• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PUSTAKA

3. Hakikat Pembelajaran Bola Basket a. Pembelajaran

Menurut Sukintaka (1997:12), menyatakan bahwa pembelajaran mengandung pengertian bagaimana para guru mengajarkan sesuatu kepada para siswa, jadi didalam suatu pembelajaran terjadi dua kejadian bersamaan, pertama ada satu pihak yang diberi, dan kedua ada satu pihak yang menerima. Menurut Komarudin dan Yooke Tjuparmah S. (2002:179), pembelajaran dalam bahasa Inggris disebut learning, yaitu suatu kegiatan untuk memperoleh pengetahuan atau pemahaman atau keterampilan (termasuk penguasaan kognitif, afektif, dan psikomotorik). Melalui studi, pengajaran pada haikatnya adalah proses interaksi antara peserta didik, sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah suatu aktivitas seorang pendidik yang disengaja untuk memodifikasi atau

14

mengorganisasi berbagai komponen pembelajaran yang diarahkan guna tercapainya tujuan yang ditetapkan. Dari istilah proses pembelajaran terdapat hubungan yang erat, bahkan terjadi kaitan dan interaksi saling mempengaruhi satu sama lain. Adapun tujuan belajar merupakan kriteria untuk mencapai derajat mutu dan efisien itu sendiri.

Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, pembelajaran merupakkan kegiatan pokok. Ini berarti tergantung bagaimana proses yang dialami oleh siswa sebagai subjek pendidikan, berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran merupakan proses bagaimana cara berinteraksi antara guru dengan siswa dan terjadi timbal balik yang positif terhadap siswa sehingga hasil proses pembelajaran dapat tercapai dengan baik. b. Permainan Bola Basket

Menurut Jhon Oliver (2007;VII), permainan bola basket adalah permainan yang dilakukan oleh dua tim dengan masing-masing tim beranggotakan 5 orang, yang memiliki panjang lapangan 27,5 meter dan memiliki 15,2 meter, dengan memiliki tinggi ring basket 3,05 meter dan memiliki garis tiga angka/three point shoot (6,02 meter untuk SMA dan perguruan tinggi 6,70 meter hingga 7,24 meter untuk pertandingan NBA).

15 Gambar 1. Lapangan Basket Sumber : Dani Kokasih

Bola basket adalah permainan dua tim yang memiliki jumlah anggota yang sama, tujuan dari permainan ini adalah mencetak poin sebanyak-banyaknya untuk memenangkan pertandingan dengan lama pertandingan adalah 4 quarter. Dengan lama pertandingan per quarter rata-rata sekitar 8-12 menit tergantung perundingan antar dua tim (Jhon Oliver, 2007:VIII).

Menurut Danny Kokasih (2008:25-55), ada beberapa teknik dasar dalam bermain bola basket antara lain passing, shooting dan dribbling ditambahkan dengan lay-up.

1) Dribbling (menggiring bola)

Dribbling adalah salah satu teknik dasar dalam bermain bola basket dengan tujuan untuk menggiring bola dan melewati lawan serta mencetak skor. Dalam permainan bola basket sebenarnya dribble berfungsi lebih

16

dari itu antara lain yaitu membawa pemain defender ke arah yang kita inginkan supaya memuluskan jalan kita atau teman kita untuk masuk ke dalam area bertahan lawan dan mempunyai cukup ruang gerak untuk memasukkan bola ke dalam ring lawan.

Dalam teknik dasar dribble dikenal berbagai tipe dribble:

a) Low Dribble

Low dribble adalah menggiring bola menggunakan satu tangan dengan kaki yang ditarik kebelakang untuk melakukan dribel dengan satu tangan yang mengambil posisi untuk melindungi bola dari

defender dengan cara menjulurkan tangan ke arah badan depan lawan, dengan posisi tangan menekuk ke dalam. Posisi bola serendah lutut dan dengan irama konstan.

b) Power Dribble

Power dribble adalah pengembangan dari low dribble, dalam gerakanya ditambahkan slide kedepan serta kebelakang.

c) Speed Driblle

Speed dribble adalah dribble yang dilakukan dengan berlari, dengan cara pemain seperti mengejar bola dan bola tidak boleh lebih tinggi dari posisi pinggang dalam mendribblenya.

d) Change of Pace Driblle

Change of pace dribble adalah dribble yang intinya untuk menggerakan posisi badan dan dribble ke arah berbeda dan memiliki tujuan yang jelas.

