung, dan orang adalah stimulus yang selalu berada di lingkungan seseorang. Agar pembelajar mampu belajar optimal, ia harus memfokuskan pada stimulus tertentu yang diminati. c. Memori

Memori pembelajar berisi berbagai kemampuan yang berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dihasilkan dari aktivitas belajar sebelumnya.

d. Respon

Tindakan yang dihasilkan dari aktualisasi memori disebut respon. Pembelajar yang sedang mengamati stimulus, maka memori yang ada didalam dirinya kemudian memberikan respon terhadap stimulus tersebut. Respon dalam pembelajaran diamati pada akhir proses belajar yang disebut perubahan perilaku atau perubahan kenerja (performance).

Gambaran dari keempat unsur belajar tersebut adalah aktivitas belajar akan terjadi pada diri pembelajar apabila terdapat interaksi situasi stimulus dengan isi memori sehingga perilakunya berubah dari waktu sebelum dan setelah adanya situasi stimulus tersebut. Perubahan perilaku pada diri pembelajar itu menunjukkan bahwa pembelajar telah melakukan aktivitas belajar.

2.1.2.2 Hakikat Pembelajaran

Kata pembelajaran merupakan perpaduan dari dua aktivitas belajar dan mengajar. Aktivitas belajar secara metodologis cenderung lebih dominan pada siswa, sementara mengajar secara instruksional dilakukan oleh guru. Istilah pembelajaran merupakan istilah baru yang digunakan untuk menunjukan kegiatan guru dan siswa. Sebelumnya, kita menggunakan istilah proses belajar mengajar dan pengajaran. Istilah pembelajaran merupakan terjemahan dari kata instruction. Kondisi saat ini telah membuat banyak orang memilih istilah pembelajaran karena mengacu pada segala kegiatan yang berpengaruh langsung terhadap proses belajar, sedangkan pengajaran hanya pada konteks tatap muka guru-siswa di dalam kelas.

Menurut Huda (2013: 6), pembelajaran merupakan fenomena kompleks yang dipengaruhi oleh banyak faktor. Ia merupakan rekonstruksi dari pengalaman masa lalu yang berpengaruh terhadap perilaku dan kapasitas seseorang atau suatu kelompok.

Namun, Susanto (2013: 19) menyatakan bahwa pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan, kemahiran, dan tabiat serta pembentukan sikap dan

keyakinan pada peserta didik. Jadi, dengan kata lain pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.

Sedangkan Hamdani (2010: 23) mengungkapkan bahwa pembelajaran merupakan suatu proses pembentukan gagasan sainstifik atau pengetahuan setelah siswa mengalami interaksi dengan lingkungan, peristiwa dan informasi dari sekitar. Proses interaksi dengan lingkungan memberikan respon yang sangat cepat dalam pembelajaran. Seseorang akan cenderung mengingat lebih lama akan hal yang dialami atau dengan peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan keadaan sekitar. Hal itu merupakan suatu proses pembelajaran.

Teori lain menambahkan, menurut pendekatan konstruktivisme pembelajaran adalah proses yang dilakukan dari atas ke bawah (top-down instruction), dan bukan dari bawah ke atas (bottom-up). Pembelajaran dari atas ke bawah berarti peserta didik mulai memecahkan masalah yang kompleks kemudian menemukan (dengan bantuan pendidik) keterampilan dasar yang diperlukan (Rifa’i & Anni 2012:196). Pembelajaran dikatakan proses yang diawali dengan memecahkan masalah yang kemudian menemukan keterampilan yang diperlukan dalam pemecahan masalah.

Berdasarkan pengertian-pengertian pembelajaran tersebut makan peneliti menyimpulkan bahwa pembelajaran adalah cara atau proses dalam rangka membelajarkan siswa melalui interaksi antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa dalam memperoleh pengetahuan. Idealnya pembelajaran itu harus berpusat pada siswa agar pembelajaran yang berlangsung dapat bermakna sehingga siswa lebih paham atas apa yang telah dipelajarinya dan membangun pengetahuannya

sendiri. Setelah proses tersebut terjadi diharapkan siswa akan selalu mengingatnya untuk menanamkan pengetahuan dalam diri siswa pada pembelajaran IPS di kelas V melalui model take and give dan media powerpoint dengan indikator keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar dengan SK 2 Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia serta KD 2.2 Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

Dokumen terkait