BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.1.6. Hakikat Pembelajaran PKn di SD
2.1.6.1Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan
Pendidikan kewarganegaraan menurut Zamroni (dalam Taniredja, 2013: 2)
adalah “pendidikan demokrasi yang bertujuan untuk mempersiapkan warga masyarakat berpikir kritis dan bertindak demokratis, melalui aktivitas
menanamkan kesadaran kepada generasi baru bahwa demokrasi adalah bentuk
Menurut Susanto (2014:224) mata pelajaran PKn merupakan suatu mata
pelajaran yang bertujuan untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang
berlandaskan pada pancasila, undang-undang, dan norma yang berlaku
dimasyarakat yang belum optimal disampaikan ke siswa.
Pendidikan kewarganegaraan adalah pendidikan yang memberikan
pemahaman dasar tentang pemerintahan, tata cara demokrasi, tentang kepedulian,
siakp pengetahuan politik yang mampu mengambil keputusan politik secara
rasional, sehingga dapat mempersiapkan warga negara yang demokratis dan
partisipatif melalui suatu pendidikan yang berorientasi pada pengembangan
berpikir kritis dan bertindak demokratis (Susanto, 2014: 227).
Peneliti dapat menyimpulkan bahwa pendidikan kewarganegaraan
merupakan pendidikan yang dapat mengembangkan pengetahuan hidup dalam
masyarakat, menumbuhkan hidup dan tingkah laku yang lebih baik dalam
berdemokrasi dan bernegara.
2.1.6.2Tujuan Pembelajaran PKn
Menurut Mulyasa (dalam Susanto, 2014: 231) tujuan mata pelajaan
pendidikan kewarganegaraan adalah untuk menjadikan siswa agar : (a) mampu
berpikir kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi persoalan hidup maupun
isu kewarganegaraan di negaranya, (b) mampu berpartisipasi dalam segala bidang
kegiatan, secara aktif dan tanggung jawab, sehingga bisa bertindak secara cerdas
dalam semua kegiatan, (c) bisa berkembang secara positif dan demokratis,
berinteraksi, serta mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi
dengan baik.
Tujuan PKn di sekolah dasar adalah untuk menjadikan warga negara yang
baik, yaitu warga negara yang tahu, mau, dan sadar akan hak dan kewajibannya.
(Susanto, 2014 :234)
Berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar tingkat SD/MI
dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang
Standar Isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah menyatakan bahwa Mata
pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan agar peserta didik memiliki
kemampuan sebagai berikut.
(a) Berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu
kewarganegaraan
(b) Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, dan bertindak secara
cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta
anti-korupsi
(c) Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri
berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup
bersama dengan bangsabangsa lainnya
(d) Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara
langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi
dan komunikasi.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan Pembelajaran PKn
melakasanakan hak dan kewajibanya agar dapat diterima dimasyarakat, serta
menjadi warga yang demokratis.