17

Croos over dribble adalah pemain melakukan dribble ke arah pemain lawan kemudian seketika itu juga mengubah arah gerakan badan dan

dribble.

2) Passing (mengoper bola)

Passing adalah teknik dasar dalam bermain bola basket yang memiliki tujuan untuk mengoper bola ke arah teman yang memiliki ruang cukup untuk melakukan tembakan (shooting) atau ruang gerak yang cukup untuk melakukan serangan (Earvin Magic Johson). Ada beberapa jenis

passing:

a) Chest pass adalah jenis passing yang paling efektif, apalagi pada saat pemain tidak dijaga.

b) Bounce pass adalah passing yang caranya dengan memantulan ketanah.

c) Overhead pass adalah passing yang dilakukan dengan cara mengoper bola melalui belakang kepala dan penerima bola juga menerima di atas kepala.

3) Shooting (menembak bola)

Shooting adalah suatu cara yang dilakukan untuk memasukkan bola kedalam ring untuk mendapatkan poin dengan cara melempar bola ke arah ring. Shooting dapat dilakukan dengan menggunakan dua tangan ataupun satu tangan.

18

a) Balance: gerakan selalu dimulai dari lantai, saat menangkap bola tekuklah lutut dan mata kaki serta atur agar tubuh dalam posisi seimbang.

b) Eyes: agar shooting menjadi akurat pemain harus dengan segera mengambil fokus pada target.

c) Elbow: pertahankan posisi siku agar pergerakan lengan tetap vertikal.

d) Follow Throw: kunci siku lalu lepaskan gerakan jari-jari dan pergelangan tangan mengikuti ke arah ring.

4) Lay-up

Lay-up adalah cara yang dilakukan untuk memasukkan bola kedalam ring untuk mendapatkan poin dengan cara awalan menggunakan irama dua langkah, kemudian melayang dan menggunakan satu tangan dalam memasukkan bolanya kedalam ring.

Dalam pembelajaran bola basket di sekolah materi yang diberikan adalah teknik dasar passing, dribbling, shooting dan lay-up.

Dalam teknik dasar mengoper bola terdapat umpan dada (chest pass), umpan pantul (bounce pass), dan umpan lambung (overhead pass), namun yang biasa dilakukan dalam permainan bola basket adalah umpan dada (chest pass) dan umpan pantul (bounce pass). Sedangkan dalam teknik

shooting terdapat tembakan langsung dengan melompat (jump shoot), tembakan melambung (fithrow) dan lay-up. Proses pembelajaran bola basket di sekolah dilakukan dalam tiga kali pertemuan dalam satu semester.

19

Passing, dribbling dan shooting merupakan teknik dasar dalam permainan bola basket. Prinsip dasar dalam permainan bola basket adalah memasukkan bola sebanyak mungkin kedalam ring lawan dan memperoleh poin, segala bentuk permainan, bentuk taktik dan segala bentuk teknik dikerahkan semaksimal mungkin untuk menguasai pertandingan, menciptakan peluang, dan mencetak poin ke dalam ring lawan. Penguasaan teknik dasar utama mengembangkan mutu yang tinggi dalam suatu permainan dan pertandingan.

c. Pembelajaran Bola Basket di SMA

Dalam setiap pembelajaran, tercapainya tujuan pembelajaran merupakan sesuatu yang terpenting karena terciptanya tujuan pembelajaran adalah tolak ukur keberhasilan siswa dalam mengikuti pembelajaran permainan bola basket, dalam proses pendidikan jasmani tidak terlepas dari materi atau bahan pelajaran yang akan disampaikan oleh guru.

