• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORETIS

2.2 Landasan Teoretis

2.2.4 Hakikat Menulis Cerita Pendek

Menulis cerpen merupakan salah satu kegiatan menulis kreatif. Yaitu kegiatan menulis yang bertujuan untuk mencapai nilai artistik, nilai-nilai kesenian (Hartig dalam Tarigan 2008:25-26). Pada dasarnya menulis kreatif sama dengan menulis biasa. Namun dalam menulis kreatif yang perlu mendapat tekanan dan perhatian besar adalah kreativitas. Kreativitas sangat penting peranannya dalam pengembangan proses kreatif seorang penulis dalam karyakaryanya. Kreativitas ini tertuang dalam ide maupun hasil akhirnya.

Menulis cerpen memang harus banyak berkhayal karena cerpen merupakan karya fiksi yang berbentuk prosa. Peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam cerpen hanya rekayasa pengarangnya, demikian pula dengan pelaku, waktu, suasana, dan tempat terjadinya peristiwa itu pun hanya di reka-reka oleh pengarangnya.

Cerita dalam cerpen meskipun bersifat khayal, namun ceritanya masih masuk akal sehingga biasa dimungkinkan untuk terjadi. Bahan baku cerpen memang berasal dari kisah-kisah yang benar-benar terjadi dalam masyarakat.

Ada empat langkah-langkah dalam menulis cerpen yaitu 1) mencari ide, gagasan atau inspirasi, 2) membuat kerangka karangan, 3) menulis cerita dan 4) mengoreksi. Berikut adalah penjelasan secara rinci mengenai langkah-langkah dalam menulis cerpen:

1) Mencari ide, gagasan atau imajinasi

Sebenarnya ide ceritabanyak, jika seseorang kritis dan peka kepada kehidupan sekitarnya. Ide bisa diperoleh dari membaca buku, majalah, koran atau apa saja. 2) Membuat kerangka karangan

Kerangka karangan adalah garis besar cerita atau poin-poin penting cerita pada bagian awal, tengah, dan akhir. Seperti setting, tokoh, alur cerita, masalah atau konflik, solusi atau cerita pemecahan masalah (ending cerita).

3) Menulis cerita

Menyelesaikan dahulu cerita bagaimanapun bentuknya. Menulis cerita atau karya apapun hendaknya ditulis sampai selesai, dengan selesainya suatu cerita kita bisa membaca dan menemukan kelebihan dan kekurangan kemudian diperbaiki.

4) Mengoreksi

Setelah sebuah cerita selesai ditulis dari awal hingga akhir, coba endapkan dahulu beberapa satu atau dua hari, kemudian cobalah baca dan koreksi, kemudian akan terlihat dengan sendirinya apa yang kurang sehingga bisa diperbaiki, setelah itu, perbaiki cerita dengan mata seseorang redaktur yang kritis seolah bukan milik pembuat.

Menurut Widyamartaya (2009:9-31) mengarang cerita adalah suatu proses kegiatan pikiran manusia yang hendak mengungkapkan kandungan jiwa kepada

orang lain, atau kepada diri sendiri, dalam tulisan. Berikut ini adalah langkah-langkah swakerja mengarang cerita yaitu: 1) memilih bahan pembicaraan (topik), 2) menetukan tema dari bahan pembicaraan, 3) menetukan tujuan karangan yang akan dibuat serta bentuk karangan, 4) menentukan pendekatan terhadap tema pembicaraan, 5) membuat bagan atau rencana pembicaraan, 6) pandai memulai karangan, 7) pandai membuat judul karangan. Berikut adalah penjelasan secara rinci langkah-langkah swakerja mengarang cerita:

1) Memilih bahan pembicaraan (topik)

Pilihlah bahan pembicaraan yang mudah, ringan, menarik bagimu, mungkin hal-hal yang kongkrit. Tetapi tergantung dari bakat masing-masing juga, ada yang lebih berbakat untuk mengamati sesuatu (observatif). Ada yang lebih berbakat untuk merenungkan sesuatu (reflektif, argumentatif). Untuk tipe observatif lebih mudah membicarakan barang-barang yang kongkrit. Untuk tipe reflektif dan atau argumentatif barang-barang yang abstrak dapat lebih menarik.