2.1.6.3Ruang Lingkup PKn di Sekolah Dasar
Menurut standar kompetensi dan kompetensi dasar tingkat SD/MI dalam
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi
untuk satuan pendidikan dasar dan menengah menyatakan bahwa Ruang lingkup
mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan meliputi aspek-aspek sebagai
berikut:
(a) Persatuan dan Kesatuan bangsa, meliputi: Hidup rukun dalam perbedaan,
Cinta lingkungan, Kebanggaan sebagai bangsa Indonesia, Sumpah
Pemuda, Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Partisipasi
dalam pembelaan negara, Sikap positif terhadap Negara Kesatuan
Republik Indonesia, Keterbukaan dan jaminan keadilan
(b) Norma, hukum dan peraturan, meliputi: Tertib dalam kehidupan keluarga,
Tata tertib di sekolah, Norma yang berlaku di masyarakat,
Peraturan-peraturan daerah, Norma-norma dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara, Sistim hukum dan peradilan nasional, Hukum dan peradilan
internasional
(c) Hak asasi manusia meliputi: Hak dan kewajiban anak, Hak dan kewajiban
anggota masyarakat, Instrumen nasional dan internasional HAM,
Pemajuan, penghormatan dan perlindungan HAM
(d) Kebutuhan warga negara meliputi: Hidup gotong royong, Harga diri
mengeluarkan pendapat, Menghargai keputusan bersama, Prestasi diri ,
Persamaan kedudukan warga negara
(e) Konstitusi Negara meliputi: Proklamasi kemerdekaan dan konstitusi
yangpertama, Konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia,
Hubungan dasar negara dengan konstitusi
(f) Kekuasan dan Politik, meliputi: Pemerintahan desa dan kecamatan,
Pemerintahan daerah dan otonomi, Pemerintah pusat, Demokrasi dan
sistem politik, Budaya politik, Budaya demokrasi menuju masyarakat
madani, Sistem pemerintahan, Pers dalam masyarakat demokrasi
(g) Pancasila meliputi: kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi
negara, Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara, Pengamalan
nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, Pancasila sebagai
ideologi terbuka
(h) Globalisasi meliputi: Globalisasi di lingkungannya, Politik luar negeri
Indonesia di era globalisasi, Dampak globalisasi, Hubungan internasional
dan organisasi internasional, dan Mengevaluasi globalisasi.
Dalam penelitian ini, peneliti mengambil materi pembelajaran PKn pada
Kelas IV Semester 2 tentang globalisasi, standar kompetensi Menunjukkan sikap
terhadap globalisasi dilingkungannya, kompetensi dasar 4.1 Memberikan contoh
sederhana pengaruh globalisasi di lingkungannya
2.1.6.4Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar
Menurut Susanto (2014: 227) Pembelajaran PKn di sekolah dasar
peserta didik agar dapat belajar dengan baik dan membentuk manusia Indonesia
seutuhnya dalam pembentukan karakter bangsa yang diharapkan mengarah pada
pencipataan suatu masyarakat yang menempatkan demokrasi dalam kehidupan
berbangsa dan bernegarayang berlandaskan pada pancasila, UUD, dan
norma-norma yang berlaku di masyarakat yang diselenggarakan selama enam tahun.
Esensi pembelajaran bagi anak adalah bahwa secara kodrati maupun
sosiokultural dan yuridis formal, keberadaan dan kehidupan manusia selalu
membutuhkan nilai, moral dan norma. Dalam kehidupannya, manusia memiliki
keinginan, kehendak dan kemauan (human desire) yang berbeda untuk selalu
mebina, mempertahankan, mengaambangkan dan meningkatkan aneka
potensinya berikut segala perangkat pendukungnya, sehingga mereka dapat
mengarahkan dan mengendalikandunia kehidupan ini baik secara fisik maupun
nonfisik ke arah yang lebih baik dan bermakna. Secara tegas, Kosasih Djahiri
menyatakan bahwa dalam kehidupan manusia didunia ini tidak ada tempat dan
waktu kehidupan yang bebas (value free), karena dengan niali, moral, dan norma
ini akan menuntut kearah pengenalan jati diri manusia maupun kehidupan.
(Djahiri (dalam Susanto, 2014 : 228))
Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran PKn di
sekolah dasar diberikan untuk membentuk karakter, berjiwa demokrasi dan dapat
menjadi manusia Indonesia sueutuhnya. Pembelajaran PKn di sekolah dasar
diharapkan mampu membangun karakter bagi siswa mulai dari usia sedini
mungkin sehingga karakter yang diharapkan dapat terbawa sampai mereka
namun juga berkarakter. Karakter yang diharapkan dalam pembelajaran PKn
menggunakan Model Kooperatif Tipe Talking Stick menggunakan media video
adalah disiplin, mandiri, tanggung jawab, Bersahabat/ berkomunikasi.