Dari kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas, permainan bola basket diajarkan kepada siswa kelas X dan XI pada semester 1 dan 2. Materi pembelajaran bola basket memiliki rincian sebagai berikut dalam persiapan pembelajarannya:

1) Kelas X terdiri semua teknik dasar bola basket dengan peraturan yang dimodifikasi yang dilandasi nilai kerjasama, kejujuran, semangat, dan percaya diri.

Dengan pelaksanaan sebagai berikut: a) Persiapan

20 b) Inti

Setelah melakukan pemanasan secara klasikal, melakukan gerakan

passing menggunakan bola. Bermain bola basket dengan peraturan yang telah dimodifikasi berdasarkan nilai kerjasama, kejujuran, semangat, dan percaya diri.

c) Penutup

Siswa dibariskan berdoa dan menutup kelas.

2) Kelas XI terdiri atas semua teknik dasar dalam bermain bla basket: Dengan pelaksanaan hampir sama dengan kelas X

a) Persiapan

Siswa berbaris, berdoa, dan melakukan presensi. b) Inti

Setelah melakukan pemanasan secara klasikal atau permainan, kemudian melakukan teknik-teknik dasar bola basket dan bermain bola basket.

c) Penutup

Siswa dibariskan berdoa dan menutup pelajaran olahraga. d. Karakteristik Siswa SMA

Kemampuan atau karakteristik siswa SMA kelas X dan XI menurut Zulkiflli (1986:64-68), sebagai berikut:

1) Karakteristik Jasmani

a) Kekuatan otot dan daya tahan otot berkembang lebih cepat.

b) Memiliki tubuh yang tinggi dengan perkembangan yang cepat dan paling bagus.

21

d) Mampu membangun kemauan yang sangat tinggi. 2) Karakteristik Psikis/Mental

a) Banyak memikirkan diri sendiri.

b) Ada masa-masa galau (merenung dan memikirkan yang aneh-aneh) c) Membutuhkan pengalaman dari segala segi

3) Karakteristik Seksual

a) Memiliki jakun pada laki-laki b) Sudah mengeluarkan sperma

c) Pada anak perempuan bagian dada sudah sempurna pertumbuhannya. 4) Karakteristik Sosial

a) Sadar dan peka terhadap lawan jenis.

b) Berusaha melepaskan dari lingkungan orang-orang tua. c) Senang dengan masalah perkembangan sosial.

d) Tidak senang dengan persyaratan-persyaratan yang diajukan orang tua.

Karakteristik masa remaja usia 21 tahun untuk anak laki-laki dan usia 17-21 tahun untuk anak perempuan menurut Oemar Malik (1990:177), adalah konsep tentang adolescence, pengartian dasar tentang adolescence hanyalah pertumbuhan ke arah kematangan. Ini adalah periode antara permulaan pubertas dengan kedewasaan yang secara kasar antara usai antara 17-21 tahun untuk anak laki-laki dan anak perempuan. Banyak buku pendidikan dan psikologi yang mendifinisikan

adolescence dengan menunjukan kepada periode yang penuh denga tekanan dan ketegangan, suatu periode yang menekankan individu itu belum menjadi sesuatu generalisasi semacam ini tentu memiliki keterbatasan karena tidak semua remaja mengalami ketegangan dan tekanan.

Karakteristik masa remaja ( adolescence) dapat dilihat dari tiga segi. Yakni konsep masa remaja, keunikan para remaja, dan kebutuhan masa remaja merupakan masa permulaam pubertas dan kedewasaan yang ditandai oleh tekanan dan ketegangan, sifat yang lebih sensitif, pertentangan nilai-nilai dan harapan-harapan, dan tugas-tugas perkembangan yang khusus. Keunikan masa remaja bukan pada keremajaanya, melainkan pada individualitasnya yang berbeda-beda

22

dalam berbagai aspek. Para remaja memiliki kebutuhan umum manusia, yaitu berupa kebutuhan identitas, kebutuhan akan bantuan orang dewasa yang mengerti keadaan mereka. Misalnya dalam membuat keputusan sendiri yang juga membutuhkan bimbingan orang dewasa, dan juga harus merasa diberikan kebebasan dari orang dewasa dan sebagainya.

Dokumen terkait