• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORI

A. Deskripsi Teoritik

7. Hakikat Motivasi Belajar

Motivasi belajar dalam penelitian ini berhubungan dengan keberhasilan proses dalam suatu pembelajaran. Pembelajaran dikatakan berhasil apabila telah mencapai keberhasilan hasil dan juga keberhasilan proses. Oleh sebab itu, motivasi belajar sangat menunjang keberhasilan proses pembelajaran di kelas. Berikut uraian tentang motivasi belajar.

Motivasi merupakan sebuah proses dimana menyediakan kondisi atau ketekunan individu demi mencapai tujuannya. Seperti yang diungkapan oleh Sardiman (2014: 73) bahwa motivasi dapat dikatakan sebagai usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga orang itu mau dan ingin melakukan sesuatu, dan bila dia tidak suka, maka dia akan meniadakan perasaan tidak suka tersebut. Jadi dapat disimpulkan bahwa motivasi yaitu usaha menyediakan kondisi agar orang melakukan sesuatu sesuai dengan keinginannya dan jika tidak suka maka juga akan menghilangkan perasaan tidak suka.

Menurut Mc. Donald (dalam Djamarah 2008: 148), motivation is energy change whitin the person characterized by affective arousal and anticipatory goal reaction. Dapat diartikan bahwa motivasi adalah suatu perubahan energi di dalam

31

pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif (perasaan) dan reaksi untuk mencapai tujuan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa motivasi merupakan penggerak atau dorongan perasaan dan reaksi seseorang yang muncul dari pribadinya untuk menuju pada hal lebih baik untuk dirinya sendiri. Menurut Uno (2013: 1), mengatakan bahwa motivasi berasal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri individu yang menyebabkan individu tersebut bertindak atau berbuat. Lanjutnya, dorongan atau motivasi tersebut berada pada diri seseorang yang menggerakkan untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan dorongan dalam dirinya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa motivasi merupakan sesuatu yang menggerakkan terjadinya tindakan atau dapat disebut dengan niat.

Menurut Suprijono (2009: 163), motivasi belajar adalah proses yang memberi semangat belajar, arah, dan kegigihan perilaku. Jadi dapat diartikan bahwa motivasi belajar merupakan suatu dorongan atau daya penggerak dari dalam diri invidu yang memberikan arah dan semangat pada kegiatan belajar, sehingga dapat mencapai tujuan yang dikehendaki. Jadi peran motivasi bagi peserta didik dalam belajar sangat penting. Dengan adanya motivasi akan meningkatkan, memperkuat dan mengarahkan proses belajarnya, sehingga akan diperoleh keefektifan dalam belajarnya.

Dalam proses pembelajaran tentunya motivasi memiliki fungsi seperti yang diungkapkan oleh Sanjaya (2008: 261) menyatakan bahwa terdapat dua fungsi motivasi dalam pembelajaran yakni mendorong siswa untuk beaktivitas

32

dan sebagai pengarah. Sehingga dapat ditarik kesimpulan fungsi motivasi pembelajaran untuk mengarahkan dan mendorong siswa melakukan aktivitas.

Orang termotivasi dapat dilihat dari ciri-ciri yang ada pada diri orang tersebut. Menurut Sardiman (2014: 83) mengemukakan ciri-ciri orang yang termotivasi adalah sebagai berikut:

(1) Tekun menghadapi tugas, (2) ulet menghadapi kesulitan, (3) menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah, (4) lebih senang bekerja mandiri, (5) cepat bosan pada tugas-tugas rutin, (6) dapat mempertahankan pendapatnya, (7) tidak mudah melepaskan hal yang diyakini itu, (8) senang memecahkan masalah soal-soal.

Ciri-ciri motivasi yang disampaikan di atas dapat disimpulkan bahwa adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik. Dengan kata lain bahwa dengan adanya usaha yang tekun dapat menunjukkan ketertarikan, senang mengikuti pelajaran, selalu memperhatikan pelajaran, semangat dalam mengikuti pelajaran, mengajukan pertanyaan, berusaha mempertahankan pendapat, senang memecahkan masalah-masalah soal-soal maka pembelajaran akan berhasil dan seseoarang yang belajar itu dapat menacapi prestasi yang baik.

Motivasi sangat diperlukan dalam proses belajar, jika seseorang tidak memiliki motivasi belajar maka tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. Sedangkan aktivitas belajar sendiri merupakan kegiatan yang melibatkan unsur jiwa dan raga. Keberhasilan proses belajar mengajar dapat dilihat dalam motivasi belajar yang ditunjukkan oleh peserta didik pada saat melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Menurut Sudjana (2008: 61) mengemukakan bahwa motivasi belajar peserta didik dapat dilihat dari beberapa hal berikut.

33

(1) minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran, (2) semangat siswa untuk melakukan tugas-tugas belajarnya, (3) tanggung jawab siswa dalam mengerjakan tugas-tugasnya, (4) reaksi yang ditunjukkan siswa terhadap stimulus yang diberikan guru, (5) rasa senang dan puas dalam mengerjakan tugas yang diberikan.

Jadi dapat disimpulkan bahwa peserta didik dikatakan termotivasi apabila peserta didik berminat dan memiliki perhatian terhadap pelajaran, semangat untuk melakukan tugas-tugas belajarnya, kemudian bertanggung jawab dan menunjukkan reaksi terhadap stimulus yang diberikan guru serta merasa senang dan puas dalam mengerjakan tugas yang diberikan.

Kelima indikator motivasi belajar yang dijabarkan oleh Sudjana, maka peneliti membatasi cukup tiga indikator yang akan digunakan dalam penelitian sebagai acuan penilaian motivasi belajar. Hal ini dikarenakan indikator tersebut terlalu banyak, sehingga peneliti akan mengalami kesulitan dalam memberi skor penilaian tersebut. Dengan demikian, peneliti menggunakan indikator penilaian motivasi belajar menurut Sudjana (2008: 61) sebagai berikut: (1) perhatian siswa terhadap pelajaran, (2) semangat siswa untuk melakukan tugas-tugas belajarnya, (3) rasa senang dan puas dalam mengerjakan tugas yang diberikan. Ketiga indikator di atas dirasa peneliti sudah mewakili dalam penilaian motivasi belajar. Dan unsur-unsur tersebut dijabarkan dengan skor atau nilai yang menunjukkan tingkatan unsur dalam tulisan.

Skala pengukuran yang digunakan oleh peneliti adalah skala pengukuran rating scale. Sementara angka yang diberikan pada alternatif jawaban pada setiap item instrumen yang digunakan peneliti adalah angka 0 : kurang, 1 : sedang, 2 : tinggi. Angka-angka tersebut digunakan untuk mengetahui peningkatan motivasi

34

belajar peserta didik di setiap tindakan selama penelitian. Dari segi hasil, pembelajaran dikatakan berhasil apabila terjadi peningkatan perubahan perilaku positif dari peserta didik di setiap tindakan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pembelajarn sebaiknya tidak hanya mengoptimalkan keberhasilan hasil melainkan juga mengoptimalkan keberhasilan proses yaitu dengan membangkitkan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran. Berikut merupakan indikator penilaian motivasi belajar peserta didik.

Tabel 3. Lembar Penilaian Motivasi Belajar Peserta Didik menurut Sudjana

No Indikator Skor

1 Perhatian peserta didik dalam pelajaran Skor 2 : Tinggi Skor 1 : Sedang Skor 0 : Kurang 2 Semangat peserta didik untuk melakukan

tugas-tugas belajarnya

3 Rasa senang dan puas terhadap tugas yang diberikan

Dokumen terkait