• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORI

A. Deskripsi Teoritik

6. Hakikat Media Pembelajaran

Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi. Definisi media tersebut merupakan pendapat dari Sadiman, dkk. (2010: 7). Sejalan dengan pernyataan tersebut, Gagne dalam Sadiman, dkk. (2010: 6) mengungkapkan bahwa media adalah berbagai berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar.

Berdasarkan definisi-definisi tersebut, penggunaan media dalam pembelajaran bertujuan untuk merangsang pikiran, perasaan, serta menarik minat dan perhatian siswa sehingga proses belajar dapat berlangsung dengan baik. Hal serupa juga diungkapkan Daryanto (2011: 5) yang menyatakan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk

menyalurkan pesan (bahan pembelajaran) sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Kustandi dan Sutjipto (2011: 9) mengungkapkan media pembelajaran adalah alat yang dapat membantu proses belajar mengajar dan berfungsi untuk memperjelas makna pesan yang disampaikan, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih baik dan sempurna.

Pada halaman selanjutnya, Kustandi dan Sutjipto (2011: 10) memberikan kesimpulan dari pengertian media sebagai berikut:

a. Media pembelajaran digunakan dalam rangka komunikasi dan interaksi guru dan siswa dalam proses pembelajaran.

b. Media pembelajaran memiliki pengertian non-fisik yang dikenal sebagai software (perangkat lunak), yaitu kandungan pesan yang terdapat dalam perangkat keras yang merupakan isi yang ingin disampaikan kepada siswa pada proses belajar baik di dalam maupun di luar kelas.

c. Media memiliki pengertian fisik yang dewasa ini dikenal sebagai hardware (perangkat keras), yaitu sesuatu benda yang dapat dilihat, didengar, atau diraba dengan pancaindera.

d. Media pembelajaran dapat digunakan secara massa (misalnya: radio, televisi), kelompok besar dan kelompok kecil (misalnya film, slide, video, OHP), atau perorangan (misalnya: buku, komputer, radio tape, kaset, video recorder).

Secara garis besar, media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan bahan pembelajaran dan memperjelas makna pesan yang disampaikan, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan lebih baik. Media pembelajaran yang digunakan oleh guru dapat berupa perangkat lunak (software), perangkat keras (hardware) dan perangkat yang dapat digunakan secara massa baik dalam kelompok besar, kelompok kecil maupun perorangan.

b. Manfaat Media Pembelajaran

Manfaat media pembelajaran diungkapkan oleh Daryanto (2011: 4) sebagai berikut,

a. memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis

b. mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga, dan daya indra.

c. menimbulkan gairah belajar, berinteraksi secara langsung antara siswa dan sumber belajar.

d. memungkinkan anak belajar mandiri sesuai bakat dan kemampuan visual, auditori, dan kinestetiknya.

e. Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman, dan menimbulkan persepsi yang sama

f. Proses pembelajaran mengandung lima komponen komunikasi, yaitu guru (komunikator), bahan pembelajaran, media pembelajaran, siswa (komunikan), dan tujuan pembelajaran.

Sukiman (2012: 44) juga mengungkapkan manfaat dari media pembelajaran, yaitu :

a. Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar b. Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak

sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya, dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.

c. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang, dan waktu.

Kegunaan media pembelajaran juga dijelaskan oleh Sadiman, dkk. (2010: 17) sebagai berikut:

a. Memperjelas penyajian pesan yang ingin disampaikan oleh pendidik. b. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera.

c. Penggunaan media pembelajaran secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini medeia pembelajaran berguna untuk meningkatkan kegairahan belajar dan memungkinkan siswa belajar sendiri berdasarkan minat dan kemampuannya.

d. Memberikan rangsangan yang sama, dapat menyamakan pengalaman dan presepsi siswa terhadap isi pelajaran.

Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut, dapat diketahui bahwa media pembelajaran mempunyai peran penting dalam kegiatan belajar mengajar.

Selain mempermudah guru dalam penyampaian materi pembelajaran, memperjelas isi materi dalam kegiatan belajar mengajar, media juga dapat menarik minat siswa serta meningkatkan rasa ingin tahu sehingga memungkinkan siswa untuk belajar secara mandiri serta memberikan pengalaman dan presepsi yang sama terhadap isi pelajaran.

c. Jenis Media Pembelajaran

Media pembelajaran di klasifikasikan dalam beberapa jenis oleh para ahli. Seperti yang diungkapkan oleh Gagne dalam Daryanto (2011: 16) media diklasifikasikan menjadi tujuh kelompok, yaitu: benda untuk didemonstrasikan, komunikasi lisan, media cetak, gambar diam, gambar bergerak, film bersuara, dan mesin belajar. Bretz dalam Sukiman (2012: 45) mengklasifikasikan media berdasarkan unsur pokok yaitu suara, visual , dan gerak. Dari unsur pokok tersebut, media dikelompokkan menjadi 8 kategori: media audio visual gerak, media audio visual diam, media audio semi gerak, media visual gerak, media visual diam, media semi gerak, media audio, dan media cetak.

Namun dalam kegiatan belajar mengajar di Indonesia, media pembelajaran dikelompokkan menjadi 3 unsur pokok, seperti yang dijelaskan oleh Sadiman, dkk. (2010 : 28)

1. Media Grafis

Media grafis merupakan media visual yang berfungsi sebagai penyalur pesan dari sumber ke penerima dengan mengandalkan indera pengelihatan. Jenis-jenis media grafis yaitu, gambar, sketsa, diagram, bagan/chart, grafik, kartun, poster, peta/globe, papan flanel/flannel board. 2. Media audio

Media audio menggunakan indera pendengaran untuk menyalurkan pesan yang berupa lambang-lambang auditif baik verbal maupun non-verbal. Jenis-jenis media audio dapat berupa software seperti lagu, berita, macam- macam suara, dan percakapan yang direkam. sertahardware yang berupa radio, alat perekam magnetik (tape recorder), laboratorium bahasa.

3. Media proyeksi diam

Media proyeksi diam memiliki persamaan dengan media grafis karena menyajikan rangsangan-rangsangan visual. Perbedaannya terletak pada interaksi yang didapatkan melalui media tersebut. Media proyeksi memerlukan proyektor untuk menampilkan pesan. Selain itu, beberapa jenis media proyeksi memerlukan dua indera, yaitu pengelihatan dan pendengaran. Jenis media proyeksi diam yaitu: film bingkai (slide), film rangkai (film strip), overhead proyektor, proyektor tak tembus pandang (opaque projector), mikrofis, film, film gelang, televisi, video, permainan dan simulasi.

Dokumen terkait