2) Menetukan tema dari bahan pembicaraan

Tema tidak sama dengan judul karangan. Judul karangan adalah bagain dari karangannya sendiri, tampak, tertulis, sedang tema adalah pemersatu seluruh karangan, tetapi bukan bagian dari karangan itu sendiri. Kamu dapat menuliskan tema pembicaraanmu dalam sebuah kertas terpisah untuk selalu mengingatkanmu agar jangan lupa dan menyimpang dari apa yang hendak kamu bicarakan.

Tujuan karangan yang dimaksud adalah apa yang kita curahkan atau ceritakan dapat menggerakkan hati, menggetarkan perasaan, mengharukan, dan mempengaruhi pembaca. Kamu menentukan karanganmu, lalu kamu menentukan bentuk karanganmu, bila tujuanmu menggerakkan perasaan pembaca, maka sudah jelas itu adalah bagian dari cerita pendek atau cerpen 4) Menentukan pendekatan terhadap tema pembicaraan

Kekuatan daya pengamatan, yaitu penerapan pancaindera setajam-tajamnya, akan sangat membantu pendekatan faktuil, sehingga barang yang kita bicarakan menjadi telanjang bulat di hadapan kita dan pembaca, tetapi daya pengamatan itu tidak kalah manfaatnya untuk pendekatan imaginatif, sehingga angan-angan, fantasi, intuisi, visi kita seakan-akan terasa, teraba, terlihat, tercium, dan terdengar sekarang ini juga.

5) Membuat bagan atau rencana pembicaraan

Dalam mengarang atau bercerita hendaklah selalu kamu ingat tema yang hendak kamu kembangkan. Jangan banyak berputar-putar, bercerita tentang hal-hal yang tidak menyangkut tema itu. Untuk itu perlulah kamu menyusun bagan atau rencana pembicaraanmu terlebih dahulu, sebelum mulai menulis. 6) Pandai memulai karangan

Sesudah menyusun bagan karangan atau cerita, langkah berikutnya ialah penulisan cerita itu sendiri. Agar pembaca tertarik untuk membaca seluruh ceritamu, maka selain perlu judul cerita yang baik dan menarik, juga perlulah bahwa kalimat-kalimat dalam paragraf pertama itu sudah segera memikat dan menggairahkan pembaca untuk membaca seterusnya, dan penulis juga harus pandai membangun paragraf dan menjalin kesinambungan paragraf

7) Pandai membuat judul karangan

Untuk memikat minat baca orang, judul sangat penting. Judul adalah wajah cerita, maka judul harus: 1) menarik dan menimbulkan kecurigaan atau keingin tahu, 2) kena dan sesuai dengan isinya, 3) dirumuskan dalam bentuk yang sesingkat-singkatnya

Adapun langkah lain yang harus diamati siswa pada saat menulis cerpen menggunakan media tayangan kehidupan sosial orang-orang pinggiran yaitu.

1) Berkelompoklah yang terdiri atas 4-5 orang,

2) siapkan selembar kertas pada masing-masing individu,

3) amatilah tayangan kehidupan sosial orang- orang pinggiran yang sudah ditampilkan oleh guru,

4) tulislah bagian yang kamu anggap penting dan bisa membantu dalam menyusun kerangka cerpen,

5) tulislah kerangka cerita untuk dijadikan sebuah cerpen berdasarkan inspirasi dari tayangan kehidupan sosial orang- orang pinggiran yang sudah ditampilkan,

6) setelah itu tulislah judul sesuai dengan inspirasimu yang akan kamu buat dari tayangan kehidupan sosial orang- orang pinggiran yang sudah kamu amati untuk memulai membuat ide cerita,

7) kembangkanlah kerangka cerita tersebut menjadi sebuah cerpen dan menjalin kesinambungan cerita dari satu paragraf ke paragraf selanjutnya, menjadi suatu cerita yang runtut dan utuh ceritanya.

Jadi, langkah-langkah menulis kreatif cerpen adalah menemukan ide atau tema penelitian kemudian menangkap dan mematangkan ide tersebut dengan

menuliskannya dalam bentuk karya sastra, dan yang terakhir adalah merevisi karya tersebut untuk medapatkan hasil yang maksimal.

Dokumen terkait